Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
S2.53


__ADS_3

Sementara Rizqy di Jakarta berusaha sekuat tenaga untuk mengungkapkan siapa Wanita bernama Evelyn itu. Dia mendatangi Rumah Sakit yang ada pada Vidio yang tersimpan pada gelang milik Kiano. Tidak mudah baginya untuk mendapatkan informasi tapi dia sudah memiliki bekal sehingga tidak terlalu menyulitkannya. Bersama Evan, dia mencari informasi tentang Dokter bedah yang ada pada vidio itu sebelum bertolak ke Pusat Pemerintah Negara ini. Beruntung sekali Dokter bedah itu sangat terkenal sehingga sangat mudah mengantongi identitasnya. Di tambah wajah Evelyn yang sedikit terlihat di vidio itu, menambah keyakinannya akan menemukan fakta yang sebenarnya. Wajah siapa yang menyembunyikan wajah asli Wanita itu dan indentitas siapa yang digunakannya? Itulah yang ingin diungkapkan oleh Rizqy sebenarnya.


"Maaf Tuan, Dokter Rafly sedang tidak ada di rumah. Beliau sedang berlibur ke Luar Negeri."


Informasi itu dia dapatkan dari Asisten Rumah Tangga di kediaman Dokter Bedah itu. Rizqy berpura-pura sebagai Pasien dan mengatakan mendapatkan rekomendasi dari Dokter yang bekerja di rumah sakit tempat Dokter bedah itu berdinas. Rizqy juga meyakinkan ART itu dengan penampilannya yang berkelas dan kendaraan yang mewah. Tentu saja ART itu percaya sehingga tidak ragu memberikan informasi kapan Tuannya akan kembali.


Setelah dari rumah Dokter bedah itu, Rizqy menelusuri wilayah tempat kecelakaan itu terjadi. Dia seperti anak jalanan yang tak tahu arah pulang. Setidaknya dengan perjalanan tak terarah itu dia menemukan petunjuk mungkin saja tak di sangka-sangka. Tidak lupa dia membeli beberapa bungkus Nasi Padang dengan lauk pauk yang enak dan bergizi. Buah tangan itu dia bagi-bagikan kepada teman-teman yang mungkin saja tidak mampu hanya sekedar membeli sebungkus Nasi dan sebotol air mineral. Beberapa malam ini Rizqy rutin memberikan Makanan kepada mereka sebagai rasa syukur karena Sang Isteri tengah mengandung kini. Betapa bahagianya Lelaki itu saat mendengar khabar kehamilan Habibah. Tidak puas hanya berteriak histeris dan mengucapkan rasa syukur, calon Ayah itu berjanji selama dia di Jakarta akan berbagi makanan kepada para gelandangan dan fakir miskin.


"Nak Rizqy, kamu datang lagi?" ucap seorang Laki-laki paruh baya yang rutin dia temui. Lelaki paruh baya itu seorang Pemulung yang terkadang menginap di emperan Toko.


"Iya, saya saat ini sedang bahagia karena Isteri saya terlepas dari kesedihannya. Dia sekarang sedang tersenyum di setiap harinya dan tidak lagi menyembunyikan kesedihannya. Alhamdulillah Isteri saya pada akhirnya hamil, itulah alasan dia bahagia. Saya pun sangat bahagia melihat kebahagiaannya."


Rizqy tidak henti-hentinya tersenyum dengan sesekali melihat wajah manis Sang Isteri pada Handphone yang di genggamnya.


Lelaki paruh baya itu ikut tersenyum dengan binar-binar cerah di pelupuk mata. Dia ikut merasakan kebahagiaan Lelaki dewasa di sampingnya.


"Sepertinya Nak Rizqy kangen kepadanya, kenapa tidak lekas pulang? Kok malah temenin Pria tua ini di sini, gembel pula?" ucap Lelaki paruh baya itu menatap Rizqy dengan pandangan heran.


"Sebenarnya saya ingin? tapi saya belum mendapatkan informasi tentang kecelakaan beruntun enam tahun yang lalu. Saya sudah berjanji kepada Habibah Isteri saya untuk mendapatkan informasi siapa yang meninggal pada kecelakaan itu, sebab Wanita itu ada hubungannya dengan kematian tak wajar yang menimpa adik saya."


Rizqy mulai menuturkan alasannya kenapa masih bertahan di Ibu kota, padahal sejatinya dia sangat merindukan Habibah. Dia juga sangat ingin membelai perut Habibah sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-qur'an untuk Sang janin.


"Kecelakaan beruntun enam tahun yang lalu?" Lelaki tua itu bertanya dengan mengernyitkan dahi. Dia terlihat sangat serius mengingat kapan kecelakaan itu terjadi.


"Apa Bapak pernah mendengar khabar itu?" tanya Rizqy penasaran.

__ADS_1


Sang Bapak tidak langsung menjawab, dia sibuk dengan ingatannya. Rizqy membuka Tas ranselnya lalu memperlihatkan koran yang memuat berita tentang kecelakaan itu.


Sang Bapak membaca koran tersebut dan berusaha menghubungkan dengan kejadian yang pernah di saksikan dengan mata kepalanya sendiri.


"Iya Nak, saya ingat sekarang. Pada saat itu saya berada di tempat kejadian dan ikut membantu korban untuk di bawa ke rumah sakit. Ada yang mengalami luka parah, ada juga luka ringan dan satu orang meningal, seorang Wanita muda." Sang Bapak menjawab pertanyaan dengan menceritakan apa yang diingatnya.


"Apa Wanita itu bernama Evelyn?" tanya Rizqy memastikan.


"Evelyn ya?" Bapak itu bertanya sembari berusaha mengingat apa benar nama itu yang menjadi korban.


"Iya, namanya Evelyn cuma Bapak lupa nama lengkapnya," jawab Sang Bapak dengan yakin.


Rizqy menghidupkan Handphone lalu mencari fhoto Evelyn yang dia screenshot dari vidio milik Kiano.


"Apa ini orangnya?" tanya Rizqy menyodorkan handphonenya setelah menemukan fhoto Evelyn.


"Apa Bapak masih mengingat wajah Wanita muda yang meninggal itu?" tanya Rizqy penasaran setelah Sang Bapak tidak lagi melanjutkan ceritanya. Dia tidak menyela cerita Sang Bapak dan memilih mendengarkan dengan baik. Tidak lupa merekam pembicaraan itu dan sebelumnya meminta izin kepada Sang Bapak untuk merekam semua pembicaraan mereka. Awalnya Sang Bapak bingung, tapi setelah dijelaskan oleh Rizqy tujuannya untuk apa, Bapak tersebut tidak keberatan Rizqy merekam keterangannya.


"Iya."


"Sebentar saya ambil kertas dan Pensil dulu." Rizqy kemudian membuka Tasnya kembali lalu mencari kertas F4 yang biasanya di simpan pada Tasnya dan juga mengambil pensil. Setelah menemukan dua benda itu, Rizqy meminta Sang Bapak untuk menceritakan ciri-ciri Wanita muda itu, sementara Rizqy mencoba untuk membuat sketsa Wanita muda tersebut.


"Wajahnya cantik, khas timur tengah, sepertinya dia ada turunan arab. Berkulit putih, hidungnya mancung dengan wajah berbentuk oval terus fostur badannya tinggi kurus. Wanita muda itu menggunakan jilbab."


Rizqy serius menggambar sketsa Wanita muda yang diduga bernama Evelyn dan Wanita bernama Evelynlah yang dinyatakan meninggal pada kecelakaan itu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Rizqy selesai membuat sketsa berdasarkan ciri-ciri yang dijelaskan oleh Sang Bapak. Dalam sketsa itu terlukis wajah seorang Wanita yang ternyata lumayan cantik.


"Apa ini orangnya?" tanya Rizqy sembari memperlihatkan sketsa yang dibuatnya.


Sang Bapak mengambil kertas tersebut, lalu mengamati dengan seksama gambar yang hanya bagian wajahnya dengan jilbab yang menutupi bagian Kepala.


"Iya, bener ini orangnya, Wanita muda yang sempat menyapa saya. Masyaa Allah ternyata Nak Rizqy pinter sekali gambarnya," jawab Sang Bapak dengan sangat yakin. Beberapa kali dia mengatakan wajah yang tergambar dalam sketsa itu adalah Evelyn, Wanita yang meninggal dalam kecelakaan itu.


Setelah lama berbincang-bincang dan menemukan fakta baru, Rizqy kemudian berpamitan. Tidak lupa dia menyelipkan uang sebagai ucapan terima kasihnya pada Sang Bapak tanpa sepengetahuannya. Rizqy tahu, jika secara terang-terangan Lelaki paruh baya itu pasti akan menolak. Dia ternyata sangat ikhlas membantu tanpa mengharapkan imbalan apapun. Rizqy pun ikhlas memberikan sebagian rezekinya.


***


(Assalamu'alaikum sayang)


Sesampainya di Hotel tempat dia menginap, Rizqy langsung menghubungi Sang Isteri dengan melakukan panggilan vidio call.


Wajah Habibah terpampang jelas pada Handphone milik Rizqy dengan senyum manisnya.


(Isteri cantikku lagi apa? Aku kangen tahu? Kamu juga pasti lagi kangen sama aku, kan? Ingin peluk, ingin cium terus ingin yang itu tu juga)


Terlihat Habibah tersipu malu, wajahnya kian cantik saat warna jambu menghias kedua pipinya.


(Aku juga kangen, Mas! Apa masih lama? Apa susah mencari informasi tentang Evelyn?)


Rizqy menceritakan pertemuannya dengan seorang Bapak-bapak bernama Bapak Akhmad. Bapak tersebut seorang Pemulung dan saat kejadian beliau ada di sana. Rizqy bersyukur bertemu dengannya setelah beberapa hari menelusuri tempat itu dan bertanya-tanya kepada mereka yang mungkin saja mengetahui maupun mengingat kecelakaan enam tahun yang lalu. Tidak ada dari mereka yang mengetahui kejadian itu. Mereka rata-rata menggelengkan Kepala tidak ingat dengan kecelakaan itu, sebab seringnya terjadi kecelakaan di wilayah sana menyebabkan mereka tidak tahu pasti kecelakaan mana yang sedang dicari tahu informasinya oleh Rizqy. Apalagi kejadiannya cukup lama membuat ingatan itu tidak berbekas. Satu hal lagi yang sangat di syukuri oleh Rizqy, Tuhan mengabulkan doanya, dimana dalam doanya agar dipermudahkan dalam menemukan bukti dari kejahatan yang dilakukan oleh Wanita bernama Evelyn itu.

__ADS_1


(Sayang, jangan di matiin callnya ya? Mas mau melantunkan ayat-ayat suci Al-qur'an untuk Calon anak kita)


Bersambung.


__ADS_2