Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
Chapter 56


__ADS_3

“Kenapa?” Habibah bertanya dengan rasa ingin tahu yang jelas terpancar pada kedua matanya.


“Jika di Indonesia isyarat OK mengartikan seseorang menyetujui sesuatu dan di jadikan isyarat tangan atau simbol untuk si Koncer. Namun Berbeda pengartiannya di beberapa Negara Eropa. Jika kita menunjukkan isyarat tangan OK, itu artinya kita mengatai seseorang bahwa dirinya tidak berarti (kosong atau nol).”


Rizqy menjelaskan panjang lebar tentang isyarat tangan dimana dibeberapa Negara ternyata berbeda pengertiannya. Jika di Negara Indonesia, contohnya isyarat tangan berbentuk OK itu diartikan kita menyetujui sesuatu, berbeda halnya di beberapa Negara Eropa, itu berkonotasi negative.


Benar adanya, Tuhan menciptakan kita bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Jadi, kita harus mengetahui budaya dan kebiasaan suku dan bangsa lainnya agar kita tidak salah melangkah.


“Jadi begitu?” ucap Habibah mangut-mangut. Dia terlihat berpikir sejenak, lalu menatap Rizqy dengan pandangan menyelidik.


“Isyarat tangan Ok tadi tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa aku tidak berarti di hidup Mas Rizqy, kan?” tanya Habibah kemudian setelah mendapatkan apa yang ingin di utarakan.


Rizqy tergelak. Dia kemudian meraih tubuh ramping itu membawanya dalam dekapan hangatnya.


“Kenapa kamu berbicara seperti itu? Memangnya kita orang Eropa? Tadi kamu sendiri yang meminta symbol si Koncer dan Mas menjawab. Kenapa malah berpikiran kamu tidak berarti dalam hidup Mas? Kamu sangat berarti


sayang, malah saat ini Mas sedang dilanda kekhawatiran.”


Rizqy menjawab dengan panjang lebar. Dia melihat Habibah mendongakkan wajah menatapnya. Dia pasti penasaran dengan kalimat terakhirnya. Rizqy menanggapinya dengan mengelus wajah manis itu. Dia tidak akan menceritakan apa yang dikatakan oleh Keynand. Biarlah Habibah tidak mengetahui hal itu. Jika diketahui olehnya tentu itu akan membuat Habibah terluka.


“Apa yang Mas khawatirkan?” pada akhirnya Habibah bertanya juga.


“Khawatir jika kita tidak bersama-sama lagi dikarenakan suatu sebab dan suatu sebab itu semoga saja tidak akan pernah terjadi,” jawab Rizqy. Wajahnya mengisyaratkan kegelisahan sekaligus amarah bila mengingat


perkataan Keynand yang meminta Isterinya.


Habibah tersenyum, dia semakin memperelat pelukan.


“Insyaa Allah, kita berdua pasti bisa menghadapi segala rintangan itu. Aku dan Mas pasti akan terus bersama-sama hingga akhir umur yang memisahkannya,” ucap Habibah terdengar tulus.


Rizqy tersenyum dengan mata berbinar-binar.


“Bibah, semisalnya ada seseorang menyodorkan bukti kalau Mas selingkuh, apa yang akan kamu lakukan?” tanya Rizqy.


Habibah kembali mendongakkan wajahnya. Kali ini dia terlihat mengernyitkan dahinya diliputi tanya. Sejurus kemudian wajahnya terlihat gelisah. Dia tidak menjawab, hanya diam dalam pikirannya.


“Mas Rizqy tidak bermaksud untuk melakukannya, kan?” tanya Habibah kemudian.


Rizqy menggelengkan kepala.


“Terus apa?”


“Coba Bibah cermati apa yang Mas tanyakan, apa kamu ingat?” tanya Rizqi.


“Heeem, aku mengerti. Aku tidak akan langsung percaya dengan bukti itu dan akan mencari kebenarannya dulu. Jika bukti itu benar, aku akan berbicara dengan Mas Rizqy dan menyelesaikannya dengan cara cerdas.” Habibah


menjawab dengan tenang. Dia merasakan tangan Suaminya semakin erat memeluknya.


“Memastikan bukti kebenaran itu bentuknya seperti apa dulu. Jika bukti itu berupa fhoto atau vidio saat Mas Rizqy sedang makan berdua dengan seorang Wanita cantik di sebuah Cafe atau menemani seorang Wanita berbelanja di Pusat berpelanjaan tanpa ada isyarat apapun dari Mas Rizqy tentu akan aku abaikan. Itu sudah dipastikan Mas Rizqy sedang menjalankan misi. Kenapa aku bisa sepercaya itu, jika Mas Rizqy bersama para Wanita cantik itu? karena Mas Rizqy tidak menunjukkan ketertarikan. Seorang Isteri mempunyai insting kalau Suaminya berselingkuh. Jika aku tidak merasakan itu dan Mas Rizqy tidak menunjukkan gelagat dan ketertarikan saat bersama para Wanita cantik itu, maka aku akan percaya kalau Suamiku tidak selingkuh.”


Habibah melanjutkan pendapatnya. Dia memang mempercayai Suaminya. Tidak ada keraguan sedikitpun akan kesetiaannya. Habibah sangat mengerti siapa Suaminya. Rizqy setiap saat berhubungan dengan orang lain dan


orang lain mungkin saja sebagiannya adalah seorang Wanita muda, cantik, kaya dan cerdas. Sebagai Isteri seorang Rizqy memang harus bermental baja dan berusaha menekan kecemburuan. Selain itu pula, dia harus siap jika terjadi sesuatu dengannya. Tidak mungkin bahaya selalu bisa ditaklukkan dan di hindari olehnya. Seperti Prajurit yang bertempur di medan perang, harus siap apapun yang akan terjadi.


“Mas senang mendengarkannya.” Rizqy mengecup dahi Isterinya penuh kelembutan.


“Sebaiknya kamu tidur, Mas akan keluar sebentar,” ucap Rizqy kemudian. Dia kembali mengecup kening itu sangat lama kemudian beranjak dari ranjang.


Rizqy mengambil Jaket dari dalam lemari kemudian memakainya. Dia juga mengambil Topi yang jarang digunakannya.


“Mas hati-hati,” ucap Habibah merasa berat melepaskan kepergian Suaminya. Namun dia juga tidak bisa menahan langkahnya.


“Iya sayang, jangan lupa Pintu dan jendela di kunci, Mas tidak akan lama kok!” sahut Rizqy.


Habibah mengangguk, dia menemani langkah Suaminya hingga teras rumah. Dia masih berdiri terpaku tidak lupa mengiringi langkah Suaminya dengan doa.


***


Hening.


Keynand menikmati kesendiriannya. Kamar mewah nan nyaman itu nyatanya tidak mampu menenangkannya. Teringat amarah Rizqy yang berusaha dikendalikan olehnya membuat rasa bersalah itu kian menyiksa.


“Ya Tuhan, ampuni hambaMu ini. Saya tidak ingin memiliki sifat Setan yang merasa dirinya paling baik. Selama ini saya merasa diri ini paling baik dari siapapun padahal sejatinya paling buruk di antara yang buruk. Astaghfirullah.”


Keynand mulai mencurahkan isi hatinya dalam keheningan.  Dia beristigfar sebanyak-banyaknya untuk menenangkan pikirannya yang benar-benar kalut.


Tidak seharusnya kesulitan orang lain dimanfaatkan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


Dia salah menilai Rizqy dan salah mengambil tindakan. Kini hasilnya dia menyesal dan sangatlah menyesal.


Keynand terlihat frustasi dan hidupnya merasa tidak tenang.


“Sebaiknya aku melupakan Habibah dan membuka hati untuk Gadis lain,” guman Keynand serius.

__ADS_1


Dia tidak ingin lagi mengejar isteri orang. Dan melakukan hal bodoh seperti yang dilakukannya.


Saat asyik dalam lamunannya, terdengar


handponenya berbunyi. Keynand langsung mengangkatnya dan berbicara serius


dengan seseorang yang berada di seberang.


[“Iya, saya akan segera datang.”]


Selesai mengucapkan salam, Keynand mengakhiri panggilan lalu dengan cepat bersiap-siap menuju lokasi yang diinformasikan oleh Sekretarisnya.


Selang beberapa menit, Keynand sampai pada alamat yang diinformasikan oleh Sekretarisnya. Sebuah Café mewah bergaya modern terpampang di hadapannya.


Keynand memasuki Café tersebut dengan langkah pasti menuju Reseptionist.


“Dengan Pak Keynand Putra Ardiaz?” tanya seorang Gadis, salah satu Pegawai Café.


“Iya,” jawab Keynand singkat.


“Silahkan, Pak Keynand, anda sudah di tunggu oleh Tuan Arnold.”


Setelah berkata, Pegawai itu mempersilahkan kemudian melangkah ke arah sebuah ruangan. Keynand membututi Pegawai tersebut untuk


menemui Client yang memintanya bertemu di Café ini.


Saat melangkah, tanpa sengaja matanya menangkap sosok Lelaki yang sangat dikenalnya. Sosok itu sedang berjalan menuju sebuah kursi lalu mendudukkan dirinya. Tidak jauh darinya dalam satu Meja terlihat beberapa orang


sedang berbicara serius.


“Rizqy? Sedang apa dia disini?” ucap Keynand hampir tak terdengar. Dia penasaran dengan apa yang dilakukan Pria itu disini dengan penampilan tidak seperti biasanya. Dia menyamarkan diri dengan menggunakan Kaca mata dan juga Topi. Namun Keynand bisa mengenalinya karena dia sudah mengetahui penyamaran Rizqy.


“Silahkan Pak Keynand, arah jalan ke sebelah kanan,” ucap Sang Pegawai membuat Keynand tersadar dari rasa penasarannya.


Keynand mengangguk kemudian dia kembali mengikuti langkah Kaki seorang Pegawai yang hendak menunjukkan room tempat Clientnya berada.


Sesampainya di Room tersebut, Sang Pegawai berhenti. Dia mengetuk Pintu lalu mempersilahkan Keynand masuk. Setelah Keynand masuk barulah Sang Pegawai tersebut meninggalkan tempat itu.


“Tuan Keynand, silahkan,” ucap Seseorang mempersilahkan Keynand masuk.


“Terima kasih,” ucap Keynand ramah. Dia melangkahkan Kaki menuju salah satu Sofa yang masih kosong. Di Room itu terdiri dari Tiga Laki-laki dan seorang Wanita. Sudah dipastikan Wanita itu adalah Wanita penghibur.


Wanita itu mengambil sebuah botol yang belum terbuka, dengan tangannya yang lentik dia membuka lalu menuangkan pada sebuah gelas kaca. Dia lalu menyodorkan kepada Keynand.


Keynand menolak dengan halus membuat orang-orang yang ada disana mengernyitkan dahi penuh dengan tanda tanya. Salah satu dari mereka mengerti, lalu meminta Wanita itu memesan minuman Soda.


Wanita itu mengangguk, dia melangkah keluar. Sepeninggalnya Wanita itu, mereka mulai melakukan pembicaraan bisnis.


Sementara Keynand sedang membicarakan bisnis dengan Clientnya. Rizqy mengakhiri pemantauannya. Dia bangkit dari duduknya kemudian melangkah ke arah Toilet. Saat melangkah kesana, instingnya merasakan ada yang tidak beres dengan seorang Lelaki. Rizqy mengurungkan niatnya dan lebih tertarik


membututi Pria itu.


“Taruh Obat ini pada minuman Keynand, pastikan Keynand meminumnya,” ucap seorang Pria itu.


“Obat apa ini?” tanya Seorang Gadis penasaran.


“Obat yang akan menghancurkan kredibilitas seorang Keynand Putra Ardiaz. Jika ini berhasil, kita akan mendapatkan uang gede,” sahut Pria


itu memberikan informasi.


“Maksud kamu,” tanya Sang Gadis kian penasaran.


"Ini persaingan bisnis, udah kamu enggak perlu tahu banyak hal. Kerjakan saja tugas kamu habis ini jalankan akting kamu. Kamu ingin tidur dengan Pria sekelas Keynand, kan?" sahut Pria itu tidak mau menjelaskan lebih detail.


Gadis itu tersenyum dengan binar-binar keberuntungan di pelupuk mata. Dia berlalu dari Hadapan Pria itu untuk kembali ke Room tempat Keynand berada.


Rizqy buru-buru mengikuti Gadis itu dan mengurungkan niatnya ke Toilet.


"Saya memang marah sama Keynand tapi masak iya saya membiarkannya dalam bahaya," batin Rizqy. Dia tidak bisa cuek begitu saja dengan niat busuk seseorang yang akan menghancurkan orang lain sementara dia mengetahuinya.


"Mungkin Tuhan ingin aku membantunya. Bukankah pertolongan Tuhan datang pada saat yang tepat bersamaan dengan bahaya yang terjadi." Rizqy bermonolog lagi.


Dia berdoa memohon perlindungan pada Tuhan lalu bergegas menghampiri Room. Gadis itu sudah masuk dan dipastikan dia sudah menghidangkan minuman bersoda dengan campuran Obat entah apa.


Ceklek


Rizqy membuka Pintu begitu saja. Kehadirannya membuat orang terkejut terlebih Keynand.


"Rizqy?"


Keynand terlihat memegang Gelas yang menjadi pusat perhatian Rizqy.


Tidak terlambat, Gelas itu masih terlihat terisi penuh. Itu artinya Keynand belum sempat meminumnya.

__ADS_1


"Maaf sepertinya saya salah Room," ucap Rizqy tampak kikuk. Dia masih berdiri sembari mata jernihnya meneliti keadaan di dalam ruang tersebut.


"Pak Keynand, anda yakin ingin meminum Soda itu? kalau minuman anda sudah dicampuri dengan Obat semacan racun, kira-kira apa yang akan terjadi dengan anda?" ucap Rizqy berterung terang.


Keynand nampak terkejut. Dia menatap Rizqy sejenak lalu beralih pada minuman Soda dingin yang dipegangnya.


Sedangkan orang-orang di dalam tersentak kaget dengan raut yang menunjukkan kekhawatiran.


"Anda siapa? berani sekali masuk ke ruang privasi kami kemudian berbicara omong kosong," ucap seseorang dengan nada kasar.


"Oh ya, tanyakan saja pada Gadis ini, apa dia telah melaksanakan tugasnya," sahut Rizqy santai.


Gadis itu gemetaran dengan wajah pusat pasi.


"Apa yang harus saya tanyakan kepadanya, dia tidak mengetahui apa yang anda bicarakan. Sebaiknya anda pergi dari tempat ini sebelum diusir."


Rizqy tersenyum meremehkan. Dia mengambil Handphone lalu mendengarkan percakapan Gadis itu dengan seorang Pria yang berhasil di rekamnya.


Mendengarkan itu, Keynand lagi-lagi terkejut. Dia menatap Lelaki bernama Arnold dengan tajam siap merobek wajah tak bersalah itu.


"Kenapa kalian diam, hajar mereka," ucap Arnold berang.


"Pak Keynand, apakah anda ingin mati konyol disini," ucap Rizqy melihat Keynand belum bergerak. Dia terlihat sulit mempercayai ini semua. Begitu sadar dia langsung ancang-ancang melawan.


Anak buah Arnold langsung menyerang tanpa mempertimbangkan apapun. Terjadi baku hantam pada ruangan yang lumayan luas.


Brak


Terjadi adu kekuatan, dimana Keynand dan Rizqy sama-sama melawan satu orang yang tidak boleh dianggap enteng.


"Ini jebakan, sebaiknya kita kabur sebelum orang-orangnya berdatangan.


Keynand mengangguk mengerti. Dia melumpuhkan dulu lawannya lalu keluar mengikuti Rizqy.


Benar saja, baru saja mereka keluar sudah di hadang oleh beberapa anak buah dari Arnold. Dengan tenaga yang ada Rizqy dan Keynand melawan mereka dengan jumlah yang tak sebanding.


Rizqy menyadari bahwa salah satu dari mereka memiliki Senjata Api. Dengan cepat dia menarik tangan Keynand lalu melarikan diri menuju jalan rahasia yang dia ketahui.


"Kejar mereka."


Terdengar perintah, mereka yang sudah tumbang segera bangkit untuk mengejar Keynand dan Rizqy yang sudah melesat pergi.


Rizqy mengajak Keynand berlari melalui Pintu belakang kemudian memanjat salah satu Pohon yang berada di dekat tembok.


Keynand merasakan ada keanehan, disana ada Pintu kenapa Rizqy tidak melewati Pintu itu dan memilih melalui Pohon.


"Pak Keynand cepat panjat, jangan bilang anda tidak bisa memanjat," ucap Rizqy sudah ada di atas pohon dan siap melangkah menunjuk tembok kemudian loncat dari tembok itu.


Keynand tidak bertanya, dia mengikuti arahan Rizqy mengingat langkah mereka yang semakin mendekat. Dia buru-buru memanjat dengan cekatan.


Ada untungnya dulu dia mengikuti keinginan Sang Isteri mengambil buah Kedongdong di atas Pohon. Keynand harus memanjat dan mengambil sendiri buah itu. Dengan susah payah dia memanjat dengan hasil beberapa kali terjatuh. Namun demi memenuhi ngidam Sang Isteri dia berusaha untuk bisa.


Sudah sampai di atas, dia melihat Rizqy sudah melompat sedangkan Keynand ragu-ragu untuk melompat.


"Cepat, temukan mereka."


Terdengar suara langkah semakin mendekat. Keynand melihat, mereka menuju arah Pintu tanpa memperhatikan sebatang Pohon tempat keberadaan Keynand.


Keynand langsung melompat dengan perlahan berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak disadari oleh mereka.


"Pantai," ucap Keynand takjub begitu menyadari dimana mereka sekarang.


"Iya, sebaiknya saya pergi, ini sudah larut malam," ucap Rizqy begitu mereka berdua sudah aman.


"Terima kasih dan maaf," ucap Keynand tulus.


Rizqy mengangguk mengerti.


"Janda tidak cocok untuk anda. Seorang Gadis barulah untuk seorang Keynand. Tinggal anda tentukan Gadis bernama Julaekha Syarifah atau Rizqia. Jika Gadis itu Rizqia, maka anda harus meminta izin pada Kakaknya."


Selesai berucap Rizqy berlalu meninggalkan Keynand yang terbengong diliputi tanya.


"Rizqy tahu kalau aku mencari informasi tentang Rizqia. Sebenarnya Rizqy ini siapa, sih?"


Keynand bertanya-tanya dalam hati. Melihat Rizqy berjalan sudah jauh barulah dia memanggilnya. Terlihat Lelaki itu hanya mengangkat tangan tak menghentikan langkahnya.


Keynand buru-buru mengikuti tidak ingin tersesat tak tahu arah jalan pulang dan menemukan Para Penjahat itu.


***


("Mas Rizqy tertembak?")


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2