
Mengembirakan. Lihatlah siapa yang ada di hadapanku ini? Baiq Rizqia Anggeraini. Tadinya saya pikir kamu tidak akan pernah kembali dan saya berharap kamu hanya tinggal nama," ucap Julaekha sarkas diiringi dengan senyum sinisnya. Namun dibalik itu semua Julaekha tidak berhasil menyamarkan keterkejutan dan rasa gelisah entah tentang apa. Qia berhasil melihat itu dibalik senyum sinis Wanita itu.
"Assalamu'alaikum. Apa khabar Ibu Julekha? Senang bertemu dengan anda kembali."
Qia membalas senyum sinis Julaekha dengan kata sopan dan juga ramah.
Julaekha kembali memperlihatkan seringaian sinisnya. Qia tidak terpengaruh dengan apa yang diperlihatkan oleh Dosennya itu.
Qia melihat perubahan besar pada diri Julaekha. Penampilan Wanita itu sungguh sangat cetar. Lehernya di hiasi Kalung bertahta berlian, Kedua telinganya terpasang anting-anting yang berkilauan, pergelangan tangan dan jarinya juga dihiasi gelang dan cincin yang kesemuanya adalah berlian. Julaekha menenteng Tas branded asli yang ditaksir berharga ratusan juta. Keynand benar-benar telah memanjakan Isterinya dengan kemewahan.
"Untuk apa kamu kembali?" Tanya Julaekha terlihat menyelidik dan tak suka.
Qia memutar matanya dengan malas. Namun tetap saja harus menjawab. Membuat orang penasaran bukanlah keahliannya.
"Ke kampus tentulah untuk menuntut ilmu, mau apalagi. Saya bukanlah orang yang suka menyia-nyiakan waktu karena itulah saya kembali untuk memperjuangkan kembali apa yang ingin di perjuangkan agar tidak berakhir sia-sia. Tentu saya tidak mau merugi dan yang hanya meninggalkan nama tanpa berarti apa-apa seperti ingin anda," jawab Qia panjang lebar dan terdengar sangat sopan. Qia masih sangat menghargai Wanita itu yang merupakan Dosennya.
Hahahaha
Julaekha tertawa lebar terdengar seperti mengejek Gadis muda di hadapannya.
"Apakah kamu berharap setelah ini dinikahi oleh seorang Pengusaha Duda kaya raya?" ucap Julaekha menyindirnya.
"Itu bukan niat saya, tapi jika ternyata Duda kaya raya itu masih menginginkan saya menjadi Isteri dan Ibu sambung dari Bocah tampan seperti Raski Ananda Ardiaz apa boleh buat saya akan menerimanya dengan sukarela," sahut Qia dengan santai. Gadis itu terlihat sangat tenang menghadapi Julaekha yang berusaha merusak mentalnya dengan memperlihatkan dirinya sekarang yang sangat luar biasa semenjak menikah dengan Keynand.
Wanita itu tersenyum sangat angkuh. Dia menyedekapkan kedua tangannya dengan tatapan tajam ke arah Qia. Namun Qia tak gentar sekalipun dia melihat Wanita itu ingin menelannya hidup-hidup.
"Sial, dia tahu nama lengkap Raski. Aku sendiri baru mengetahui nama bocah itu darinya. Sebenarnya apa peduliku. Mengetahui nama keluarga itu tidak penting. Terpenting adalah aku berhasil menempatkan diri sebagai salah satu anggota keluarga Ardiaz." Julaekha membatin.
"Coba saja, kalau kamu ingin berakhir dengan mengenaskan. Keynand akan menendangmu jika berani merayunya. Dia sangat mencintaiku sebagai Isterinya dan tentu saja Suamiku itu sangat bucin. Ah sangat senang diperlakukan dengan penuh cinta dan romantis. Jadi jangan membuang waktumu yang hanya akan membuat Keynand semakin jijk. Apa kamu tahu selama ini Keynand tidak menginginkan kamu sama sekali. Dia memanfaatkan kamu hanya untuk membuatku cemburu. Itu apa artinya, dia sebenarnya menginginkan aku yang sangat sulit digapainya dan memanfaatkan keluguan kamu untuk mencapai tujuannya. Tujuannya berhasil, kan? Nyatanya kita hidup bersama dan saling mencintai."
Julaekha bercerita penuh antusias menggambarkan kehidupannya dengan Keynand yang harmonis dan penuh kemesraan.
Sementara Qia menanggapinya dengan senyum tipis. Tidak menyangka Wanita yang dulu dikagumi ternyata sangat manipulatif.
"Benarkah? Wow saya sangat terkejut mendengarkannya tentu saya ikut bergembira jika benar-benar itu terjadi. Perlukah saya mengucapkan kata selamat atas kebahagiaan anda yang ternyata hanya terjadi dalam angan."
__ADS_1
Qia tidak tahan untuk tidak membalas kesombongan Wanita itu dengan penuh kehalusan dan menyimpan ejekan yang membuat wanita itu telak. Terbukti Julaekha terlihat meradang saat mendengar kalimat terakhir yang tidak mempercayainya.
"Qia, jangan coba-coba menjadi Pelakor dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Satu hal lagi akan aku pastikan Keynand tidak sudi melirikmu. Maumu apa Pe-la-kor," ucap Julaekha menekan kalimat terakhirnya.
Para mahasiswa yang semula tidak peduli dengan perdebatan kedua Wanita itu, kini terusik dengan tiga kata terakhir yang sangat sensitif. Seketika mereka mendadak berhenti kemudian memperhatikan Julaekha dan Qia yang masih terlihat berdebat. Lalu bisik-bisik tak jelas terdengar berdasarkan asumsi masing-masing.
"Saya Pelakor ya? Apa Pelakor itu maksudnya Perebut Laki Orang? Menurut anda siapa yang harus saya rebut? Apa Calon Suami saya Keynand Putra Ardiaz yang tiba-tiba saja menjadi Suami anda. Menurut anda siapa yang telah menjadi Pelakor di sini? Saya atau anda?" Sahut Qia dengan suara rendah namun masih terdengar oleh siapapun yang ada di sana. Qia terlihat tenang dengan tatapan yang penuh perhatian melihat wajah Julaekha yang mengeras.
"Jaga omongan kamu. Keynand yang memilih aku menjadi Isterinya. Pantas saja Keynand berpaling, ternyata seperti ini kelakuan kamu yang ternyata sangat buruk dan tidak sopan. Keynand tidak sudi hidup dengan Gadis murahn dan rendah seperti kamu, makanya memilih Wanita berkelas seperti saya."
Qia kembali tersenyum dengan bantahan Julaekha yang mengada-ngada. Gadis itu merasa menyesal meladeni Julaekha yang ternyata sangat berambisi untuk mempermalukannya. Apalagi terdengar para Mahasiswa berbisik-bisik dan menatap sinis ke arah Qia. Mendapatkan dukungan itu, Julaekha merasa di atas angin. Bagaimana pun juga seorang Pelakor pasti tidak disukai oleh siapapun terbukti semua pasang mata memihaknya. Qia terpaksa harus meladeni dengan tenang dan tidak gentar sama sekali. Meskipun sebenarnya dia sangat malas melakukan hal ini yang dianggapnya hanya perbuatan kekanak-kanakan. Tapi Julaekha semakin menjadi-jadi membuatnya sangat jengah.
"Oh ya? Tidakkah ingin berkaca Ibu Julaekha Syarifah yang berkelas? Siapa sebenarnya yang telah merendahkan harga dirinya? Saya atau anda? Apakah saya perlu ingatkan? Mungkin saja anda telah lupa atau sengaja lupa. Siapa yang telah membuat surat palsu dan pesan suara palsu yang menirukan suara saya? Tidak itu saja siapa yang telah menjebak Abang Keynand sehingga dengan terpaksa menyanggupi untuk menikahi anda. Siapa? Jelas saja jawabannya adalah Ibu Julaekha Syarifah. Jika saja Abang Keynand tidak di jebak oleh anda, dalam angan pun Abang Keynand tidak sudi menikah dengan anda apalagi dalam kenyataan. Satu hal lagi apa benar anda telah berhasil memiliki hati Abang Keynand? Jawablah dengan kejujuran tanpa harus membohongi diri sendiri."
Qia benar-benar muak dan memilih membukam Wanita itu dengan kebenaran yang pernah dilakukan olehnya untuk memiliki Keynand dengan perbuatan licik.
"Oh ya jangan takut, saya tidak akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik saya. Menjebak bukan keahlian saya jadi jangan panik. Saya permisi Ibu Julaekha," pamit Qia dengan sopan. Gadis itu berlalu meninggalkan Julaekha yang terlihat syock tidak mampu membalas apa yang di katakan Qia.
"Sial, dari mana Qia tahu semua ini?" tanya Julaekha berusaha menekan amarahnya. Dia mengepal tangannya ingin segera mengamuk. Jika saja dia tidak ingat saat ini dia berada di keramaian tentu saja dia langsung meluapkan amarahnya untuk membanting segala apa yang ada di hadapannya.
"Diam kamu, apa kamu ingin di banting," sahut Julaekha kasar.
Mahasiswi itu tidak ingin meladeni. Mereka berlalu meninggalkan Julaekha dan tidak lupa berpamitan.
Julaekha menepi kemudian meraih Handphone lalu menghubungi seseorang sebagai tempat dia meluapkan amarah.
"Hallo, kamu di mana Riz?"
"Ada apa? Apa kamu kangen? Oh ya terima kasih oleh-oleh dari Parisnya saya sudah menerima dengan baik."
Julaekha mengernyitkan dahinya. Dia bertanya kapan Laki-laki itu mengambil oleh-oleh yang diberikan secara langsung. Saat menemukan alamat yang di serlok oleh Laki-laki itu Julaekha bahkan tidak menemukan keberadaannya. Hanya ada Asisten Rumah Tangga yang bersedia menerima paket itu. Bersembunyi di mana orang ini sehingga Julaekha tidak sama sekali menemukan jejaknya.
"Jangan becanda, aku tidak mungkin kangen sama kamu. Kalau kamu punya uang banyak baru aku akan mempertimbangkannya."
"Hahaha. Dasar matre. Terus kenapa kamu menghubungiku?"
__ADS_1
"Aku ingin memarahimu."
Dengan kasar Julaekha memarahi seseorang yang ada diseberang handphone. Dia juga meluapkan semua unek-unek yang ada dibenaknya.
"Apa kamu takut sama Qia? Dia bukan tandingan kamu. Dia itu bukan Wanita licik seperti kamu jadi tenanglah."
"Dia telah menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidupku yang sangat bahagia ini. Tidak bisakah kamu mengirimnya ke ujung timur sana."
"Bisa saja tapi saya tidak bisa memastikan bahwa Keynand tidak akan menemui Qia di sana. Apa kamu ingin memberikan kesempatan kepada mereka berdua untuk hidup bersama? Akan saya kabulkan Jul."
"Jangan macam-macam Riz! Apa kamu ingin mengubah haluan? Kalau itu kamu lakukan akan aku pastikan hidupmu hancur."
"Wowww ternyata kamu sudah sangat pintar mengancam. Silahkan saja akan saya ladeni. Lagipula siapa yang telah berpihak kepada kamu? Kamu saja yang menganggap tujuan itu sejalan. Kau tahu saya ingin sekali menghancurkan Keynand Putra Ardiaz. Kini bidikan saya tertuju padanya. Hahahaha."
Klik
Julaekha terkejut dengan tawa Laki-laki di seberang yang terdengar mengerikan. Setelah sadar dengan apa yang dikatakan oleh Laki-laki itu, Julaekha berusaha menjinakkan amarah yang terlanjur tersulut di hati Laki-laki yang dipanggil Riz itu.
"Shiiiit, berani-beraninya kamu menabuhkan genderang perang denganku. Aku ingin kamu mengikuti alur yang aku rencanakan tanpa kau sadari Riz agar namaku selalu baik dan kamu yang akan dipersalahkan. Bukan seperti ini mauku bajing*n!"
Julaekha mengumpati Handphone yang sudah tidak tersambung lagi. Dia sangat geram pada Laki-laki yang selama ini selalu mendukungnya dalam hal positif, tapi semenjak tahu sisi buruknya Laki-laki itu seakan mempermainkannya. Dia mengira Laki-laki itu ikut andil dalam kemenangan meraih Keynand. Tapi mengingat tujuannya kini yang telah berbeda sangat sulit menjadikannya kambing hitam dan menyembunyikan tangan dari batu yang dilemparkannya kemudian berharap Lelaki itulah yang dituduh.
Aaaaargh
Julaekha bingung harus berbuat apa? Kini kedoknya sudah diketahui oleh Qia dan dia tidak mungkin lagi berpura-pura menjadi sahabat yang baik untuk Habibah maupun Rizqy.
Keserakahan dan rasa iri maupun dengki membuatnya menanggalkan tali persahabatan itu. Dia dengan rela menghianati persahabatannya dengan Habibah dan Rizqy demi menjadi Nyonya Keynand Putra Ardiaz.
"Berpikirlah apa yang harus kamu lakukan agar semua rencana itu berjalan dengan lancar," guman Julaekha pelan dalam kesendirian. Wanita itu tahu tidak akan ada yang mendengarkan apalagi mengetahui segala rencana yang memenuhi Otaknya.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan."
Dia bersorak riang setelah menemukan ide cemerlang untuk memulai bergerakannya.
Bersambung.
__ADS_1