
Rizqy mengamati Gelang itu dengan seksama. Di akui Gelang ini memang milik Kiano. Saat menyentuh bagian emas putih berbentuk balok,
Rizqy menyadari Gelang itu bukanlah hanya hiasan pergelangan tangan. Melainkan ada sesuatu yang tersembunyi di sana, sehingga Kiano mati-matian menyelamatkan Gelangnya.
Bagi orang yang melihatnya, tentu gelang milik Kiano sama sekali tak berharga. Akan tetapi berbeda dengan Rizqy, gelang ini sungguh sangat berarti. Mungkin saja bisa menghancurkan seseorang.
"Kapan kamu bertemu dengan Kiano?" tanya Rizqy datar. Namun berbeda dengan yang ditunjukkan pada sorot mata itu penuh dengan kesedihan, luka dan kemarahan.
"Kira-kira sepuluh tahun yang lalu. Saya bertemu dengan Kiano di Kota Bunga. Saat itu ada seorang Pemuda berlari menghampiri lalu tiba-tiba menyodorkan gelang ini. Saya ingat dia mengatakan 'tolong saya, berikan barang bukti ini kepada Kakak saya bernama Rizqy Anggara, dia tinggal di Mentaram'. Awalnya saya kebingungan, namun ketika melihat para preman mengejarnya barulah saya mengerti."
Keynand menceritakan pertemuannya dengan Kiano dan apa yang dikatakannya. Dia juga membantu Kiano terbebas dari Para Preman yang berusaha mencelakakan Pemuda itu.
"Lumayan lama ternyata rahasia yang ingin di tunjukkan oleh Kiano tersimpan. Apa saat itu kamu langsung melaksanakan amanah Kiano atau malah mengabaikannya?" tanya Rizqy. Dia menatap Keynand dengan sorot ingin tahu dan juga menyelidik.
Keynand terdiam. Dia ragu menceritakan masa lalu kelamnya itu. Masa lalunya itu membuat dia tak langsung mencari keberadaan Rizqy dan menyampaikan amanah Kiano selain keterbatasan informasi yang dia terima. Tentu dia akan kesulitan menemukan Rizqy. Dia juga kehilangan jejak Kiano. Setelah hari itu dia meminta bantuan orang kepercayaannya untuk mencari Kiano dan di mana selama ini dia tinggal.
Keynand berhasil, akan tetapi saat itu dia ditemukan over dosis, setelahnya ia tidak ingat lagi dengan amanah itu.
Keynand bingung apakah dia harus menceritakan alasannya, kenapa dalam kurung waktu lama dia tidak berhasil menemukan Rizqy dan Kiano. Namun jika tak berkata jujur, Rizqy pasti akan mencari tahu. Keynand yakin, Rizqy dengan cepat mendapatkan informasi tentang dirinya. Lebih baik kebenaran itu datang dari dirinya dari pada Rizqy mendengar dari orang lain.
Keynand kembali menghela nafas untuk menenangkan diri.
"Saya sempat mencari keberadaan Kiano untuk menemukan petunjuk lebih jelas. Saat itu kita berhasil, akan tetapi semua berhenti saat saya di tangkap karena ketahuan menggunakan obat-obat terlarang."
Keynand pada akhirnya berhasil mengakui kebenaran tentang dirinya.
Dugaannya benar, Rizqy sangat terkejut dengan pengakuan itu. Rizqy terdiam. Tidak menyangka Keynand memiliki masa lalu kelam itu. Selama ini Direktur Hotel Ardiaz dikenal oleh khalayak sebagai pribadi yang baik dan juga religius. Tidak ada gosip-gosip tak sedap bertebaran di Masyarakat. Dua Pangeran Ardiaz itu terkenal sebagai Pengusaha yang ramah dan dermawan selain prestasi mereka tentunya.
Rizqy tak ingin menghujat. Setiap orang pasti pernah mengalami masa sulit, terpuruk dan masa kelam pada hidupnya di masa lalu. Lantas apa haknya untuk menghukum orang lain.
Bukankah dirinya sama, bukan orang yang terbebas dari dosa.
__ADS_1
Rizqy menepuk bahu Keynand untuk menenangkan Pria itu. Dia tersenyum tak mempermasalahkan masa lalu teman barunya itu. Bagi Rizqy, siapa Keynand yang sekarang itu dilihat bukan masa lalunya.
"Bisa dilanjutkan ceritanya," pinta Rizqy.
Keynand menatap wajah Rizqy dengan seksama. Tidak di sangka Rizqy tak menghujatnya dengan masa lalunya itu. Malahan dia terlihat santai, meskipun awalnya sempat terkejut.
"Calon Kakak Ipar ternyata tidak mempermasalahkannya" batin Keynand lega.
"Setelah melalui hukuman yang lumayan lama dan juga rehabilitasi, saya pada akhirnya bebas. Lalu saya di kirim ke pulau cantik untuk menggantikan kedudukan Abang Reynand memimpin Perusahaan miliknya. Waktu itu setuju saja dengan harapan hidup saya akan berubah menjadi lebih baik. Saat tinggal di sini, saya kembali mencari tahu tentang Kiano, tapi usaha saya tidak membuahkan hasil."
Keynand melanjutkan ceritanya.
"Tidak apa-apa, kamu pasti sudah berusaha keras," sahut Rizqy datar. Dia faham ini di luar kuasanya sebagai Manusia.
"Tapi tidak menyangka saya dipertemukan dengan Qia. Mungkin saja itu cara Tuhan memberikan petunjuk kepada kita. Iya, walaupun awalnya dengan kesalah fahaman dan amarah," ucap Keynand.
"Kamu benar, untung saja kita berpikiran jernih dari usaha seseorang yang berusaha mengadu domba agar kita bermusuhan," sahut Rizqy dengan wajah bersahabat.
"Apanya?"
"Permintaan maaf saya, apa kamu mau memaafkan saya?" tanya Keynand di liputi kegelisahan. Pasalnya dia belum mendengarkan kata memaafkan dari Rizqy. Tidak sah rasanya bila tidak mendengarkan kata itu terucap dari Bibir Rizqy. Meskipun Rizqy menerimanya dengan ramah dan bersahabat, tapi bagaimana dengan hati yang terlanjur sakit. Tentu memaafkan seseorang yang telah melakukan kesalahan amat sangatlah sulit. Semoga saja Rizqy mau memaafkannya.
Rizqy tak langsung menjawab. Suami Habibah itu memasang wajah dinginnya.
Sebenarnya dia sudah memaafkan apa yang pernah dilakukan oleh Keynand kepada Rizqia. Awalnya marah dan sepertinya sangat sulit memaafkan Pria itu. Namun melihat itikap baik dari Keynand yang langsung menemuinya, sepertinya terlalu angkuh apabila tak memaafkannya.
"Tak segampang itu kamu mendapatkan maaf dari saya dan Qia," ucap Rizqy tersenyum sinis.
"Terus, saya harus apa?"
"Taklukkan dulu bukit yang ada di sana dan hutan yang ada di sana, temukan apa itu sabar," jawab Rizqy dengan mimik serius. Dia menunjuk ke arah depan di mana Hutan dan bukit berada.
__ADS_1
"Siap."
"Bukan itu saja, setelah ini kamu harus meminta maaf kepada Qia setiap hari secara langsung agar kamu ingat pernah melakukan kesalahan dan tidak mengulangi lagi," jawab Rizqy serius.
Keynand tersenyum malah dia bersorak dalam hati. Kesempatan baginya agar lebih dekat dengan Rizqia. Mungkin dengan kedekatan ini akan memupuk rasa itu agar cinta yang tumbuh itu agar terus bermekaran. Bila perlu ingin langsung menikahi Gadis itu malam ini juga.
"Siap, dengan senang hati saya akan melakukannya. Senangnya di kasik Lampu Hijau dari Calon Kakak Ipar. Asyiiiiik setiap hari bisa melihat senyum Qia yang indah," Celoteh Keynand bahagia. Senyum itu terlihat begitu mengembang membuat Rizqy menyadari kekeliruannya.
"Eh bukan, di larat. Bukan meminta maaf secara langsung, melainkan melalui Handphone." Rizqy melarat ucapannya tadi dengan tegas.
"Jangan gitu, dong! Tadi sudah berkata dengan tegas kalau saya harus setiap hari meminta maaf secara langsung. Jangan mendadak amnesia-lah Calon Kakak Ipar, belum beberapa menit berlalu lo?" Keynand tak terima. Dia baru saja mendapatkan angin segar, terus secara tiba-tiba menjadi angin ****** beliung. Sungguh porak poranda hatinya terasa ketika mendengarkannya.
"Kamu siapa?" tanya Rizqy menunjuk Keynand dengan Jempolnya.
"Keynand, pakai nanya segala," sahut Keynand bingung dan kesal dengan pertanyaan basa basi ini.
"Terus saya siapa?" tanya Rizqy menunjuk dirinya.
"Seperti anak kecil saja," sungut Keynand dalam hati berusaha meredamkan kekesalannya.
"Rizqy, Kakaknya Qia," jawab Keynand sedikit kesal.
"Nah itu tahu, jadi suka-suka saya, dong, mengubah apa yang harus kamu lakukan," ucap Rizqy dengan senyum mengejek memperlihatkan kemenangannya.
Keynand mendengus kesal.
Rizqy mengulum senyum dengan tatapannya terus mengarah pada pekatnya malam.
"Satu lagi jangan panggil saya Calon Kakak Ipar. Saya memaafkan kamu bukan berarti mau menjadi Calon Kakak Ipar apalagi Kakak Ipar. Tak di sangka ternyata Direktur Hotel Ardiaz langsung di tolak," ucap Rizqy. Dia sengaja memancing Keynand seperti apa reaksinya.
Bersambung.
__ADS_1