
"Saya ingin memperbaiki hubungan kita, jadi saya mohon minumlah terlebih dahulu baru saya menikmati bekas bibirmu, sayang," sambungnya memohon.
Julaekha menatap Keynand dengan raut tak percaya. Apa yang didengarnya sungguh membuatnya sangat syock. Mana mungkin dia akan meracuni dirinya sendiri dengan keinginan Sang Suami. Selain itu Julaekha berusaha menelan cairan di tenggorokan yang pahit dan terasa tercekat, Wanita itu juga berusaha mengendalikan diri agar terlihat baik-baik saja di hadapan Keynand, padahal sejatinya dia sedang ketar ketir.
"Sial, kenapa Keynand mendadak romantis. Apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Pria ini? Tapi sepertinya dia tulus dan tidak terlihat tidak berbohong," batin Julaekha merasa galau dengan tatapan Keynand yang penuh perasaan cinta.
"Maafkan saya yang selama ini telah mengabaikan kamu dan sibuk dengan duniaku. Sebab itulah saya ingin memperbaiki hubungan kita, maukah sayang?"
Keynand tersenyum dengan mata yang berpijar terang penuh rasa.
"Kamu cantik dan betapa bodohnya diri ini karena tidak melihat bidadari yang dengan setia mendampingi. Ah selama ini Suamimu ini buta ternyata," lanjutnya dengan kata-kata yang tertata dengan rapi, membuat kinerja jantung Julaekha mendadak menjadi kacau. Sanjungan dari Keynand telah sukses meyakinkan hatinya bahwa Keynand mulai serius akan hubungan mereka.
"Sekarang, minumlah."
Keynand menyodorkan gelas yang berisi air madu dengan wajah memelas. Dia mengabaikan tangan Julaekha yang terlihat bergetar dan bersama kening yang menampilkan keringat sebesar biji kedelai hitam.
"Apa ACnya mati? Kenapa berkeringat. Terus kenapa tanganmu bergetar, apa kamu sakit sayang?" tanya Keynand memperlihatkan wajah khawatir.
"Saya baik-baik saja, tidak ada masalah dengan tubuh ini, hanya saja saya tidak suka madu," jawab Julaekha berusaha mengelak.
"Sayang sekali, padahal saya pingin sekali minum dari bekas bibir kamu, biar romantis gitu?" ucap Keynand sedih. Tangannya masih memegang gelas itu dan mengambang di depan Julaekha.
"Kalau begitu saya tidak akan meminumnya," putus Keynand menaruh gelas itu di Meja kecil yang ada di samping Ranjang.
Julaekha terpaksa menuruti kemauan Keynand, kalau tidak Keynand akan mencurigainya. Lagipula kalau terjadi sesuatu dengannya, maka semakin jelas Enah yang akan dipersalahkan karena terbukti Wanita itu hendak meracuni Tuan dan Nyonya rumah.
__ADS_1
Julaekha meraih gelas lalu meminum setengahnya. Sisanya dia berikan kepada Keynand.
Sesaat setelah meminumnya, dia merasakan tenggorokan tidak baik-baik saja. Julaekha bergegas ke kamar mandi untuk memuntahkan apa yang terlanjur di minumnya.
Sial. Dia memaki dirinya yang mendadak bodoh telah menuruti keinginan Keynand yang konyol itu.
"Apa yang terjadi? Apa kamu baik-baik saja?" Keynand berteriak khawatir.
Tidak ada sahutan dari Julaekha, karena Wanita itu berusaha mengeluarkan apa yang terlanjur masuk ke dalam tubuhnya.
Beberapa menit kemudian dia merasakan lemas. Julaekha pada akhirnya memutuskan untuk keluar, karena tidak mungkin akan berdiam diri di kamar mandi tanpa melakukan apapun untuk menormalkan kembali tubuhnya.
Ceklek
Pintu terbuka menampakkan wajah Julaekha yang kacau dan sangat pucat.
"Kamu berbaring saja, sebentar saya hubungi Dokter Rasyid untuk memeriksa apa yang membuatmu mendadak sakit begini?" ucap Keynand setelah membantu membaringkan tubuh Julaekha. Tidak lupa dia menyelimuti tubuh Sang Isteri agar merasakan nyaman. Keynand benar-benar Suami yang sangat perhatian.
"Mas, aku tidak Dokter, tapi aku butuh kamu segera menyeret Enah ke Penjara. Sekarang lebih kamu menelpon Polisi karena terbukti jelas Enah meracuni kita," ucap Julaekha terdengar lemah.
Keynand menghentikan kegiatannya. Kini fokusnya dia alihkan kepada Wanita yang kini sedang merasakan hasil dari kelicikannya sendiri.
"Kita belum punya bukti, terus bisa saja dia mengelak kemudian memutar balikkan fakta. Bukannya dia yang menjadi tersangka malah kamu yang tertunduh. Saya takut semua itu terjadi. Kamu tahu saya ingin kamu baik-baik saja, jadi bersabarlah hingga kita menemukan bukti yang bisa dibenarkan oleh hukum."
Keynand panjang lebar menerangkan apa akibatnya jika nekad memperkarakan apa yang menimpanya setelah meminum air madu tersebut.
__ADS_1
"Maksudnya, apa kamu mencurigai aku?" tanya Julaekha meninggikan suaranya. Dari kata-kata yang diucapkan oleh Keynand seakan mengisyaratkan bahwa dialah yang melakukannya. Julaekha benar-benar marah.
"Jangan rengas, ya! Saya tidak mencurigai kamu, hanya saja mencoba memikirkan kemungkinan yang akan terjadi, mengingat Enah hanya membuat dan kamu yang membawa ke hadapan saya. Bisa saja karena kamu membawa kopi tersebut menjadi perhatian dari para penyidik dan menaruh curiga kepada kamu."
Kembali Keynand panjang lebar menjelaskan. Seketika wajah Julaekha kian khawatir. Namun berusaha di tekannya dengan mempertajamkan tatapannya karena kecewa pada kata-kata Keynand yang terang-terangan mencoba membela Baby Sitter itu.
"Terserah, lebih baik aku istirahat saja. Jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu dengan kita. Dasar Suami keras Kepala yang tidak pernah mau mendengarkan Isterinya," sahut Julaekha kesal. Dia kemudian memejamkan mata, karena merasa lelah.
Keynand tersenyum cerah dibalik punggung. Dengan pelan dia melangkah pergi untuk meninggalkan Julaekha yang terbaring lemah berusaha untuk melawan sakit dari Senjatanya sendiri.
Kini tujuan langkahnya adalah kamar buah hati. Sesampainya di sana, di berdiri dibalik Pintu. Ayah dari Raski itu ikut mendengarkan dongeng yang dikisahkan oleh Enah dan diiringi tembang Inaq Tegining dan Amaq Tenangan. Suaranya yang merdu membuatnya ingin merebahkan Kepala pada pangkuan Gadis cantik yang ada dalam pikirannya. Keynand ikut larut dalam kisah sepasang Suami Isteri yang memiliki cinta yang luar biasa pada pasangan masing-masing.
Cekrek
Tidak sadar Pintu terbuka karena Enah telah menutup tembang dengan doa menjelang tidur.
"Pak Keynand, anda di sini? Apa ingin melihat Dadek Raski?" tanya Enah sembari memperbaiki kaca matanya dengan gugup. Sejujurnya dia sempat terkejut dan merasakan jantung yang mendadak jumpalitan. Dia melihat wajah tampan Keynand dengan sangat jelas. Hal itulah membuatnya panas dingin. Sungguh pesona Keynand membuatnya tiba-tiba berada dalam angan. Enah buru-buru menggelengkan Kepala mengusir lamunan yang tidak tahu malu.
"Ayolah Enah, jaga batasanmu," batinnya mengingatkan.
Sementara Keynand salah tingkah dan terlihat grogi. Dia menggelabui diri dengan menggaruk tengkuknya.
"Apa Raski sudah tidur?" tanya Keynand setelah berhasil menguasai diri. Entah kenapa di hadapan Gadis berkaca mata itu terkadang merasa mati kutu.
"Oh ya Pak Keynand, Raski ingin bertemu dengan Mama Qia. Apakah kita bisa mengabulkan keinginannya?" tanya Enah serius. Dia memperhatikan Keynand yang terdiam. Sepertinya Keynand sedang mempertimbangkannya.
__ADS_1
Bersambung.