Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Mahalnya hidayah


__ADS_3

“Daaarrr…!, daaar..!” tedengar ledakan berkali-


kali, di sampingku, di luar bus, seperti petasan bus pun berhenti dan menepi, kondektur memeriksa roda, lalu masuk lagi.


“Apa ada yang meletus rodanya?” tanya sopir.


“Ndak ada, tak tau apa yang meledak, mungkin dilempar petasan sama bonek.” jawab kondektur.


Aku diam saja, tentu tak bilang, kalau itu adalah santet yang diarahkan padaku, ya kalau aku bilang bisa-bisa diturunkan, demi keselamatan penumpang lain, aku hanya konsentrasi, mengitari bus dengan kekuatan prana, dan do’a, agar bus selamat sampai tujuan.


Di jalan ada dua orang naik bus, seorang tua dengan anak gadisnya yang seperti pincang mengaduh-aduh.


Duduk di kursi berseberangan di kursi yang aku duduki.


“Sudah jangan mengeluh, nanti setelah sampai kita pijitkan ke tukang urut, agar kesleonya dibetulkan.” kata Bapaknya.


“Tapi sakitnya minta ampun paak…” kata anak perempuannya. Aku segera konsentrasi, dengan kekuatan do’a dan prana, ku raba kaki perempuan itu, lalu ku betulkan tanpa menyentuhnya barang sedikitpun.


“Lho kok sakitnya hilang pak…?” kata anak perempuan itu bahagia.


“Ah jangan ngayal kamu.”


“Iya pak benar sudah sembuh.” jawab anaknya,


dan berdiri melompat-lompat di dalam bus.


“Sudah-sudah jangan ribut.” kata bapaknya.


Aku hanya senyum bahagia, syukur alhamdulillah, Alloh memberi anugerah kebisaan padaku.


Sampai juga Bus di kota istriku, Kota yang menurutku sangat tak bersahabat udaranya, karena pencemaran yang telah melewati batas, sungai yang menghitam, dan udara yang berdebu, juga membawa angin yang kental berisi obat pewarna kimia, sungai yang airnya menghitam diserap matahari menjadi uap, dan dihembus angin menjadi udara yang dihisap manusia, aneh aku kalau di sini pastilah terkena Asma, tapi kalau keluar dari kota ini sakit asma ku kok sembuh. Sampai di rumah, Husna istriku mengatakan, kalau banyak orang yang mau minta dido’akan tapi pulang lagi, karena waktu itu aku tak berada di rumah.


“Lho kenapa tidak nelpon, ngasih kabar, kan do’anya bisa ditransfer,” kataku.


“Ya Abah sebelumnya ndak bilang gitu, ya aku ndak berani ganggu, takutnya di Sana sibuk.” jawab Husna.


“Ya udah tak apa-apa, nanti juga pada kembali ke sini, kalau memang butuh.” kataku, tak


mempermasalahkan.


Dan memang benar, pagi-pagi aku belum lama tidur, sudah ada tamu yang datang, suami istri yang membawa anaknya yang lumpuh.


“Kenapa anaknya bu?” tanyaku.


“Ini pak kyai, anak saya lumpuh,” jawab ibunya.


“Awalnya kenapa?” tanyaku lagi.


“Awalnya tak tau, tiba-tiba jatuh dan lumpuh, dan sudah lima bulan, jadi sudah kami bawa berobat kemana-mana tapi kok ya ndak sembuh juga, lalu ada orang yang menyarankan untuk meminta do’a pada pak kyai, siapa tau jodoh…” jelas ibu itu.


“Coba kesinikan anaknya.” kataku sambil mengambil anaknya dan ku pangku, lalu ku sentuh kakinya perlahan, kemudian malah akan bingung sendiri.


Setelah selesai ku berikan lagi ke ibunya, dan ku berikan air mineral sambil menjelaskan cara pakainya, setelah dirasa cukup, suami istri itu segera pamitan.


Seminggu kemudian sudah datang lagi, sambil membawa satu dus oleh-oleh,


“Ini untuk pak Kyai,” kata perempuannya.

__ADS_1


“Wah apa ini bu…?” tanyaku.


“Ini hanya sekedar rasa terima kasih kami.”


“Wah kok ngerepotin diri to bu, la bagaimana


adik kecilnya sudah bisa jalan?”


“Sudah, tapi tertatih-tatih.” kata ibunya.


“Coba adik kecil jalan ayo…! Ayo paman


ditunjukin bagaimana jalannya…” kataku. Ibunya pun menegakkan anaknya, dan perlahan


mulai jalan.


“Hm… ya sudah bagus perkembangannya.”


“Iya pak kyai, makasih sekali pak kyai, tak terbayangkan jika anak kami tak bisa jalan sampai dewasa, dan kami sekeluarga tak bisa memberi apa-apa.”


“Oalah ibu kok jadi dramatis gini, saya malah bisanya cuma do’a bu… jadi ya cuma bisa do’a, orang lain juga bisa.” kataku.


_________________________________


Tanda Alloh itu menghendaki seseorang itu agar dekat dengan-Nya, maka akan ditanamkan di hati orang tersebut berkeinginan dekat dengan Alloh, dan keinginan itu amat kuat, tak bisa ditahan, dan ada kerinduan seperti rindu pada kekasih, dalam menjalankan amaliyah.


Sebaliknya jika Alloh menghendaki seseorang itu celaka, maka akan dijauhkan dari keinginan berbuat baik, bahkan sekalipun Nabi Muhammad SAW sendiri menceramahinya, maka akan dimentahkan.


Makanya hidayah itu mahal, sebab akan menjadi awal seseorang itu celaka atau untung, bejo. Dan sebodoh-bodohnya orang jika di hatinya timbul niat berbuat baik, kemudian akan menunda- nunda, karena disibukkan mencari hari yang lebih baik. Atau karena alasan yang menjadikan perbuatan baik itu tertunda, dan akhirnya tak pernah dilakukannya sama sekali.


Sore hari datang pasangan suami istri, yang juga membawa anaknya yang lumpuh.


“Ini mas kyai, anak saya lumpuh.” jawab si lelaki, yang bernama Parman.


“Lumpuhnya kenapa pak?” tanyaku.


“Tak tau kyai.” jawab istrinya Parman.


“Apa tak pernah dibawa ke dokter.”


“Ooo boro-boro ke dokter pak kyai, makan saja


kami susah, tak punya uang untuk membawa ke dokter.” jawab Parman.


“Oo ini dulu tinggal di rumah yang angker ya?” “Kok mas kyai tau?”


“Wah aku hanya mengira-ngira saja.”


“Ini dulu tinggal sama neneknya di rumah dekat pasar ?”


“Iya kyai..”


“Hm… pantes.”


“Pantes kenapa kyai?”


“Ya lumpuhnya hanya tempat tinggalnya ada jin yang berbentuk ular, nah jin itu yang menghisap saripati bayi, sehingga jadinya tumbuhnya tak

__ADS_1


wajar, ini umur berapa?”


“Ini umurnya sudah 8 tahun kyai.” jawab Parman.


“Iya nanti saya kasih air, tolong diminumkan kalau mau tidur, dan kalau bangun tidur, juga diusapkan ke kakinya.” jelasku.


“Maaf kami tak bisa memberi apa-apa kyai..” kata Parman.


“Apa aku ini kelihatan minta apa-apa to pak Parman? “Tidak kyai…, oh ya saya juga ingin dido’akan, agar saya dimudahkan dalam mencari rizqi, sebab selama ini kok hidup saya susah terus.” kata pak Parman.


“Ikut saja dzikir di majlis dzikirku, insaAlloh


rizqinya akan dimudahkan.”


“Wah maaf kyai…, saya kalau duduk lama suka


kesemuten.”


“Lho kalau suka kesemuten kurasa semua orang mengalami kesemuten to pak Parman, la wong saya saja kesemuten.”


“Iya kyai, kapan-kapan saja..”


“Ya tak apa-apa.”


_________________________________


Sebulan kemudian istri Parman datang ke rumah.Dia menangis-nangis.


“Lho kenapa bu…? ” tanyaku heran.


“Tolong saya kyai…”


“La kenapa? Anaknya sudah bisa jalan belum?” “Sudah kyai, tapi ini bukan masalah itu.”


“Terus masalah apa?”


“Ini masalah Bapaknya.”


“Kenapa dengan suaminya?”


“Kang Parman ditangkap polisi, dan sekarang di penjara.”


“Lhoh masalahnya apa?”


“Ya saya juga sudah memperingatkan ke bapaknya, jangan suka main judi togel, tapi bapaknya itu tak mau dengar, waktu ada penggrebegan, lalu bapaknya tertangkap, tolong kyai, tolong hanya dia sandaran keluarga kami, kalau dia di penjara, kami harus bagaimana.”


“Maaf bu, saya kan cuma berdo’a pada Alloh, jadi saya itu tak bisa apa-apa, kayak anak ibu bisa jalan yang asalnya kakinya lumpuh itu, itu sama sekali bukan perbuatan saya, tapi pertolongan Alloh, dan Alloh itu maha suci, dia melarang perbuatan yang merusak, seperti judi, zina, jadi kalau Alloh kemudian membantu orang berjudi, atau membantu orang yang menggugurkan kandungan karena perbuatan zina, maka bukan lagi namanya Alloh yang suci dari cela.” kataku.


“Jadi Kyai tak bisa menolong?”


“Ya aku juga tak punya kedudukan di kepolisian, tentu aku tak bisa menolong bu, maaf.” kataku.


Jika seseorang diperingatkan dengan cara halus, yaitu puasa, dzikir, uzlah, duduk istiqomah, tak mau, maka seseorang akan diperingatkan dengan cara kasar, seperti makan tak bisa, bisa karena sakit, atau tak punya uang, atau dalam penjara, atau lari dari desanya, digulung banjir, diguncang gempa.


Dan Alloh itu sanggup membolak-balikkan hati, juga sanggup membolak-balikkan bumi.


Itulah, hidayah itu amat sangat mahal, jika sebelumnya orang tau akan nasib yang dialami, ku kira seperti Parman juga akan lebih memilih duduk semuten daripada duduk di balik terali besi.

__ADS_1


Pagi jam 8, sebenarnya aku juga baru sebentar tidur, tapi sudah ada tamu, maka aku tetap harus menemui, menjadi pelayan Alloh, maka siapapun yang datang, dan kapanpun waktunya.


Bersambung....


__ADS_2