
"Dia tidak menyebut namanya, sepertinya identitasnya tidak ingin diketahui oleh orang lain," jawab Enah jujur. Tidak ada kebohongan yang nampak di sepasang mata berbingkai kaca mata itu. Enah sangat pandai menyembunyikan kegelisahan jika saja Keynand mencurigainya. Padahal dia sangat tahu dari mana penawar itu berasal dan tidak ingin Keynand tahu bahwa Qia-lah yang memberikannya.
"Sebaiknya Pak Keynand segera minum sebelum terlambat."
Keynand mendengus kesal. Rasa ingin tahunya benar-benar tidak akan terjawab. Enah sengaja tidak membahasnya dengan segera mengalihkannya pembicaraan.
Di raihnya sebuah wadah seperti tempat makanan agar tidak terlihat mencolok yang akan mengundang perhatian orang lain seperti Bi Narsih ataupun Andi yang bisa saja menjadi mata-mata. Enah benar-benar meningkatkan kewaspadaan.
Pada wadah tersimpan enam buah penawar yang sudah di buat seperti Kapsul. Keynand segera menelan satu buah Kapsul lalu menegak air putih.
"Semoga Pak Keynand segera sembuh dan maafkan saya karena telah membiarkan Bapak meminum Kopi yang di bawa oleh Nyonya," ucap Enah merasa bersalah dengan tindakannya. Untung saja Julaekha memberikannya dengan dosis kecil dan lebih beruntungnya Keynand langsung mendapatkan obat herbal dari Enah yang hanya berfungsi mencegah agar tidak menyebar ke organ vitalnya.
Sekarang dia sudah mendapatkan penawar yang di yakini akan mampu mendetok zat berbahaya yang terlanjur masuk ke tubuhnya
Uhuk
Uhuk
Uhuk
Keynand terbatuk sesaat obat itu berhasil masuk di tenggorokan. Seketika itu dia mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat. Tentu saja reaksinya membuat Enah terkejut. Dengan cepat dia menelpon Dokter Rasyid agar segera memeriksa keadaan Keynand.
"Zat berbahaya itu sudah keluar," ucap Dokter Rasyid setelah memeriksa keadaan Keynand. Saat ini Julaekha tidak ada di rumah, sehingga memungkinkan Dokter Rasyid memeriksa Keynand dengan leluasa.
Meskipun efek dari apa yang diberikan oleh Julaekha tidak terlalu berbahaya, tapi tidak baik juga menyimpan racun di dalam tubuh.
"Sepertinya Pak Keynand harus lebih berhati-hati agar tidak menelan lagi racun ini. Kadarnya memanglah kecil, tapi jika di konsumsi secara terus menerus bisa membuat kelumpuhan pada otot dan berujung kematian. Selain itu juga ada tumbuhan yang membuat kita mendadak amnesia. Takutnya ada yang mengetahui itu dan menyalahgunakannya untuk membahayakan orang lain."
__ADS_1
Keynand terkejut dengan penjelasan Dokter Rasyid. Tidak ketinggalan Enah yang membeliakkan mata besarnya.
"Memang ada tumbuhan yang bisa membuat kita langsung amnesia, Dokter?" tanya Enah penasaran.
Rasyid mengangguk.
"Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan beserta mamfaatnya. Ada tumbuhan yang berguna untuk Manusia berupa tumbuh-tumbuhan obat. Ada juga tumbuh-tumbuhan yang menyimpan racun di setiap batang, bunga, daun maupun bijinya. Kedua tumbuhan itu ada di sekitar kita, bahkan berada pada satu bagian. Contohnya Singkong, di mana isinya sangat baik untuk tubuh manusia sedangkan kulit putihnya mengandung racun yang di namai Sianida. Kandungan Sianida pun ada pada buah Pir. Bijinya itu yang berbahaya," jawab Rasyid menjelaskan panjang lebar.
Enah ber oh ria sembari menganggukkan Kepala tanda mengerti.
Keynand pun ikut menyimak penjelasan dari Dokter lajang yang secara mendadak berbagi ilmu.
Usai memeriksa keadaan Keynand, Dokter Rasyid berpamitan.
Sepeninggalnya Rasyid, Mobil mewah berwarna merah yang dikendarai oleh Julaekha masuk ke Pelataran rumah mewah milik Keynand.
Untung saja Mobil Dokter Rasyid terlebih dahulu meninggalkan kediaman Keynand sehingga tidak berpapasan dengan Mobil Julaekha. Karenanya tidak mengundang tanya dari Julaekha, hal itu yang mungkin saja menimbulkan kecurigaan Wanita itu.
"Wanita munafik," batin Keynand.
"Seperti yang kamu lihat. Terlihat tidak baik-baik saja, bukan?" jawab Keynand dingin.
"Apa kamu tidak ingin memperkarakannya, Keynand? Bukankah kamu mengalami gejala ini setelah meminum Kopi yang di buat Enah. Bisa saja Baby Sitter itu menaruh sesuatu di Kopi yang dia buatnya. Terbukti jelas dia berniat hendak mencelakakan Tuannya?"
Julaekha memanasi Keynand agar menaruh curiga kepada Enah dan segera mempenjarakan Gadis itu.
"Tidak perlu. Saya akan menghukumnya dengan lebih menyakitkan. Saya akan memperlihatkan bagaimana cara seorang Keynand bekerja menumpaskan Wanita licik yang berpura-pura menjadi Kucing imut."
__ADS_1
Apa yang diucapkan oleh Keynand membuat Julaekha tersenyum tipis. Dia sangat bahagia bahwa Keynand terpancing dengan prasangka yang di arahkan kepada Enah.
Secepatnya dia akan melihat Baby Sitter itu bakalan tersingkir dari rumah ini, bila perlu mendekam di balik jeruji dengan hidup tersiksa. Dia sangat tidak menyukai Enah, sebab itulah dia ingin menyingkirkannya melalui Keynand.
"Baiklah. Aku akan meminta Bi Narsih untuk membuatkan kamu minuman dari madu agar tenaga kamu pulih kembali. Bukankah madu sangat bagus untuk tenaga."
Julaekha tidak perlu mendengarkan jawaban dari Keynand, sehingga memilih meninggalkan kamar.
Beberapa menit berlalu, Julaekha kembali dengan membawa nampan berisi segelas cairan berwarna cokelat yang diyakini Madu.
"Di minum, gih!" ucap Keynand menyodorkan gelas kepada Keynand.
Keynand mengambilnya dengan ekspresi datar seperti biasa. Sekilas dia menyunggingkan senyum lalu terdengar ucapan terima kasih.
"Julaekha, saya mendengar sebuah kebiasaan krise dari sepasang Kekasih. Apa kamu tahu itu?" tanya Keynand sembari menatap Julaekha dengan cerah. Senyum menawan dia berikan kepada Isterinya itu, terlihat nampak tulus.
Senyum tak biasa ini membuat Julaekha bingung sekaligus senang, karena kemungkinan Keynand mulai menerimanya.
"Apa?" tanya Julaekha spontan. Tatapan Keynand kali ini kepadanya seperti sihir yang membuatnya larut di dalamnya. Julaekha benar-benar terjebak dalam pesona seorang Keynand Putra Ardiaz.
"Katanya, jika sepasang Kekasih meminum air pada satu gelas dan pada bekas bibir masing-masing, mereka berdua tidak akan pernah saling melupakan dan ikatan batinnya akan saling terhubung, meskipun di takdirkan berpisah. Sebenarnya ini konyol, dan mana mungkin itu. Tapi terlepas dari itu saya ingin mencobanya."
Jawaban itu membuat Julaekha tersentak kaget. Ada rasa cemas, namun berusaha untuk dikendalikan agar Keynand tidak menyadarinya.
"Mana ada itu? Hanya bualan saja. Apa kamu percaya?" ucap Julaekha dengan cepat menetralisir degub jantungnya yang mulai gelisah.
"Romantis kali, kenapa kita tidak merasakannya. Bagaimana kalau kita meminum air madu ini bersama-sama. Ayolah, selama ini kita tidak pernah melakukan hal romantis," ucap Keynand sambil tetap menatap Julaekha dengan sangat lekat penuh cinta terpancar.
__ADS_1
"Saya ingin memperbaiki hubungan kita, jadi saya mohon minumlah terlebih dahulu baru saya menikmati bekas bibirmu, sayang," sambungnya memohon.
Bersambung.