
"Dobrak saja, kalau nanti kita ribut ada kesempatan Wanita itu bisa melarikan diri," ucap seseorang memberi komando.
"Iya, dobrak saja."
Terdengar suara dari orang lain yang tak sabaran ingin menggerebek pasangan itu.
"Iya, mereka berdua senang-senang berzin*, kita yang mendapatkan bencananya. Kita seret saja pasangan itu." Teriak seseorang menumpahkan kekesalan.
"Tidak menyangka Pria sealim Rizqy ternyata bej*t juga. Dia berani sekali memasukkan Wanita ke dalam rumah. Bukannya dia belum menikah lagi?" Terdengar para Ibu menumpahkan amarahnya.
Mereka diliputi keheranan, karena tidak menyangka Duda tampan itu berani melalukan perbuatan tercela itu. Selama dua tahun dia tinggal di Perumahan ini, selama itu tak ada gosip ataupun desas desus dia bermain Wanita. Dia terkenal ramah, sopan dan santun. Bahkan dia sangat baik dan suka berbaur dengan Masyarakat di sekitarnya. Dia juga tidak pernah ketinggalan ikut serta dalam kegiatan baik agama dan sosial.
Rizqy merupakan panutan bagi para Pemuda dan Pemudi disini. Tapi sekarang apa yang sedang terjadi, dia ternyata mencoreng sendiri citra baik dengan perbuatan hina itu. Rupanya kelakuan Rizqy tak setampan parasnya. Ternyata busuk!
Warga geram melihat Vidio seorang Wanita berpakaian minin dan sexy masuk ke dalam rumah Rizqy. Dalam Vidio itu terlihat Rizqy memeluk seorang Wanita dengan mesra. Tidak itu saja dia memakan bibirnya dengan rakus. Jika dilihat, dalam vidio itu terlihat Wanita yang berbeda. Wanita satu menggunakan Gaun minim. Sedangkan Wanita yang dijamah oleh Pria itu menggunakan hijab.
Melihat itu warga langsung geram, baru saja mereka turun dari Masjid sudah disuguhkan Vidio tindakan asusila. Tanpa pikir lagi mereka langsung mengumpulkan warga kemudian mendatangi rumah Rizqy.
Entah siapa yang memprovokasi warga sehingga begitu cepat mereka tersulut api dengan berita yang belum tentu kebenaran.
Braaak
Kayu Jati yang menjadi Pintu rumah Rizqy terbuka dengan sempurna setelah di dobrak oleh beberapa orang. Mereka berdua beringsuk masuk dan langsung menuju kamar pribadi Pemilik rumah.
Tanpa mempertimbangkan apapun, mereka langsung mendobrak kamar Pribadi itu.
Braaak
Lagi kerusakan terjadi saat Pintu kamar pribadi pemilik rumah berhasil di buka.
"Astaghfirullah."
Mereka terkejut dengan penampakan di atas Ranjang. Terlihat Rizqy sedang memeluk Wanita di sampingnya dengan sangat mesra. Sedangkan Sang Wanita menyusup masuk dalam dekapan Pria itu.
Rizqy yang mendengarkan suara keras, langsung terbangun. Pun begitu dengan Wanita di sampingnya. Kedua pasang mata itu terkejut dengan kehadiran warga yang tiba-tiba mendobrak dengan pandangan tak bersahabat.
"Jadi ini kelakuan kalian setiap malam?" tanya seorang Bapak-bapak geram.
"Tak menyangka mereka berbuat zin*, kita seret saja terus kita pertontonkan di hadapan warga." Geram seseorang.
"Iya, kita seret saja," teriak warga dalam waktu bersamaan.
Rizqy tersentak kaget dengan apa yang dilihatnya. Beberapa warga sudah berada di kamar pribadinya. Dia tak mengerti apa yang sedang terjadi. Mengapa banyak warga mendatanginya. Hal itu membuatnya bingung apalagi dia terbangun dengan paksa, linglung itulah yang terjadi. Sedangkan Wanita yang ada di sampingnya melihat adanya warga dengan cepat meraih selimut lalu masuk ke dalam selimut untuk menutupi dirinya.
"Ada apa ini? kenapa Bapak-bapak dan Ibu-ibu masuk begitu saja di rumah saya?" tanya Rizqy keheranan.
"Alaah, sudah terciduk juga kenapa tiba-tiba berlagak pilon. Itu siapa di samping kamu, kalian sedang berbuat zin*, kan?" sahut seorang Bapak dengan ketusnya.
"Eh Jal**g, kenapa bersembunyi? coba perlihatkan wajahnya biar kita sebarkan," ucap seorang Ibu-ibu dengan kasarnya berkata.
__ADS_1
"Astaghfirullah, jam berapa sekarang?" tanya Rizqy kepada diri sendiri. Pikirnya tentu saat ini sudah pagi dan kenapa dia ketiduran tak mendengar suara adzan. Tidak biasanya seperti ini, dia tidak pernah sampai kesiangan meskipun selarut apapun dia tidur.
"Subuh sudah berlalu, apa karena kalian keasyikan hingga kesiangan," sahut seorang Bapak memberitahu.
Rizqy terkejut, apa yang terjadi sebenarnya? tanya itu menjebaknya dalam kerumitan. Dia juga heran dengan Habibah yang juga ikut kesiangan. Isterinya itu selalu bangun lebih awal dan kenapa sekarang dia juga tak mendengar suara adzan. Apa mereka terkena serep sehingga tak sadar. Berarti ada maling masuk ke rumahnya. Karena hanya Maling yang dipercaya memiliki ilmu serep.
Rizqy benar-benar terjebak dalam dugaan yang membuatnya semakin kacau. Sejurus kemudian dia tersadar. Jangan-jangan Wanita di sampingnya bukan Isterinya melainkan Wanita lain. Orang tersebut menebarkan serep terus mereka berdua tak sadarkan diri. Setelah tak sadar, Habibah di ganti dengan Wanita lain dengan tujuan menjebaknya dan datanglah para warga membuktikan gosip yang beredar.
Memikirkan itu, Rizqy menjadi panik sendiri. Dia menyingkap sedikit selimut yang membungkus Wanita itu. Rizqy tersenyum lega mendapati Wanita di sampingnya adalah Habibah. Isterinya terlihat tenang, dengan isyarat mata dia berusaha mengalirkan ketenangan untuk Rizqy.
Lega, itu yang dirasa. Ternyata dugaannya tak benar. Namun jebakan itu pastilah sedang terjadi.
"Maaf Bapak-bapak ini hanya salah faham. Biarkan saya dan Isteri saya melaksanakan Shalat subuh dulu," pinta Rizqy penuh harap agar para warga bersedia memberikan waktu untuk melaksanakan dua rakaatnya.
"Inget juga kamu shalat setelah berbuat dosa itu," ucap seorang Wanita dengan pandangan mengejek.
"Jangan beri kesempatan, kita seret saja. Itu pasti hanya alasan saja," celoteh seseorang yang tiba-tiba bersuara di dalam keheningan.
Rizqy seperti mengenal suara itu, kini dia sadar bahwa dirinya dijebak. Untung saja, Wanita hadiah berhasil diusir sedangkan Wanita yang berada di sampingnya adalah Isteri sahnya.
"Biarkan kami melaksanakan Shalat subuh dulu. Ini tidak seperti yang Bapak-bapak dan Ibu-ibu tuduhkan. Wanita ini Isteri sah saya, kami sudah menikah."
Mendengarkan pengakuan Rizqy membuat warga saling pandang dan diliputi tanda tanya. Kapan Rizqy menikah? apa mungkin hanya kebohongan untuk membela dirinya.
"Apa Bapak-bapak dan Ibu-ibu bersedia menanggung dosa kami berdua karena tak membiarkan kami melaksanakan Shalat?" Rizqy mengambil kesempatan disaat warga terdiam dalam kebingungan.
"Jangan percaya, sebelum mereka berdua bisa membuktikannya," ucap seseorang kembali memprovokasi warga.
"Jangan mau, bisa-bisa Para Ibu-ibu kamu goda. Bukannya shalat malah melanjutkan kegiatan panas kalian," sahut seseorang itu lagi.
"Astaghfirullah, saya tak selicik kamu yang selalu menghalalkan cara meski tahu bahwa semua itu haram di lakukan. Kami hendak Shalat, kenapa susah sekali kalian izinkan. Kenapa saya meminta hanya Para Ibu-ibu menjaga kami, karena aurat Isteri saya tidak boleh dilihat oleh Laki-laki yang bukan mahrom, Bapak-bapak mengerti, kan?" timpal Rizqy hampir frustasi dengan serangan yang dihadapi sekarang.
"Coba Bapak-bapak kenali siapa yang berbicara tadi, apa warga sini?" lanjut Rizqy sudah tidak bisa bersabar lagi. Tidak ada waktu lagi, jika terus-terusan berdebat sementara Matahari takkan mengulur waktu untuk terbit.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ada di rumah Rizqy memusatkan perhatian kepada seseorang yang sedari tadi lebih bersuara dengan lantang daripada warga lainnya.
Seseorang itu merasa dirinya tertangkap basah karena ketahuan bukan warga mereka, dengan tampang tak berdosa mengatakan bahwa dia hanya ikut-ikutan saja.
Setelah terjadi perdebatan alot, pada akhirnya Rizqy dan Wanita itu diizinkan untuk melaksanakan Ibadah mereka. Para Ibu-ibu tetap berada di kamar untuk mengawasi mereka berdua. Sedangkan Bapak-bapak menunggu di luar.
Wanita dibalik selimut, perlahan-lahan menurunkan selimut yang menutupi auratnya. Terlihat Wanita berkulit cokelat dengan rambut panjang menjuntai hingga pinggang. Dengan tenang dia beringsut dari ranjang kemudian berjalan ke kamar mandi bersama Rizqy. Hanya senyum tipis yang ditampilkan sebagai bentuk ramah tamahnya.
"Cantik ya? meskipun berkulit cokelat tapi keliatan glowing." salah satu Ibu berkomentar. Dianggukkan sebagian oleh Ibu-ibu.
Beberapa menit kemudian sepasang Suami Isteri itu keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap. Rizqy menggunakan kaos oblong berwarna putih dan kain sarung yang dibawa Isterinya. Terpaksa mereka berganti pakaian di kamar mandi karena tak ingin aurat masing-masing terlihat oleh orang lain. Rizqy tak ingin tubuh indahnya tereskpos agar para Ibu tak berimajinasi liar jika melihat tubuh indah dan kekar miliknya.
Semestinya, bukan hanya Wanita saja yang harus menutupi aurat. Lelaki pun perlu menutupi keindahan tubuhnya agar tak memberikan kesempatan kepada Setan menabur khayalan kepada para Wanita selain pasangan sah masing-masing.
Selanjutnya pasangan Suami Isteri itu melaksanakan dua rakaatnya. Mereka seakan mengesampingkan keberadaan Para Ibu-ibu dengan setia mengawasinya.
__ADS_1
Setelah selesai, Wanita yang bersama Rizqy merapikan alat shalat kemudian menyambar Jilbab instan untuk menutupi rambutnya yang masih basah.
***
Kini di ruang tamu mereka berada. Rizqy terlihat tenang, mata jernihnya memandang satu persatu orang-orang yang sedang menunggu penjelasannya. Dia menghirup udara kemudian melepaskan karbo dengan berlahan. Tarikan nafas itu membuatnya sedikit tenang.
"Wanita di samping ini adalah Isteri sah saya, namanya Habibah Rosy," ucap Rizqy memulai pembicaraan.
Habibah mendongakkan wajahnya, memandang para Ibu-ibu sedangkan dengan Para Bapak-bapak sedikit menunduk. Dia menampilkan senyum ramah dibarengi anggukan kepala membenarkan apa yang disampaikan oleh Rizqy.
Terlihat para warga saling pandang selanjutkan terjadi kasak kusuk yang berasal dari Ibu-ibu.
"Mas Rizqy kenapa pernikahannya disembunyikan terus mendadak pula? apa terjadi kecelakaan?" tanya seorang Ibu dengan polosnya. Rasa ingin tahunya menghadirkan pertanyaan yang di dalamnya terkandung tuduhan.
"Mohon maaf, bukan bermaksud menyembunyikan pernikahan. Kami melaksanakannya sangat sederhana, dihadiri oleh keluarga dan tidak lupa Bapak dan Ibu RT. Bagaimana pun juga saya harus meminta izin dari Pak RT agar beliau tahu warganya ada yang sudah menikah." Rizqy menjawab pertanyaan dari Ibu itu dengan tenang.
"Oh ya, Alhamdulillah kita tidak mengalami kecelakaan. Sebenarnya rencana pernikahan sudah lama terjadi sebelum saya menikah dengan Jessi mantan Isteri saya. Karena terjadi kesalah fahaman sehingga rencana pernikahan kita yang dulu urung terjadi. Setelah kita berpisah lumayan lama, akhirnya Tuhan mempertemukan kembali dengan calon Isteri saya. Saya dalam status Duda dan Isteri saya masih lajang, karena masih saling mencintai pada akhirnya memutuskan untuk merajut kembali impian kita dulu." Rizqy melanjutkan penjelasannya.
"Oh begitu?"
Setelah mendapatkan penjelasan, para warga meminta maaf karena telah salah faham dan menelan begitu saja informasi yang mereka dapat tanpa terlebih dahulu mencari kebenarannya. Mereka juga merasa bersalah karena telah merusak Pagar dan Pintu rumah Rizqy.
Hal itu terjadi karena terlalu percaya dengan Vidio yang dikirim oleh seseorang pada group mereka.
"Ini memang Vidio asli dan tidak di rekayasa. Dalam Vidio terlihat saya memeluk dan mencium seorang Wanita, itu terjadi di Rofttoop Hotel. Waktu itu saya sama Habibah menikmati keindahan malam. Namanya juga waktu itu saya baru menikah, enggak tahan ingin menikmati Isteri," ucap Rizqy sambil tersenyum malu sedangkan Habibah tertunduk dengan rona merah di pipinya.
"Nampaknya Isteri Mas Rizqy itu pemalu ya?" celoteh seorang Ibu-ibu dengan diakhiri kekehan.
"Terus Wanita dengan pakaian kurang bahan ini siapa?"
Rizqy menjawab dengan menceritakan sedikit tentang masalah pekerjaan. Ada usaha seseorang menjebaknya dan mencari keuntungan dari reputasinya yang hancur. Seperti saat ini yang sedang terjadi. Jika ternyata benar maka mereka punya senjata untuk mengancamnya dengan Vidio dirinya bersama Wanita dalam tanda kutip. Ternyata jebakan mereka tak berhasil.
Ini terjadi karena menyangkut proyek yang tak berhasil didapatkan oleh Seseorang tersebut sehingga cara kotor pun dilakukan.
"Oh begitu?"
Para warga merasa tak enak hati atas tindakan yang tak seharusnya terjadi. Mereka menuduh salah satu warganya berbuat tindakan asusila tanpa mencari tahu kebenaran terlebih dahulu dari apa yang mereka lihat. Mereka percaya begitu saja dan langsung bertindak kasar. Memang seperti itu, mudah diprovokasi dan gampang tersulut dengan hal-hal yang sensetif.
"Tindakan Mas Rizqy itu sangat benar, kita harus tegas tak memberikan kesempatan bagi mereka bermain-main dan mencari kepentingan untuk dirinya sendiri dan merugikan rakyat," ucap seorang Bapak mendukung apa yang dilakukan Rizqy.
Mereka juga menonton kejadian terusirnya Wanita hadiah itu dari CCTV yang terpasang di Rumah Rizqy. Itu dilakukan untuk meyakinkan warga agar tak berprasangka bahwa Wanita itu berhasil masuk ke rumahnya dan menimbulkan fitnah lainnya. Bisa saja mereka mengambil celah dari Vidio yang beredar dan menambahkannya. Untungnya Rizqy mempunyai bukti yang akan membantah jebakan selanjutnya.
hahahahaha
Warga tertawa melihat isi Vidio itu. Dimana Wanita itu lari terbirit-birit melihat Hantu. Padahal Itu Isteri dari Rizqy yang menggunakan Mukena Putih dan berdiri dalam kegelapan. Sekilas memang seperti Hantu, karena yang terlihat warna putih dengan suara Kunti yang berasal dari Handphone.
"Lantas bagaimana dengan orang ini? kita apakan dia?" tanya seorang Bapak mencekal tangan seorang Pria bertopi hitam. Dia hendak melarikan diri disaat Warga sudah mengetahui kebenaran bahwa Rizqy tak melakukan perbuatan hina yang mereka rekayasakan.
"Orang ini biar saya yang urus," jawab Rizqy dengan pandangan mematikan yang di tujukan kepada Pria itu. Dia tahu Pria itu adalah orang suruhan. Dia yakin ada seseorang yang ingin membuatnya hancur. Orang tersebut menginginkan agar Rizqy berhenti untuk mencari tahu dan mencari bukti. Apa mereka sudah mengetahui identitasnya? Hal itu membuatnya gusar memikirkan keselamatan Habibah.
__ADS_1
Bersambung.