Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Lubang Latifah


__ADS_3

Yaitu Allah, agar ruh kita qolbu kita dibersihkan, dan pendekatan itu dengan memperbanyak dzikir mengingatNya. Sebab Allah itu beda dengan mahluq, Dia tak butuh disogok atau membutuhkan makanan enak, atau diberi parcel agar kita menjadi dekat, tapi Dia didekati dengan pendekatan kehambaan kita, maunya kita menghamba, mengingatNya, dalam tidur, duduk, berdiri, menunjukkan kecintaan kita.


Nah ini juga sebenarnya juga kemudian berhubungan dengan urusan jin itu, kok bisa Sebenarnya ini pengalaman saja, jadi kejadian yang terjadi sebagaimana pengalaman yang kualami, lalu aku mengambil kesimpulan, dan siapa saja nanti bisa mempraktekkan dengan apa yang akan kuceritakan ini.


Pengalaman atau apa yang kita alami itu adalah pelajaran paling baik, tak perduli orang lain tak percaya, karena mereka tak mengalaminya, atau pengalaman kita dianggap naif, ya siapa saja boleh berpendapat apapun, tapi kitalah yang mengalaminya, yang penting pengalaman itu adalah hal yang nyata, dan yang penting lagi pengalaman itu menambah keimanan kita, keyakinan kita pada Allah, juga rasa tawakal kita pada Allah makin kukuh kuat, daripada bicara yang tak ku ketahui atau menulis yang aku tak mengerti, lebih baik menulis apa yang ku mengerti dan ku alami.


Melanjutkan cerita yang lalu. membahas tentang latifah, jadi jika satu saja latifah kita terbuka maka akan mengucur kekuatan dari Allah ke tubuh kita dari lubang latifah itu, lhoh bagaimana kok bisa di dalam tubuh kita, ya ndak beda dengan kita gali tanah kok tanah lantas ada airnya.


Seperti matahari yang mengeluarkan energi, mengeluarkan cahaya menerangi jagat, kita tak percaya juga matahari tetap akan menerangi jagat, tak menunggu kita percaya dulu baru matahari itu akan menerangi jagat, akal kita tak nyampai dari mana keluarnya energi matahari tetap saja matahari akan menerangi jagad dan tak habis energinya walau dipakai oleh orang seluruh dunia.


Yang ku tulis ini juga tidak ingin dan sama sekali tak ada maksud agar siapapun supaya percaya dengan ceritaku, dan penulisanku juga tak menunggu orang percaya baru aku lalu menulisnya. Ketika latifah itu sudah terbuka, maka dengan sendirinya jika dikonsentrasikan akan mengalir kekuatan dari Allah, dan itu bisa dites dan dibuktikan, ketika ada jin merasuk ke tubuh seseorang atau orang kerasukan, dan dipegangi banyak orang, jin di dalam orang itu akan mementalkan siapa saja yang memeganginya maka cukup dengan seorang yang latifahnya terbuka itu menempelkan jarinya ke orang yang sedang kerasukan tersebut, maka jin di dalam tubuh orang itu akan tak punya daya, seperti ditindih sebuah gunung, padahal hanya ditempeli jari.


Memang aneh, tapi itulah kenyataannya, dan siapa saja bisa mempraktekkannya, jika sudah tertembusi latifahnya, lalu bagaimana tanda seseorang itu tertembusi latifahnya, yaitu ketika dia mengkonsentrasikan dzikir pada titik latifah, maka akan merasa ada aliran dingin dari titik latifah itu mengaliri seluruh urat di tubuh, seperti layaknya bendungan yang dibuka dan airnya mengaliri parit dan sungai sungai.


Bahkan bukan hanya itu, saat kita mengkonsentrasikan titik latifah dengan zikir yang biasa kita zikirkan maka jika ada jin yang


merasuk pada seseorang, nantinya tak akan tahan melihat wajah kita atau dada kita, karena pancaran nur ilahi yang menyelimuti kita, jadi bukan kita yang sakti sampai jin takut, tapi karena nur ilahi yang memancar itulah yang


membuat jin ketakutan, ingat ini bisa dilakukan siapa saja, jadi jangan sekali-kali beranggapan saya hebat, wong murid saya juga banyak yang bisa.


Kita hanya perlu memproses diri dengan cara yang benar dengan amaliyah yang benar sehingga menghasilkan hasil yang benar dan bermanfaat. Jadi tak ada sakti atau hebat, yang sakti dan hebat hanyalah Gusti Allah. Ini pengalaman, ada yang membuatku heran, dan


aneh, kenapa setiap jin di rumahku lantas jin itu


tidak berdaya, padahal contoh, ada seorang yang banyak jin di tubuhnya dia datang ke rumahku minta jinnya dikeluarkan, kata dia yang banyak jinnya itu dia cerita, kalau sudah dicoba dikeluarkan di beberapa orang yang bisa juga kyai yang bisa, mereka pada tak sanggup kebanyakan dibanting semua sampai tidak berdaya, ada yang dicekik dan ada yang diajak adu ilmu sampai muntah darah.


Heran juga campur merinding juga mendengar cerita muntah darah begitu, tapi aku madep mantep saja, kalau Allah di belakangku tempat aku bertawakal, masak lah kalah sama jin. Singkat cerita orang itu ku suruh minum air untuk mendorong jinnya keluar, dan ku suruh menempelkan jari di fotoku, dan sebentar kemudian dia sudah menggereng gereng seperti macan, dan bergaya mendekam.


“Assalamualaikum, siapa ini?” tanyaku.


“Waalaikum salam….”


“Kamu siapa?”


“Saya bangsa jin….”


“Kok di tubuh orang ini?”


“Saya dikirim,”


“Siapa yang mengirimmu?” “Saya tidak tau…..”


“Kok tidak tau….?”


“Ya saya ditaklukkan…. dan dimasukkan….”


“Kamu kok gereng gereng gitu apa kamu


macan…?”


“Ya… bentuk saya macan…”

__ADS_1


“Coba duduk yang bener, kok ndekem gitu….”


“Ya saya kan macan, ya duduk saya kayak


begini….” ketawa juga dengar jawabannya…


“Apa kamu muslim.?”


“Ya saya muslim….”


“Sampean muslim kok mau dikirim ke tubuh


orang ini?” tanyaku lagi dengan heran.


“Ya kan sudah ku katakan saya ditaklukkan.”


“Ada berapa jin temanmu di dalam?” tanyaku


menyelidik.


“Ya banyak… saya tak tau semua…”


“Kalau yang bentuknya macan sepertimu ada berapa?” tanyaku lagi.


“Ada 7 sampai 10 tepatnya aku ndak tau…”


“Kamu keluar ya….”


“Lhoh bagaimana kamu kok ndak bisa keluar, apa kamu sengaja mau bangkang sama aku?”


“Ndak saya tak berani, saya kamu apakan kok saya tak punya daya seperti ini..”


“Saya ndak mengapa -akan kamu, wong megang saja enggak..”


“Ya tapi tubuh saya linu semua, tubuhku sakit


semua…”


“Kamu ajak ya teman-temanmu keluar…” kataku dengan nada perintah.


“Aku tak berani… mereka lebih kuat dariku.”


“Bagaimana kalau kamu ku pinjami kekuatan, apa kamu mau memaksa yang lain untuk keluar?”


“Ya aku mau…”


Ku tempelkan tanganku ke tubuh orang yang dikuasai jin di depanku dan ku salurkan energi


dengan konsentrasi. Terasa guncangan di tubuh orang yang di depanku yang dikuasai jin.


“Sudah… sudah aku tak sanggup, mereka semua mengeroyokku…” kata jin macan yang tadi ku ajak bicara.

__ADS_1


“Bukankah sudah ku bantu dengan kekuatan….”


“Iya tapi mereka mengeroyokku, aku kalah mereka mencakarku, aku terluka..”


Karena sudah tak bisa ku harapkan bantuannya maka jin itupun ku keluarkan. Kemudian ganti jin yang lain, ku lihat gayanya membungkuk.


“Assalamualaikum…” kataku.


“Waalaikum salam…”


“Saya bicara dengan siapa?”


“Saya semar…”


“Semar? Semar siapa? Apa semar yang seperti


di pewayangan itu?”


“Iya benar.”


“Wah aneh, bagaimana simbah ini bisa di dalam?


Apa simbah ini juga dari golongan jin?”


“Benar saya dari golongan jin dan saya tinggal di kayangan.”


“Kayangan itu di mana?”


“Ya di planet bukan di bumi ini..”


“Wah aneh juga, sampean muslim?”


“Saya beragama tauhid..”


“Sampean umurnya berapa?”


“Saya sudah ribuan tahun.”


“Kok sampean ada di tubuh orang ini bagaimana?”


“Tak tau, saya tau tau ada di dalam, seperti


ditarik kekuatan sampai saya masuk kedalam.”


“Jadi tak tau siapa yang memasukkan?”


“Ya saya tak tau..”


“Di dalam sudah berapa lama?”


“Sudah lama juga saya juga tidak tau, saya taunya diperintah menghancurkan orang ini, tapi..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2