
“Ya kan semua telatah sungai, gunung Merapi dan semua gunung di segala penjuru adalah daerah kekuasaanku, kenapa tak mengambil dari sana…?”
“Baik kyai perintahkan saja, kami mengambil dari mana, nanti akan kami ambilkan.”
“Ya begitu saja, nanti kalau aku butuhkan kalian kami panggil…”
“Siap kyai…”
__ADS_1
Lalu jin yang menjadi anak buahnya Bandung Bondowoso itu pergi pamit, dan aku masih dalam mimpi yang panjang, dan mimpiku ini belum habis untuk diceritakan.
Skipp...
Mengalami pengalaman yang aneh-aneh, walau dalam mimpi, apa juga maksudnya, dan apa di balik rahasia yang sebenarnya terjadi ini, kadang timbul pertanyaan, tapi tak menemukan jawaban atas tanya, mengalami kebuntuan, ya sudah biarkan saja, biar semua berlalu sebagaimana biasanya. Seperti aku tak bermimpi apa-apa, seperti aku tak mengalami apa-apa. Tapi dalam sehari bisa saja terjadi jutaan mimpi dan kejadian, mimpi seperti udara yang tertangkap jaring laba-laba, bahkan untuk memaknai satu mimpi kadang dibutuhkan jerat yang rapuh, dan kepasrahan pada sang penentu kejadian adalah yang paling bisa diandalkan untuk kita manusia yang tiada daya. Di mimpi yang teramat banyak ini, siapa juga yang mau menikmati setiap kata yang ku susun dari sesuatu yang tak ada sama sekali wujudnya, orang yang membaca mimpiku ini aku katakan orang yang bodoh dan mau dibodohi, orang yang sudah kehilangan jati diri, apalagi sudah mempercayai mimpiku ini, aku mengatakan orang itu sudah kosong pikirannya.
Dan orang kosong itulah yang bisa diisi, yang bisa dimasuki paham dan kepercayaan yang membabi buta. Jika yang masuk benar, maka akan cepat terisi penuh dengan kebenaran, jika yang mengisi adalah kesesatan, maka akan cepat terisi dengan kesesatan. Aku akan bercerita mimpi tentang malaikat. Sebenarnya mimpi ini sudah lama juga aku simpan, karena mau diceritakan juga namanya malaikat, jadi lebih gaib dari jin, tapi kalau ndak diceritakan juga aku akan keburu lupa. Pertama, aku mimpi di datangi banyak malaikat, banyak sekali, mereka berbaju putih semua, dan berbaris di belakangku kalau aku sedang sholat. Dalam mimpiku itu mereka malah dapat ditangkap dengan kamera, di-video dan di-foto, jadi ingat kalau lihat foto-foto di internet, malaikat yang ini itu, ditangkap kamera, kok beda dengan malaikat yang tertangkap kamera di rumahku, mereka seperti sebagaimana manusia, cuma berpakaian putih-putih dan semua mempunyai sayap.
__ADS_1
Manusia yang akan dimasuki malaikat juga begitu, dia akan bisa dimasuki, kalau di dalam tubuhnya itu ada tempat untuk menyimpan malaikat itu. Dan penyimpanan itu harus dibentuk lewat puasa dan dzkir sebab penyimpan itu untuk ruhani. Ingat ada hadist Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Hadits ini diriwayatkan Al-Imam At-Tirmidzi di dalam Sunan beliau no. 2681, Ahmad di dalam Musnadnya (5/169), Ad-Darimi di dalam Sunan-nya (1/98), Abu Dawud no. 3641, Ibnu Majah di dalam Muqaddimahnya dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah mengatakan: “Haditsnya shahih.” Lihat kitab Shahih Sunan Abu Dawud no. 3096, Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 2159, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 182, dan Shahih At-Targhib, 1/33/68).
Jadi ulama’ atau orang yang berilmu itu adalah pewarisnya para nabi, tau kan yang namanya warisan, warisan itu tak perlu kerja, namanya juga warisan, seperti kita mendapatkan warisan uang trilyunan, ya warisan itu ndak perlu dengan kerja baru dapat warisan, kalau kerja lalu dapat uang itu namanya upah atau gaji, kalau warisan, apa yang kita butuhkan jika dapat warisan, ya kita menyediakan tempat untuk menampung warisan yang akan kita dapat, dan karena warisan itu berupa ilmu, atau ilmu itu cahaya, maka yang dibutuhkan adalah penyimpannya yaitu malaikat, kalau dapat warisan uang, ya jelas yang diperlukan adalah brangkas, kalau warisannya banyak. Jadi yang perlu dilakukan adalah agar tubuh itu bisa menerima khodam malaikat untuk menyimpan aneka ilmu yang akan diwariskan nabi, dan para auliya’, jika kita belum punya brangkas yaitu malaikat sebagai penyimpan ilmu, ya ndak bisa ilmu itu kita terima warisannya.
Skip...
Kembali pada mimpiku, aku didatangi, oleh Imam Syafi’i, beliau memberikan warisan banyak ilmu memasukkan ke kepalaku, dan didatangi Imam Ghozali juga menerima banyak ilmu dan kepahaman soal hal-hal yang halus soal keilmuan tasawuf, juga beliau memberikan khodam malaikat untuk ditempel di kepalaku. Terus terang sekalipun mimpi, aku sendiri akan bertanya langsung dengan beliau yang mendatangi, ini ruh idhofi atau ruh biasa, atau hanya khodam, atau hanya jin saja. Hal yang sangat riskan soal gaib itu harus sangat teliti. Tak bisa main percaya saja. Misal didatangi Imam Ghozali akan ku tanya soal Kitab ihya ulumudin, setidaknya pada rubu’ sekian sekian dia menuliskan apa?, dia kan penulisnya, pastilah kenal betul dengan tulisannya sendiri. Sama kalau didatangi Imam Syafi’i saya akan tanyakan soal kitab al-um jilid sekian menjelaskan soal apa? Jin gak akan mengerti.
__ADS_1
___________________________________
Sekarang aku akan bercerita soal mimpi yang lain. Dalam mimpi aku ini sudah menjadi raja segala jin, dari segala penjuru, ya namanya juga mimpi, ya sah-sah saja kejadian di alam mimpi, yang mau mimpi menjadi atau punya kedudukan di atasku juga boleh, heheh… Tapi di mimpinya sendiri, jangan duduk di kepalaku, heheheh. Nah dalam mimpi itu semua jin di seluruh dunia datang padaku, dan ingin menyerahkan semua harta karun mereka yang mereka simpan sudah ratusan juta tahun, bayangkan menguasai segala macam kerajaan jin di alam raya ini, jelas akan...