Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
96


__ADS_3

("Seret Wanita itu hingga ke hadapan saya")


Terdengar perintah dari seberang Handphone. Seorang Laki-laki berparas indo tengah duduk pada sebuah Kursi yang sangat mewah. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang sangat memabukkan bagi kaum hawa.


"Tak sabar rasanya mencaci maki Wanita tak tahu malu itu," ucapnya kasar. Sorot matanya menebarkan kemarahan yang menggelegar.


Tak lama berselang, terdengar Pintu di ketuk. Laki-laki itu memerintahkan seseorang di luar sana untuk masuk.


"Masuuuuk."


Berlahan Pintu terbuka dengan menampilkan dua orang Laki-laki berwajah dingin dengan satu orang Wanita berparas menawan.


"Lepaskan saya, berani sekali menyeret saya seperti ini. Apa kalian tidak tahu siapa saya? Saya itu Jessi Anastasia, Wanita terhormat dan kaya raya di Daerah ini," ucap Wanita itu berteriak dengan kemurkaan tak bisa di tahannya lagi. Wanita itu tidak suka diperlakukam dengan tidak terhormat oleh dua orang Pria yang merupakan orang suruhan.


"Diam, kalau tidak ingin pukulan ini merobek bibir kamu," sahut salah satu Pria tak kalah meninggi.


Wanita yang menyebut namanya Jessi Anastasia itu tak berhenti untuk memberontak hingga tubuhnya berhadapan dengan Sosok yang membuatnya kepayahan seperti ini.


Dia amat sangat terkejut saat mengetahui siapa Pria di hadapannya.


"Ke-Keynand?" ucapnya terbata. Binar-binar kebahagian tercetak begitu saja tatkala melihat senyum tipis dari Pria menawan itu.


"Ada apa? Apa kamu merindukan saya, Keynand sehingga menyeret saya ke sini?" Lanjutnya penuh percaya diri. Dia berhasil melepaskan diri dari pegangan dua Pria itu. Senyum manis dia tampilkan untuk mendapatkan ketertarikan dari Keynand.


Keynand tak menanggapi. Dia lebih memilih menghabiskan Jus mangga yang terasa menyegarkan tenggorokannya.


"Tinggalkan kami," ucapnya datar.


Dua orang suruhan itu berpamitan setelah mendengarkan perintah dari Keynand. Kini hanya mereka berdua yang tertinggal. Tak ada yang bersuara selain detak jantungg yang masih terdengar oleh Telinga.


Jessi, Wanita itu kebingungan dengan yang sedang di hadapi kini. Sekaligus senang karena bertemu lagi dengan Keynand. Senyumnya tak memudar saat Keynand menatapnya dengan sorot mata tak beriak.


"Bagaimana rasanya bekerja sama dengan Rizqy? Apakah bahagia?" ucap Keynand bertanya dengan nada dinginnya.


Jessi terlihat mengernyitkan dahinya tak mengerti dengan arah pembicaraan Pria di hadapannya. Belum saja bersuara Keynand terlebih dahulu membukam bibir yang terlihat bergerak untuk mengucapkan sesuatu.

__ADS_1


"Caramu benar-benar tak terpelajar. Menjatuhkan seseorang dengan cara rendahan seperti itu. Iya saya akui kamu berhasil membuat Qia malu. Akan tetapi kesenanganmu tidak akan berlangsung lama karena saya yang akan menghancurkannya dengan derita."


Jessi semakin bingung. Tidak terlihat ketakutan pada wajahnya membuat Keynand mengernyitkan dahinya.


"Saya sungguh tak mengerti arah bicara kamu Keynand? Rizqy siapa? Terus Qia itu siapa? Memangnya apa yang saya lakukan pada orang yang bernama Qia itu sehingga kamu semurka ini?" tanya Jessi pada akhirnya ada kesempatan berbicara saat Keynand terdiam.


"Jangan pura-pura tidak tahu. Kamu, kan yang menyuruh seorang Mahasiswi untuk menghina Qia dan kamu bersengkokol dengan Rizqy untuk mencapai tujuan masing-masing. Kalian berdua ingin menghancurkan saya, iya kan?"


Jessi semakin kebingungan dengan pernyataan Keynand. Dia menatap Keynand dengan wajah keheranan. Sementara Keynand tidak sama sekali terpengaruh dengan kebingungan yang di tampilkan Wanita itu.


"Rencana kalian tidak akan pernah berhasil. Kamu lupa sedang berhadapan dengan siapa?"


Keynand semakin marah melihat raut polos yang di tampilkan oleh Jessi. Wanita itu pasti sedang mengelabui dirinya dengan tampang bego yang seakan tidak tahu apa-apa itu.


"Rencana apa? Saya tidak mengerti arah pembicaraan kamu Keynand? Jika ingin menghancurkan kamu tidak perlu saya menyembunyikan batu di balik punggung untuk melemparnya ke arah kamu. Tentu saja saya akan langsung mengajak kamu perang. Kamu tahu itu bukan gaya saya, kan? Jadi berhenti memfitnah saya," sahut Jessi lantang. Dia memang tidak tahan dengan tuduhan yang di alamat kepada dirinya. Tiba-tiba saja di seret ke hadapan Keynand lalu menerima tuduhan yang tak pernah di lakukannya. Siapa yang tak akan marah?


"Jangan buang-buang waktumu untuk mengurusi sesuatu yang tidak pernah saya lakukan. Satu hal lagi saya tidak kenal dengan Wanita yang kamu sebutkan tadi? Siapa tadi namanya?" Lanjut Jessi mencoba mengingat. Terlihat sekali ketidak sukaan terpancar pada raut wajahnya.


Dia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah Pintu hendak meninggalkan Keynand. Sebelum meraih Pintu Jessi membalikkan tubuhnya lalu berkata "Jika Rizqy yang kamu maksudkan adalah mantan Suami saya. Saya beritahu setelah saya menantang Isterinya bermain basket, hingga sekarang tidak pernah bertemu apalagi berhubungan dengannya lagi."


Usai berkata Jessi meraih Pintu lalu menghilang dari baliknya. Wanita itu meninggalkan Keynand yang kini di liputi kebingungannya.


Keynand merasa Kepalanya mau pecah menerima fakta ini.


Ting


Saat Kepalanya tak nyaman terdengar notifikasi masuk ke Handphone. Melihat nama siapa yang tertera di sana dengan cepat Keynand membuka pesan itu yang berupa Vidio.


Dalam vidio itu terlihat Qia sedang merebahkan tubuhnya pada sebuah ayunan. Sedangkan Kepalanya dia rebahkan pada paha Laki-laki yang duduk bersamanya. Terlihat mereka berbicara dengan gelak tawa menghiasi. Sesekali tangan Laki-laki itu menoel hidung mancung milik Qia tatkala mereka saling menggoda.


"I Love You, I love you, I love you."


Terdengar celotehan Gadis itu membuat sang Laki-laki mencubit Pipi mulus itu dengan gemas.


"Jadi seperti ini kamu sebenarnya, Qia?" ucap Keynand semakin marah. Tidak menyangka dia mendapatkan bukti seperti apa Gadis itu sebenarnya. Dalam vidio itu dia terlihat mesra dan manja dengan Laki-laki yang bersamanya. Qia terlihat bahagia dengan tawa lepasnya sementara Laki-laki itu terlihat sangat menyayanginya. Meskipun vidio yang berdurasi lama itu tidak menampilkan adegan dewasa. Namun cara Qia bermanja dengan Laki-laki itu cukup membuktikan bahwa Gadis itu bukan Gadis baik-baik. Menurutnya.

__ADS_1


Keynand tak kuasa menahan gejolak di hatinya. Entah kenapa terasa mendidih. Cemburu kah dia?


***


Esok harinya Duda itu meninggalkan kediaman. Dia tidak tahan dengan kekalutan yang tiba-tiba menyerangnya. Kemarahan dan ketidak percayaan dengan apa yang terjadi membuatnya tidak bernafas dengan baik. Dia tidak bisa tidur memikirkan apa yang di lihat. Dia percaya dengan apa yang di tampilkan vidio itu. Tidak ada rekayasa di sana, sebaliknya benar-benar asli. Di sisi hatinya yang berbeda Keynand menampik kalau Qia Gadis gampangan. Menurutnya dia Gadis baik-baik yang tidak mungkin mengumbar kemesraan dengan Laki-laki yang belum halal untuknya. Tentunya Gadis itu sangat menjaga kehormatannya.


Sebetulnya apa masalahnya jika Qia ternyata memilih dan menempatkan hatinya kepada Pria lain bukan dirinya. Bukankah Keynand tidak memiliki perasaan kepada Gadis itu. Lantas kenapa ia seperti tak terima dengan kemesraannya dengan Pria lain.


Sulit di percaya hati Pria itu meradang dan dalam waktu persamaan menegaskan dia tidak memiliki perasaan kepada Gadis bernama Qia.


Pikiran Keynand menelisik mencari kebenaran akan hatinya. Namun hanya bantahan terdapat di sana. Sepertinya hati Keynand ternyata rumit mana kala rasa itu tidak mau di akuinya.


Beberapa menit berkendara menempuh jarak yang sangat panjang, pada akhirnya Mobil mahal itu terparkir di area kampus Mentaran.


Keynand ingin membuktikan sendiri dan ingin mendapatkan penjelasan dari Qia, bukan lagi hanya sekedar melihat senyum itu dari kejauhan.


Sial!


Baru saja membuka Pintu Mobilnya, Keynand melihat Sosok Rizqy berdiri dengan gagahnya di samping Mobil butut miliknya.


"Apa yang di lihat oleh Qia? Lihatlah masih gantengan gue kemana-kemana." Keynand bercelutuk kesal.


"Apa dia lebih suka jadi Pelakor atau jangan-jangan tertipu bujuk rayu Laki-laki itu."


Sangkaan demi sangkaan meluncur begitu saja dari bibir Keynand.


Tak butuh waktu lama bagi Rizqy menunggu. Terlihat Rizqia menghampirinya dengan senyum mengembang.


Adegan manja pun terpampang. Mereka berdua berbicara sebentar dengan tawa mengiringi. Tak ada kontak fisik, tapi dari pelupuk mata masing-masing terpendar rasa sayang itu.


Langkah Keynand melebar ingin melabrak. Nyatanya urung manakala ada suara menghentikannya.


"Pak Keynand, sedang apa di sini?"


Seorang Wanita menyapanya. Sapaan itu berhasil menghentikan langkah itu. Keynand membalikkan tubuhnya menghadap ke sumber suara. Matanya langsung bertemu dengan Wajah cantik milik Wanita yang ternyata di kenalnya. Wanita itu mengikis jarak sehingga mereka berdekatan. Senyum manis dari Wanita itu mampu membuat Keynand terlepas dari kemarahan.

__ADS_1


Tanpa di sadari olehnya, Qia melihat keberadaan Keynand dari balik kaca Mobil yang terbuka. Gadis itu menatap Keynand yang nampak asyik mengobrol dengan tatapan sendu.


Bersambung.


__ADS_2