Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Angan-angan


__ADS_3

“Saya, Ainun Farihah.” kata gadis manis yang


sudah matang.


“Soalnya anak saya ini sudah berkali-kali mau nikah tapi tak pernah jadi, pernah kartu undangan sudah tersebar, tapi malah nikahnya dibatalkan oleh calon mempelai putra, juga pernah malah sudah mau akad nikah, penganten prianya malah tak pernah datang, dan kejadian kayak itu terjadi berulang kali sampai 20 kali, bukankah itu sudah di luar kewajaran to kyai?” jelasnya.


“Iya memang di luar kewajaran, tapi aku sendiri tak dikasih isyarat apapun oleh Alloh, maka aku tak bisa main tebak-tebakan, yang Alloh isyaratkan adalah, mbak Ainun ini bermasalah dengan adik lelakinya.” kataku.


“Iya itu betul kyai, karena Ainun ini tak nikah-


nikah jadi adik lelakinya yang ingin menikah jadi harus nunggu kakaknya.” jelasnya.


“Kalau saya belum punya istri, akan ku nikahi sendiri, sayangnya aku sudah beristri, hehehe.” candaku.


“Wah kalau kyai berkenan dengan Ainun, saya sama bapaknya sangat bahagia sekali, dan sangat menyetujuinya, biar Ainun jadi istri kedua atau ketiga, kurasa tak masalah, biar keluarga kami ada bibit unggul, orang-orang berilmu.”


“Ah aku hanya bercanda kok bu.” elakku.


“Ya kenapa ndak sungguhan, Ainun pasti juga


mau, benar kan Ain..?” kata ibunya Ainun sambil mencolek anaknya.


Anehnya Ainun malah mengangguk sambil wajahnya ditutupi jilbabnya.


“Udahlah bu jangan diperpanjang, ini nanti ku do’akan. Semoga mendapat jodoh yang sholeh dan dipilihkan Alloh.” kataku.


“Maaf kyai ini tehnya kyai tiup agar berkah.” kata ibunya Ainun, sambil memajukan teh yang disediakan untuknya, maju ke arahku. Tanpa banyak basa-basi teh ku tiup, dan langsung diminum oleh ibu itu, dan Ainun juga menyodorkan teh nya ke depanku.


“Saya juga kyai.” kata Ainun. Aku juga segera meniupnya, dan Ainun meminum habis teh yang ku tiup. Setelah itu Ainun pun pamit pergi, saat aku mau beranjak ke dalam ada yang mengucap salam lagi, seorang perempuan muda dengan ditemani juga oleh ibu dan kedua anaknya.


Aku pun segera kembali lagi ke tempat menemui tamu tadi.


“Ada yang bisa saya bantu?” tanyaku, setelah aku mempersilahkan duduk pada tamuku.

__ADS_1


“Ini mas, saya mengantar anak saya.” jawab ibunya.


“Kenapa anaknya?” tanyaku.


“Ini soal anak lelaki kecil saya.” jawab perempuan mudanya yang bernama Dewi Aminah.


“Kenapa dengan anak kecilnya mbak?” tanyaku.


“Anak lelaki saya ini mengalami kebocoran jantung menurut diagnosa rumah sakit, jadi saya minta do’anya agar anak saya ini diberi kesembuhan dari derita penyakitnya.” jelas


Dewi.


“InsaAlloh akan saya do’akan, semoga Alloh memberi kesembuhan.”


“Amin, trimakasih mas kyai sebelumya, dan kedua ini tentang suami saya, sudah sejak lama suami saya ini saya dengar selingkuh.” kata Dewi.


“Lhoh kok saya dengar?” tanyaku.


“Wah-wah kok bisa rumit gitu ya?”


“La anak saya Dewi ini, juga punya teman yang juga menjadi teman suaminya, maksudnya lelaki yang menjadi teman suaminya, yang selama ini dijadikan penghubung, dan sudah sangat baik sekali dengan Dewi, yang kasihan dan iba akan nasib Dewi, nah kami ingin menanyakan apa benar, suami anak saya Dewi ini di Jakarta memang selingkuh, lalu bagaimana solusi terbaik menurut panjenengan?.”


“Wah rumit sekali itu.” jawabku.


“Rumit bagaimana mas kyai?” tanya Dewi.


“Ya kalau suaminya ada di depanku kan lebih gampang, akan ku tanya apa kamu selingkuh?”


“Ya dia tak akan mau mengaku mas kyai…, saya sendiri berulang kali bertanya saja dia tak mau


mengaku,” jawab Dewi.


“Dia tak mau mengaku itu kan urusan dia sama Alloh, karena saya akan menyumpahnya dengan Qur’an, kalau dia tak mengaku.” jelasku.

__ADS_1


“Maunya anak saya Dewi ini kyai, bagaimana kalau misal si Dewi ini cerai sama suaminya, dan menikah dengan teman suaminya yang juga teman Dewi.”


“Suatu perbuatan halal yang paling di benci Alloh, adalah perceraian, kalau bisa perceraian itu di jadikan keputusan paling final, menikah dengan lelaki yang dekat dengan Dewi sekarang itu? Seorang lelaki yang memasuki kehidupan wanita sementara wanita itu dalam masalah, juga bersuami yang masih sah maka lelaki itu syaitan dari golongan manusia, percayalah kalau dia jadi sampean nikah, setahun kemudian sampean akan dicampakkan, seperti mencampakkan ingus yang menjijikkan, bisa jadi sekarang ini dia mengincar harta atau kesepian hatimu, agar dia bisa mengambil manfaat untuk nafsunya.” jelasku.


“Tapi dia baik pak kyai.” jelas Dewi.


“Ya namanya juga mau mencari perhatian, tentu saja baik, akan sering-sering memberi.”


“Iya memang dia sering memberi pak.”


“Tapi dia sering mengucapkan cinta, dengan kata cinta yang indah.” jelas Dewi.


“Malah makin jelas, orang yang muluk-muluk


mengungkapkan kata cinta itu bisa dipastikan


kalau cintanya palsu,”


“Lhoh kok bisa gitu mas kyai?” tanya Dewi,


“Ya orang yang muluk-muluk mengutarakan kata cinta, itu tak mencintai kecuali dirinya sendiri, kata cinta diungkapkan muluk-muluk karena ingin adanya balasan cinta dari lawan jenisnya, dan lawan jenisnya akan memenuhi nafsunya, jika nafsunya dan keinginannya sudah terlaksana, maka segera saja orang yang sebelumnya dia katakan dia cintai, akan segera dibenci, karena apa yang dia inginkan sudah didapat, jadi orang yang muluk-muluk mengutarakan cinta itu tak mencintai kecuali keinginan nafsunya ingin mendapat apa yang jadi keinginannya, jika seseorang itu mencintai orang lain dengan benar, maka seorang yang mencintai dengan benar itu akan berusaha orang yang dicintai selalu bahagia tak rela yang dicintai bersedih dan tak rela yang dicintai masuk neraka, bukannya orang punya suami lantas diganggu,” kataku.


“Dia tak mengganggu saya kok kyai.” sangkal Dewi.


“Ya… saya hanya menunjukkan kebenaran, sebab namanya dikatakan mengganggu kan juga bukan hanya memukul, tapi ada orang punya suami, lantas diajak selingkuh juga kan namanya ganggu,.!”


“Harapan dan angan-angan itu sangat berbeda sekali, harapan itu selalu dari sisi kebenaran dan akherat atau Alloh, tapi kalau angan-angan atau hayalan itu dari sisi dosa, dan dunia, contoh seseorang tak akan menyukai istri orang lain, itu namanya khayalan, kemudian dibawa hayalan itu di pikiran dipupuk dengan aneka gambar nafsu, tapi jika kemudian hayalan itu dibuktikan atau diusung kepada kenyataan maka akan bernama perselingkuhan, zina, padahal apa yang di kenyataannya tak enak, itu kalau diangan-angankan akan seakan-akan nikmat sekali, seperti orang ingin bakso, tapi baru habis 1 mangkok sudah lantas tak mau lagi, padahal semalaman tak bisa tidur karena menghayalkan dan menginginkan bakso itu dibayangkan dimakan segigit demi segigit, tapi setelah dirasakannya nikmatnya tak seberapa.”


“Sebaliknya harapan itu selalu berhubungan dengan akherat, atau perbuatan mulia, atau ridho Alloh, misal seseorang tak akan menyukai atau berharap agar orang yang sudah punya suami itu menjadi miliknya, sebab memang bukan miliknya, dan bukan haknya, antara harapan dan angan-angan itu sama-sama belum terjadi, tapi secara prakteknya dan jalur keluarnya beda.


Walau secara bentuk tempat keluar sama dalam artian seperti dua paralon, satu mengeluarkan limbah, dan satu mengeluarkan air bersih.”


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2