Diantara Beribu Perjalananan

Diantara Beribu Perjalananan
Dialog dengan Jin


__ADS_3

“Saya takut dengan yang mengirim saya.”


“Lebih takutan denganku atau dengannya?”


“Lebih takut denganmu.”


“Coba pandang aku.”


“Tak berani.”


“Kenapa?”


“Panas, silau.”


“Keluar ya..”


“Aku tak bisa keluar.”


“Ku keluarkan ya..”


“Ya.”


“Kamu di mana tinggalnya?”


“Saya di kaki.”


Lalu ku tarik jinnya dari kakinya. Sebentar kemudian sudah ganti jin lain, menggereng- gereng, seperti ganas, dan mau menunjukkan keganasannya.


“Kamu siapa..?”


“Aku tak mau jawab.” jawab jin dalam tubuh si

__ADS_1


gadis.


Ku tempel tanganku di tubuh si gadis, dan jin dalam tubuhnya menjerit kepanasan.


“Kamu ingin melawanku?”


“Ampun, tak berani..”


“Lalu kamu kiriman siapa?”


“Saya kiriman ayahnya pacar gadis ini.”


“Kok bisa dia..?”


“Iya dia dukun, sering dimintai orang untuk mencelakai orang lain.”


“Apa yang membawa belatung itu kalian?”


“Ada berapa teman kamu di dalam?”


“Tinggal saya, tadi ada dua, yang satu sudah kamu keluarkan..”


“Kamu mau ku keluarkan atau keluar sendiri?”


“Saya tidak bisa keluar.”


“Tempatmu di mana?”


“Saya di punggung.”


Segera ku tarik jin dari punggung si gadis, aku

__ADS_1


berpesan sebaiknya mereka berhati-hati, karena bisa saja lelaki pacar si gadis akan mengirim lagi, ee malah besoknya aku sendiri yang dikirim banyak belatung, pagi-pagi depan kamarku banyak sekali belatung, di lemari dan pakaian, jaket, juga di mana-mana banyak sekali belatung sebesar kelingking pada merayap, ya begitulah resikonya kalau menolong orang kena santet, pasti akan diserang oleh dukun santetnya, kalau menolong 10 orang juga akan dikeroyok 10 dukun santet, jadi jangan dikira orang yang berurusan dengan hal seperti ini, hanya enak-enakan, hal seperti ini kalau lengah sedikit akan celaka, dan bisa saja saya celaka, kalau tidak dalam lindungan Allah, apalagi sebenarnya saya ini tak punya apa-apa yang bisa diandalkan, hanya berserah saja pada Allah.


————


Merenungi perjalanan yang terjadi, sebelum terjadi kadang sama sekali tak terbersit setitik pun, perjalanan akan terjadi seperti ini, kadang yang akan terjadi kemudian sama sekali tak kita duga sebelumnya, yang kita duga banyak melesetnya, yang kita rancang bisa juga akan terjadi, tapi tak sedikit yang meleset dari per- kiraan, apa juga yang terjadi sebenarnya bukan- lah masalah jika kita masih tetap teguh berjalan di kaidah keimanan dan ketaqwaan, sama se- kali tak lepas dengan tali aqidah, dan selalu bersikukuh menjalankan amaliyah.


Banyak kejadian sehari-hari terjadi, kejadian- kejadian yang aku rasa sangat bermanfaat sekali ku jadikan pelajaran, untuk diriku sendiri, momen-momen berharga kadang amat sayang dilewatkan untuk menyimpannya dalam suatu


data atau file, bisa berupa video atau foto, karena kejadian yang sama juga belum tentu juga terulang terjadinya. Mungkin bagi orang lain tak sebegitu berharga, tapi bagiku sangat berharga, makanya selalu ingin ku simpan dalam bentuk video, foto dan tulisan, kadang video dan foto masih belum bisa menjelaskan secara panjang lebar, momen yang terjadi, sehingga membutuhkan uraian kata, rasa menulis sebenarnya tak terbendung, tangan dan jari terasa tergelitik geli, ingin sekali menulis yang banyak, sebanyak-banyaknya, tapi kadang baru mau nulis sudah ada tamu, dan kalau sudah ada jadi tak henti, silih berganti, ya sudah nulis terpaksa ditunda.


Ketika ada kesempatan saja jadinya tulisan dapat ku tulis, dan karena waktu mepet, jadi tulisan juga mana saja yang dapat ku ingat paling cepat, tak ada runtut-runtutan cerita, tulisan ini kadang ku tulis waktu senggang, misal waktu tamu lagi makan, kan senggang itu, nah tulisan lalu ku tulis, tamu selesai makan, tulisan ku lanjutkan lagi. Mbak Sun sms istriku, isinya, minta ijin adiknya katanya ada jinnya ketika disuruh melihat fotoku lantas menangis, dan ada jin di tubuhnya, yang sudah semalaman dikeluarkan tapi kok masih banyak saja jin dalam tubuhnya jadi minta ijin untuk dibawa ke majlis, adiknya bernama Yaya, seorang perempuan, padahal baru juga sebulan dua bulan ini pulang dari kerja toserba di


Semarang, kok sudah tak kerasan dan akhirnya pulang, aku juga masih ingat, perasaan sebelum diterima di Indomaret di Semarang minta air doa kepadaku, dan esoknya sudah dapat panggilan kerja.


Paginya Yaya dibawa ke rumahku dalam keadaan digotong, karena tidak sadar tapi menjerit-jerit.


“Pak Kyai… pak Kyai… tolong aku pak, tolong dikeluarkan..” begitu jeritnya sambil menangis, segera ku suruh menidurkan dan mulai ku tangani, segera ku tempel dengan tangani, langsung saja menjerit kepanasan dan jadi orang lain, yang mengaku adalah jin kiriman, dan setiap satu ku keluarkan, maka berganti dengan jin lain, dan dari satu jin dengan jin lain itu tak kenal, karena masing masing dikirim oleh orang yang berbeda, anehnya itu adalah yang dikirim dari permasalahannnya orang yang saingan dengan Mbak Sun soal dagang, setelah seharian ku keluarkan, entah berapa puluh jin ada di tangan dan kaki ku tarik keluar, setelah selesai, maka berganti jin yang dalam bentuk kelompok, kebanyakan mereka dari kuntilanak, dan pocong, dan semua ku tanya dikirim oleh satu orang, banyaknya sampai 1000 jin, sehingga aku sendiri kelelahan mengeluarkannya, sehingga ku suruh muridku untuk bergantian mengeluarkannya.


Yaya sendiri sampai 3 hari sudah sama sekali tak sadar, dan jika jin 1 dikeluarkan maka akan berganti jin lain, anehnya, jin itu antrian minta dikeluarkan, jadi mereka di dalam sudah tak tahan ingin dikeluarkan, karena di dalam mereka merasa panas, dan merasa panasnya itu karena Yaya ini semenjak menjalankan amalan dzikir pondasi yang ku berikan, itu menurut kata jinnya. Jika ku tulis dalam bentuk dialog, akan amat panjang penulisannya, makanya ku tulis dalam bentuk simpelnya saja, kalau ingin tau kisahnya dengan lengkap, waktu kejadian mungkin bisa datang langsung ke rumahku membawa usb driver, atau memory card, agar bisa ku beri video lengkapnya, sebab setiap jin selalu ada saja dialognya, kok dialognya sama, maka akan cepat ku keluarkan sehingga dengan dialog baru.


Sampai memori Hp istriku yang 16 giga penuhbuntuk merekam video, ternyata jinnya belum setengahnya ku keluarkan. Aneh juga jin bisa sebanyak itu di dalam tubuh, dan mereka cenderung yang terbanyak itu tinggal di hati, dan latifah yang lain, seperti latifah ruh, akhfa, kalau di punggung dan tempat lain paling yang tinggal satu dua, tapi kalau di hati sampai yang tinggal sekitar 3000 jin lebih, jin itu ku tanya katanya di dalam sangat luas, jadi masih banyak tempat bisa dipakai tinggal. Yang membuatku heran juga ribuan jin itu dikirim dari pengamalan ilmu pelet seperti pelet semar mendem, semar mesem, jaran goyang dan pelet mahabbah, ya anehnya walau peletnya berbeda-beda atau pengamalannya adalah unsur Al-Qur’an yang dipakai, kok ya sama jinnya tetap yang masuk itu sebangsa pocong, kunti, gendruwo, ular, kera, anjing dan lain-lain, ternyata apa juga ilmu peletnya, sebenarnya sistem kerjanya sama saja.


Ini beberapa dialog yang mungkin agak penting sekedar baca saja.


“Kamu siapa?” tanyaku pada jin.


“Saya pocong.” jawabnya.


“Kok pocong?”


“Ya bentukku pocong.”

__ADS_1


“Bentuk memang asli pocong apa bagaimana?”


__ADS_2