
"Rizqy!" Terdengar seseorang memanggil Pria dingin itu.
Rizqy mengarahkan pandangan ke sumber suara. Terlihat seorang Wanita muda menghampirinya.
"Tidak menyangka kita bertemu disini," ucap Wanita tersebut setelah berhadapan dengan orang yang dipanggilnya. Rizqy hanya terdiam malas menanggapi. Dia meraih tangan Habibah lalu menggenggamnya sangat erat. Dia berniat ingin berlalu dari hadapan Wanita yang tak ingin dilihatnya.
"Ini kah sambutan untuk mantan Isterimu, Rizqy!" lanjut Wanita tersebut. Dia menyadari Rizqy enggan berbasa basi dengan dirinya.
"Saya sibuk," sahut Rizqy malas.
"Oh ya? sibuk dengan Wanita ini?" ucap Wanita itu bertanya. Dia memandang Habibah dari ujung Kaki hingga ujung Kepalanya. Tatapan itu terlihat sangat menghina dihiasi senyum mengejek.
"Rizqy, apa kamu tidak bisa mencari seorang Gadis? dimana kamu temukan Wanita kolot ini? aku pikir setelah berpisah kamu akan menemukan Gadis yang lebih dariku. Nyatanya apa ini? selera kamu rendah juga ternyata?" Wanita itu melanjutkan kata-kata dengan ejekan.
Rizqy tentu saja marah, terlihat raut wajahnya tampak memerah. Dia berusaha menahan amarahnya. Habibah di sampingnya berusaha menenangkan Suaminya. Dia mengelus lembut tangan yang mengepal.
Rizqy mengarahkan pandangan pada wajah Habibah yang teduh. Di wajah itu terhias senyum indah yang mampu membuat Rizqy melembut.
"Wowww, apa yang sedang terjadi? Pria ini ternyata bucin sekali sehingga dengan cepat berubah. Semula tadi keruh, hanya mendapatkan senyuman saja sudah menjadi jernih. Nyonya Rizqy Anggara, apa anda talas?" ucap Wanita itu sinis.
"Sebaiknya kita pergi, Mas tidak suka berhadapan dengan Wanita gila," ucap Rizqy mengajak Habibah berlalu dari Wanita itu.
"Rizqy, aku yakin hanya aku yang mampu mengimbangi tenagamu di Ranjang. Aku lihat Wanitamu sungguh payah. Bagaimana kalau kita membuktikannya, siapa yang lebih unggul?" lanjut Wanita itu berteriak. Dia tidak peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Berbagai kata cemoohan muncul terdengar di Telinganya.
Rizqy lebih memilih tak peduli. Dia mengajak Habibah menjauh dari Wanita yang pernah menjadi Isterinya.
Setelah beberapa jarak melangkah. Rizqy telah sampai di Lapangan Basket.
"Pak Rizqy, Habibah ternyata kita bertemu disini." Keynand yang juga menuju Lapangan Basket bertemu dengan Pasangan Suami Isteri itu.
Rizqy tentu saja terkejut bahwa Keynand menyebut nama Isterinya. Dia melihat Habibah menganggukkan Kepala sembari tersenyum ramah.
"Anda mengenal Isteri saya?" tanya Rizqy penasaran.
"Iya, dia telah menyelamatkan hidup saya. Kalau tidak ada dia, entah apa yang terjadi dengan Putra saya. Mungkin saja dia menyusul Mommynya. Raski adalah hidup saya karena itulah saya berhutang budi dengan Isteri anda," sahut Keynand tulus.
Rizqy memandang wajah Habibah sejenak lalu mengalihkan kembali pada lawan bicaranya.
"Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Isteri saya juga melakukan dengan ikhlas tanpa pamrih. Jadi Pak Keynand tidak usah terlalu memikirkannya." Rizqy mewakilkan Isterinya menanggapi perkataan Duda tampan itu.
"Terima kasih," ucap Keynand sembari tersenyum tulus.
__ADS_1
"Sama-sama Pak Keynand. Apa anda disini hendak bermain Basket?" tanya Rizqy mengalihkan obrolan.
"Iya, mari kita tanding!" Keynand mengajak Pria itu untuk bertanding.
Rizqy melirik jam tangannya mempertimbangkan waktu. Keynand menunggu dengan harapan penuh.
"Ayolah kita bermain-main sejenak mencucurkan keringat," ucap Keynand menantang.
"Baiklah akan saya ladeni anda?" sahut Rizqy pada akhirnya menyambut tantangan Keynand.
Beberapa Pemuda di sana ikut bergabung membentuk dua Tim. Para Gadis yang kebetulan berolahraga kemudian merapat ke lapangan Basket. Mereka mendadak menjadi Pemandu Sorak.
"Aku pendukung Papa Indo, ayo sikat jangan sampai kalah. Tunjukkan kalau Papa Indo hebat sesuai tampang anda yang tampan." Seorang Gadis berteriak heboh.
Huuuuuuu
Tiba-tiba seorang Gadis menimpali dengan meneriakkan ejekan kepada Gadis itu.
"Ayo Papa Pribumi, anda pasti bisa. Tunjukkan kalau anda juga hebat. Tampilkan pesona anda yang macho dan juga Cool serta misterius." Teriak gadis itu bersemangat tidak mau kalah.
Habibah memilih menghilang. Dia menepi dari keramaian para Gadis yang bersorak memberikan dukungan.
Memang diakui bahwa kedua Pria matang itu memiliki pesona masing-masing. Tubuh tinggi tegap berkulit putih. Keynand Putra Ardiaz tentu saja mendominasi ketampanan para Pemuda disana. Sedangkan pesona Lalu Rizqy Anggara juga tidak perlu di remehkan. Dia mewakilkan ketampanan para Pangeran di Daerah ini. Berciri khas santun, bersahaja dan cerdas.
Sedangkan Tim Rizqy, dia berhasil melawan keegoisannya. Rizqy lebih memilih orang lain yang mengeksekusi. Timnya sangat mengerti isyarat itu. Terbangunlah kerjasama yang solid. Meskipun mereka tak sejago tim Keynand. Nyatanya modal kerjasama dan kepercayaan akan kemampuan satu timnya mampu mengimbangi permainan lawannya. Ada saatnya Rizqy memutuskan untuk mengeksekusi sendiri. Satu Timnya mengerti dan bersiap mengatur siasat selanjutnya.
Bola melayang menuju arah ring. Netra semua orang tertuju ke arah bola berwarna orange itu. Menunggu dengan harap-harap cemas. Apakah bola itu masuk ataukah berpaling dari ring. Di tunggu!
Beberapa detik setelah dilempar, bola tersebut berseluncur melewati cincin ring berbentuk bundar itu. Masuk!
Rizqy mengepal tangan bergerak sedikit tak terlihat sebagai bentuk semangat dan rasa syukurnya.
Duk
"Horeeeeeee." Terdengar orang-orang itu berteriak bergembira begitu bola yang dilemparkan Rizqy berhasil masuk.
Rizqy dan tim berjabat tangan meluapkan kegembiraan. Mereka terlihat sangat bersemangat melanjutkan permainan. Pun begitu dengan Tim Keynand tidak mau menerima kekalahan. Mereka berambisi untuk memenangkan permainan.
"Wowww, berhasil. Ternyata Papa Pribumi jago juga."
Terdengar celotehan para Gadis pendukung tim Rizqy. Sorak sorai menggema membangun kembali semangat permainan. Dengan susah payah, tim Rizqy berusaha mengejar ketertinggalan. Pada akhirnya juga skors mereka seri diakhir jam permainan.
__ADS_1
Usaha tidak akan menghianati hasil jika Tuhan berkehendak.
Kalimat itu layak di sematkan kepada kedua Tim yang berhasil memenangkan permainan.
"Kok enggak ada yang menang, sih? dimana-dimana permainan itu harus ada yang menang dan juga kalah. Ini enggak seru banget," ucap seorang Wanita yang tiba-tiba masuk ke lapangan. Mereka sudah menyudahi permainan dengan kegembiraan. Sesungguhnya sebagian dari mereka tidak mengenal satu sama lain. Mereka kesana untuk berolahraga. Ketika ada teman lawan bermain pada akhirnya membentuk tim dadakan. Diakhir pertandingan mereka berkenalan satu sama lain. Tidak ada yang sama, usia dan profesi mereka berbeda-beda sehingga suasana perkenalan sangat berwarna. Dimana ada di antara mereka yang tercatat sebagai Siswa SMP.
"Mbak kita hanya berolahraga bukan berniat memenangkan pertandingan," sahut seorang Pemuda disertai dukungan yang lainnya.
"Tetap saja tidak bisa. Bagi saya itu sama artinya merendahkan harga diri calon Suami saya. Kalian tahu siapa Pria berparas Bule itu?" ucap Wanita itu menunjuk Keynand.
"Dia Keynand Putra Ardiaz, Pengusaha nomor satu di Daerah ini. Orang terkaya di Daerah ini dan juga dia Direktur utama Hotel Ardiaz. Masak iya timnya tidak bisa mengalahkan Pria bernama Lalu Rizqy Anggara. Seorang Pria yang jaraknya jauh dibawah dan hanya berprofesi sebagai abdi Negara. Tentu saja tak memiliki apa-apa jika dibandingkan oleh seorang Keynand Putra Ardiaz. Aku Jessi, Calon Isteri Keynand ingin pertandingan ini dilanjutkan. Aku yang akan memenangkan pertandingan ini untuk Keynand. Aku tantang Pacar dari Rizqy Anggara. Wanita berjilbab yang berdiri disana," lanjut Wanita itu menunjuk ke arah Habibah yang sedang berdiri di tepi lapangan.
Orang-orang yang mendengar tentang Keynand Putra Ardiaz mendadak menjadi sangat ramah kepada Pria itu. Sedangkan Rizqy sangat santai menghadapi semua ini. Dia juga tidak ditinggalkan oleh timnya. Mereka merasa tidak punya kepentingan dengan Pengusaha nomor satu itu. Siapapun dia, tidak akan berpengaruh dalam hidupnya. Jadi untuk apa berlebihan.
Habibah terpaku ketika telunjuk itu mengarah ke wajahnya. Tentu saja dia tidak suka Prianya direndahkan. Wanita berparas manis itu menghampiri kerumunan, dimana tempat Wanita itu berada.
"Saya terima tantangan anda. Saya akan membawa nama Suami saya Lalu Rizqy Anggara. Silahkan anda membawa nama Direktur Hotel Ardiaz. Memang iya Pria saya hanya seorang abdi negara sedangkan Pria anda seorang Pengusaha nomor satu di Daerah ini. Apa saya harus bilang wow gitu atau bertepuk tangan merasa bangga sekaligus berkata hebat. Hem, sepertinya tidak perlu. Tidak akan berpengaruh di dalam hidup kita. Why? karena kita sama-sama mendapatkan titipan dari Tuhan dan sewaktu-waktu akan diambil." Habibah berucap tegas.
Rizqy tersenyum cerah mendengarkan perkataan Isterinya. Keynand, Pria itu semakin mengagumi Sosok Habibah Rosy. Wanita itu tidak suka diremehkan dan terlihat sekali dia akan melawan jika merasa dirinya di tindas. Seorang Wanita harus punya prinsip. Dia tahu kapan akan diam dan kapan akan melawan jika benar-benar terusik baru kekuatan itu ditampakkan.
"Kita tidak perlu banyak berbicara, mari kita bertanding," lanjut Habibah sudah siap membangun keberanian.
Pertandingan pun dimulai satu lawan satu. Wanita bernama Jessi itu terlihat menguasai permainan. Namun jangan remehkan Habibah Rosy yang terlihat cerdik dan lincah.
Sorak sorai kembali bermunculan memberikan semangat untuk keduanya. Sangat kontras, satunya berpenampilan stylelish dengan kaos ketat menampilkan lekuk tubuhnya dan Celana pendek yang mengumbar kemulusan Pahanya. Satunya lagi sangat tertutup, tidak ada satupun auratnya terlihat. Hanya wajah tenang yang ditampilkan dengan gamis longgar yang menyembunyikan keindahan.
"Calon Isteri Pak Keynand cantik banget terus sexy pula. Seorang Direktur seleranya tidak kaleng-kaleng. Anda beruntung sekali memiliki Calon Isteri seperti Jessi," ucap seorang Pria pendukung Jessi. Dia mempelototi tubuh Sexy berisi itu.
"Dia bukan calon Isteri saya. Wanita itu hanya mengaku saja, kita hanya sebatas teman. Jessi bukan Wanita idaman saya. Wanita idaman saya seperti Habibah Rosy. Tertutup dan tidak suka mengumbar auratnya. Sejatinya seperti itulah seorang Wanita Muslimah. Menjaga kehormatan, hati dan membentuk rasa malunya," sahut Keynand tegas.
Pria tadi melirik Keynand dengan tatapan heran. Dia tidak sanggup berucap. Namun Otaknya berpikir mencari sesuatu yang menarik dalam diri Wanita bernama Habibah Rosy. Tak menemukan sesuatu yang menarik dalam diri Wanita itu. Tentu saja membuat Pria itu menggelengkan Kepala bingung. Ini menyangkut selera maka jawaban setiap orang tidak akan sama, So saling mengerti saja, no debat.
Rizqy tersenyum menanggapi jawaban dari Keynand. Telinganya sangat aktif mendengarkan kata-kata itu. Netranya sangat fokus memperhatikan Habibah yang saat ini tengah melompat melemparkan bola.
"Bibah," ucap Rizqy lirih begitu menyadari kecurangan yang dilakukan Jessi. Rizqy segera berlari ke tengah lapangan. Pun begitu dengan Keynand yang berlari menghampiri Habibah.
Bugh
Bola terjatuh bersamaan tubuh Habibah yang berusaha menyeimbangkan diri dan pada detik berikutnya tubuh Habibah tumbang juga. Rizqy dan Keynand bersama-sama berusaha menyelamatkan Habibah yang hendak menyentuh tanah.
Bugh
__ADS_1
Bersambung.