Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
Chapter 24


__ADS_3

Keynand pergi meninggalkan Hotel tempat keberadaan Rizqy dan Wanita yang bersamanya. Dia tidak ingin mengetahui apa yang dilakukan mereka. Dia cukup tahu Pria dewasa bersama Wanita dewasa di dalam satu kamar, yang mereka lakukan tidak jauh-jauh dari yang namanya nafsu.


Dia sudah mendapatkan cukup bukti yang membuat Rizqy telak. Jadi tidak perlu mempergoki mereka dalam keadaan tubuh polos. Itu yang ada dalam pikiran Keynand.


Sementara Rizqy, dia menghabiskan waktu satu jam bersama Wanita cantik itu. Setelah puas, dia terlihat keluar dari kamar Hotel dengan santainya. Pria itu berjalan menuju parkiran untuk menemukan keberadaan Mobil. Setelah menemukan Mobil, dengan cepat dia mengendarai Mobilnya menuju Hotel Ardiaz Mentaram.


Selang beberapa menit, Rizqy sampai. Dia melangkah dengan cepat menuju kamar tempat mereka menginap. Tanpa disadari olehnya, Keynand memperhatikan kehadirannya dengan senyum sinis. Keynand masuk ke kamarnya bersamaan dengan Rizqy yang juga masuk ke kamarnya.


"Anda sungguh hebat Rizqy, tidak puas kah dengan satu Wanita sehingga mencari Wanita dalam waktu bersamaan. Tenang saja, anda mendapatkan hasil yang anda perbuat. Isteri anda akan beralih dalam pelukan saya."


Keynand berucap, dia melihat bukti yang berhasil diambil. Dia sangat puas, Keynand merebahkan diri lalu masuk di dunia mimpi.


****


Rizqy mendapati Isterinya masih tertidur lelap. Dia duduk di sampingnya, memandang wajah itu dengan pandangan takjub.


"Cantik."


Dia memuji paras yang dimiliki Isterinya. Mengelus lembut wajah itu bagian perbagian. Habibah tidak terusik sama sekali. Dia menggeliat sebentar lalu tak bergerak sama sekali.


"Nyenyak sekali tidur mu sayang," ucap Rizqy masih asyik mengelus wajah Habibah. Setelah puas baru menghentikan kegiatannya. Pria itu mengalihkan perhatian pada Laptop yang tergeletak di atas Nakas. Rizqy kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat ditinggalkan.


Entah beberapa Jam Rizqy berkutat dengan Dokumen Pengadaannya. Pria itu mulai merasakan matanya tidak sanggup melihat dengan normal. Tanpa mematikan Laptop, dia merebahkan diri di samping Isterinya. Memeluk Wanita itu dengan mesra lalu memejamkan mata.


Selang beberapa menit berlalu, entah jam berapa. Habibah merasakan kerongkongannya kering. Dia membuka mata lalu beringsut dari Ranjang. Habibah baru menyadari bahwa dirinya masih dalam keadaan polos. lekas mengambil pakaian dalam dan Daster lalu memakainya dengan cepat. Habibah tersenyum melihat Rizqy yang terlelap. Ada gurat kelelahan pada paras tampannya. Isteri Rizqy itu tanpa sadar, terbentuk rona merah pada kedua Pipinya. Dia mengingat pertempuran mereka yang luar biasa nikmat. Habibah merasa puas, pun begitu juga dengan Rizqy yang terlihat puas dan bahagia.


Tak ingin terlalu lama mengingat, yang hanya membuatnya malu. Habibah beranjak ke arah Meja tempat Televisi di letakkan. Dia menemukan dua botol air mineral bermerk lokal dan juga beberapa snack.


"Kapan Mas Rizqy keluar untuk membelinya?" tanya Habibah bahagia. Dia segera mengambil sebotol air mineral lalu meneguknya hingga setengah. Setelah itu berlanjut memakan makanan ringan yang disediakan Suaminya. Rizqy sangat hapal kebiasaan Habibah yang suka terbangun tengah malam dengan perut keroncongan. Dia akan mencari air untuk melegakan dahaganya.


Wanita berparas manis itu menghabiskan satu bungkus Keripik kentang. Setelah merasa kenyang, dia beranjak ke Ranjang untuk merebahkan diri. Niatnya urung tatkala melihat Laptop masih menyala. Habibah berjalan mengitari Ranjang untuk menggapai Laptop yang tergeletak di atas Nakas.


"Ya Allah, Mas Rizqy kok sampai lupa matiin Laptop. Apa dia ngantuk banget hingga Laptop ditinggal," guman Habibah. Dia hendak mengshut dwon namun tidak jadi begitu melihat Vidio yang terekam pada Laptop.


Habibah terkejut, di dalam kamar Hotel Suaminya hanya berdua dengan seorang Wanita yang sangat cantik, berkulit putih dan terlihat berkelas. Dia menonton Vidio itu dengan pandangan nanar. Memperhatikan secara detail apa yang dilakukan Rizqy dengan Wanita tersebut. Setelah Vidio berakhir, Habibah menyimpannya. Ia juga menyalin Vidio tersebut menggunakan Plash disk sebagai back up data.


Selesai mematikan Laptop dan menyimpannya. Habibah memandang Suaminya dengan pandangan sulit diartikan. Dia lalu merebahkan diri, memeluk tubuh itu seperti tak ingin terlepas dari jangkauan.


Beberapa jam berjalan, Subuh pun mendekat. Habibah terjaga dari tidurnya. Dia berucap syukur karena masih menghirup udara segar di pagi ini. Dia juga sangat bahagia, Rizqy masih ada di sampingnya.


"Mas Rizqy," panggil Habibah membangunkan Suaminya. Beberapa menit menunggu, tak ada tanggapan dari Suaminya. Habibah memilih menarik hidung Rizqy. Dia terkekeh kecil melihat hidung mancung itu berubah memerah. Namun usaha membangunkan Suami tak membuahkan hasil. Habibah melanjutkan aksi dengan mencium bibir berwarna merah itu. Tak terduga, Rizqy tersadar. Dengan cepat tangan kekar meraih tubuh Habibah. Menempatkan tubuh Habibah di atas tubuhnya.


"Jangan mencuri ciuman, Mas tidak suka. Sebab Mas tidak merasakannya. Sekarang lakukan dengan terang-terangan. Mas rela kok!" ucap Rizqy menggoda Isterinya.

__ADS_1


Habibah tersipu, dia memaki dirinya yang kepergok.


"Kenapa? malu ya?" tanya Rizqy kembali menggoda.


"Iya, wajah keliatan jelek ya?" tanya Habibah sekenanya. Dia bingung harus berkata setelah kedapatan mencuri.


"Enggak, kamu cantik kok. Mas malah suka melihat kamu tersipu seperti saat ini," sahut Rizqy jujur.


"Hem, aku merasa tersanjung. Apakah ini sebuah kejujuran atau ada unsur fitnahan. Aku ingin membuktikan akan kebenaran yang Mas ucapkan," ucap Habibah. Wanita itu berpikir sejenak mencari pertanyaan yang tepat untuk Suaminya.


"Mana cantikan aku dengan Wanita yang bersama Mas semalam?" tanya Habibah kemudian.


Rizqy tersentak kaget. Dia melihat nakas, seingatnya Laptop itu masih tergeletak disana. Dia beralih memandang wajah Isterinya.


"Apa kamu cemburu?"


"Mas jawab saja kenapa malah bertanya," ucap Habibah cemberut.


"Okay, Mas jujur. Wanita semalam yang cantik tapi Wanita semalam tidak semanis Isteriku. Nyatanya aku hanya menyukai paras manis Isteriku saja," jawab Rizqy tulus.


"Benarkah? lantas apa yang Mas lakukan pada menit yang tersembunyi? tidak celap celup, kan? mengambil kesempat disaat Isteri tertidur lelap," lanjut Habibah memberondong dengan pertanyaan.


Rizqy tertawa mendengarkan perkataan Isterinya.


"Apa itu celap celup? Mas tidak faham?" tanya Rizqy pura-pura lugu.


Rizqy memperelat pelukannya dan membelai punggung Isterinya lembut.


"Habibah Isteri Mas. Mana mungkin Mas sembarangan mencelupkan diri. Disana tidak tahu virus apa yang sedang bersarang. Mendingan memuaskan Isteriku saja. Isteri cantikku ini saja ingin nambah terus. Apa mungkin Mas punya tenaga untuk Wanita lain. Mas hanya ingin kamu saja, lagipula bentuknya sama jadi mengapa harus mencari yang lain." Rizqy menjelaskan. Dia tahu bukan kecemburuan yang sedang melanda Isterinya tapi rasa lain yang sulit di utarakannya.


Habibah tersenyum, dia menyerang Suaminya dengan ciuman menggebu membuat Rizqy merasakan kenikmatan yang luar biasa.


Setelah puas, Habibah melepaskan diri dari pagutan panas mereka.


"Mas, jika Mas menghianati pernikahan kita aku tidak segan-segan membuat punya Mas menjadi buntung. Biar adil, Wanita lain tidak akan merasakannya. Setelah itu aku sangat bahagia. Meskipun Mas Rizqy sangat tampan tapi begitu tahu punya Mas buntung, siapa yang mau dengan Mas Rizqy. Sebaliknya, sejelek-jeleknya Habibah Rosy, aku tetap diperebutkan karena punyaku masih utuh, legit dan nikmat. Siapa yang akan menolak!" ucap Habibah tegas.


"Apa ini sebuah ancaman untuk Mas. Baiklah, Mas akan melakukan hal yang sama. Mas tidak akan membiarkan siapapun memiliki kamu apalagi menikmati milikku. Kamu itu punya Mas hanya kamu satu-satunya. Hanya kamu yang ingin Mas nikmati dan tidak ingin Wanita yang lain. Jadi jangan mencoba untuk tidak mempercayai Suamimu ini, mengerti?" sahut Rizqy mempertegas rasa untuk Isterinya.


"Benar kah? sedari awal aku hanya mengingatkan Mas, siapa yang menjamin kalau Mas tidak akan tergoda dengan Wanita lain." Habibah menanggapi perkataan Suaminya dengan ketegasan.


"Insha Allah, Mas hanya menginginkan kamu. Apalagi Mas memiliki Isteri yang hebat. Kamu menggunakan pujian yang Mas ucapkan untukmu sebagai senjata untuk menyerang Mas. Aaaah Habibah, punyamu sangat legit dan nikmat." Rizqy tak berbasa basi lagi. Sebelum subuh benar-benar datang, dia membalikkan posisi. Kini dia kembali memadu cinta. Aroma tubuh Habibah membuatnya mabuk kepayang. Dia mengenal banyak Wanita, bertemu dan berinsteraksi dengannya. Namun hanya Habibah yang berhasil membuat hasrat itu timbul. Entah mengapa? Habibah Rosy sangat berbeda dengan Wanita-wanita diluar sana. Rizqy sangat menyukainya.


Subuh pun menjelang, Rizqy menyudahi menyatuan mereka yang singkat. Rizqy mengakui kepuasannya. Dia mengecup dahi Habibah setelah itu membiarkan Habibah terlebih dahulu membersihkan diri.

__ADS_1


Habibah di kamar mandi, dia tersenyum sekaligus tersipu mendapati tubuhnya penuh dengan tanda kepemilikan. Tanda siang pertama, malam pertama, Subuh pertama dan selanjutnya. Apa dia akan selalu mendapatkannya? dia akan senang jika itu akan terjadi.


Selesai mereka membersihkan diri. Rizqy dan Habibah melaksanakan kewajiban Subuh. Mereka hanyut dalam untaian doa yang hanya di panjatkan Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


"Sayang, apa kamu melihatnya? apa kamu menemukan sesuatu?" tanya Rizqy disaat dia selesai melaksanakan Shalat.


"Iya, aku sudah menyimpan dan menyalinnya. Tidakkah itu berbahaya, Mas?" jawab Habibah. Matanya mulai berkaca-kaca bila mengingat apa yang dikerjakan Suaminya. Dia baru tahu siapa Rizqy sebenarnya dari vidio itu.


"Insha Allah tidak akan terjadi apa-apa. Selama Isteriku ini senantiasa berdoa, memohon kepada Tuhan agar kita selalu dalam perlindungan dan pertolongan Allah maka semuanya akan baik-baik saja. Percaya sama Mas ya? Mas akan berusaha menjaga kamu dan tidak akan menempatkan kamu dalam bahaya." Rizqy menenangkan Isterinya yang mulai gelisah tentang dirinya.


Sebenarnya kegelisahan itu yang ingin diungkapkan Habibah. Hanya saja dia bingung harus memulai seperti apa. Terjadilah pembicaraan panjang tadi. Habibah pada akhirnya menangis juga. Dia memeluk Suaminya, dia takut jika terjadi sesuatu dengan Suaminya itu. Demi tugasnya, Rizqy harus menempatkan diri dalam bahaya, karena di dalam bahaya itu petunjuk itu berada.


"Tenang sayang, selama identitas Mas tidak terungkap maka akan aman-aman saja. Mas tidak akan melibatkan kamu, jadi selama Mas memproses ini alangkah amannya kamu tetap tinggal di Desa. Mas akan menemui kamu Jum'at sore dan Minggu sore Mas akan kembali ke Mentaram. Untuk sementara waktu, Mas tidak ingin orang lain mengetahui keberadaan kamu."


Habibah mengangguk mengerti apa yang diinginkan Suaminya. Ini demi kebaikan mereka berdua.


***


Rizqy dan Habibah terlihat berolahraga di Taman yang berada di depan Hotel Ardiaz Mentaram. Pada taman itu, di bangun Taman bacaan, tempat permainan anak dan juga lapangan bola basket serta adanya lapangan umum terbuka. Lapangan itu disebut Lapangan umum Mentaram.


Mereka berdua terihat berlari. Rizqy berusaha mensejajarkan diri agar tidak terlalu jauh dari Isterinya. Tidak terlihat kemesraan di antara mereka berdua layaknya sepasang Kekasih. Mereka seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Cuek dan tidak peduli. Kesan itulah yang pantas disematkan untuk Rizqy. Pria itu sibuk dengan dunianya sedangkan Habibah asyik dengan pemahamannya. Dia tersenyum riang berlari mengejar Prianya. Meskipun tak terkejar, Habibah tahu Suaminya itu tidak akan meninggalkannya.


Keynand yang ikut berolahraga merasa dirinya semakin pantas untuk Habibah. Dia akan mensejajarkan dirinya dan senantiasa memanjakan Wanitanya. Tidak akan membiarkan Isterinya kelelahan mengejar.


Sesaat apa yang terjadi, Rizqy berbalik arah.


"Berhenti Bibah," ucap Rizqy.


"Iya kenapa?" tanya Habibah bingung. Dia menghentikan langkahnya. Rizqy tiba-tiba jongkok. Meraih tali Sepatu Habibah yang terlepas lalu mengeratkan tali Sepatu itu. Habibah ikut berjongkok, mensejajarkan diri dengan Suaminya.


"Terima kasih, Mas," ucap Habibah lirih.


"Iya sama-sama, sayang," balas Rizqy berbisik.


Perlakuan manis itu, tak lepas dari pandangan orang-orang di sekitar. Mereka terpaku dan sebagian merasa iri dengan perlakuan manis itu.


"Cuek dan seakan tak peduli, tapi ternyata so sweet banget."


Berbagai ungkapan terdengar di sekitar. Habibah yang mendengarkannya tersipu sedangkan Rizqy terlihat santai. Mereka berdua kembali melanjutkan langkahnya.


Keynand yang ikut menyaksikan tanpa sadar menyunggingkan senyum. Kali ini dia kalah lagi. Dia teringat saat Isterinya tertinggal gara-gara Ega mengikat tali Sepatunya. Keynand menggelengkan Kepala jika mengingat itu. Dia sangat memperhatikan Isterinya namun dia luput memperhatikan hal yang sepele. Berbeda dengan Rizqy, dia terihat cuek dan pasangan itu juga tidak suka mengumbar kemesraan di depan umum. Namun nyatanya secara diam-diam Rizqy memperhatikan Isterinya.

__ADS_1


"Rizqy!" Terdengar seseorang memanggil Pria dingin itu.


Bersambung.


__ADS_2