Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
74


__ADS_3

Keynand menelusuri Perumahan Taman Indah. Dia tidak mengira Perumahan ini banyak Gang sehingga menyulitkannya untuk mencari rumah Rizqia.


Informasi yang di dapatkan juga tidak lengkap. Rin memberikan alamat yang hanya nama perumahan saja dan tidak terperinci. Sengaja mungkin, tujuannya ingin melihat sejauh mana Keynand berjuang untuk menemukan Rizqia.


"Semoga saja bukan alamat palsu."


"Baiklah Rin, akan saya buktikan kalau seorang Keynand akan mudah menemukan rumah Rizqia meskipun dengan informasi ala kadarnya." Pria itu membatin.


Keynand juga tidak meminta orang suruhan untuk mencari alamat Gadis incarannya. Dia ingin mencari sendiri agar tahu seperti apa rasanya memperjuangkan seseorang.


Keynand memasuki Gang pertama. Dia mengemudikan Mobilnya dengan pelan berharap ada seseorang yang melintas di kawasan ini. Terlihat sangat lengang seakan tidak ada tanda kehidupan di sana.


"Itu ada orang," guman Keynand saat melihat seorang Wanita paruh baya keluar dari rumahnya. Keynand segera menghampiri kemudian mematikan mesin Mobil ketika dekat dengan Wanita itu. Dia keluar dari Mobilnya lalu mendatangi Wanita paruh baya yang kini sedang menatapnya dengan raut bertanya-tanya.


"Permisi Bu saya ganggu. Apa Ibu kenal dengan Baiq Rizqia Anggeraini? Kalau tidak salah rumahnya beralamat di sekitar sini?"


Sambil menunggu jawaban Keynand memperhatikan sekeliling dan berharap Rizqia tiba-tiba muncul dari salah satu rumah yang ada di sini.


Namun harapan tinggalah harapan. Wanita paruh baya yang di tanya pun hanya menanggapi dengan diam sambil mengingat nama yang ditanyakan olehnya. Dia mengernyitkan dahi lalu menggelengkan Kepalanya setelah menyadari tak pernah mendengar nama yang disebutkan.


Tak menyerah, Keynand memperlihatkan fhoto Rizqia yang berhasil di potret secara diam-diam.


Sekali lagi dia menggelengkan kepala dengan mengangkat kedua tangannya bergerak-gerak mengisyaratkan sesuatu.


Keynand bingung sejenak, setelah itu dia tersadar kalau Wanita Paruh Baya ini ternyata tuna wicara. Keynand berpamitan setelah tidak mendapatkan informasi apapun.


(Ki, kamu punya nomor Rin?)


Tanya Keynand melalui Seluler setelah lelah mencari. Kini dia singgah di sebuah Coffe Shop yang terletak di samping Gerbang menuju Perumahan Taman Indah.


(Abang kenal Rin? Sejak kapan?)


(Sejak tadi. Tidak sengaja bertemu dengannya di kelas, ternyata dia ramah banget)


(Oh gitu? Ada sih? Tapi enggak mau ngasik ah entar di apa-apain nomornya Rin)

__ADS_1


Terdengar kekehan kecil di seberang menandakan sudah hafal dengan raut Keynand yang diperlihatkan sekarang. Sepet!.


(Gini nih punya adek yang tak punya akhlak. Emangnya bakalan saya apain nomornya Rin?)


Keynand mengomel di seberang. Dia tidak menyangka Riski usilnya kembali kumat. Jika sudah berada di luar kampus dia akan menuju ke sifat aslinya.


(Kali saja nomor Handphone Rin di obral. Abang tidak tahu sih betapa berharganya nomor Handphone Rin. Ibarat Berlian yang harus saya jaga agar tidak jatuh ke tangan yang tidak berkepentingan)


Ucapan Riski membuat Keynand tambah kesal. Apalagi tawa renyah itu menjadikannya ingin menggigit Gelas. Sempat-sempatnya Riski mengganggunya di saat genting begini.


(Pintar banget nebaknya. Emang ada niat ingin mengumbar Nomor handphonenya kepada Abang-abang jomblo ngenes biar Rin langsung kebanjiran kenalan)


Riski kembali tertawa menanggapi ocehan Keynand yang meladeninya.


(Bagus itu bakalan di jadikan peluang bisnis. Kesempatan untuk nawarin dagangannya)


Keynand menghela nafas panjang. Sengaja banget bocah satu ini mengulur waktunya untuk menemukan Rizqia. Palingan ujung dari ini cowok Sok merasa keren itu akan membantunya.


(Katanya, jumlah rakaat Sholat wajib, dari arah Matahari terbit terus sebuah kerajaan Islam yang hancur bukan akibat berperangan. Menurut Abang bagaimana cara menghancurkan kerajaan itu sementara di kelilingi benteng pertahanan yang tangguh. Cara itulah nama jalan itu)


Namun menggunakan teka teki silang. Rin memang cerdas agar dirinya merasa tidak bersalah membocorkan alamat sahabatnya itu.


(Ki, kamu tahu enggak? Saya bingung)


Keynand kembali menghubungi Riski setelah mereka menutup obrolan. Dia tahu jawaban yang pertama dan kedua sementara yang terakhir dia bingung apa maksudnya.


(Abang cari sebelah Timur dan pastikan nomor 17 ada atau enggaknya)


Keynand benar-benar merendahkan hatinya hanya demi untuk menemukan Gadis itu. Seorang Direktur dari Perusahaan terbesar di Daerah ini mau menelusuri kawasan biasa hanya untuk mencari alamat dan bermain tebak-tebakan pula.


"Demi cinta ku padamu aye jabanin, dah! Pantang mundur kalau tidak bawa kemenangan. Eit dah, aye napa pake hati gini, sih? Cuman malu aye sama jawara Betawi kalau sampai gagal."


Keynand bermonolog sembari mengemudikan Mobilnya menuju arah timur. Ada dua jalan dan mana yang harus di pilih? Dia pada akhirnya bingung sendiri.


Rehat sejenak sambil mengingat nama kerajaan Islam di Indonesia. Tapi tidak ada yang di ingat, karena Keynand tidak terlalu menyukai pelajaran Sejarah. Apa mungkin si Rin itu sangat menyukai sejarah sehingga membuat teka teki ini. Bisa jadi karena kebetulan nama jalannya menggunakan nama kerajaan Islam di Indonesia.

__ADS_1


(Kerajaan Islam pertama Samudera Pasai di Aceh. Kerajaan Malaka di Semenanjung Malaya. Kerajaan Aceh, Demak di Jawa tengah, Mataram Islam di Kotagede, Banten, Gowa Tallo di Sulawesi Selatan. Dan terakhir kerajaan Ternate dan Tidore di Maluku Utara)


Riski menjabarkan dengan terperinci layaknya seperti Guru Sejarah. Sementara Keynand di seberang mendengarkan dengan seksama melalui headseat. Dan berusaha memecahkan apa yang di maksudkan Rin. Terlihat Keningnya mengkerut dan mendadak Kepalanya terserang pening.


Usai menyebutkan nama Kerajaan Islam, Riski terdiam, mungkin saja sedang berpikir untuk mendapatkan jawaban dari teka teki ini.


(Pusing saya Ki, enggak ngerti maksudnya. Kerajaan yang mana kira-kira yang dibahas sama Rin? Enggak mungkin semuanya, kan?) tanya Keynand dengan lesu. Dia berusaha mengingat-ingat sebab kehancuran masing-masing Kerajaan. Namun Keynand sadar pertanyaan yang di lontarkan oleh Rin sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan kerajaan itu sendiri. Mungkin ini hanyalah tebak-tebakan yang di jadikan bahan permainan anak muda jaman dulu.


Lika dulu pernah memberikannya tebakan yang membuatnya berpikiran ngeres. Seperti ini tebakannya 'Siapakah aku, ketika kecil aku terbungkus tak terlihat aurat sama sekali. Tapi setelah dewasa apalagi menjadi Tua aku benar-benar telanja*ng bulat?'. Kira-kira apa ayo? siapa yang tahu.


(Kerajaan Demak, Abang cari yang berkaitan dengan Demak. Mungkin maksudnya gini Demak lalu patahkan. Apa mungkin Raden Patah? Kalau bahasa sasak Demak itu artinya di ambil lalu nama Sultannya adalah Raden Patah. Artinya cara menghancurkannya dengan mematahkan sesuai dengan nama sultannya. Raden Patah merupakan Sultan pertama Kerajaan Demak. Jadi, jawabannya adalah Raden Patah dari kerajaan Demak. Abang cari Jalan Reden Patah nomor 17)


Riski tiba-tiba memperdengarkan suaranya dengan menjelaskan apa yang dipikirkannya. Entah kenapa kerajaan Demak yang menjadi pusat perhatiannya. Semoga saja perkiraannya benar dan menunggu kebenaran itu dari Keynand. Jika tebakannya benar pasti nama jalan itu ada di sekitar sana.


Keynand mengikuti arahan Riski. Dia memperhatikan sekelilingnya. Dia langsung berbinar-binar saat melihat plang kecil yang bertuliskan Jalan Raden Patah.


(Kamu benar Ki!)


Keynand hampir berteriak kegirangan. Untung saja dia ingat siapa dirinya. Direktur Hotel Ardiaz yang harus menjaga wibawanya di mana pun berada dalam keadaan apapun.


(Lalu Hamizan Riskiiii!)


Terdengar suara jumawa Pemuda itu dari arah semberang membuat Keynand ingin mengunduli rambut adiknya itu.


(Nanti saya kasik bonus Ki, Rujak terasi)


(Iya dah, tapi rujaknya harus dari Kejaksaan)


Nah lo! Keynand tentu saja bingung. Riski pakai acara teka teki segala. Jadi pening si Keynand, tuh!


"Emang sehati si Riski sama si Rin itu. Apa mungkin bakalan jodoh ya? Kalau emang jodoh si Riski langsung dapat Bati alias anak." Keynand bermonolog.


Pada akhirnya dia menemukan rumah yang di cari dengan penuh perjuangan. Iya penuh perjuangan karena melewati Polisi tidur di beberapa titik. Tentu harus bisa menaklukkan Polisi tidur itu. Selanjutnya di gonggong oleh Snoopy saat hendak bertamu ke rumah Pak RT dan pada akhirnya urung tak ingin berdamai dengan gonggongan itu. Terus di kejar orang gi*la gara-gara salah mengira. Luar biasa memang pengalaman Direktur Hotel Ardiaz ini. Jika Reynand, Adly dan Riski mengetahui ini, mereka akan secara kompak menertawakannya dengan diiringi candaan.


Sesampainya di depan rumah Rizqia. Keynand rasanya ingin mengatakan sesuatu sekencang-kecangnya. Namun di sabarkan hatinya yang luluh lantah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2