Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
Chapter 17


__ADS_3

“Bagaimana keadaan Dadek Raski?” tanya Keynand begitu sampai di ruang rawat inap tempat Raski di rawat. Duda tampan itu terlihat khawatir dengan apa yang terjadi dengan Putranya itu.


“Alhamdulillah Dadek Raski baik-baik saja. Beruntung sekali Dadek Raski diselamatkan oleh Habibah. Jika tidak ada Habibah, entah apa yang terjadi dengan Putra kamu." Reynand menjawab pertanyaan adiknya itu.


“Nak, maafkan Daddy karena lalai menjagamu,” ucap Keynand sedih. Dia memeluk tubuh kecil Raski dengan eratnya.


“Kenapa Abang bisa lalai menjaga Raski, sih? Apa Abang sedang asyik berpacaran dengan Jessi sehingga mengabaikan Putra sendiri?” Lika menyerang Keynand dengan kata-kata pedas seakan memanasi telinga Pria itu. Dia tak berpikir lagi untuk bersikap sopan dengan Pria yang melalaikan tanggung jawabnya. Selama ini dia berusaha menjaga Renia dan Raski dengan baik. Dan dalam asuhannya tidak pernah terjadi sesuatu dengan mereka berdua. Mengapa sekarang, ketika Raski bersama Keynand dan Jessi, bocah itu hampir saja kehilangan nafasnya.


“Maafkan Abang, Ka. Tadi saya bertemu Client terus Raski di jaga oleh Jessi. Awalnya Abang mau menghubungi kalian untuk menitip Raski tapi Jessi bersedia menjaga Raski selama Abang berdiskusi dengan Client tersebut. Saya tidak mengerti kenapa Raski bisa lepas dari pengawasan Jessi.” Keynand menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia sangat mempercayakan Putranya itu kepada Wanita yang kini tengah dekat dengannya. Jika tahu Jessi tidak bisa menjaga Raski dengan baik, dia tidak mungkin akan menitipkan buah hatinya dengan setenang itu.


“Saya terima penjelasan Abang. Tapi sekarang dimana Mbak Jessi? Kenapa dia tidak menampakkan wajahnya. Apa dia tidak tahu kalau Dadek Raski hampir saja tenggelam? Apa mungkin Mbak Jessi tidak ada di sisi Dadek Raski saat itu dan membiarkan anak itu bermain sendiri,” ucap Lika mempertanyakan keberadaan Wanita itu. Dia merasa Jessi bukan Wanita baik-baik, terbukti dia tidak bisa menjaga Raski bahkan dia menelantarkannya. Jika Wanita itu berniat baik menemani Raski, tentu saja hal ini tidak akan terjadi.


Memang benar musibah tidak bisa di halau, tapi kita bisa menjaga diri dan orang-orang tercinta dengan sekuat kemampuan kita dan dibarengi dengan doa. Tidak dengan Wanita itu, dia telah lalai menjaga Raski, seharusnya dia tidak mengajak Raski ke tepi Pantai. Tempat itu berbahaya bagi anak seusia Raski jika tidak dengan pengawasan yang sangat ketat. Mengapa Jessi menempatkan Raski dalam bahaya, seharusnya dia menghindari bahaya tersebut. Apa Wanita itu sengaja?. Pikiran buruk itu berkecamuk dalam benak Lika.


Lika sibuk dengan pikirannya, dia belum mengenal Wanita tersebut. Tadi dia tidak berkenalan dengannya dan memilih langsung menuju Rumah Sakit. Dan pikiran buruknya kepada Jessi kian terasa saat kelalaiannya itu menyebabkan Raski celaka.


“Saya akan menghubunginya,” ucap Keynand. Dengan cepat dia meraih Handphone lalu menekan nomor Jessi. Tanpa berbasa-basi lagi, dia meminta Jessi untuk menemuinya di Rumah Sakit. Wanita itu segera mengiyakan karena menyadari dia melakukan kesalahan.


“Tadi Dadek Raski di tolong oleh Habibah, menurut penjelasan Habibah, dia tidak melihat siapapun di sekeliling Raski. Jika ada Jessi, tentunya dia dengan cepat menyelamatkan Raski dan tidak membiarkan Raski terseret ombak. Logikanya seperti itu, kan? Kecuali kalau Jessi berada jauh dari Raski, tentu saja hal itu mustahil dilakukan,” ucap Lika berpendapat. Dia mengira seperti itu bahwa Wanita itu telah menelantarkan Raski. Apa ini merupakan unsur kesengajaan? Lagi-lagi pikiran buruk itu bermunculan dan Lika menaruh curiga kepada Wanita itu.


“Mas Keynand, bagaimana keadaan Raski?” tanya seorang Wanita yang baru saja datang. Dia terlihat cantik dengan gaun pantai selutut dengan kerah rendah dan tak berlengan. Penampilannya sangat berkelas dan modis. Wanita itu terlihat cantik dan sexy dengan riasan boldnya.


“Dadek Raski baik-baik saja, untungnya ada yang menyelamatkannya,” jawab Keynand dingin.


Melihat raut Keynand yang tak enak di pandang, Wanita itu buru-buru meminta maaf dengan wajah memelas.


“Maafkan saya Mas Keynand, tadi saya menerima panggilan dari teman. Tidak lama kemudian Raski tidak ada. Dia menghilang begitu saja dan saya berusaha untuk mencari keberadaannya,” ucap Jessi menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.


“Benar, kah seperti itu? Saya tidak habis pikir kenapa mbak mengajak Raski ke tepi pantai jika Mbak tidak sanggup menjaganya. Seharusnya mbak mengajak Raski ke pusat permainan anak, disana jauh dari tepi pantai. Mbak seharusnya tahu bahwa itu bahaya, tapi mbak malah nekat membawa Raski ke tempat bahaya apalagi mbak malah sibuk menerima panggilan. Jelas sekali bahwa mbak telah lalai.” Lika tidak tahan hanya berdiam diri saja. Dia mengomeli Wanita tersebut habis-habisan untuk meluapkan kekesalannya.


“Tadi saya sudah minta maaf, ini memang kesalahan saya tapi mengapa mbak menuduh saya lalai. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjaga Raski. Raskinya saja yang sangat aktif, dia berlarian kesana kemari dan membuat saya lelah mengejarnya,” sahut Jessi dengan nada keras. Dia tidak terima bahwa dirinya disalahkan.


“Dadek Raski memang aktif, tapi dia anak penurut. Kalau mbak bisa menasehati dengan baik dan memberikan petunjuk bahwa itu bahaya maka Raski akan mendengarkannya. Dia itu anak yang cerdas dan juga tidak nakal. Mbak saja tidak bisa menghadapi anak kecil. Kalau mbak sadar Raski anak yang aktif tidak seharusnya mengajaknya ke tepi pantai.” Lika menyahuti tak terima dengan penjelasan dari Jessi. Meskipun Wanita itu berusaha menyanggah bahwa dia sudah melindungi Raski dengan baik. Namun sanggahan itu tidak menjadikan Lika percaya begitu saja. Terbukti Raski celaka.

__ADS_1


“Siapa kamu, beraninya kamu mengomeli saya? Apa kamu kira karena mengenal Keynand lantas berhak mengomeli saya. Apa kamu tidak tahu siapa saya?” ucap Jessi sudah mulai kesal.


“Saya yang merawat Dadek Raski dari baru lahir. Selama dalam penjagaan saya, tidak pernah terjadi apapun dengannya. Saya menjaganya dengan baik karena bagi saya anak-anak memang harus diperhatikan dan di lindungi bukan di telantarkan dengan lebih memperhatikan Handphone,” jawab Lika tegas.


“Jadi kamu Baby Sitter dari Raski? Jadi babby sitter saja belagu. Seharusnya kamu yang menjaga Raski kenapa malah membiarkan Raski dibawa oleh Mas Keynand. Kamu sengaja mengacaukan kencan kami, iya kan? Ngaku kamu? Dasar Babby sitter enggak becus, menyalahkan orang tapi kamu malah makan gaji buta.” Jessi membalikkan keadaan. Dia mengomeli Lika dengan berapi-api karena kesal dengan segala kata yang menuduhnya telah lalai menjaga Raski. Dia tentu saja tidak terima itu.


“Atau jangan-jangan kamu mengincar Keynand juga, kan? Kamu berharap mendapatkan simpati dari Keynand dengan berkata seperti itu seolah saya tidak becus menjaga Raski. Kamu sengaja berkata seperti itu supaya Keynand ilfeel sama saya dan berempati sama kamu. Cara kamu murahan, Keynand tidak akan pernah tergoda dengan cara kamu yang menyalahkan saya. Kamu tahu siapa saya? Saya pertegaskan, saya Jessi calon Isteri dari Keynand jadi jangan bermimpi untuk mendapakan perhatian darinya.” Jessi melanjutkan kata-kata memojokkan Lika dan berusaha menarik simpati Keynand agar berpihak kepadanya.


“Mas, lihatlah Wanita ini. Dia sengaja memojokkan saya padahal saya berusaha menjaga Raski dengan baik. Mas harus percaya, saya menyayangi Raski dan saya benar-benar jatuh cinta kepada Raski. Dia anak yang tampan dan ngegemesin. Mas harus percaya ya? Saya tidak berniat menelantarkan Raski, Mas.” Jessi kembali berkata-kata tanpa jeda. Dia sangat ingin Keynand, Duda tampan yang menjadi incarannya itu mendengarkan perkataannya.


“Sudah?” tanya Keynand dingin.


“Iya, saya sudah menjelaskan dengan benar jadi Mas harus mempercayai saya. Mana mungkin saya mencelakakan dan menelantarkan Raski seperti yang dituduhkan Babby Sitter ini,” ucap Jessi kembali meyakinkan Keynand.


Keynand terdiam, dia menyimak apa yang dijelaskan Jessi dan memperhatikan apa yang dikatakan Lika. Keynand menghela nafasnya yang terasa berat. Saat ini dia bingung harus bersikap seperti apa. Di sisi lain ada Lika, Kakak Iparnya dan di sisi berbeda ada Jessi, Wanita yang tengah dekat dengannya. Mengapa perdebatan seorang Wanita sangat rumit. Terlepas dari kedua Wanita ini, dia hanya ingin menempatkan Raski dalam kehidupan yang aman dan nyaman. Baginya Raski adalah harta berharganya. Jadi dia akan melindungi Putranya itu.


“Jessi, kamu membuat saya kecewa. Saya tidak mau mendengarkan penjelasan kamu lagi. Kamu malah membentak Wanita yang ada di hadapan kamu ini. Kamu tahu siapa Wanita ini? dia adalah Ibu dari Raski, dia orang yang merawat Raski selama ini. Dia mencintai Raski dengan sepenuh hati dan menganggapnya sebagai anak kandungnya. Jadi bersikap sopan dengannya, mengerti?” ucap Keynand tegas. Dia tidak bisa mentolerir apa yang diucapkan Jessi kepada Lika. Tidak sepatutnya dia membela diri dengan sibuk menyalahkan orang lain.


"Kamu tahu siapa Wanita ini, dia bukan Babby Sitter. Wanita ini bernama Lika, dia kakak Ipar saya,” ucap Keynand.


“Apa?" Jessi terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Wanita sederhana di depannya adalah Kakak Ipar Keynand.


"Jadi dia kakak ipar kamu?” tanya Jessi. Dia tidak mempercayainya, terlihat pandangan sinis tertuju kepada Lika.


"Iya, saya Lika. Kakak ipar dari Keynand dan saya memang benar Babby sitternya Dadek Raski. Tadi mengatakan kalau kamu calon Isteri Abang Keynand dan kelak akan menjadi Ibu sambung Raski. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi jika mengingat kamu tidak layak menjadi Ibu sambung Raski.” Lika menyahuti perkataan Wanita itu dengan ketegasan seorang Nyonya Reynand Putra Ardiaz.


“Oh ya sebaiknya mbak pergi, kita tidak membutuhkan kehadiran mbak hanya akan membuat Raski merasa tidak nyaman saja,” ucap Lika meminta Wanita itu agar meninggalkan rumah sakit.


“Mas Keynand, saya ingin menemani Raski. Jangan diam saja dan bilang sama Kakak ipar kamu yang sok berkuasa ini agar menghargai saya sebagai calon Isteri kamu,” ucap Jessi memelas. Dia memohon kepada Keynand dengan wajah sesedih mungkin. Dia menunjukkan kepeduliannya kepada Raski, Putra dari Pria itu.


“Maaf Jessi, sebaiknya kamu pulang saja. Biarkan Raski beristirahat. Sudah ada saya yang menjaganya, jadi kamu tidak perlu membuang waktu menemani anak saya,” sahut Keynand dingin. Dia tidak suka dengan perkataan Jessi. Bagaimana pun Lika adalah Kakak Iparnya dan tidak mau siapapun berkata kasar kepadanya. Apalagi Lika sudah merawat Raski dari baru lahir sehingga sebesar sekarang. Selama itu tidak pernah terjadi apapun dengan Putranya.


“Kamu dengar itu, Abang Keynand sudah meminta kamu untuk pulang. Silahkan, kamu tahu arah Pintu keluar, kan? Apa perlu saya menuntun untuk menuju kesana? Dengan senang hati saya akan melakukannya, mari mbak,” ucap Lika mendepak Wanita itu. Jessi merasa harga dirinya terinjak, dia meminta Keynand membelanya namun sepertinya Duda Tampan itu tidak sama sekali berbelas kasihan kepadanya.

__ADS_1


Dia pergi dengan kemarahan yang membuncah. Sia-sia dia melepaskan seseorang demi mengejar Duda tampan itu. Dia tidak mau berhenti begitu saja, Jessi akan menjerat Keynand dengan cara apapun. Meskipun dia harus menyihir Duda itu. Ide konyol itu melintas begitu saja dalam benak Jessi.


***


Habibah sudah sampai di rumah temannya. Rencananya malam ini Habibah akan menginap pada teman lamanya. Besok Minggu sore, baru Habibah bisa Register sekaligus mendapatkan akomodasi penginapan yang sudah disiapkan oleh Pihak Panitia.


“Habibah, kamu masih jomblo juga? Apa mungkin karena Rizqy? Apa kamu masih mencintai Rizqy?” tanya seorang Gadis yang kini bersama Habibah. Mereka sedang menikmati waktu malam minggu pada sebuah Café di seputaran Mentaram. Wanita itu adalah Julaekha Syarifah. Dia sahabat Habibah dan juga sahabat Rizqy. Hanya Julaekha yang mengetahui hubungan mereka berdua. NamunJulaekha tidak tahu apa yang terjadi dengan hubungan mereka sehingga kandas di tengah jalan. Padahal tinggal menghitung hari untuk menuju ke pernikahan.


Habibah memainkan makanannya. Sedetik kemudian dia menerawang sangat jauh untuk mencari jawaban yang tepat. Beberapa menit berlalu, ia kemudian memalingkan pandangannya pada titik itu lalu mengarahkan pandangan kepada Julaekha sembari memberikan senyum manisnya.


“Sejujurnya saya tidak bisa melupakan Mas Rizqy, semakin kesini semakin saya merindukannya. Dalam lima tahun terakhir ini saya berusaha untuk melupakannya, namun saya gagal. Menurut Kak Lekha apa yang harus saya lakukan?” Habibah mengutarakan perasaannya sekaligus bertanya apa yang harus dilakukannya. Dia memanggil Julaekha dengan panggilan Kakak karena Wanita ini lebih tua darinya.


“Hem." Julaekha menghentikan aktivitasnya. Dia menatap sahabatnya dengan penuh perhatian.


"Sepertinya cinta kamu sangat dalam kepada Rizqy. Susah mah kalau begini. Aku mau berkata apa, coba? Pasrahkan semuanya kepada Tuhan, sejatinya Tuhan-lah yang tahu siapa jodoh kamu. Mintalah petunjuk kepada Tuhan. Jika Rizqy, benar jodoh kamu maka mintalah untuk di dekatkan. Jika bukan jodoh kamu, mintalah agar kamu bisa melupakannya dan tenangkanlah hati kamu agar menerimanya dengan ikhlas. Mungkin saat ini kamu belum berdamai dengan masa lalu sehingga sulit melupakannya. Lepaskan cinta kamu kepada Rizqy jika itu sangat menyakitkan hatimu. Sebaliknya pegang teguh cinta kamu jika kamu mampu menahannya. Jalan satu-satunya adalah bertemu dengan Rizqy dan berbicara dari hati ke hati. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi setiap kejadian pasti ada alasan. Nah alasan itu yang kamu harus ketahui dan mengerti. Karena cinta itu harus dimengerti bukan hanya mengandalkan kepercayaan." Julaekha memberikan pendapatnya. Dia berharap hubungan antara Rizqy dan Habibah berakhir baik meskipun tidak berpotensi bersama. Setidaknya Habibah bisa melepaskan diri dari rasa sakit dan move on dari hal itu.


***


Hari Senin menjelang, suasana pada sebuah Room pada Hotel Ardiaz Mentaram terlihat ramai. Terlihat Para Pengusaha UKM berkumpul, mereka tengah mengikuti Pelatihan yang di selenggarakan Instansi terkait.


Jam di dinding menunjuk pukul 09.00 Wita. Waktu pembukaan acara akan di mulai. Para Pejabat penting, Narasumber dan juga Pelaku Usaha sudah berkumpul di Room tersebut.


Terdengar MC membacakan susunan acara Pembukaan Pelatihan yang akan di selenggarakan selama tiga hari ke depan. Sebelum acara itu di mulai diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.


Ketika Dirijen maju ke depan dan layar di hidupkan seketika Lirik Lagu Indonesia raya menggema di Room tersebut. Beberapa menit menyanyikan Indonesia Raya selanjutkan Sambutan di sampaikan oleh Kepala Dinas sekaligus membuka acara.


Saat sambutan selesai, MC kembali membacakan acara selanjutnya.


"Selanjutnya, Laporan Pelaksanaan Pelatihan Pengembangan UKM akan di sampaikan oleh Kepala Seksi Pelatihan dan Pengembangan UKM. Bapak Lalu Rizqy Anggara, SE., M. Si. Kepada Bapak Lalu Rizqy Anggara, SE., M. Si, dipersilahkan."


Deg


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2