
Jika kesalahan satu akan menimbulkan kesalahan yang lain.
Contoh, pembangunan jalan raya, uang
pembangunannya dikorupsi, jalan dibangun
dengan mengurangi ini itu, jalan berkuwalitas rendah, maka jalan menjadi cepat rusak,
berlubang, lalu banyak terjadi kecelakaan,
macet, kerusakan mobil, pemborosan bahan
bakar, unjuk rasa, anarki, pengrusakan, dan
terus menyambung pada kejadian-demi kejadian.
——————————————
Magrib baru saja berlalu, selesai dzikir waktu
sholat, seperti biasa aku duduk santai menikmati secangkir kopi dan rokok.
Kang Din menghampiriku dengan seorang
pemuda, tapi ku lihat pemuda itu wajahnya
berwarna hitam.
“Ada apa kang?” tanyaku.
“Ini Yan, ada orang mau minta tolong..” kata kang Din tetangga rumahku.
“Minta tolong kenapa kang?”
“Ini teman kerja di kantorku, dia itu sakit kok
aneh,”
“Anehnya di mana kang?” tanyaku heran.
“Anehnya, ini kalau istrinya melihat dia, itu
melihatnya seperti kera, jadi istrinya takut, lalu
kalau mau berangkat kerja kaki dan tangannya
tak bisa digerakkan, jadi kayak lengket di
ranjang.” jelas Kang Din.
“Wah aneh juga kalau begitu.”
“Apa menurutmu sakitnya diguna-guna? atau
dikerjai orang?” tanya Kang Din.
“Wah kalau itu aku ndak tau kang,”
“Soalnya kemaren sudah diobati pakai telur, jadi telur dijalankan digelundungkan di atas
tubuhnya, dan setelah itu telurnya dipecah, dan ternyata di dalam telur ada jarumnya.” jelas
Kang Din.
“Terus kemaren juga dibawa ke orang
paranormal, katanya dari tubuhnya dikeluarkan
ada paku, jarum, gumpalan tanah.” jelas kang Din lagi.
“Wah aneh juga…, tapi aku gak bisa ngobati
kang..”
“Tolonglah diapakan gitu, kasihan dia, wong ini
juga sudah dibawa kemana-mana tapi hasilnya nihil.” “Lha apa waktu dikeluarkan pakunya ndak sembuh?” tanyaku.
“Yah begitulah tidak sembuh.”
Sebenarnya seminggu silam, aku telah diberi tau tentang orang ini yang dibawa kang Din,
bagaimana cara mengobatinya maka aku tinggal mengobatinya, dengan petunjuk yang ku peroleh.
“Bagaimana Ian…?” tanya Kang Din.
Sementara lelaki yang dibawa sama sekali tidak berbicara, hanya mendengarkan pembicaraan
kami.
Jadi aku hanya perlu mengucapkan petunjuk
yang ku terima lewat mimpi.
__ADS_1
“Masnya ini namanya siapa?” tanyaku kepada
orangnya yang sakit itu.
“Saya bernama Muhajir mas..” jawabnya singkat.
“Binnya siapa?”
“bin Abdul Munir mas..” jawabnya lagi.
“Yakin tidak sampean jika aku yang mengobati?”
tanyaku lagi “Yakin mas.”
“Mau menjalankan syarat yang akan ku berikan?”
“Siap mas, asal saya bisa sembuh, syaratnya apa mas?” tanyanya.
“Syaratnya sampean harus mengambil kelapa
hijau, tapi jangan sampai kelapanya jatuh ke
tanah, soal caranya itu terserah sampean
bagaimana agar kelapanya tak jatuh ke tanah,
entah memakai tambang atau bagaimana,
sanggup?”
“Sanggup mas.”
“Nah besok kalau sudah mendapat kelapa itu
sampean bawa kemari kelapanya.” jelasku.
“Ya mas.. kalau begitu saya mohon diri.”
“Ya silahkan.”ujarku
Memang kadang secara logika, kadang
pengobatan itu tak logis, tapi sesuatu terjadi itu tak menunggu akal kita menerima baru terjadi,
tapi segala sesuatu itu terjadi karena Alloh
mengijini untuk terjadi, bahkan syetan saja tau
itu, makanya ketika dulu iblis mau menyesatkan
Alloh, agar diberi ijin menggoda anak turun
Adam, sebab jika Alloh tak mengijinkan maka
bagaimanapun remehnya, sesuatu tak akan
terjadi.
Besoknya Muhajir datang lagi, dengan membawa kelapa hijau tiga butir, lalu ketiga kelapa hijau ku do’akan, dan yang satu ku suruh meminum, yang satu ku suruh memakai mandi, yang satu ku suruh memakai untuk mengepel rumah.
Dua hari kemudian Muhajir datang disertai
istrinya, dan mengucapkan terima kasih karena istrinya tidak lagi melihat pada yang lelaki
seperti melihat kera, juga penyakitnya Muhajir
telah tuntas tak dirasakan lagi.
Tapi malamnya di atas genteng rumahku
terdengar ledakan seperti petasan, ada
beberapa kali ledakan, terjadi kira-kira jam 1
dini hari.
Aku segera melepas sukma, mencari arah cahaya api dari mana datangnya, sukmaku melesat ke arah Cirebon, dan berhenti di sebuah rumah.
Aku pun melesat ke dalam rumah, bau menyan serasa menyengat, dan di dalam rumah seorang lelaki berpakaian batik bertubuh pendek, tengah melakukan ritual tenung, ku buat lingkaran membentengi ruang gerak kekuatan lelaki itu,
Sebentuk seperti lingkaran balon tembus
pandang, lelaki itu mencoba berulang-ulang
mengirim santetnya, tapi selalu mental mengenai dirinya sendiri, dia heran, dan mengulangi, tapi tetap saja jarum, paku, silet yang dikirimkan tetap membalik mengenai dirinya sendiri.
“Ada apa ini? Sial siapa yang memberi
pertolongan kepada sasaranku..” dengus lelaki
itu, aku hanya menggeleng melihat tingkah
lakunya.
__ADS_1
Lalu aku pulang ke rumah, kembali ke dalam
ragaku.
---------------------------
Aku sedang melakukan kerja sama dengan
Mahmud, dia yang menanggung segala
penerimaan pembayaran usaha kami, dan aku
yang menjalankan usaha, di awal-awalnya
pembayaran yang dia berikan lancar, tapi heran ini sudah sebulan berlalu tapi pembayaran tak
kunjung dia berikan, padahal secara perhitungan bagian yang ku terima 6 juta kadang ada dalam satu minggu, sebab pendapatan memang tak pasti karena tergantung jalannya usaha yang ku
jalankan.
Aku mendatangi Mahmud, dia orang kaya yang banyak usahanya, ada toko elektronik, ada
penjualan sepeda motor, juga usaha yang ku tak tau apa lagi.
“Mas Mahmud, ini soal pembayaran bagian saya bagaimana kok tidak ada ku trima pembayaran.”
kataku ketika berhadapan dengan mas Mahmud.
“Itu Ian untuk bulan ini tak ada uang, semua
uangnya habis untuk pembelian bahan.” jawab
dia.
“Lhoh bahan apa lagi, kan aku yang mengerjakan, jadi melihat beli tidaknya bahan.” kataku heran dengan pernyataannya.
“Ya nyatanya uangnya sudah habis.” katanya
ngotot.
“Ya kalau begitu caranya, ya saya yang rugi,
mana ada bekerja tidak dibayar, mana ada orang mau.” kataku, karena sudah merasa diakali.
“Ya kenyataannya seperti itu, mau bagaimana
lagi.”
“Sudah kalau seperti itu, kita hentikan saja
kerja sama kita, sebab ini jelas merugikan saya, kalau sistimnya tidak saling menguntungkan.”
jelasku.
“Ya kalau sampean ingin membatalkan ya
sampean tidak mendapat bagian apa-apa.”
katanya.
“Tak papa jika saya tidak dapat apapun, daripada nantinya kita lanjutkan saya akan makin dirugikan.” kataku agak jengkel juga menghadapi orang seperti itu.
Aku pun pulang, tapi dua malam kemudian aku merasa aneh, rumahku seperti suntuk, sumpek, toko ku juga sama sekali tak ada yang membeli, bahkan satu orang pun tak ada yang membeli,
seperti toko tak terlihat oleh orang yang lewat
saja, dan serasa udara dalam rumah serasa
suntuk.
Ada apa sebenarnya, ku coba meraga sukma,
melihat apa sebenarnya yang terjadi, ternyata
di gaib rumahku seperti dikurung aura gelap
sekali.
Kelebihan meraga sukma itu bisa melacak ke
masa yang lewat, kita bisa menelusuri ke dunia masa yang lewat, tinggal meraga sukma ke waktu yang kita tuju, tapi dengan cara awal berangkat, jadi tak bisa dilakukan setelah meraga sukma, tapi bisanya dilakukan dengan tujuan waktu yang dituju sebelum meraga sukma.
Aku segera kembali ke tubuh, dan mulai lagi
melacak siapa yang berbuat membuat rumahku dilingkupi aura hitam, segera sukmaku melesat ke arah waktu dan tempat, dimana Mahmud dan istrinya sedang duduk di hadapan seorang dukun, dan sedang mengerjai rumahku.
Aku jadi tau, kenapa Mahmud tak mau membayar pembagian uang kerja sama kami.
Aku kembali lagi ke tubuhku.
Dan besoknya meminta seseorang untuk memperingatkan kepada Mahmud, supaya menarik kekuatan jahat yang dipakai untuk mengganggu rumahku.
Ee malah Mahmud marah-marah, dan malah
__ADS_1
menuduhku memakan uangnya, mencuri uangnya...
Bersambung.......