Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
S2.59


__ADS_3

Dor


Dor


Dor


Duaaaaaar


Tiba-tiba terdengar tembakan yang membuat salah satu Mobil oleng tidak terkendali. Dalam hitungan detik Mobil itu menabrak Pembatas jalan dan dalam sekejap mata Mobil tersebut terbalik bersamaan dengan orang-orang yang berada di dalamnya berusaha menyelamatkan diri.


Habibah sebagai Sopir dengan segera memelankan Mobil lalu meminggirkan kendaraan untuk berhenti. Ada rasa penasaran dan ingin mencari tahu Mobil siapa yang mengalami kecelakaan. Sebab di ketahui Reynand datang berusaha menghalau Mobil Para Pengawal Martin yang mengejar.


Di sana terlihat para Bodyguard Martin berusaha menyelamatkan diri, namun Reynand dan pasukan sudah terlebih dahulu menghadang mereka. Terjadi baku hantam antara Bodyguard Martin yang terdiri dari empat orang yang terkenal kuat. Mereka merupakan pasukan rela mati.


Reynand tidak sendiri, dia bersama Hamiz, Adly dan juga tujuh sahabat yang dengan senang hati membantunya.


Plak


Brak


Buk


Perkelahian tidak terelakkan lagi. Para Bodyguard dari Martin berusaha untuk menghalau serangan dari Reynand dan teman-temannya. Sayangnya Reynand bukan tandingan ke empat Bodyguard itu. Dia sangat tangguh, tidak perlu mengeluarkan seluruh kemampuannya keempat bodyguard itu sudah kewalahan.


Saat Para Pengawal dari Martin hampir saja lumpuh, bersamaan itu pula datang dua Mobil yang berhasil meloloskan diri dari Pengawal Reynand yang ditugaskan untuk menghalangi Mobil dari para Bodyguard yang ditugaskan Martin agar tidak berhasil mengejar Mobil yang dikemudikan Habibah.

__ADS_1


"Bang Reynand, dari mereka ada yang memiliki Senpi."


Terdengar pemberitahuan dari seseorang yang bersuara cempreng. Dia tetap berada dalam persembunyian dengan Laptop yang ada di hadapan.


"Kata Evan, Bodyguard dari Martin ada yang memiliki Senjata Api, jadi kita harus hati-hati," ucap Reynand memberitahu teman-teman yang siap membantunya.


"Bahaya juga ya? Sementara kita hanya Bang Reynand saja yang memiliki Pistol," ucap Rian gentar juga.


"Insyaa Allah tidak akan terjadi apa-apa. Sebisa mungkin kita harus menghindar. Tingkatkan kewaspadaan kalian. Gunakan mata dan telinga kalian sebaik-sebaik mungkin untuk mendeteksi bahaya itu," timpal Lexi berusaha untuk membangun keberanian mereka.


Kompak, mereka mengangguk dan dalam posisi siaga mereka sudah siap menghadapi pasukan Martin yang terlihat mendekat.


"Sebenarnya ada satu lagi orang yang memiliki Senjata Api dan sangat ahli menggunakannya," ucap Lexi di sela-sela mereka mulai bergerak.


"Siapa?" tanya Juna penasaran.


Lexi tertawa di akhir cerita.


Juna dan Rian yang mendengarkannya di liputi tanya tentang Isteri dari Lexi. Dia tidak mengira Wanita yang berpenampilan culun itu ternyata suhu. Jika dilihat dari kepolosan dan keluguannya tentu tidak ada yang menyangka bahwa dia sosok yang tangguh.


Dipta juga ikut dilanda tanya. Dia dan Evan telah mengetahui rahasia Lily yang merupakan Baiq Ega Fajrina. Isteri dari Lexi merupakan sahabat mereka, hanya saja Juna dan Rian tidak mengetahui itu. Kini Lily sedang berusaha menyembunyikan identitas dirinya untuk menghindari bahaya.


"Hebat juga Isteri elu, Lex!" sahut Reynand tulus menyanjung. Dia berpikir setelah ini akan mengurus izin kepemilikan Senjata Api untuk Lika. Perlu juga dia melengkapi Senjata canggih untuk melindungi Isteri dan keluarga dari bahaya. Mengingat dirinya seorang Pengusaha, tentu bahaya senantiasa mengintainya.


"Itu karena mendiang Beni. Lily memiliki Senjata itu saat menjadi Isteri Beni. Mendiang Beni ternyata pernah menjadi atlet menembak tapi sahabat-sahabatnya tidak tahu itu. Hanya Sang Isteri yang mengetahuinya dan bersama-sama mempelajari lalu memiliki Senjata itu."

__ADS_1


Lexi bermonolog dalam hati. Ingin rasanya menceritakan itu kepada Reynand, tapi tentu saja tidak mungkin terjadi. Itu sama artinya dia membuka identitas Lily dan mempersilahkan bahaya menghampirinya.


***


"Qia dan Mbak Habibah sebaiknya langsung ke rumah Sada biarkan kami yang akan menolong Mas Reynand dan yang lainnya."


Lika mengarahkan, dia tidak ingin Habibah ikut bertarung untuk membantu Reynand dan lainnya mengingat Habibah sedang hamil muda. Dia tidak ingin menempatkan Habibah dalam bahaya apalagi ini adalah kehamilan pertama yang di tunggu-tunggunya. Sebenarnya Lika sangat khawatir saat Habibah ngotot ikut dalam misi meskipun tugasnya hanya sebagai Sopir. Semoga saja aksi ngebut-ngebutnya tidak menganggu kehamilannya, setelah ini Lika akan meminta Habibah untuk memeriksa keadaan kandungannya bila perlu langsung bed rest.


Lika, Lily dan Maemunah turun dari Mobil dengan cara mengendap-endap agar tidak ada yang mengetahui itu. Setelah ketiganya sudah keluar dari Mobil, Habibah bersama Qia langsung mengemudikan Mobil tanpa membatah karena tidak ingin terjadi sesuatu pada janinnya jika dia keras kepala.


Setelah Mobil pergi, ketiga Wanita itu mencari tempat aman untuk bersembunyi dan bergerak di saat yang tepat untuk membantu.


"Terus terang saya belum memahami situasi ini. Kenapa Evan meminta Uda Lexi menyerang Markas Bang Reynand yang merupakan Suami mbak Lika dan saya diminta untuk menyamar menjadi Pelayan kemudian masuk ke kediaman Lelaki lucknut itu dan bergabung bersama kalian. Mana melihat adegan tidak senonoh lagi. Untung saja saya sudah nikah, coba Qia yang melihat itu, berabe, kan?" tanya Lily penasaran. Wanita itu bergidik ngeri jika mengingatnya, sesekali dia memperbaiki letak kaca mata besar yang membingkai wajah ovalnya.


Lika dan Maemunah tersenyum manis menanggapi ocehan teman baru mereka.


"Ini bagian dari rencana Mas Reynand dan Kak Rizqy, Suami dari mbak Habibah," jawab Lika memberitahu kejadian yang sebenarnya.


"Sepertinya menarik? Tadinya saya pikir Uda Lexi bermusuhan dengan Suaminya mbak Lika. Ternyata hanya sebuah siasat untuk menghancurkan lawan. Suaminya mbak Habibah itu Lalu Rizqy Anggara ya?" tanya Lily memastikan apa benar nama Rizqy yang di sebut oleh Lika adalah orang yang sama dengan rekan kerjanya di dinas lamanya dulu sebelum dia mutasi. Lily memang mengenal Habibah Rosy, Lalu Rizqy Anggara dan juga Isteri pertama Keynand yang bernama sama dengan dirinya hanya saja ada nama Baiq di depan namanya, itu yang membedakan.


Namun Habibah Rosy tidak mengetahui kalau Lily yang dikenalnya saat sedang menjalankan misi adalah teman lamanya. Ingin rasanya Lily memperkenalkan diri sebagai Ega, sahabat dari Ana dan juga Habibah Rosy saat masih bergabung di kantor dagang, tapi keinginan itu urung sebab Pelaku yang membuat Suaminya tewas hingga saat ini belum terungkap dan pewaris tunggal dari Perusahaan Hardian Otomotif yang merupakan anaknya bersama Beni Hardian Adha sedang diincar oleh mereka yang haus akan kekuasaan.


"Iya, apa mbak Lily kenal?" tanya Lika.


Lily menggelengkan Kepalanya dan dengan cepat memalingkan wajahnya. Dia tidak ingin Habibah tahu siapa dirinya. Biarlah Habibah hanya mengetahui bahwa dirinya, Beni dan anak yang mau dilahirkan tewas dalam kecelakaan malam itu. Demi keselamatannya dan Bayinya, Lily harus berpura-pura tidak mengenal Habibah Rosy maupun Rizqy Anggara.

__ADS_1


"Ceritakan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Lily mengalihkan pikirannya dari masa lalu. Biarlah orang-orang mengenalnya sebagai Lily bukan lagi Ega.


Bersambung.


__ADS_2