
Cukup lama Julaekha menikmati arona maskulin Suaminya yang membuatnya sangat bahagia. Pada akhirnya mengurai pelukan dengan wajah berseri-seri.
"Saya akan ke Hotel, hari ini ada meeting penting yang tidak bisa ditinggalkan," ucap Keynand memberitahu. Dia meraih Jasnya kemudian memakainya. Terlebih dahulu mengurai lengan kemejanya yang sempat di gulung hingga siku.
"Mas, tidak bisakah menemani aku di sini? Kita ini baru saja menikah dan masih dalam suasana Pengantin. Kenapa tega banget meninggalkan Isteri sendiri. Tidak inginkah mas bermesra-mesraan dengan aku?" pinta Julaekha penuh harap. Dia ingin Keynand hanya untuknya beberapa hari ke depan. Pada saat inilah dia akan mengikat Keynand melalui kebersamaan mereka berdua dengan penuh canda tawa, kemesraan dan tentunya harsatnya yang terpenuhi.
Julaekha yakin jika Keynand menyentuhnya, maka Lelaki itu akan menjadikan dirinya adalah candu. Setelahnya Keynand akan terjerat dan pastinya akan semakin sulit terlepas darinya.
"Saya akan tetap ke Kantor. Ada ribuan orang bergantung pada Perusahaan. Jika hari ini saya tidak datang kemungkinan besar perusahaan akan merugi. Saya tidak ingin perusahaan kehilangan kontrak kerja sama yang membuat Pegawai menangis," jawab Keynand menjelaskan. Dia berharap dengan penjelasannya itu Isterinya mengerti. Tapi apa yang terlihat, wajah Isterinya cemberut. Ada ketidak relaan dan amarah yang diperlihatkan oleh Wanita itu.
"Apakah perusahaan dan Pegawainya lebih penting dari Isteri sendiri? Seharusnya aku yang menjadi priolitas Mas. Ketika aku meminta Mas untuk menemani aku di sini, iya Mas harus memenuhinya. Tidak bisakah Reynand saja yang menghandle pekerjaan Mas. Apa gunanya dia ada jika yang dia nikmati hanyalah kerja keras Mas. Seharusnya Reynand dan Isterinya itu tidak terus-terusan bergantung pada Mas. Saudara sih saudara tapi masak iya hidup mereka ditanggung penuh oleh perusahaan mas. Mereka benar-benar benalu." Julaekha menumpahkan kekesalannya. Baru saja dia berdamai dengan Keynand dan sekarang amarahnya itu tiba-tiba menguasainya.
"Apa kamu bilang, keluarga Reynand adalah Benalu?"
Julaekha dengan cepat menganggukkan Kepalanya. Wanita itu terlihat bersemangat menunjukkan ketidak sukaannya kepada Reynand. Dia tidak ingin Reynand mempengaruhi Suaminya apalagi menggerogoti harta yang dimiliki oleh Suaminya.
__ADS_1
"Iya, kenapa tidak Mas hempaskan saja mereka. Kenapa mereka tidak tahu malu terus-terusan menumpang hidup mewah dengan harta yang kamu miliki, Mas. Bukankah itu namanya Benalu? Benalu harus di musnahkan, jika tidak akan menjadi ancaman untuk Mas."
Kalimat panjang Julaekha membuat raut wajah Keynand berubah masam. Rahang Pria itu terlihat mengeras dengan tangan terkepal kuat
"Dengar Julaekha, saya yang menumpang hidup pada Abang Reynand. Perusahaan itu adalah milik Reynand dan Abang Reynand yang membangunnya dari nol hingga berkembang maju seperti sekarang ini. Perusahaan itu bukan perusahaan estafet yang diberikan oleh orang tua kita, tapi itu perusahaan milik Abang Reynand. Dengan penuh perjuangan bertahun-tahu Abang Reynand berhasil menancapkan bisnisnya di Daerah ini. Sekarang kamu seenaknya mengatakan kalau abang Reynand adalah Benalu. Kalau bukan karena Abang Reynand dan mbak Lika yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengelola Perusahaan, maka sampai kapan pun saya bukan siapa-siapa." Keynand menumpahkan kekesalannya dengan kalimat panjang yang setiap kata di tekannya. Dia tidak menyangka pikiran Isterinya sepicik dan selicik ini. Dia mendengus kesal. Hati dan fisiknya kian lelah menghadapi perdebatan yang mungkin saja bakalan terjadi setiap harinya. Tidak di sangka Julaekha Syarifah, Wanita berpendidikan tinggi dengan karier cemerlang sebagai Dosen dan Wanita yang berkelas ternyata attitudenya sangat buruk.
Keynand memijit kepalanya yang terasa pening. Sepertinya hidup bersama Wanita itu akan mendatangkan berbagai penyakit pada tubuhnya.
"Satu hal lagi, saya dan Abang Reynand punya tanggung jawab atas hidup semua Pegawai yang bekerja pada Perusahaan. Karena kenapa? Karena Tuhan telah menitipkan rezeki mereka pada perusahaan sehingga kita harus menjalankan amanah dengan bekerja keras untuk memajukan perusahaan. Mengenai siapa yang di priolitaskan seharusnya kamu harus memahami kondisinya. Kapan harus memperiolitaskan kamu dan kapan harus mempriolitaskan perusahaan. Seharusnya kamu mikir Julaekha. Jangan merengek dan bersikap manja di saat yang tidak tepat karena sampai kapanpun saya tidak akan pernah tersentuh. Satu lagi saya tidak akan mau menjadi orang munafik karena menemani waktu kamu yang tak berguna ini."
"Apa? Jadi Reynand adalah Pemilik perusahaan yang sebenarnya? Itu artinya posisi Keynand bisa saja di gantikan orang lain. Ternyata Keynand tidak sepenuhnya memiliki kewenangan atas Perusahaan." Julaekha bermonolog. Terlihat dia serius berpikir dan tidak tahu langkah apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dia menyadari bahwa Reynand tidak sama sekali menyukainya dan sepertinya Kakak kandung Suaminya itu tidak menyetujuinya sebagai Isteri adiknya.
"Aku sudah salah sasaran, langkah selanjutnya aku harus mengambil hati Reynand agar mau menerima kehadiran aku di keluarganya bila perlu membuatnya jatuh cinta padaku."
Julaekha sibuk dengan memikirkan rencana-rencana yang akan mengamankannya sebagai Menantu keluarga Ardiaz. Apalagi statusnya tidaklah kuat sebagai Isteri Keynand. Lelaki itu hanya menikahinya secara agama dan sepertinya akan sulit mengesahkan pernikahan itu secara negara karena Keynand tidak menginginkan itu.
__ADS_1
Sementara Keynand melangkah dengan pasti menuju arah Pintu keluar. Sebelum sampai di sana dia berbelok ke arah Dapur. Ada ketidak nyamanan yang dirasakan oleh tenggorokannya sehingga ingin melegakan dengan segelas air putih. Berbicara dengan penuh emosional membuat tenggorokannya benar-benar kering.
Dia meraih satu gelas bersih lalu mengambil air dingin di Dispenser setelahnya mencari Kursi. Keynand duduk setelahnya barulah dia meminum air putih tersebut hingga tandas.
Keynand meletakkan Gelas yang sudah kosong di atas Meja. Dan tanpa sengaja matanya melihat Piring kotor, gelas kotor dan sendok kotor yang digunakan oleh Julaekha tadi saat dia sarapan. Wanita itu tidak sama sekali mau mencuci apa yang digunakannya. Dibiarkan semua itu teronggok secara mengenaskan di atas Meja yang kotor.
Keynand menghembus nafasnya dengan kasar. Suasana hatinya kian memburuk melihat itu.
"Qia, lihatlah Wanita yang kamu berikan kepada saya. Dia benar-benar minus attitude dan sangat buruk perangainya. Dimana kamu berada dan kenapa kamu menghilang? Lihat saja nanti, jika saya menemukan kamu, siap-siap menerima hukuman dari saya." Keynand bermonolog dalam hati. Mengenai Gadis itu dia akan mengomelinya dalam diam. Sebab tidak ingin orang lain apalagi Julaekha mengetahui, jika dia masih mengingat Gadis itu.
Frustasi dengan apa yang dilihatnya, Keynand bergegas meninggalkan kediamannya. Berharap dengan mengalihkan masalahnya melalui pekerjaan akan membuatnya lebih baik.
"Melong, kenapa kamu menyiksaku dengan kepergianmu yang tanpa jejak?" Keynand menjerit dalam hati dan memeluk erat rindunya kepada Qia. Meskipun kini setiap rasa yang masih tersimpan, sudah terlarang baginya.
Bersambung.
__ADS_1