Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Serangan


__ADS_3

Jika kesalahan satu akan menimbulkan kesalahan yang lain.


Contoh, pembangunan jalan raya, uang


pembangunannya dikorupsi, jalan dibangun


dengan mengurangi ini itu, jalan berkuwalitas rendah, maka jalan menjadi cepat rusak,


berlubang, lalu banyak terjadi kecelakaan,


macet, kerusakan mobil, pemborosan bahan


bakar, unjuk rasa, anarki, pengrusakan, dan


terus menyambung pada kejadian-demi kejadian.


——————————————


Magrib baru saja berlalu, selesai dzikir waktu


sholat, seperti biasa aku duduk santai menikmati secangkir kopi dan rokok.


Kang Din menghampiriku dengan seorang


pemuda, tapi ku lihat pemuda itu wajahnya


berwarna hitam.


“Ada apa kang?” tanyaku.


“Ini Yan, ada orang mau minta tolong..” kata kang Din tetangga rumahku.


“Minta tolong kenapa kang?”


“Ini teman kerja di kantorku, dia itu sakit kok


aneh,”


“Anehnya di mana kang?” tanyaku heran.


“Anehnya, ini kalau istrinya melihat dia, itu


melihatnya seperti kera, jadi istrinya takut, lalu


kalau mau berangkat kerja kaki dan tangannya


tak bisa digerakkan, jadi kayak lengket di


ranjang.” jelas Kang Din.


“Wah aneh juga kalau begitu.”


“Apa menurutmu sakitnya diguna-guna? atau


dikerjai orang?” tanya Kang Din.


“Wah kalau itu aku ndak tau kang,”


“Soalnya kemaren sudah diobati pakai telur, jadi telur dijalankan digelundungkan di atas


tubuhnya, dan setelah itu telurnya dipecah, dan ternyata di dalam telur ada jarumnya.” jelas


Kang Din.


“Terus kemaren juga dibawa ke orang


paranormal, katanya dari tubuhnya dikeluarkan


ada paku, jarum, gumpalan tanah.” jelas kang Din lagi.


“Wah aneh juga…, tapi aku gak bisa ngobati


kang..”


“Tolonglah diapakan gitu, kasihan dia, wong ini


juga sudah dibawa kemana-mana tapi hasilnya nihil.” “Lha apa waktu dikeluarkan pakunya ndak sembuh?” tanyaku.


“Yah begitulah tidak sembuh.”


Sebenarnya seminggu silam, aku telah diberi tau tentang orang ini yang dibawa kang Din,


bagaimana cara mengobatinya maka aku tinggal mengobatinya, dengan petunjuk yang ku peroleh.


“Bagaimana Ian…?” tanya Kang Din.


Sementara lelaki yang dibawa sama sekali tidak berbicara, hanya mendengarkan pembicaraan


kami.


Jadi aku hanya perlu mengucapkan petunjuk


yang ku terima lewat mimpi.

__ADS_1


“Masnya ini namanya siapa?” tanyaku kepada


orangnya yang sakit itu.


“Saya bernama Muhajir mas..” jawabnya singkat.


“Binnya siapa?”


“bin Abdul Munir mas..” jawabnya lagi.


“Yakin tidak sampean jika aku yang mengobati?”


tanyaku lagi “Yakin mas.”


“Mau menjalankan syarat yang akan ku berikan?”


“Siap mas, asal saya bisa sembuh, syaratnya apa mas?” tanyanya.


“Syaratnya sampean harus mengambil kelapa


hijau, tapi jangan sampai kelapanya jatuh ke


tanah, soal caranya itu terserah sampean


bagaimana agar kelapanya tak jatuh ke tanah,


entah memakai tambang atau bagaimana,


sanggup?”


“Sanggup mas.”


“Nah besok kalau sudah mendapat kelapa itu


sampean bawa kemari kelapanya.” jelasku.


“Ya mas.. kalau begitu saya mohon diri.”


“Ya silahkan.”ujarku


Memang kadang secara logika, kadang


pengobatan itu tak logis, tapi sesuatu terjadi itu tak menunggu akal kita menerima baru terjadi,


tapi segala sesuatu itu terjadi karena Alloh


mengijini untuk terjadi, bahkan syetan saja tau


itu, makanya ketika dulu iblis mau menyesatkan


Alloh, agar diberi ijin menggoda anak turun


Adam, sebab jika Alloh tak mengijinkan maka


bagaimanapun remehnya, sesuatu tak akan


terjadi.


Besoknya Muhajir datang lagi, dengan membawa kelapa hijau tiga butir, lalu ketiga kelapa hijau ku do’akan, dan yang satu ku suruh meminum, yang satu ku suruh memakai mandi, yang satu ku suruh memakai untuk mengepel rumah.


Dua hari kemudian Muhajir datang disertai


istrinya, dan mengucapkan terima kasih karena istrinya tidak lagi melihat pada yang lelaki


seperti melihat kera, juga penyakitnya Muhajir


telah tuntas tak dirasakan lagi.


Tapi malamnya di atas genteng rumahku


terdengar ledakan seperti petasan, ada


beberapa kali ledakan, terjadi kira-kira jam 1


dini hari.


Aku segera melepas sukma, mencari arah cahaya api dari mana datangnya, sukmaku melesat ke arah Cirebon, dan berhenti di sebuah rumah.


Aku pun melesat ke dalam rumah, bau menyan serasa menyengat, dan di dalam rumah seorang lelaki berpakaian batik bertubuh pendek, tengah melakukan ritual tenung, ku buat lingkaran membentengi ruang gerak kekuatan lelaki itu,


Sebentuk seperti lingkaran balon tembus


pandang, lelaki itu mencoba berulang-ulang


mengirim santetnya, tapi selalu mental mengenai dirinya sendiri, dia heran, dan mengulangi, tapi tetap saja jarum, paku, silet yang dikirimkan tetap membalik mengenai dirinya sendiri.


“Ada apa ini? Sial siapa yang memberi


pertolongan kepada sasaranku..” dengus lelaki


itu, aku hanya menggeleng melihat tingkah


lakunya.

__ADS_1


Lalu aku pulang ke rumah, kembali ke dalam


ragaku.


---------------------------


Aku sedang melakukan kerja sama dengan


Mahmud, dia yang menanggung segala


penerimaan pembayaran usaha kami, dan aku


yang menjalankan usaha, di awal-awalnya


pembayaran yang dia berikan lancar, tapi heran ini sudah sebulan berlalu tapi pembayaran tak


kunjung dia berikan, padahal secara perhitungan bagian yang ku terima 6 juta kadang ada dalam satu minggu, sebab pendapatan memang tak pasti karena tergantung jalannya usaha yang ku


jalankan.


Aku mendatangi Mahmud, dia orang kaya yang banyak usahanya, ada toko elektronik, ada


penjualan sepeda motor, juga usaha yang ku tak tau apa lagi.


“Mas Mahmud, ini soal pembayaran bagian saya bagaimana kok tidak ada ku trima pembayaran.”


kataku ketika berhadapan dengan mas Mahmud.


“Itu Ian untuk bulan ini tak ada uang, semua


uangnya habis untuk pembelian bahan.” jawab


dia.


“Lhoh bahan apa lagi, kan aku yang mengerjakan, jadi melihat beli tidaknya bahan.” kataku heran dengan pernyataannya.


“Ya nyatanya uangnya sudah habis.” katanya


ngotot.


“Ya kalau begitu caranya, ya saya yang rugi,


mana ada bekerja tidak dibayar, mana ada orang mau.” kataku, karena sudah merasa diakali.


“Ya kenyataannya seperti itu, mau bagaimana


lagi.”


“Sudah kalau seperti itu, kita hentikan saja


kerja sama kita, sebab ini jelas merugikan saya, kalau sistimnya tidak saling menguntungkan.”


jelasku.


“Ya kalau sampean ingin membatalkan ya


sampean tidak mendapat bagian apa-apa.”


katanya.


“Tak papa jika saya tidak dapat apapun, daripada nantinya kita lanjutkan saya akan makin dirugikan.” kataku agak jengkel juga menghadapi orang seperti itu.


Aku pun pulang, tapi dua malam kemudian aku merasa aneh, rumahku seperti suntuk, sumpek, toko ku juga sama sekali tak ada yang membeli, bahkan satu orang pun tak ada yang membeli,


seperti toko tak terlihat oleh orang yang lewat


saja, dan serasa udara dalam rumah serasa


suntuk.


Ada apa sebenarnya, ku coba meraga sukma,


melihat apa sebenarnya yang terjadi, ternyata


di gaib rumahku seperti dikurung aura gelap


sekali.


Kelebihan meraga sukma itu bisa melacak ke


masa yang lewat, kita bisa menelusuri ke dunia masa yang lewat, tinggal meraga sukma ke waktu yang kita tuju, tapi dengan cara awal berangkat, jadi tak bisa dilakukan setelah meraga sukma, tapi bisanya dilakukan dengan tujuan waktu yang dituju sebelum meraga sukma.


Aku segera kembali ke tubuh, dan mulai lagi


melacak siapa yang berbuat membuat rumahku dilingkupi aura hitam, segera sukmaku melesat ke arah waktu dan tempat, dimana Mahmud dan istrinya sedang duduk di hadapan seorang dukun, dan sedang mengerjai rumahku.


Aku jadi tau, kenapa Mahmud tak mau membayar pembagian uang kerja sama kami.


Aku kembali lagi ke tubuhku.


Dan besoknya meminta seseorang untuk memperingatkan kepada Mahmud, supaya menarik kekuatan jahat yang dipakai untuk mengganggu rumahku.


Ee malah Mahmud marah-marah, dan malah

__ADS_1


menuduhku memakan uangnya, mencuri uangnya...


Bersambung.......


__ADS_2