Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
S2.72


__ADS_3

Seorang Wanita bergamis hitam dengan hijab lebar berwarna ungu muncul dari balik Pintu. Dia berjalan menuju ke tengah-tengah ruangan lalu duduk pada kursi yang tersedia di sana.


"Qia!"


Keynand berguman. Dia sangat terkejut bahwa Gadis yang diam-diam dirindukan ini kini hadir di hadapannya. Dia bersedia menjadi saksi yang mungkin saja mewakilkan Rizqy yang hingga saat ini khabarnya belum sadar dari komanya.


Gadis ini tiba-tiba saja menghilang dan tidak pernah menampakkan diri di hadapan Keynand semenjak dirinya tertangkap. Dia mengira Rizqia tidak peduli lagi padanya dan tidak mau lagi mengenalnya karena dia tersandung kasus yang amat besar dan dimusuhi oleh semua orang.


Rupanya prasangka buruknya tidak terbukti. Rizqia kini hadir sebagai saksi yang akan berusaha membebaskannya.


Rizqia mengarahkan pandangannya kepada Keynand yang sedari awal menatapnya tanpa berkedip. Sejenak tatapan dua pasang mata terkunci, seakan mereka berdua berada pada ruang yang berbeda dari orang-orang disekitarnya. Hanya mereka berdua. Rizqia mengulas senyum lalu mengangguk mengisyaratkan bahwa cobaan ini akan segera berakhir. Setelah itu Rizqia menundukkan wajahnya seperti biasa lalu mengalihkan matanya lurus ke depan ke arah para Hakim berada.


Setelah mengambil sumpah, Rizqia mulai memberikan keterangan.


"Mohon izin, saya akan memulai keterangan dari kisah hidup seorang Wanita yang bernama Julaekha Syarifah. Julaekha Syarifah erat hubungannya dengan Wanita yang bernama dan berwajah sama dengan Julaekha Syarifah yang kita kenal selama ini. Wanita yang mendadak menjadi Pahlawan karena telah berhasil menyeret Pak Keynand ke pengadilan sebagai terdakwa hukuman mati. Sungguh luar biasa Wanita yang bernama Julaekha Syarifah ini. Dia dengan suksesnya menangkap Pemilik Narkotika, dimana barang haram tersebut jumlahnya sangat fantastis. Sepantasnya memberikan penghargaan kepadanya."


Rizqia menyudahi kata pembuka dengan senyum mengembang. Setelah mendapatkan izin dari Hakim, Rizqia mulai melanjutkan keterangannya.


"Kak Julaekha Syarifah merupakan sahabat dari Kakak dan Kakak Ipar saya. Dia adalah Wanita yang baik, sholeha dan sangat menjaga marwahnya sebagai seorang Wanita. Dia tidak mengumbar auratnya dan seorang Wanita yang sangat menjunjung tinggi rasa malunya. Circle pertemanannya tentu saja berorentasi mengejar bukan hanya dunia tapi akherat. Beberapa tahun yang lalu Julaekha Syarifah mengalami kecelakaan, dimana saat kecelakaan itu terjadi saudara kembar saya yang kebetulan ada di tempat kejadian juga menjadi korban, tapi untungnya hanya mengalami luka ringan. Sedangkan Wanita yang bernama Julaekha Syarifah khabarnya meninggal saat di rawat di rumah sakit. Pada saat di hari kejadian Kiano yang berada di rumah sakit mendengar pembicaraan seorang Wanita dengan seorang Dokter. Wanita tersebut meminta agar Dokter mengubah wajahnya menjadi Wanita yang diincarnya dan akan mengambil identitasnya juga. Awalnya Dokter tersebut tidak mau, tapi karena ancaman dari Wanita tersebut pada akhirnya Dokter menyetujuinya. Singkat cerita Wanita tersebut menjalani hari-harinya sebagai orang lain dengan identitas dan wajah baru yang bukanlah wajah aslinya. Dia kini berada di tengah-tengah kita hidup dengan sangat baik, tanpa harus menjalani hukuman yang semestinya dilakukan. Hidupnya bebas melalang buana tanpa diketahui oleh siapapun, padahal sejatinya dia adalah seorang Penjahat. Wanita itu adalah Julaekha Syarifah, mantan Isteri dari Pak Keynand Putra Ardiaz. Dia yang telah berhasil menjebak Pak Keynand agar Pak Keynand bersedia menikahinya. Julaekha tentu saja memiliki tujuan, dan tujuannya tidak lain agar identitas aslinya tetap aman tanpa diketahui siapapun dan kejahatan yang dilakukan terhadap kembaran saya tidak akan pernah terbongkar. Julaekha mengetahui Pak Keynand pernah bertemu dengan Kiano dan memegang bukti kejahatan Wanita yang bernamakan dirinya Julaekha Syarifah ini. Dia membunuh saudara kembar saya dengan obat-obat terlarang dengan dosis yang amat sangat tinggi hingga meregang nyawa."


Rizqia menghentikan keterangannya. Dia menyeka air mata yang tiba-tiba saja menetes tatkala membicarakan tentang Kiano saudara kembarnya.


"Berdasarkan bukti itulah Kak Rizqy mulai menyelidiki siapa Wanita yang dikmaksudkan oleh Kiano dalam sebuah rekaman vidio yang diberikan kepada Pak Keynand. Kak Rizqy di bantu oleh Kak Evan dan beberapa orang yang dipercayanya mulai menyelidiki siapa Julaekha Syarifah sebenarnya? Kak Rizqy sadar, Julaekha Syarifah terlihat berbeda dan berubah total. Dari penyelidikan itulah dia menemukan fakta bahwa Wanita yang bernamakan dirinya Julaekha Syarifah, mantan Isteri Pak Keynand diam-diam sering melakukan transaksi obat-obat terlarang bahkan dia menggunakan rekening milik Pak Keynand dan mengatasmanakan Pak Keynand dalam setiap transaksinya, padahal Pak Keynand tidak pernah melakukan hal itu, apalagi memiliki barang haram yang diperjual belikan oleh Julaekha. Wanita ini benar-benar licik. ..."


". ...Bohooooooong!?! Semua keterangan kamu palsu. Kamu sama Keynand bersengkokol untuk memutar balikkan fakta, iya kan? Qia, aku salah apa? Kenapa kamu tega sekali memfitnah."


Julaekha membantah dengan mencaci maki Rizqia dengan suara lantangnya. Keributan kembali terjadi saat Rizqia mulai berbicara lagi.


Hakim kembali menenangkan agar persidangan bisa dilanjutkan kembali.


"Izin yang mulia, saya ingin menyampaikan sesuatu yang penting agar diketahui oleh semua yang hadir di sini dan seluruh Masyarakat di negeri ini. Wanita yang kita kenal bernama Julaekha Syarifah bukanlah Julaekha Syarifah yang sebenarnya. Dia adalah Evelyn Sanjaya, seorang bandar narkoba besar yang berhubungan dengan mafia internasional. Seorang tersangka yang sudah di jatuhi hukuman mati beberapa tahun lalu di pengadilan pusat. Namun sayangnya saat akan menjalani hukuman dia berhasil melarikan diri dan menjadi buronan. Wanita ini kemudian merekayasa kematiannya dalam kecelakaan. Pada saat itu dia mengambil identitas Julaekha Syarifah dan juga mengubah wajahnya menjadi sama dengan wajah Julaekha Syarifah. Lalu dia meninggalkan identitas dirinya pada jenazah Julaekha Syarifah yang sengaja di buat hancur wajahnya oleh Wanita licik ini. Tentu saja tidak dikenali, tapi karena adanya identitas milik Evelyn Sanjaya yang melekat di diri Julaekha Syarifah membuat semua percaya bahwa yang meninggal adalah terdakwa hukuman mati Evelyn Sanjaya. Padahal yang sebenarnya adalah Julaekha Syarifah. Wanita ini bukanlah Kak Julaekha Syarifah melainkan Evelyn Sanjaya. Bandar obat-obat terlarang yang seharusnya menjalani hukuman mati. Dia berhasil menyembunyikan identitasnya dengan menjadi Kak Julaekha Syarifah dan berperan sebagai Julaekha Syarifah, dosen muda yang terkenal dengan kecerdasannya. Evelyn Sanjaya telah sukses mengelabui semua orang dan menjalankan bisnis kotornya dengan sangat lancar bebas hambatan bersama Martin Marcelino Ardiaz."


Dengan lancar Rizqia membeberkan fakta sebenarnya yang membuat semua orang tercengang.


Tidak disangka Wanita cantik yang berhasil menjadi Isteri Keynand Putra Ardiaz merupakan Penjahat dan musuh di Negeri ini.


Keynand sangat shock begitu mengetahui fakta ini. David Ardiaz dan Marisa Ardiaz tidak kalah shock. Pasangan suami Isteri itu terduduk lemas, tidak menyangka di susupi seorang penjahat. Apalagi keponakannya yang dulunya sangat di sayangi juga turut andil menikamnya.


"Itu semua bohong, berani-beraninya menfitnah. Saya Julaekha Syarifah bukan Evelyn Sanjaya, jangan ngarang kamu." Jualekha Syarifah menyela dengan berang. Dia ingin sekali menghajar Rizqia yang duduk manis di tengah-tengah ruangan itu.  Tapi sayang sekali keinginan itu tidak akan pernah terwujud. Tangannya saat ini terborgol dan tanpa di sadari oleh siapapun sebuah Pistol milik Rudi menempel di pinggangnya siap untuk diletuskan.

__ADS_1


"Izin yang mulia, ini bukti berupa DNA Kak Julaekha Syarifah dan juga Evlyn Sanjaya yang dikeluarkan oleh rumah Sakit tempat Evelyn Sanjaya pernah melakukan operasi wajahnya. Semua bukti ini berhasil dikumpulkan oleh Kak Rizqy yang sekarang masih koma akibat perbuatan Wanita itu."


Rizqia memberikan dua apload berkop rumah sakit bersama kalung, gelang yang dibuat oleh Rizqy untuk calon bayinya dan juga gelang milik Kiano.


Semua bukti telah di serahkan dan kini bukti-bukti tersebut sedang di cek kebenarannya oleh para ahli.


Rizqia bernafas lega karena berhasil bersuara membeberkan semua kejahatan yang di ketahuinya.


Ini semua buah hasil kerja keras Reynand dan tujuh sahabat. Rizqia berhasil menemukan dua amplop berkop sebuah rumah sakit pada Lemari tempat menyimpan perabotan di bawah tumpukan koran. Tidak menyangka Rizqy sempat pulang sebentar ke rumah lama yang di tempati oleh Rizqia kemudian menaruh dua amplop yang berisi hasil DNA jenazah Julaekha Syarifah dan Evelyn Sanjaya yang selama ini disimpan oleh Dokter Rafli.


Sementara Kalung dan Gelang di temukan terikat pada batang pohon berukuran kecil di Jurang tempat Rizqy terjatuh.


Kala itu pada waktu Subuh.


Reynand, Lika dan Qia usai menjalankan ibadah Subuh bergegas pergi menuju kawasan Pusuk. Di sana sudah menunggu Lexi, Juna, Evan, Rian dan Dipta.


Beberapa menit kemudian rombongan Reynand sampai di kawasan pusuk yang terkenal sangat dingin.


Tanpa banyak bicara mereka kemudian turun ke Jurang untuk menyisir kembali kawasan tersebut demi menemukan Kalung dan Gelang tersebut.


Pada saat mereka mencari, tiba-tiba datang Hamiz dan Adly yang ikut membantu mencari Kalung dan Gelang yang diyakini tempat di simpannya chip berisi bukti-bukti kejahatan Evelyn Sanjaya.


Beberapa jam mencari, mereka semua mulai kelelahan. Ada keputus asaan terlihat pada wajah masing-masing. Apalagi beberapa jam lagi persidangan akan di gelar dan tidak bisa di ulur waktunya.


Reynand membatin dengan lantunan doa meminta petunjuk menggema dalam hatinya.


Saat mereka memilih istirahat, pandangan Hamiz jatuh pada pohon kecil dan di sana terikat sebuah tali rafia. Dari tali rafia tersebut ada sesuatu yang berkilauan membuat Hamiz langsung berteriak histeris.


"Lihat di sana, ada yang berkilauan."


Sontak semua mata memandang ke arah yang ditunjuk oleh Hamiz.


Rizqia yang berada dekat dengan pohon itu langsung mendekat begitu juga yang lainnya.


"Seperti kilauan berlian," ucap Reynand.


Mereka semua saling pandang.


Rizqia langsung mengambil Tali rafia yang terikat dengan asal pada batang pohon berukuran sangat kecil.

__ADS_1


"Ya Allah, ini benar kalung dan gelang yang kita cari," ucap Rizqia dengan perasaan bahagia. Dia kemudian bersujud syukur dengan air mata mengalir deras.


"Alhamdulillah."


Untaian rasa syukur menggema di dalam Jurang yang keadaan saat ini sangatlah dingin.


Rizqia memeluk Lika. Kedua Wanita tersebut menangis meluapkan rasa syukur dan bahagianya.


Tidak ketinggalan Reynand memeluk Lexi yang tepat berada di sampingnya.


"Alhamdulillah. Kita bisa membebaskan Keynand," ucap Lexi sembari menepuk punggung Reynand.


"Pinginnya tidak mau nangis, tapi kayaknya banjir bandang. Huaaaaaaaa, saya nangiiiiis."


Teriakan Dipta menggema bersama air mata buayanya.


"Nangis aja kali! Jangan malu-malu karena Penghuni Pusuk berbulu abu-abu masih tidur, jadi tidak ada yang ngetawain. Sini saya tampung air matanya, siapa tahu aja bisa di jadiin garam langka," ucap Adly yang berada di samping Dipta lengkap dengan kantong kresek yang di pegangnya.


"Bawa Nugget enggak? Biar saya kenceng nangisnya," sahut Dipta dengan wajah polosnya.


"Ada di Toko frozen food," jawab Adly sekenanya.


"Oh gitu? Kalau begitu saya tidak mau nangis kalau enggak ada upahnya," ucap Dipta santai.


"Haneeeh."


Hahahahaha


Adly menepuk keningnya pelan, sementara yang lainnya tertawa lebar menyaksikan perdebatan Adly dan Dipta yang rada-rada gesrek.


Sebelum meninggalkan kawasan Pusuk, Evan mengecek Chip yang tersimpan pada Kalung dan Gelang tersebut untuk mengetahui di sana benar-benar tersimpan bukti.


Setelah memastikan bukti-bukti yang berhasil di kumpulkan oleh Rizqy, Evan menyerahkan kepada Rizqia. Dialah yang akan membongkar kejahatan Wanita itu dan membebaskan Keynand dari hukuman mati.


"Bismillahirrahmannirrahiim."


Rizqia mengucapkan basmalah memulai perjuangan untuk melawan Wanita itu yang telah berani memfitnah.


Saat mereka hendak kembali ke rumah masing-masing, terdengar suara motor menggema. Kemudian segerombolan geng motor menghadang Mobil Reynand dan Mobil Lexi.

__ADS_1


"Astaghfirulllah, kita di hadang."


Bersambung.


__ADS_2