
Keynand masih larut dalam kebingungannya. Coba saja tidak diingatkan oleh Penghulu mungkin saja hingga esok hari dia akan tetap seperti ini.
Dia pun tidak sadar Pengantinnya sudah duduk di sampingnya siap untuk menerima maskawin yang telah diucapkan tadi.
"Nak Keynand berikan maskawin untuk Isterinya."
Tangannya terulur mengambil gelas yang berisi air zam-zam yang diberikan oleh Sang Ayah. Dia pun langsung menyodorkan ke arah Rizqia berwajah Enah itu dengan tatapan menelisik.
Dia mengambilnya dengan menatap Keynand sangat dalam lalu senyum penuh arti tersungging pada bibir ranum itu.
Basmalah terucap, Enah meneguk air zam-zam yang merupakan maskawin yang dimintanya. Dengan berlahan-lahan air dalam gelas itu diteguk hingga habis tak bersisa.
Setelah rangkaian demi rangkaian acara telah terlaksana. Keynand tidak sabar ingin mendapatkan jawaban dari kebingungannya selama ini.
Kenapa semua keluarganya kompak mengerjainnya dan menertawakan dirinya. Sebenarnya apa yang tengah terjadi? Setelah Rizqy menolaknya lalu membiarkan Pemuda lain berkesempatan memiliki Gadis impiannya. Kini malah dia menikah dengan Gadis pilihan orang tuanya yang sejatinya adalah Rizqia.
"Brother, kenapa sih bengong? Enggak seneng ya?" tanya Nelson saat berkesempatan meledek adik iparnya itu. Dia tidak tahan lagi tawanya lepas begitu saja tatkala mengetahui cerita yang sebenarnya.
"Tawa melulu emang lucu? Kesel nih? Kompak banget ngerjainnya, saya bener-bener tertipu dan kena prank." Keynand menjawab dengan sewot. Senyum sumringahnya pun hilang sebagai pengantin yang baru saja melepaskan dudanya lagi.
"Lah kenapa sewot. Bukankah ini yang elu mau dan kita memberikannya. Siapa suruh kagak pinter, kena lagi kan elu!"
Reynand menimpali dengan tidak kalah sarkas. Wajah datar dengan pembawaan dingin itu menyunggingkan senyum tipisnya melihat raut wajah tak senang yang dinampakkan Keynand.
"Abang sih? Kira-kira mau ngerjain orang. Kagak menyangka tidak sesopan ini. Gue dipaksa menikah dengan Enah tahu-tahu namanya Rizqia bukan Enah, bingung kan gue? mana yang bener, sih?"
Kesal! Itulah yang dirasakan Keynand saat ini. Tidak menyangka keluarganya mengerjainnya habis-habisan.
"Jangan marah-marah, sana bawa Pengantinnya ke kamar? Atau buat saya saja," ucap Hamiz ikut menimpali.
"Setelah di tolak oleh Rin, jadi kamu mau berubah haluan. Dasar cowok kagak teguh pendirian," sahut Keynand ketus.
"Teguh kok! Sangat malah hingga dapat, tapi kalau Abang menolak pengantinnya saya enggak ragu-ragu kok untuk menggantikan Abang, siapa tahu saja setelah itu Rin mau. Dapat bonus, kan saya. Dua Gadis yang sholeha Sumayyah Hanara Rien dan Baiq Rizqia Anggeraini, beruntung banget saya kalau itu terjadi?"
Hamiz tidak mau kalah meledek Keynand dan membawa Pengantin Keynand dalam cerita khayalannya. Kita lihat apa Keynand cemburu. Hamiz tertawa melihat wajah tidak terima Keynand.
"Kalau Abang masih bengong saja di sini, mendingan Kak Enah saya bungkus saja terus mau tak bawa ke Madinah."
__ADS_1
Rasya ikut bersuara, setelah itu berlalu begitu saja mendekati pengantin perempuan yang sedang asyik bercengkerama dengan sesamanya.
"Tuh lihat si bocil mau bertindak, masak Pak Bos membiarkannya? Tidap apa-apa ya? Wibawanya diruntuhkan oleh bocil yang baru punya pengalaman. Dimana Keynand Putra Ardiaz, yang katanya penakluk Wanita dan jam terbangnya sudah tinggi melambung hingga ke batas katulistiwa."
Kini giliran Adly ikut meledek. Para Laki-laki yang ada di sana secara giliran menyumbangkan suaranya. Bukannya memberikannya semangat dan kata-kata yang bermakna, semuanya dengan kompak mengerjainnya.
"Kalian, bikin saya kesel saja."
Tidak tahan dengan candaan dan ledekan dari saudara-saudaranya Keynand memilih menyusul Rasya.
Keynand membawa Baby sitter Raski yang kini sudah sah menjadi Isterinya menuju kamar yang sudah di sulap menjadi kamar Pengantin.
Kamar pengantin yang kini mereka tempati berada di Rumah panggung yang berada di kediaman Reynand. Di belakangnya ada bukit yang ditumbuhi bermacam jenis pohon dan juga buah-buahan. Sebuah bukit yang disulap menjadi kawasan outbond.
"Kamu siapa sebenarnya? Enah atau Qia?" tanya Keynand dengan tatapan tajamnya penuh dengan keingintahuannya.
"Saat ijab kabul Tuan menyebut nama saya dengan nama siapa?"
Bukannya menjawab Enah malah bertanya dengan senyum tipis menghiasi bibir berwarna merah cherry itu.
"Nah itu betul, lantas kenapa bertanya lagi."
"Jangan membuat saya bingung. Namamu memang Rizqia tapi wajahmu ini milik Gadis bernama Enah," sahut Keynand kesal karena merasa dipermainkan.
"Evelyn Sanjaya saja bisa berwajah orang lain, lantas saya kenapa tidak bisa."
Huft
Keynand mendengus kesal. Sedangkan Gadis di hadapannya menahan tawanya melihat raut keruh tak bersahabat itu.
Tidak ada suara, Keynand larut dalam kekesalannya, sementara Enah terdiam dengan segala pikirannya.
"Tuan kok diam? Bingung ya?"
"Tidak, saya sedang kesal dan marah," sahut Keynand ketus.
"Jangan marah-marah, nanti hilang tampannya. Bukankah ini malam pengantin kita? Tidak ingin kah Tuan begituan?"
__ADS_1
Setelahnya, rona itu tercetak pada pipi Gadis itu lalu tertunduk menahan malu.
"Jadi kamu ingin begituan? Apa kamu mengerti apa itu?" tanya Keynand sembari mendekatkan wajahnya lalu terbitlah senyum jahatnya.
"Sakit lo!"
Enah menggeleng cepat lalu memundurkan tubuhnya. Ada rasa takut juga menyusup masuk di relung hatinya. Ini yang pertama, tentu saja hal itu pasti akan dirasakannya.
"Sebaiknya aku kabur, kira-kira sembunyi di mana ya?" guman Enah bersiap melarikan diri.
Baru saja hendak beranjak, tangan kekar Keynand terlebih dahulu menangkap tubuhnya.
"Jangan mempermainkan saya," ucap Keynand tegas.
"Iya."
Gadis itu menurut. Dia duduk kembali di hadapan Keynand.
Tangan Keynand terulur mengambil kaca mata yang menutupi mata indah Gadis di hadapannya.
"Sebentar Tuan."
Enah beranjak menuju meja rias lalu mengambil face tonic dan kapas.
"Boleh minta tolong agar membersihkan wajah ini," ucap Enah setelah duduk kembali di hadapan Keynand.
Keynand mengambil dua benda itu lalu mulai membubuhkan face tonic pada kapas yang dipegangnya.
Secara perlahan Keynand mulai menyapu wajah Enah dengan kapas untuk membersihkan make up yang menempel pada kulit wajah Gadis itu.
Tatapan tak berkedip di arahkan pada wajah Enah sembari mengusap dengan sangat hati-hati.
Sesaat kemudian Keynand terpaku tak percaya dengan apa yang terlihat di hadapannya. Setelah berhasil melaksanakan tugasnya, wajah Enah berubah menjadi wajah Rizqia. Kulit yang berwarna cokelat itu setelah dibersihkan berubah warna menjadi putih seperti warna kulit asli Rizqia.
"Jadi kamu Melong? Apa ini sulap?"
Bersambung
__ADS_1