
"Pagi Kakak Renia, pagi Dadek Raski," sapa Rizqia saat melihat kedua kakak beradik itu telah membuka mata.
"Pagi Kak Qia," balas Renia kemudian menggeliatkan tubuhnya. Dia lalu mendudukkan diri sebentar untuk mengembalikan kesadarannya.
Sementara Raski masih bermalas-malasan pada kasur empuk milik Rizqia meskipun sudah sadar sepenuhnya.
"Ayo bangun sayang, kita harus segera bersih-bersih sebelum matahari terbit. Nanti kalau sudah Matahari terbit enggak bisa dong Sholat Subuh, mana ada Sholat subuh di waktu matahari terang benderang," ucap Rizqia panjang lebar.
"Iya Kak Qia. Sebenarnya Raski masih ngantuk, tapi bila tak inget perkataan Ibu pingin rasanya Raski enggak bangun dulu," sahut Raski dengan lancarnya meskipun ada kata-kata tidak terlalu jelas diucapkannya.
"Memangnya apa yang sering dikatakan oleh Ibu?" tanya Rizqia. Dia sangat yakin Kedua orang tua Renia mendidik kedua bocah itu dengan baik dan memberikan pehamanan agama sedini mungkin. Buktinya saat mendengar suara adzan Subuh berkumandang keduanya sudah membuka mata. Rizqia tidak susah membangunkan mereka apalagi dengan drama di pagi hari.
"Ibu bilang kalau kita bangun Subuh lalu melaksanakan Sholat Subuh dan ibadah lainnya maka kita akan mendapatkan keberkahan. Rasulullah mendoakan umatnya agar mendapatkan keberkahan bagi mereka yang bangun di Subuh hari terus melaksanakan ibadah dan tidak tidur lagi. Kalau tidur lagi akan membuat kita tidak sehat." Renia menerangkan apa yang dijelaskan oleh Ibunya. Karena itulah kedua bocah itu terbiasa bangun pagi lalu ikut melaksanakan Ibadah bersama kedua orang tuanya.
Mendengarkan penjelasan Renia membuat Rizqia tersentuh. Tidak menyangka orang tua Renia sangat relegius dan menerapkan kedisiplinan ini sejak dini untuk Putra dan Putrinya.
Kini hatinya kian mantap ingin menjadi bagian dari keluarga Renia dan Raski. Dan yakin Keynand adalah Laki-laki yang baik dan bertanggung jawab. Selain itu Rizqia yakin kalau Keynand adalah laki-laki yang tepat menjadi Imamnya, di mana mereka berdua akan bersama-sama beribadah hingga menuju JannahNya.
"Alhamdulillah, adik-adik Qia ternyata cerdas, Soleh dan Soleha. Benar apa yang di sampaikan oleh Ibu kalau bangun pagi lalu melaksanakan Sholat kita akan mendapatkan keberkahan, kesehatan dan kelancaran di segala urusan. Kalau gitu, lets go kita ambil keberkahan itu."
Rizqia memuji kedua anak hebat di hadapannya sekaligus menyelipkan doa dengan semangat yang menyala.
Kalimat itu menularkan semangat bagi Renia dan Raski, terlihat mereka mulai mengangguk mengerti bersama senyum cerah pada bibir masing-masing. Mereka berdua beranjak dari Ranjang kemudian berjalan mengikuti Rizqia yang menuntun mereka.
Terdengar celotehan dan gerak tawa saat mereka berjalan menuju kamar mandi.
"Aaaaa, dingiiiiiiin," teriak Raski saat air menyentuh kulitnya.
__ADS_1
"Iya, dingiiiiiin banget. Kenapa airnya dingin sekali Kak Qia? tidak seperti air yang ada di rumah. Di sini airnya dingin banget. Apa airnya di masukin ke Kulkas dulu?"
Renia menyahuti teriakan Raski yang sudah menggigil terlebih dahulu. Baru saja membasuh muka Gadis kecil itu menggigil kedinginan.
Rizqia menggelengkan Kepala mendengarkan celotehan Renia yang menganggap air itu berasal dari Kulkas. Tidak berhenti di situ saja Gadis itu sampai tergelak menanggapi ekspresi yang ditunjukkan oleh mereka berdua yang amatlah sangat lucu.
"Namanya juga air yang berasal dari mata air pegunungan, iya dingin rasanya apalagi ini langsung ngalir dari sumbernya dan letaknya tidak jauh. Sedangkan air yang ada di rumah Renia, kan air Sumur atau air dari Perusahaan jadinya pas sampai rumah Renia udah enggak dingin lagi," sahut Rizqia menjelaskan rasa ingin tahu dan keheranan mereka.
"Gitu ya Kak Qia?" Ucap Renia mengakhiri kegiatan membersihkan diri. Dia tidak tahan dengan suhu air yang sangat dingin. Apalagi tubuhnya menggigil kedingingan.
Usai mereka mandi dengan kilat seperti kata orang mandi Bebek, mereka lalu melanjutkan dengan memakai pakaian yang di bantu oleh Rizqia dengan penuh ketelatenan.
"Alhamdulillah, udah cantik dan ganteng. Saatnya kita Sholat Subuh."
Rizqia mengajak Renia menuju Mushola keluarga yang ada di dalam rumah induk. Sementara Raski, dia ikut bersama para Laki-laki menuju ke Masjid. Sesampainya di sana mereka disambut oleh senyum indah milik Habibah. Selanjutnya mereka bersama-sama melaksanakan Sholat Subuh. Sedangkan para Pria melaksanakan Sholat di Masjid.
***
Rizqia tersenyum membaca pesan dari Keynand yang di kirim melalui aplikasi hijau pagi ini. Ada gelenyar di hatinya yang kian menjadi nyata saja. Entah kapan rasa itu ada dan kini Gadis itu sudah menyadarinya. Menampik, tentu saja Gadis itu tidak mampu. Keynand berhasil menghapus rasa ketidak percayaan terhadap adanya cinta dan kesetiaan dari orang yang memuja cinta itu sendiri.
Goyah! Rizqia mengakui kini hatinya telah goyah yang semula membangun benteng agar tak jatuh cinta kepada Pria yang sedang mendekatinya.
Keynand, Pria itu berhasil dengan suksesnya meruntuhkan kebekuan hatinya. Kini yang terasa rasa hangat menjalari hidupnya tatkala mengingat Pria yang menyandang status Duda satu anak itu.
Tuhan, dosakah aku jika kini mengharapkannya dan memikirkannya di setiap hari-hariku, meskipun aku sadar dia belum berhak aku pikirkan. Maafkan hamba karena diri ini tidak mampu menepis bayang-bayangnya sehingga membuatku merindu. Apa yang harus aku lakukan agar rasa yang ku punya tidak membuat Setan semakin gencar menggoda agar melangkah menuju kemesraan yang menipu di saat khayalan tentang dirinya kian menggebu.
Rizqia menulis untaian kata dalam hatinya. Tak terucap dalam gerak bibir dan hanya dia inginkan berbisik di hatinya agar tak terdengar oleh siapapun. Hanya Tuhan saja yang mengetahui. Semoga saja rasa cinta kepada Keynand tak memberikan kesempatan kepada makhluk penggoda untuk menodai hatinya dengan hal-hal yang membawanya menuju lembah kemaksiatan.
__ADS_1
Dia teringat kisah cinta yang menurutnya sangat romantis tak tersentuh apalagi ternoda dengan kemaksiatan. Kisah cinta mereka berdua begitu sangat suci, dan Rizqia sangat mengagumi kisah mereka berdua selain mengagumi kisah Rasulullah bersama para Isterinya.
Dialah Ali Bin Abi Thalib yang mencintai Fatimah Azzahra di dalam hatinnya tanpa di ketahui oleh orang lain, Setanpun tak mengetahui rasa itu sehingga luput menggoda pasangan soleh dan Soleha itu. Dan pada akhirnya mereka di takdirkan hidup bersama dalam ikatan halal.
Pun begitu dengan Fatimah Azzahra yang jatuh cinta kepada Ali Bin Abi Thalib dan memilih memendam perasaannya di dalam hati. Pada akhirnya rasa itu terucap saat mereka berdua sah menjadi pasangan Suami Isteri. Sungguh indah dan romantis bukan?
(Qia, bersabarlah, Abang akan berjuang mendapatkan restu dari Kak Rizqy hingga berhasil meluluhkan hatinya kemudian memberikan restu itu untuk kita. Apakah kamu bersedia, Melong?)
Senyum Rizqia kian mengembang, namun di akhir kata dia mendengus kesal karena Keynand memanggilnya dengan kata Melong yang berarti bermata bulat besar atau Belo.
(Awalnya saya tersenyum, tapi berakhir memudar tatkala membaca kata terakhir. Kenapa Abang memanggi saya Melong?)
Rizqia membalas pesan itu mempertanyakan maksud dari Keynand memanggilnya dengan panggilan itu.
(Jangan marah, itu nama panggilan kesayangan untuk kamu. Tidak mungkin Abang memanggil kamu dengan panggilam Honey karena Honey itu milik Mommynya Raski. Setuju ya? tanpa penolakan)
Rizqia tersenyum hangat. Dia tak mampu menolak dan tidak pula keberatan jika Keynand memanggil dengan panggilan Melong. Apabila Keynand menyukai itu, dia terima saja. Meskipun nama yang disematkan untuknya tidak seindah yang disematkan untuk mendiang Isteri, tapi dia bahagia karena ada senyum yang akan terukir saat Keynand menyebut nama itu.
(Okay, kalau begitu Abang Keynand saya panggil Bodak. titik)
Bersambung.
Hai teman-teman apa khabar?
Maaf ya, saya baru up lagi. Ini disebabkan oleh kesibukan saya di dunia nyata sehingga tidak punya kesempatan untuk melanjutkan tulisan.
Sekali lagi saya minta maaf. Semoga saja masih ada yang bertahan dan dengan setia menunggu kelanjutan kisah Keynand dan Qia.
__ADS_1
Bersama ini pula saya mengucapkan terima kasih untuk teman-teman yang sudah bersedia meluangkan waktunya membaca tulisan ini.
Jangan lupa Like, komentar dan votenya. Terima kasih.