Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
S2. 66


__ADS_3

***


"Jadi di gerbang itu terpasang sistem yang bisa mendeteksi Narkotika jenis apapun, minuman beralkohol dan Senjata berbahaya semacam Senpi ya? Canggih juga ternyata? Apa sistem itu kamu yang buat?" tanya Reynand terkagum dengan teknologi yang dimiliki Desa Jenever.


"Iya, itu demi keamanan Desa. Setiap orang yang melintas melewati Gerbang masuk pasti langsung di pindai. Jika terdeteksi adanya barang-barang yang berbahaya sistem tersebut akan langsung bunyi dan para Hansip akan mengetahuinya meskipun mereka berada dimanapun selama mereka memegang Handphone yang terpasang sistem juga."


Evan menceritakan teknologi yang sedang dikembangkan oleh Desanya. Sistem yang dibuat Evan dan timnya. Sistem canggih itu diperuntukkan untuk keamanan Desa Jenever agar terhindar dari peredaran obat-obatan terlarang, minuman beralkohol maupun para perampok ataupun Maling. Sistem itu meminimalisir kejahatan yang menganggu keamanan dan ketenteraman Desa Jenever.


"Canggih. Bagaimana kalau kita berbisnis Evan," ucap Reynand serius. Dia ingin sistem yang sedang dikembangkan oleh Evan akan dikembangkan juga di kediaman dan perusahaannya. Dia akan menambahkan dengan sistem-sistem keamanan lainnya yang akan lebih canggih lagi. Otak Reynand seketika bekerja dengan baik dengan berbagai rencana-rencana canggih lainnya.


"Okay deal."


Evan setuju. Setelah Keynand bebas, mereka akan membicarakan proyek besar di bidang teknologi ini selanjutnya.


"Wah kita bakalan kebagian ceperan, nih! sebagai saksi mata kesepakatan terjadi, pasti ada uang dengar, dong!" ucap Dipta mengambil bagian dalam pembicaraan.


"Peluang adanya uang matamu langsung melek Dip, dasar mata duitan kamu. Nih uang denger buat kamu."


Evan menyodorkan uang logam dua biji yang disambut wajah cemberut oleh Dipta.


"Mau beli apa? Beli kerupuk aja enggak bikin saya kenyang, apalagi Es potong yang langsung digalakin sama Pedagangnya. Kira-kira ngasiknya, anak kamu aja palingan di tolak. Minimal selembar mawar merah, dong!" sahut Dipta kian cemberut


Hahahaha


Semua tertawa melihat wajah Lelaki berpipi Bakpio itu yang terlihat sangat lucu. Lagi-lagi Lelaki itu bercanda mencoba aji mumpung. Sebenarnya tidak seriusan, tapi seandainya ditanggepin juga alangkah senangnya.


"Lily ada Nugget enggak, kamu bawain kan?" tanya Dipta kini mengalihkan pembicaraan kepada Isteri dari Lexi itu.


Lily terlihat membawa Rantang yang dipastikan berisi makanan, begitu juga dengan Lika yang membawa Buah-buahan dan juga Kue-kue. Tidak ketinggalan Fiza juga membawa makanan dan minuman. Ketiga Wanita itu sengaja membawa makanan dan minuman ketika bertamu ke rumah Evan, tujuannya tentu saja agar tidak merepotkan Tuan rumah ketika mau menjamu tamunya.


"Nugget? Apa kamu pikir Isterinya Bang Lexi itu seperti Isterinya mendiang Beni, si Ega yang sesuka hati kamu repotkan dan memintanya membuat nugget kesukaan kamu itu, Dipta?" ucap Juna mengomeli Dipta yang langsung membuat Lelaki itu terbungkam.


Lika heran dengan ketidak tahuan Juna tentang Lily. Bukankah Lily pernah bercerita kalau Suami pertamanya bernama Beni dan itu artinya Beni yang dimaksudkan oleh Juna orang yang sama dengan Suami pertama dari Isteri Lexi. Namun kenapa malah Juna tidak mengetahuinya.

__ADS_1


"Sebaiknya kita langsung ke ruang kerja, kita bicarakan di sana bagaimana rencana kita membebaskan Keynand."


Evan mengalihkan pembicaraan. Dia melihat keheranan di wajah Lika dan pastinya Wanita itu tidak diam saja pasti akan bertanya untuk mencari jawaban dari keheranannya. Evan bergerak cepat agar rahasia Lily tetap aman, walaupun ternyata Lika terlihat diam tidak mengatakan apapun. Sepertinya Lika bukan orang yang Kepo dan suka mencampuri urusan orang lain. Evan bernafas lega.


Reynand mengangguk setuju. Dipta pun langsung bangkit dari duduknya menghindar dari kemungkinan Juna bertanya lebih lanjut. Sepertinya Juna mulai curiga dengan kedekatan antara Dipta dan Lily. Mengapa keduanya terlihat akrab seperti orang yang sudah lama saling mengenal. Padahal baru-baru ini mereka bertemu, semenjak terlibat dalam permasalahan yang di hadapi dua bersaudara Reynand dan Keynand.


Juna memilih tidak bertanya, dia ikut bergabung dengan sahabat-sahabatnya.


Pembicaraan serius pun terjadi. Evan berusaha menyelamatkan bukti-bukti yang berhasil di kumpulkan oleh Rizqy dan bukti-bukti kejahatan Wanita itu yang tersimpan di Komputernya. Entah mengapa secara tiba-tiba di serang oleh virus. Begitu juga Chip yang dikirim oleh Rizqy juga mendapatkan serangan virus. Ketika chip itu di buka maka secara otomatis data-data yang tersimpan di sana akan terhapus.


Tak


Tak


Tak


Suara Keyboard terdengar nyaring. Evan terlihat fokus dengan angka-angka dan huruf-huruf yang tampil di layar komputer. Sementara yang lainnya ikut fokus. Tidak ada pembicaraan lagi, mereka seakan ikut larut dalam pikiran Evan dimana dia berusaha mengalahkan virus yang di kirim oleh cracker suruhan Wanita itu.


"Data-data yang tersimpan di Komputer sebagian tidak bisa diselamatkan, tapi untungnya data-data yang tersimpan pada chip yang dikirimkan oleh Abang Rizqy ternyata tidak berhasil di serang virus itu. Rupanya Bang Rizqy sudah memproteksinya dengan sangat canggih sehingga virus jenis apapun tidak mampu menghapusnya. Abang Rizqy berpikir pasti bukti-bukti yang didapatkannya akan dimusnahkan oleh Wanita itu, karena itulah dia membentenginya juga dengan anti virus yang super canggih. Sekarang yang menjadi ketakutan kita, chip ini bisa saja berhasil di ambil oleh Wanita itu," ucap Evan menjelaskan. Dia mengambil kembali chip itu setelah memastikan data-data tersimpan semuanya. Chip itu kemudian di simpan pada sebuah Pin berbentuk bulat pipih berwarna putih berbahan berlian asli dan langka.


"Kamu benar Van, bukti-bukti yang kita kumpulkan bisa saja sedang diincar oleh Wanita itu. Tentu dia tidak ingin Keynand bebas. Wanita itu ingin melihat Keynand di hukum mati baru dia merasa puas. Dia benar-benar Wanita gila," sahut Reynand mengiyakan apa yang dijelaskan oleh Evan tentang kemungkinan yang dipastikan pasti akan terjadi.


"Wanita itu sungguh mengerikan. Setelah mendapatkan Keynand dia kini mengincar Abang Reynand juga. Dan untuk memuluskan niatnya itu apa mungkin dia hendak menghilangkan penghalangnya? Sungguh tidak masuk akal."


Lexi ikut menimpali pembicaraan Evan dan Reynand.


"Apa mungkin Wanita itu hendak membuktikan dirinya akan selalu berhasil memikat Lelaki tampan dan kaya raya. Jika dia berhasil mendapatkan Lelaki yang diincarnya dan berhasil tidur dengannya itu merupakan prestasi yang membanggakan baginya. Kepuasan batin yang dia peroleh dan tentu obsesinya semakin menggebu untuk mendapatkan pria lainnya yang menarik perhatiannya. Sekarang incarannya adalah Abang Reynand dan Abang Keynand baginya sebuah penghalang, tentu penghalang itu harus dimusnahkan. Wanita  itu selain terobsesi dengan pria tampan dan kaya raya dia ternyata memiliki jiwa phsikopat juga. Wanita itu benar-benar sakit jiwa."


Rian ikut bersuara mengemukakan pendapatnya. Terlihat semua orang menyimak penjelasan Rian dan membenarkan apa yang dikatakannya.


"Saya jadi teringat sebuah Sandiwara radio. Seorang nenek agar tetap awet muda dan ilmunya kian bertambah maka dia harus memikat Pemuda tampan dan masih Perjaka. Nenek itu harus berhasil bercinta dengan Pemuda incarannya setelah puas lalu membunuhnya dengan keji kemudian mencari yang lainnya. Apa mungkin Wanita itu adalah Nenek itu ya?"


Dipta ikut berkomentar dengan menceritakan kisah fiktif yang disiarkan pada sebuah saluran radio kesayangan generasi tahun tujuh puluhan.

__ADS_1


"Apa kamu pernah mendengarkan kisah itu?" tanya Juna dengan ekspresi serius tapi sebenarnya gregetan. Sedangkan yang lainnya senyam senyum sembari menggelengkan Kepala. Sebenarnya ada benarnya apa yang dikatakan oleh Dipta. Wanita itu ambisinya sama seperti Nenek-nenek tokoh fiksi itu, jadi langkahnya harus di hentikan sebelum adanya korban lain. Cukup Keynand yang telah menjadi korban, jangan ada lagi korban lain termasuk Reynand yang menjadi incarannya.


"Tidak langsung dari sumbernya sih! tapi saya dengar dari cerita Niniq Nine. Memangnya saya terlahir pada tahun tujuh puluhan apa?" Dipta menjawab dengan wajah cemberut.


Hahahaha


Semua tertawa melihat kelucuan yang ditampilkan Dipta. Adanya Dipta menghadirkan kegembiraan bagi mereka yang di rundung masalah.


"Kita juga harus memikirkan keselamatan Abang Rizqy. Abang Rizqy memegang bukti-bukti lainnya dan tanpa bukti yang ada pada Abang Rizqy kita tidak akan bisa membebaskan Keynand. Kita tidak tahu rencana apa yang ada pada Otak Wanita itu yang pastinya dia mengincar Abang Rizqy juga. Semoga saja Tuhan melindunginya hingga berhasil memberikan bukti-bukti kejahatan Wanita itu di Pengadilan," ucap Reynand mengkhawatirkan Suami dari Habibah itu. Besok pagi dia akan kembali dari Jakarta. Mungkin saja ketika dia menginjakkan kakinya di Bumi Gora ini langkahnya langsung di sambut bahaya.


Reynand tentu saja memikirkan keselamatan Rizqy. Jika terjadi sesuatu dengannya dan ditambah bukti yang dipegang oleh Rizqy berhasil di lenyapkan oleh Wanita itu, maka Keynand tidak akan pernah bisa diselamatkan dari tunjutan hukum. Apalagi barang bukti yang ditemukan oleh Polisi lumayan mencenangkan. Sebab itulah Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengembangkan kasus itu.


Ada kecemasan yang tergambar pada mata hitam itu, meskipun berusaha setenang mungkin menghadapi cobaan ini. Reynand membiarkan kasus yang di hadapi Keynand tetap bergulir dan memperlihatkan ketidak peduliannya terhadap kasus itu. Padahal sejatinya Reynand sedang mempersiapkan kejutan untuk Wanita itu agar dialah yang dijatuhi hukuman mati untuk yang kedua kalinya dan dipastikan tidak akan bisa meloloskan diri lagi.


Sesaat mereka terdiam, deringan Telepon menyadarkan Reynand dari pikiran yang amat panjang. Dia menerima panggilan lalu dengan serius mendengarkan apa yang disampaikan oleh seseorang tersebut.


("Wanita itu mencoba mendekati Pengacara yang kita tunjuk agar mau berkhianat.")


(Terus apa hasilnya?")


("Wanita itu berhasil. Baru sekali mendapatkan sentuhan dari Wanita itu, Pak Bayu langsung berjanji akan berpura-pura membantu Abang Keynand, tapi sejatinya akan menjebloskan Abang Keynand ke Penjara.")


Laporan dari Adly dan rekaman yang dikirim olehnya telah sukses membuat Reynand marah.


("Buat Lelaki itu menderita seumur hidupnya dan hancurkan kariernya bila perlu buat dia merasa jijik pada dirinya sendiri.")


("Siap Bang.")


Reynand berada di ambang kesabarannya. Aura kelam itu membuat orang-orang di sekitarnya sekuat tenaga menahas nafasnya.


"Rupanya Wanita itu bergerak sangat cepat. Lincah juga dia."


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2