
Paginya, seusai melaksanakan Shalat Subuh di Masjid, Rizqy menyempatkan diri berjalan-jalan di sekitar Desa seperti biasanya.
Dia melanjutkan langkahnya menuju Pantai. Disana telah berkumpul beberapa Nelayan yang memang sengaja dikumpulkan untuk mendengarkan arahan selanjutnya dari Rizqy.
Pria berkulit putih itu tersenyum tatkala berada di disana. Setelah mengucapkan salam, tidak lupa menanyakan keadaan mereka semua.
"Alhamdulillah pagi ini kita diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan kewajiban hari ini. Semoga full selama sebulan," ucap Rizqy memulai pembicaraan.
Di jawab penuh pengharapan dari mereka agar Tuhan mengabulkan segala apa yang dipanjatkan.
Rizqy melanjutkan dengan sedikit memberikan ilmu bagaimana cara penanganan Ikan dengan baik agar kualitas dan mutunya tetap terjaga.
"Jadi, buang Insang dan seluruh isi perut Ikan. Karena Insang dan isi perut merupakan sumber bakteri paling besar pada Ikan selain kulit. Selanjutnya simpan pada Box Fiber dengan tambahan Es."
Dia melanjutkan penjelasan agar tidak menggunakan Bom untuk menangkap Ikan, karena akan merusak Ekosistem laut.
"Memang benar kita akan mendapatkan Ikan banyak dan tentu saja keuntungan banyak. Namun itu hanya bersikap sementara sedangkan kerusakan Ekosistem laut bisa jadi bersifat selamanya karena tidak bisa diperbaiki lagi. Lantas anak dan Cucu kita kelak mendapatkan apa? selain kerusakan dan hilangnya sumber rezeki mereka."
Rizqy mengakhiri dengan penjelasan panjang agar pentingnya menjaga Ekosistem laut. Bagaimana pun juga Generasi selanjutnya berhak menikmati seperti apa yang kita nikmati sekarang.
"Mas Rizqy benar, kita yang seharusnya menjaga laut milik kita dengan tidak serakah mengambil sumber daya alamnya dengan cara tidak benar," ucap Ahmad yang dianggukan oleh para Nelayan lainnya.
"Iya benar Bapak-Bapak. Selain itu juga sekarang sudah ada Kube HR yang khusus mengolah hasil laut agar memiliki nilai tambah. Tentu hal itu akan memberikan peluang bisnis untuk Masyarakat di sekitarnya. Ke depannya Insyaa Allah, Para Expert dari Instansi kami akan memberikan pelatihan untuk Ibu-ibu cara membuat Abon atau olahan lainnya yang baik agar hasil produknya lebih berkualitas."
Rizqy membenarkan apa yang disampaikan oleh salah satu Nelayan. Dia juga menyampaikan kesediaan Para Tenaga Ahli Industri untuk memberikan pendampingan bagi UKM sesuai dengan permohonan Kelompok HR yang diajukan oleh Habibah.
Karena Matahari sudah menampakkan dirinya lebih tinggi, Rizqy berpamitan. Tidak lupa mengucapkan salam dan membentuk senyum ramahnya.
Selepas kepergian Rizqy, Adrian menghampiri kerumunan beberapa Para Nelayan yang masih berdiam diri.
"Ngapain Om Rizqy? kok seneng banget mengajak Bapak-bapak mengobrol?" tanya Adrian penasaran.
"Mas Rizqy berbicara banyak hal. Tentu saja memberikan pengetahuan untuk kita yang buta huruf ini," jawab Ahmad, salah satu Nelayan yang kini tengah dekat dengan Rizqy. Ahmad menuturkan hasil pembicaraan mereka, termasuk rencana Rizqy yang akan mengupayakan bantuan Peralatan dan modal.
Adrian tertawa lebar mendengarkan cerita mereka yang membuat Bapak-bapak mengernyitkan dahi diliputi tanda tanya.
"Bapak-bapak mau saja di bodohi sama dia. Pekerjaan saja tidak punya, bagaimana mungkin dia bisa mewujudkan perkataannya. Mimpi di siang bolong dia. Sekarang saja dia numpang sama Isterinya. Wong Pengangguran dipercaya. Dia hanya memberikan harapan palsu. Kalaupun mungkin dia berhasil, pastinya Om Rizqy yang akan mengembatnya." Adrian berucap meragukan segala apa yang dibicarakan Rizqy. Dia juga mencoba mengubah pandangan mereka agar tidak percaya begitu saja dengan orang lain yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka.
"Dia itu tukang tipu dan memanfaatkan Habibah untuk mengelabui Bapak-bapak," lanjut Adrian memanasi.
"Mas Rizqy terlihat terpelajar dan juga cerdas. Dia serius dengan segala apa diucapkannya dan tidak pernah main-main. Kami percaya kok sama Mas Rizqy," sahut Ahmad serius dan dianggukan oleh semua Bapak-bapak yang hadir.
"Mas Adrian kenapa, sih? keliatannya sewot banget? apa ada dendam pribadi? tidak baik berprasangka buruk apalagi dia juga tidak menganggu. Mas Rizqy hanya sekedar berbagi ilmu dan mengupayakan kemajuan bagi kami. Nah Mas Adrian, apa punya kepedulian untuk kami, tidak, kan?"
Salah satu Nelayan menimpali. Dia tidak suka dengan apa yang dikatakan Pemuda itu.
__ADS_1
"Iya Mas Adrian, jangan menilai seseorang dari Cangkangnya. Walaupun Mas Rizqy seorang Pengangguran dan mungkin pendidikan lebih rendah dari Mas Adrian. Namun jika mendengarkan tutur bahasanya yang sopan dan berisi, bisa jadi pengalamannya lebih mumpuni dari Mas Adrian sendiri," lanjut Seorang Bapak lainnya.
"Sepertinya Mas Adrian ini tidak menyukainya? apa karena dia lebih tampan, ya? apa Mas Adrian merasa tersaingi?" tanya Ahmad berterus terang. Pertanyaan itu berhasil membuat Pemuda itu berubah pias.
"Jangan memiliki perasaan buruk kepada orang lain. Hal tersebut akan membuat hidup kita tidak tenang. Hanya gara-gara tidak menyukainya sehingga kita mengabaikan hati nurani. Jangan merusak hatimu yang semula baik-baik saja dengan di kotori Sak sangka apalagi dikuasai penyakit hati. Rusaklah hidup kita, sekecil apapun kebaikan orang lain tetap saja buruk di mata kita." Ahmad melanjutkan perkataannya dengan nasehat.
Adrian terdiam, Pemuda itu tidak mampu menanggapi apa yang diucapkan Ahmad yang sejatinya benar. Dia merasa kesal dengan pembelaan dari Para Nelayan yang beruntun. Kini dia seakan tidak mempunyai celah untuk mempermalukan Suami dari Habibah itu. Percuma karena orang lain sudah mempercayai Rizqy.
Dia mengakui, cemburulah yang menjadi alasan kenapa dia tidak menyukai Rizqy. Dan perasaannya kepada Habibah membuatnya merasa lebih pantas dari Pria itu.
Tak ingin berdebat dengan Para Nelayan terlalu lama. Adrian meninggalkan Pantai dengan rasa dongkol.
***
"Adrian, ngapaen kamu di depan Jeding? apa kamu sedang mengintip Isteriku yang sedang mandi?" tanya Rizqy berang melihat Adrian yang sedang berdiri di Abang Pintu Kamar mandi. Di dalam terdengar suara gemericik air seperti orang mengguyur tubuh.
Adrian terkaget, dia berbalik arah menatap Rizqy yang sedang berdiri tidak jauh darinya. Dia menggelengkan Kepala membantah apa yang ditanyakan Pria itu.
"Saya kebelet, tidak tahu kalau ada orang di dalam. Lagian juga kenapa Kak Oci tidak menutup Pintu kamar mandi. Bukan salah saya dong! salahkan saja Kak Oci yang sengaja tidak mengunci rapat Pintu kamar mandinya." Adrian menyahuti panjang lebar. Dia terlihat sewot dengan perkataan Rizqy yang terdengar menyalahkannya.
"Jangan nyolot, saya hanya bertanya. Satu lagi, jangan pernah melemparkan kesalahan pada orang lain." Rizqy menimpali Pemuda itu dengan sangat dingin. Semula dia sangat ramah dan menghargai Pemuda itu. Namun semakin kesini Rizqy merasa dia terlalu baik kepadanya. Dia tidak mau Pemuda itu ngelunjak dan tidak menghargai dirinya sebagai Suami Habibah.
Saat mereka perang dingin, terdengar suara Pintu di geser yang menandakan seseorang di dalam selesai mandi.
"Loh! Mas Rizqy dan Adri kenapa ada di depan Pintu? sedang apa?" tanya Habibah sudah berpakain rapi dan tertutup.
Habibah melangkah ke arah samping rumah dengan tanya di hatinya.
"Lain kali kamu jangan mandi di Jeding luar. Tidak aman, bisa jadi ada orang lain berniat jahat dengan Otak mes*umnya. Kamu mungkin tidak sengaja memamerkan auratmu tapi anggapan orang lain bisa jadi tidak sepemikiran dengan kamu. Mas tidak ingin terjadi fitnah menghampiri kamu Bibah."
Rizqy menghampiri Habibah disaat Wanita itu sedang menjemur Pakaiannya. Bersama nasehat untuk Sang Isterinya itu.
Habibah menghentikan kegiatannya. Dia memandang Suaminya dengan tatapan haru.
"Maafkan aku, Mas! tadi sekalian mencuci terus Pintunya sedang rusak dan tidak bisa di kunci dengan rapat. Apa Mas marah?" tanya Habibah.
"Iya, siapa yang rela aurat Isteri Mas dinikmati Pria lain apalagi Pria itu adalah Adrian yang terang-terangan suka sama kamu," jawab Rizqy serius.
Habibah tersenyum, dia menatap Suaminya dengan lekat.
"Mas tenang saja, aku mengerti adap sebagai seorang Muslimah saat mereka bersuci atau mandi, baik di kamar mandi yang berada di dalam rumah dan di luar rumah. Semestinya seorang Wanita saat mandi harus menggunakan kain atau pakaian agar aurat tetap tak terlihat oleh orang lain. Tadi aku juga pakai Daster panjang dan jilbab saat mandi karena khawatir ada Laki-laki lain yang tidak sengaja melihat. Mungkin saja tidak bermaksud mengintip, kebetulan dia lewat tapi Setan ternyata menggiring mereka ke tempat seorang Wanita yang sedang mandi."
Habibah menerangkan dengan seterang-terangnya agar Suaminya itu tidak salah faham.
"Alhamdulillah, Mas lega," ucap Rizqy tersenyum cerah.
__ADS_1
"Tapi saat bersama Mas, kenapa tidak menutupnya?" lanjut Rizqy dengan pertanyaan dan senyum nakalnya.
"Mas, jangan omongin itu nanti batal," sahut Habibah bergurau.
"Iya, Mas inget kok! tapi tetap saja Mas ingin tahu, kenapa?"
"Itu karena Mas yang menyelimutiku sehingga tak terlihat oleh Laki-laki lain," sahut Habibah dibarengi senyum indahnya.
"Mas mengerti, terima kasih telah menjadi Isteri yang cerdas dengan memegang teguh syariat ajaran agama kita. Sejatinya, mandi seorang Muslimah pun sudah diajarkan dengan sempurna agar kehormatannya tetap terjaga."
Rizqy berbinar-binar saat mengakhiri kalimat panjangnya.
"Mas tidak bisa melanjutkan kalimat lagi karena yang Mas bisa ucapkan yaitu I Love You My Wife Habibah Rosy," sambung Rizqy terdengar tulus.
"So sweet, Mas Rizqy ternyata romantis banget. Tidak melihat tempat, di bawah Jemuran pun jadi," sahut Habibah diiringi gelak tawanya.
Rizqy menggaruk tengkuknya menahan malu. Selanjutnya ikut tertawa mengaburkan rasanya itu.
"Kak Oci, saya menunggu dari tadi eh malah sibuk dengan Om Rizqy. Apa kerjaan Kak Oci itu hanya nemenin dia tertawa? apa Om Rizqy enggak faham kalau Kak Oci itu sibuk dengan tugas Sekolah," ucap Adrian panjang lebar. Dia mengomel saat melihat sepasang Suami Isteri itu yang terlihat sangat bahagia. Entah kenapa dia tidak suka itu. Mungkin saja cemburu sedang menguasai hatinya saat ini.
"Ganggu saja, kamu yang tidak mengerti. Apa kamu tidak bisa ikut menikmati kebahagiaan kami," sahut Rizqy kesal.
"Mas sudahlah, jangan berdebat," ucap Habibah menengahi.
Dia menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda. Sedangkan Rizqy menggiring Adrian menjauh dari Isterinya.
Selesai menjemur pakaian, Habibah masuk ke dalam rumah. Selang beberapa menit dia kembali menuju Berugak tempat keberadaan Rizqy dan Adrian.
"Mas, saya pinjem Laptopnya. Laptop aku sedang error," ucap Habibah setelah sampai di hadapan mereka berdua.
Rizqy mengangguk. Sementara Adrian yang semula fokus dengan Handphone mengalihkan perhatiannya.
"Adrian ini Laptop dan Plash Disk," ucap Habibah memberikan dua benda itu dan memberitahu nama filenya. Sedangkan dia kembali masuk ke rumah untuk mengambil Laptop yang hendak di periksa kerusakannya oleh Rizqy.
"Memangnya Om Rizqy bisa perbaiki Laptop? jadi User pun sepertinya bodoh," ucap Adrian mengejek Pria yang sedang duduk di hadapannya.
Adrian sibuk mengotak atik Laptop Rizqy dan membuka file yang di maksud oleh Habibah. Dia tertarik dengan sebuah Folder bernama File Rizqy. Pemuda itu iseng membuka Folder itu dan membuka salah satu file yang merupakan bahan Presentasi Pelatihan.
"Lalu Rizqy Anggara, SE,. M.Si. Kepala Seksi Pelatihan dan Pengembangan UKM."
Adrian membaca Cover bahan Presentasi itu dengan ragu. Dia terkejut tatkala mengetahui siapa Pria yang menjadi Suami dari Gadis impiannya itu. Dia menatap Rizqy dengan rasa tak percaya. Jika melihat penampilannya yang biasa, tentu tidak ada yang menyangka kalau dia orang penting.
Bersambung.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
__ADS_1
Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Mohon maaf lahir dan Bathin.