
Juga akherat ada bagiannya sendiri, kalau minta do’a sembuh dari sakit, sembuhnya ya sekarang, kalau nanti sembuhnya di akherat, ya udah ndak butuh lagi sembuh, juga minta hujan, ya ijabahnya di saat membutuhkan, kalau ijabahnya semua di akherat ya nanti apa akheratnya ndak kebanjiran?
Jadi kalau do’a untuk dunia maka ya di dunia ini ijabahnya, cuma ijabahnya terserah Alloh, minta uang setrilyun, la kok diberi sejuta, itu hak Alloh, dan penolakan Alloh itu lebih baik dari pemberian manusia, kenapa seperti itu?
karena Alloh itu paling tau apa yang kita
butuhkan.” jelasku.
“Aku malah sudah pernah berusaha jualan sate pada setan?” kata Furqon.
“Wah apa itu, memangnya ada yang seperti itu?
Wah bener-bener aneh kamu lakon-lakonnya.”
“Ya memang karena aku ini ingin mencari kebahagiaan, tapi sama sekali tak ada yang membimbing, ya apa yang aku temui dan mengajak aku ya ku ikuti saja, tak tau bagaimana ujung-ujungnya, yang penting aku ikuti.”
“Yang soal jualan sate sama setan itu bagaimana?” tanyaku yang penasaran, karena kok ada cerita seaneh itu.
“Ceritanya kami tukang ojek pada bicarakan si Hasim salah seorang tukang ojek yang biasa ngojek sama kami, dia beberapa hari ndak berangkat ngojek, dan datang-datang dia motornya sudah beli baru dari dealer, dan semua teman pada nanya dia tak mau cerita dapat rejeki nompliok dari mana, nah sama diriku dia malah mau jujur, kalau dia mendapat uang dari jualan sate pada setan.
Menurut Hasim cara jualan sate itu ya sama jualan sate, tapi yang dibakar sate kalong dan gagak, jualannya di hutan karang jaten, di sana bakar sate, seorang bakar sate, seorang lagi yang siap menerima uang, seorang lagi yang siap melarikan uangnya,”
“Kok pakai dilarikan segala?” tanyaku.
“Iya agar uangnya tak diminta lagi…”
“Ya kalau tak dilarikan kan nanti uangnya diminta lagi, begitu cerita Hasim, ya Hasim sama kedua temannya dapat uang sekarung.” jelas Furqon.
__ADS_1
“Siapa sih yang lagi ketimpa susah kayak aku ini kalau tak kepingin dapat uang yang banyak untuk menutupi utang, bayangkan aku ini bayar utang, dengan ngutang lagi, kadang aku sendiri sampai benci sama Bang Rhoma Irama.”
“Memangnya kenapa dengan dia?”
“Ya dia nyanyikan lagu bayar utang pakai hutang yang judulnya gali lobang itu Kyai, jadinya aku yang ngalami.”
“Terus kelanjutan ceritanya bagaimana?”
“Ya aku bersama Sanip dan Klewer bareng- bareng menjual sate untuk setan, klewer yang kebagian membakar sate, Sanip yang kebagian menawarkan sate, dan menerima uang pembayaran, jadi Klewer membakar sate, lalu
Sanip yang menawarkan sate dengan mengatakan,
“Ayo…, ayo… para hantu, para kuntilanak, para setan, genderuwo, jin dedemit, ayo semua datang, membeli sate….” kata-kata itu diulang -ulang, sampai para hantu semua pada datang, sementara aku sendiri kebagian menunggu dengan motor siap jalan, dalam rencana nanti si Sanip akan menawarkan, dan berkata
“ini harga setusuk seharga uang seperti ini sekarung, sambil menyodorkan uang ratusan ribu, nah hantu nanti akan mengambil uang sekarung untuk membayar sate yang kami beli.” cerita Furqon.
“Lalu dedemit pada datang?” tanyaku penasaran dengan pekerjaan orang yang ora nggenah itu.
“Ya mungkin saja mereka tak punya uang.” kataku.
“La kok sebelumnya Hasim dapat uang?”
“Ya bisa jadi uangnya sudah habis di ambil Hasim semua, jadi sudah tak punya sisa sama sekali.”
“Lalu apa bener kemudian tak dapat uang, hanya dilihati hantunya saja?” tanyaku pada Furqon.
“Iya kami akhirnya tak dapat apa-apa, malah setelah kejadian itu kok kayaknya aku ini ngantukan banget, kalau sudah ngantuk wah ndak bisa ditahan, kayak di punggung ada yang minta gendong.”
__ADS_1
“Sekarang ngantuk?”
“Sekarang sih tidak, cuma biasanya kadang lagi membawa penumpang ojek, aku tak sadar tertidur, bahkan kadang karena tak tahannya tak jarang aku jalan, lalu berhenti dulu untuk tidur, bisa di pos kampling, emperan toko, bahkan juga di atas motor, jadi motor aku pinggirkan lalu aku tidur saja, di atasnya.”
“Itu pengaruh kekuatan para setan yang dipanggil itu.”
“Lalu bagaimana solusinya?”
“Ya nanti ku kasih air, dipakai mandi dan diminum, moga saja pengaruh aura hitamnya segera musnah.”
“Aku ini sebenarnya sudah berpindah-pindah mengikuti aliran, dulu di Bogor juga pernah mengikuti aliran betara karang.”
“Wadoh apa lagi itu?”
“Itu aliran yang isinya para penjual makanan keliling semua, karena aku ini juga penjual makanan keliling, maka aku diajak temanku untuk mengikuti aliran itu.”
“Kayak bagaimana alirannya?”
“Itu aliran ada pemimpinnya, dan pemimpinnya itu kalau mau ditanya soal masalah anak buah, maka dia kerasukan dulu, lalu bisa menjawab
dengan tepat permasalahan semua yang hadir, misal mau menempati warung, ini cocok apa tidak, ke depannya lancar tidak menambah gerobak dan lain-lain.
Dan anehnya kebanyakan cocok, dan pas jawabannya dengan kenyataan, misal soal membuat gerobak baru, nanti dijawab akan ada yang menawari beberapa gerobak, jadi tak usah membuat yang baru, anehnya kok ada yang benar-benar menawarkan gerobak baru, apa tak aneh itu mas kyai? Lalu ada juga yang misal disuruh jualan di satu daerah karena di daerah sebelumnya tak laku, maka orang yang disuruh pun menuruti, anehnya setelah pindah mengikuti saran itu, maka jualannya jadi laris
sekali.” jelas Furqon bersemangat.
“Gini lo ya mas Furqon, jadi segala sesuatu itu tak lantas kemudian ini bisa laris, atau itu sesuai kenyataan, atau apa yang diramalkan menjadi nyata, atau sesuai dengan kejadian, jadi kita ini kembalikan ke asal, kita ini diciptakan di dunia kan untuk mengabdikan diri kepada Alloh, itu pegang kuat-kuat sebagai dasar, sebab itu akan mempengaruhi bagaimana nantinya penilaian kita
__ADS_1
terhadap segala sesuatu, ini kan sama saja kita menjadi kaya raya, berhasil usahanya karena nyupang, karena secara lahirnya tak sama, tapi secara kenyataannya kan sama, sama-sama kita meminta kepada jin setan, dan jelas itu membunuh aqidah kita sendiri, maka sampean sekarang itu susah, kenapa? karena sampean percaya dengan arahan jin, kalau sampean percaya dengan arahan jin, maka Alloh sudah sama sekali tak perduli dengan sampean, dan sampean sudah diserahkan nasibnya pada jin, la jin sendiri, pertama kan maunya memperdaya, la kalau sampean sudah terperdaya, ya ngapain juga ngurus sampean, mereka nyari orang lagi agar bisa diperdaya, jadi sampean sudah ditinggalkan.” jelasku.
Bersambung....