Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Digilir gadis Bangsa Lain


__ADS_3

berjalan, sekarang ini mereka ada lima orang..


Aku mencoba menggerakkan tubuh, tapi sia-sia.


Ah aku benar-benar tiada daya, tak mampu


melawan sama sekali, mereka memperkosaku habis-habisan😣, mereka ini apa?


Aku tak mengerti,jika aku menangis, kemudian mengatakan aku diperkosa, pasti jadi bahan tertawaan😑..


Maka besoknya aku pun memutuskan pulang ke pesantren,, untuk meminta solusi kepada Kyai.


Setelah pamit pada pak Kosasih aku pun pulang.


Sampai di pesantren Kyai hanya tersenyum


melihat aku yang loyo,


“Gak papa cuma jin-jin


perempuan yang nakal.” kata Kyai,


“Tapi Kyai..”


“Udah nanti ajak aja si Jauhari, sama si Majid,


untuk menemani.” kata Kyai menghiburku.


Besoknya aku berangkat lagi ke tempat pak


Kosasih.. Hari itu aku tak langsung kerja, jadi


malamnya aku disuruh istirahat dulu, setelah


ngobrol dengan pak Kosasih sampai jam dua


belas malam, kami pun beranjak tidur


berdampingan.


Sekarang akan kulihat apa reaksi

__ADS_1


perempuan itu.


Tentu kejadian yang menimpaku tak ku ceritakan pada ketiga temanku.


Rupanya kami bertiga mengalami hal yang berbeda-beda.


Majid kakinya diangkat dan diputar-putar,


sementara Jauhari dijatuhi anak kecil kira-kira


umur sembilan tahunan, diduduki dadanya dan


dipukul sampai wajahnya pada lebam, wajahnya yang hitam makin tambah hitam, sementara aku masih tetap diperkosa😥.


Sebenarnya kedua temanku ini sudah takut, dan mengajak aku kembali ke pondok, tapi tanggung lukisanku tinggal sedikit lagi selesai, maka ku bujuk mereka untuk menemaniku semalam lagi, karena paginya saling bercerita jadi kami tahu kisah masing-masing.


“Entar malem aku yang tidur di tempat kamu aja mas, biar aku ngerasain bagaimana rasanya


diperkosa, masak aku dibikin lebam kayak gini.”


Jauhari protes, dan ku iyakan aja.


Maka setelah kerja, kami pun berangkat tidur, dengan perasaan tegang. Sesuai permintaan Jauhari, aku pun menempati tempatnya Jauhari, dan Jauhari menempati tempatku tidur, jam setengah empat


Wajahnya yang jelek makin ga karuan, dan aku


lemas sekali karena melayani lima wanita😑, pinggangku benar-benar sakit, dengkul seperty tak ada olinya lagi, sementara Majid ngos-ngosan karena semalaman kakinya diangkat-angkat dan diputer-puter.


Tapi aku mengajak mereka berdua untuk neruskan tidur kembali, karena waktu


subuh masih lama, saat itulah aku melihat dari


pintu musholla masuk lima belas wanita cantik,


beraneka warna bajunya juga anak kecil bersisik ular, digiring seorang kakek bongkok membawa cambuk, nampak kelima belas wanita dan anak kecil itu takut, tunduk. Ctar..! Suara cambuk dilecutkan, para perempuan itu menjerit.


“Ayo minta maaf, kalian telah mengganggu para


santri Kyaixxxx, cepat minta maaf.!” bentak


kakek tua itu,

__ADS_1


dengan takut-takut para perempuan itu minta maaf, kemudian mereka digiring kakek itu, keluar musholla, akupun segera terbangun. Besoknya mencari tempat mandi. Disumur dekat musholla, lalu ikut sholat shubuh di


musholla, dan ketika Kyai Mashuri mengajakku


main kerumahnya aku menolak dengan halus.


Karena pekerjaan telah selesai maka aku dan


teman-temanku pun pamit pulang kepada pak


Kosasih.


Aku dipesan kalau membutuhkan pekerjaan


harap sudi datang, karena masih banyak yang


harus ku lukis.


Saat berpamitan inilah,pak Kosasih bercerita tentang riwayat masa lalunya rumah makan ini. Menurut kisahnya dulu sebelum menjadi rumah makan, tempat ini adalah jurang


yang lumayan dalam, sering kali terjadi


kecelakaan, kadang rombongan pengantin satu


mobil masuk jurang, semuanya meninggal dalam kecelakaan, ada satu keluarga dalam mobil semua meninggal dalam kecelakaan masuk jurang.


Ada juga truk rombongan kampanye masuk jurang,


walau tak semua mati, tapi akhirnya dari orang


yang tak mati dalam kecelakaan inilah diketahui,


bahwa setiap mobil yang celaka sebetulnya


jalannya tetap biasa saja, lurus, tapi entah


kenapa tiba-tiba mobil ada di awang-awang dan


meluncur ke jurang.


Melihat banyaknya kecelakaan itu, pak Kosasih

__ADS_1


pun membeli jurang dan tanah di sekitarnya, lalu dibangunlah rumah makan yang besar, dengan harapan termanfaatkannya tanah yang kosong dan yang lebih penting tak ada lagi kecelakaan. Tapi harapan pak Kosasih, hanya harapan saja, buktinya sampai sekarang kecelakaan di daerah.. Bersambung..


__ADS_2