Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Pendapat orang itu sebenarnya mewakili hati orang tersebut


__ADS_3

“Tapi kyai, saya tak berani menyalahi nyai Roro


Kidul.”


“Apa nyai Roro Kidul itu tinggi ilmunya?”


“Tidak kyai, beliau biasa-biasa saja..”


“Bagaimana jika diukur denganku ilmunya?”


“Masih tinggian kyai.”


“Nah nyai Dewi sudah menjadi muridku, maka sudah pasti saya melindungi, jika saya tak mampu, maka guru saya, jika tak mampu maka gurunya guru saya, terus sampai nabi SAW, sampai Allah, kurasa sesakti saktinya nyai Roro Kidul tak akan berani melawan Allah.”


“Iya kyai saya siap…. saya siap setia, tunduk patuh dan berbakti kepada kyai.”


“Anak buah nyai ada berapa?”


“Ada 270 ribu kyai… yang 70 ribu sudah muslim, yang 200 ribu belum muslim kyai.”


“Nanti saja malam minggu ajak ke sini semua..”


“Iya kyai..”


Tiba-tiba aku merasakan ada jin jahat di belakangku.


“Ini yang di belakangku siapa nyai Dewi?” tanyaku pada Dewi Lanjar.


“Ada kuntilanak, dia mau mendekat kirimannya Askan. Mau mendekat tapi takut sama kyai.”


“Nyai Dewi bisa menangkapnya?”


“Saya ndak bisa kyai..”


“Aisyah saja bisa kok..”


“Iya kyai saya juga heran, kenapa dengan Aisyah, baru beberapa hari saya tak ketemu dia, ketemu lagi kok dia malah sakti.”

__ADS_1


“Nah itulah nyai… kalau mau belajar ilmu,”


“Coba nyai Dewi tangkap kunti itu, ku bantu energi.”


“Iya kyai..” dan Dewi Lanjar menangkap kunti itu dengan susah payah akhirnya bisa.


Setelah bicara panjang lebar, nyai Dewi mohon diri, sambil berjanji akan membawa semua pengikutnya untuk ikut dzikir sambil sebelum- nya masuk Islam dulu.


—————————————————————————


Hari-hari berikutnya tak ada cerita dan kisah tanpa canda tawa Aisyah, dalam dunia jin rupanya tak biasa memberi nama pada sesosok jin, seperti Aisyah punya dua adik perempuan, keduanya juga tak diberi nama, maka agar mudah membantu, ku beri nama adiknya Aisyah bernama Aminah, dan adiknya lagi bernama Latifah, sehingga kalau aku mau memanggil siapa akan mudah, dalam dunia jin sebenarnya tak beda dengan dunia manusia, cuma jin itu kebanyakan sering meniru bentuk-


bentuk manusia, untuk menunjukkan keberadaannya pada manusia, sebenarnya Aisyah dan saudaranya adalah berbentuk asli burung dara, sedang raja, berbentuk asli ular, ada juga yang berbentuk asli macan, elang, dan berbagai macam bentuk yang lain, tapi mereka cenderung merupakan bentuk manusia, seperti Aisyah berbentuk perempuan berjilbab biru, sedang Dewi Lanjar berbentuk perempuan


berkerudung biru.


Berbicara banyak jadi ingat masa laluku saat masih suka meraga sukma, dan menaklukkan kyai Cempli yang dari desa sebelah.


“Aisyah….” panggilku.


“Iya kyai… ada perintah apa?”


“Iya kyai… tau, itu kyai edan..”


“Coba panggil kesini..”


Sebentar kemudian kyai Cempli sudah masuk ke tubuh Yaya yang ku jadikan mediator, tapi aneh, kenapa berlagak seperti mau menyerang- ku.


“Kamu kyai Cempli dari Secino Pakumbulan?” tanyaku.


“Iya…. ada apa memanggilku?”


“Masih ingat denganku?”


“Yah…” suaranya sambil menggereng-gereng.


“Hm…. kok kamu galak denganku? Apa tak tunduk lagi denganku.”

__ADS_1


“Aku sudah tak tunduk lagi denganmu….”


“Ooo begitu rupanya… pantesan galak, kamu mau membangkang denganku rupanya ya..?”


“Ya… aku sudah tak mau tunduk lagi dengan- mu..”


“Hm boleh,,, ayo serang aku, keluarkan semua ilmu yang kamu punya..”


Dia mulai menyerangku, dengan semua kemampuannya mencoba menyerangku tapi mental… dan menjerit-jerit minta ampun, tapi kemudian berusaha menyerangku lagi, dan mental dan jatuh lagi begitu berulang-ulang.


“Bagaimana, silahkan diteruskan? kalau masih penasaran, ayo diserang lagi, sebelum giliranku yang menyerang.” kataku, dan dia berusaha menyerangku lagi, tapi terjatuh lagi.


“Nah sekarang giliranku yang menyerang…” kataku sambil meremasnya dari jarak jauh, dia


langsung melintir.


“masih ingat dengan lafatdz ini yang dulu ku gunakan untuk menaklukkanmu dulu..”


“Ya saya ingat, saya ingat, ampuuun,ampun, ampuuun..” dia bergulingan, ketika bacakan ‘ya latif’. Karena memang dulu waktu aku menaklukkannya menggunakan ‘ya latif’.


Dia bergulingan, dan minta ampun, tapi ketika seranganku ku kendorkan, maka dia berusaha menyerangku lagi, begitu berulangkali, malah sudah ngaku mau masuk Islam, dan ku ajarkan dua kalimat sahadat, ee malah setelah selesai menirukan ajaran mengucap dua kalimat sahadat, dia mencoba menyerangku dari belakang. Karena ngeyelnya, ku ambil saja botol dan kyai Cempli ku masukkan dalam botol, kebetulan kok Aisyah juga sedang usil, jadi ku masukkan botol jadi satu sama kyai Cempli, tapi sebentar kemudian Raja menghadapku, dan meminta maaf atas kelakuan Aisyah, dan memintaku agar Aisyah dikeluarkan dari dalam botol, dan aku segera mengeluarkan dari botol, Alhamdulillah setelah itu Aisyah makin baik tingkah lakunya.


—————————————————————————


Dimana ternyata tak semua teman baik maksudnya, itu sudah jelas, makanya berteman juga harus pilih-pilih teman, salah memilih teman, bukan malah dapat teman, tapi malah menambah musuh, kenyataannya sekalipun kita baik sebaik apapun pada orang lain, juga belum tentu orang lain akan baik pada kita, kita diumpamakan senyum pada orang di jalan, belum tentu juga orang akan beranggapan baik, bisa jadi kita dibilang “plengehen, kepedean, sawan, sok ganteng, cari perhatian dll..” sebenarnya pendapat orang pada kita, misal kita sudah berusaha baik, apa pendapat orang itu sebenarnya mewakili hati orang tersebut, kotoran manusia maka akan berbau kotoran manusia, kotoran kerbau juga akan berbau kotoran kerbau, kalau tak percaya, coba


saja waktu pagi datangi kotoran kerbau yang


masih keluar asap, ambil sedikit lalu dioleskan ke lubang hidung, nanti dirasakan bagaimana


baunya, bahkan beda dengan kotorannya kucing, kalau masih tak percaya, setelah hidung diolesi, kotorannya kerbau, lalu pergi ke kamar mandi, cuci yang bersih hidungnya, usahakan sampai tak tercium sama sekali bau kotoran kerbau, lalu cari kotoran kucing, sama jejalkan ke hidung, nanti bagaimana baunya, pasti akan beda dengan kotoran kerbau.


Kalau masih belum percaya boleh diulang- ulang beberapa kali, sampai percaya. Bukan maksudku untuk menyuruh mempraktekkan, itu hanya perumpamaan saja, jadi hati yang busuk itu akan menimbulkan uap, sebagaimana kotoran itu, hati yang busuk itu tak bisa ditipu, di lisan akan menimbulkan aroma, tingkah laku, dan pembicaraan buruk, jadi keburukan hati itu tak bisa ditipu perwujudannya dalam pergaulan,


dan gerak gerik seorang itu dipengaruhi hatinya


sendiri. Di mana saja, termasuk di facebook, kalau dipikir kadang juga tak masuk akal, bagaimana hubungannya, apa perlunya tingkah yang buruk itu mengganggu orang lain, kadang malah tak butuh satu alasan, seseorang tingkah lakunya jelek pada oang lain, jadi kalau dicari alasannya seringnya malah menemukan jalan buntu.

__ADS_1


Daftar Blokiran di fbku termasuk banyak, dan amat banyak karena ternyata banyak sekali pesan yang masuk yang maksudnya apa juga saya gak tau, yang jelas selalu mengajak ribut, bahkan mengirim jin ke rumahku untuk menyerangku. Kalau dipikir-pikir apa juga untungnya mengirim jin untuk menyerangku, itu juga kan bayar dukun, tapi itulah kenyataannya. Sekali lagi ku tekankan, ceritaku ini bukan untuk dipercaya, anggap saja hanya hayalanku saja, jika kok ada tempat kejadian atau nama yang kebetulan sama, ya nama juga dari A sampai qqqdengan Z, jadi bisa saja sama, dan tak...


Bersambung....


__ADS_2