Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Isyarat lewat mimpi


__ADS_3

Sampai akhirnya ilmu orang itu ku cabut, dan aku lupa, tidak berpikir, kalau ilmu orang itu ku cabut maka pasti dia akan susah keluar dari tubuh Aisyah, dan benar saja, ketika ku suruh keluar dan ku usahakan keluar aku sampai kewalahan dan kehabisan akal, orang itu tetap tak bisa ku keluarkan, sampai dia mengatakan.


“Ayo bantu keluarkan aku, aku tak bisa keluar, bantu aku, aku sudah tak kuat lagi, di dalam


sangat panas,”


Sementara aku sendiri sudah mengarahkan segenap tenaga, tetap saja tak mampu ku keluarkan, sampai aku sendiri bingung, harus bagaimana, sampai ada bisikan di hatiku untuk meminta kekuatan semua karomah guruku, sampai bersambung kepada Nabi, lalu ku pegang tangan Aisyah, dan ku berdo’a supaya Alloh membersihkan tubuhnya dari kekuatan jahat orang yang ada di tubuhnya, dan Alhamdulillah Aisyah terbebas, dan sembuh dengan total. Dua hari kemudian kembali ke Jakarta.


_________________________________


Kalau lagi urusannya santet dan jin, maka biasanya urusannya kembali yang datang juga seperti itu, setelah masalah Aisyah selesai, datang lagi perempuan setengah baya, dia bercerita kalau mengalami sakit sudah lama, tapi begitu juga jika diperiksakan ke dokter maka tidak ditemukan sakit sama sekali, dia bercerita kalau sudah kemana saja mencari obat, tapi tak juga ada kesembuhan didapat, namanya bu Maslahah, menurut ceritanya, di tubuhnya sering ada dirasakan sesuatu yang berjalan, tak tau apa itu, dan sakitnya sampai ke sekujur tubuh, dari kepala, sampai-sampai mata tak bisa melihat, hingga gigi juga rasanya copot semua, dan dadanya sesak katanya sulit bernafas, juga jika berdiri kemudian limbung, dan yang aneh di bagian-bagian kulitnya ada bundaran selebar gelas menghitam, dan gatalnya minta ampun.


Kucoba pegang pergelangan tangannya, dia langsung ingin muntah, wah kayaknya seperti penyakitnya Aisyah, pikirku. Tapi setelah ku coba deteksi, aneh tak ku rasakan getaran apa -apa, juga dia tidak mau muntah lagi, cuma tubuhnya merasa kepanasan, dan yang aneh setengah jam kemudian di pergelangan tanganku ada warna hitam, sebesar kelereng, aku heran, dan ku pegang rasanya nyeri.


Maslahah hanya ku beri air, dan alhamdulillah


besoknya dia sms katanya penyakitnya sudah tak dirasakan lagi dan tubuhnya sudah enakan, tapi dua hari kemudian dia datang lagi, katanya penyakitnya dirasakan lagi, dan ku coba beri air lagi, belum tau bagaimana perkembangannya selanjutnya, semoga saja dia sembuh, dan tak kambuh lagi penyakitnya.

__ADS_1


Sebenarnya Romadhon kemaren aku banyak sekali memperoleh cerita dari Kyaiku, dan juga dari teman-temanku di Banten, saat aku ke Banten, tapi kemudian cerita itu teramat banyaknya sampai aku sendiri bingung harus memulai dan menyusunnya bagaimana, sebab cerita itu berbentuk suatu potongan-potongan kisah, sehingga membuatku menjadi bingung untuk mulai mengawali tulsannya dari mana, semoga lain kali aku bisa merangkai cerita yang ada di pikiranku ini.


Agar tak lama berhenti tulisan ini akan ku tulis cerita dari sisi pengalamanku sendiri lagi, jika setiap manusia hidup itu ditanya, pernahkah bermimpi dalam tidur? Tentu semua akan menjawab pernah, jika ini mau jujur, tak lepas juga diriku pernah bermimpi, dan setiap mimpi itu adakalanya dari syaitan, dan adakalanya dari isyarat Alloh, memberitahukan akan apa yang


akan terjadi.


Mungkin sebagian teman yang membaca akan mengatakan, wah mimpi saja kok dibicarakan, ya itu wajar, dan aku sendiri sebenarnya juga bukan orang yang suka mempercayai mimpi, tapi bagi sebagian orang mungkin mimpi itu amat ditunggu-tunggu, contohnya orang yang mengejar nomer judi yang akan keluar, selalu


sukanya mengutak-atik mimpi.


Contoh ketika aku menolong orang Jakarta yang kesurupan mendapat kiriman jin yang dimasukkan ke dalam tubuhnya, sebelumnya aku telah bermimpi, bahwa akan datang ke rumahku seorang perempuan yang diantar beberapa orang, dan dalam mimpi itu perempuan itu dipegangi, juga anehnya kemudian mimpi itu berlanjut ke suatu persawahan dan kulihat seorang lelaki tua yang berlari di parit sawah, yang dikejar orang kampung dan diteriaki pembunuh, dan orang itu berjalan timpang, waktu mengalami mimpi itu, akupun tidak berprasangka apa-apa, tapi setelah kemudian datang perempuan yang di mimpiku itu, dan dari cerita dia, setelah jin yang dalam tubuhnya ku tanya, ternyata jawabannya sama dengan mimpiku itu, yaitu tentang lelaki yang berjalan timpang itu, sebagai orang yang


mengirimkan jin dan teluh ke dalam tubuh


perempuan yang ku tolong itu, maka aku makin yakin, tentang isyarat mimpi yang diberikan oleh Alloh, entah itu apa namanya, setidaknya aku kemudian tau apa yang akan terjadi, bahkan aku tau maksud larinya orang itu di pematang sawah.


Adalah orang itu bekerja di sawah, dan jalan timpang itu memang asli jalannya orang itu karena cacat tubuhnya, dan dikejar penduduk itu memang sama persis dengan cerita masa lalu orang itu yang pernah dikejar massa mau

__ADS_1


dibunuh, karena dituduh sebagai tukang santet.


Sebenarnya sebelumnya sering sekali aku mengalami mimpi yang kemudian ada jawabannya setelah mimpi itu berlalu, rasanya akan terlalu panjang dikisahkan, mengisahkan mimpi-mimipi tiap malam, maka akan ku ceritakan kisah mimpi di waktu dekat ini saja yang kemudian mimpi itu menjadi suatu cerita nyata.


Sebenarnya aku sendiri juga tidak berusaha menerjemahkan mimpi-mimpiku, karena aku sendiri tak tau soal tafsir mimpi, dan yang jelas aku sendiri tak pernah punya sanad ilmu ijazah dari seorang guru tentang mimpi dan tafsirannya, jadi aku tak pernah berusaha menterjemahkan mimpi yang ku alami, ku biarkan diriku tau setelah mengalami jawaban kenyataan kejadian di dunia nyata.


Romadhon kemaren aku mimpi, dalam mimpiku itu aku mendapati, ada kera di rumahku, dia tidak masuk rumah tapi di atas genteng, lalu ada anak kecil seumuran kelas 1 SMP dia diikuti kera itu dan ada ular berwarna hijau kecil yang menggeliat di aliran air rumahku, sementara kera hitam berbulu lebat, sebangsa kutug itu, yang ada di atas genteng, berloncatan, lantas di mimpi itu dia ku panggil dengan lambaian tangan, dan kera itu turun di pundakku, dan ku suruh tidur di ranjang, dia menurut saja, mimpi itu sampai di situ saja, tidak ada kelanjutannya, dan aku tak berusaha untuk mengartikan apa maksud mimpiku itu sampai pada malam setelah mengimami taraweh, datang beberapa orang yang membawa seorang anak kecil seumuran kelas 1 SMP, dalam keadaan kerasukan, yang membawa ada beberapa orang, karena anaknya dibawa ke rumahku dalam keadaan digotong, yang ku tanya lelaki yang agak tua.


“Kenapa anak ini pak Sarip..?” tanyaku, sambil melihat anak kecl itu yang bengong, dan diam seribu bahasa, hanya matanya jelalatan seperti takut.


“Ini tak tau mas kyai, kerasukan atau apa, yang


jelas dia tidak makan, juga tidak minum selama 5 hari,” jawab lelaki yang bernama Sarip itu.


“Lalu awalnya bagaimana kok bisa sampai seperti itu?” tanyaku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2