
Hari pun berlalu begitu cepat. Keynand saat ini sedang bermunajat di sepertiga malam. Dalam doanya dia memohon agar Tuhan berkenan memberikan petunjuk dimana keberadaan bukti-bukti yang berhasil di kumpulkan oleh Rizqy. Dan dalam doanya juga dia memohon kesembuhan Rizqy agar tersadar dari komanya. Hanya kesadaran Rizqylah harapannya kini, sebab Reynand dan tujuh sahabat belum berhasil menemukan Kalung dan Gelang yang diyakini tempat tersimpannya chip.
Mereka telah berusaha mencari keberadaan dua benda itu yang dibuat khusus oleh Rizqy untuk Calon Bayinya.
Habibah kala itu menerangkan bahwa Rizqy membuat Kalung berliontin berlian dan juga Gelang terbuat dari benang yang juga berliontin berlian.
Flash back on.
Habibah mendengarkan suara merdu Sang Suami mengaji dari tempat Rizqy berada kini. Dia menempelkan di perutnya agar Calon Bayi mendengarkan ayat-ayat suci yang dilantunkan oleh Sang Ayah.
Setelah beberapa Juz, Rizqy menyudahi lalu Alqur'an itu dia simpan di dalam nakas.
"Mas akan pulang besok sayang. Mas sangat rindu ingin bersua sama Isteri Mas ini dan tidak sabar rasanya ingin menengok Calon Bayi kita."
Semburat merah terlihat pada pipi Habibah. Rasa malu pun hadir membuat Rizqy kian gemas.
Tidak sabar rasanya, Rizqy ingin malam ini hadir di sisi Habibah lalu melabuhkan rindu yang berjelaga di hatinya. Namun apa daya, dia tidak memiliki Pintu doraemon yang membawanya ke sisi Sang Isteri atau jurus teleportasi milik Ayah bermata biru dalam serial anime yang dengan sukarela mengirimnya ke sana. Sayangnya dia hidup dalam dunia nyata bukan sebuah anime yang membuatnya sangat mudah dilakukan. Rizqy harus sabar menunggu esok hari, pada hari itulah jadwal keberangkatan.
"Mas."
Habibah memanggil Sang Kekasih halalnya.
"Iya, Bibah."
Pandangan mereka bertemu dalam ruang yang berbeda. Sangat bersyukur benda canggih itu mempertemukan dalam berupa gambar dan suara.
"Mas tahu kamu sangat kangen ingin di sentuh, kan?"
"Hum. Iya, tangan lembut mas yang mengusap Kepala Bibah, itu membuatku sangat tenang. Saat itu aku merasa sangat berharga untuk seorang Lalu Rizqy Anggara."
Rizqy tersenyum.
"Iya. Mas suka meletakkan tangan di Kepala kamu lalu mengelus rambutmu. Rasanya sangat menggentarkan hati ini."
Rizqy dengan jujur berkata memaknai kebiasaan yang ia lakukan. Meskipun tidak terucap cinta dari bibir masing-masing, sentuhan di Kepala itu berhasil mengisyaratkan rasa sayang yang nyata ada di hati Rizqy untuk Habibah.
"Aku jadi berpikir, apa Laki-laki dingin dan angkuh seperti Sasuki sebenarnya menyayangi Isterinya. Meskipun tidak terucap, tapi Pria cool itu menyentuh kepala Sang Isteri tanpa ekspresi. Bisa jadi dengan cara itu dia mengungkapkan perasaannya."
Hahahaha
Rizqy tertawa lebar.
"Iya Mas rasa begitu."
"Oh ya, Mas membuat ini untuk anak kita."
Rizqy kemudian menunjukkan Kalung dan Gelang.
"Gelang dan Kalung? Masha Allah cantik sekali."
"Alhamdulillah kalau Bibah suka. Kalung ini untuk Calon Bayi perempuan kita dan Gelang ini untuk Calon Bayi Laki-laki kita. Kita kan belum tahu Bayi kita perempuan atau Laki-laki jadi Mas buat sekalian aja Kalung sama Gelang. Syukur-syukur di kasik langsung Perempuan dan Laki-laki jadi Kalung dan Gelang ini kepake."
__ADS_1
"Aamiin."
"Bibah, Mas harap kalung dan gelang ini sampai di tangan kamu. Jika hilang, kamu harus menemukannya."
Plash back end
Pesan itulah yang diyakini oleh Habibah sebagai isyarat bawa Rizqy menyimpam sebuah bukti pada Kalung dan Gelang tersebut. Reynand juga meyakini itu sehingga berusaha mencarinya.
Keynand mengetahui cerita itu dan mengetahui juga Kalung dan Gelang itu belum di temukan. Hatinya sangat gelisah, namun berusaha ditenangkan dengan zikir yang setiap hari di lakukannya. Dia tidak memiliki waktu lagi untuk membela diri, sementara Sidang penentuan hidup dan mati akan berlangsung esok hari.
Namun masih melambungkan harapan melalui doa semoga saja di detik-detik terakhir putusan itu akan ada keajaiban. Rizqy sadar dari komanya dan datang dipersidangan sebagai saksi sekaligus membawa bukti yang membebaskannya.
"Ya Allah, hamba pasrahkan hidup dan mati ini hanya kepada-MU."
Keynand menyerahkan takdirnya disetiap sujud terakhir. Setelah dia dan orang-orang yang sayang maupun peduli kepadanya telah berjuang sekuat tenaga dengan doanya, kini hanya tawakal yang pantas dia lakukan untuk menghadapi hukuman di depan mata yang semakin dekat menghampiri. Keynand tidak mampu menepis itu walaupun sangat ingin.
***
Sementara Reynand, dia bersama Lika malam ini juga sedang melangitkan doa. Hanya doa sebagai upaya terakhir dari perjuangan beberapa bulan terakhir ini.
Usai berdoa, Reynand merebahkan Kepala pada pangkuan Sang Isteri.
"Mas gagal sayang. Segala upaya telah Mas lakukan, tapi bukti yang ditemukan oleh Polisi itu sangat memberatkan Keynand. Kita sudah menghadirkan saksi-saksi dan bukti yang menerangkan bahwa barang haram itu bukan milik Keynand, tapi rasanya sangat mustahil membebaskannya, apalagi Wanita itu dengan liciknya berhasil membalikkan keadaan. Mas harus apa?"
Reynand mengadukan kegelisahan kepada Sang Isteri. Baru malam ini dia sangat lemah dan tidak tahu harus berbuat apa.
Tangan Lika tidak lepas dari Kepala Reynand dan membelainya dengan lembut mencoba menenangkan segala kegundahan Sang Suami. Pandangannya tidak dia alihkan dari wajah tampan Prianya.
"Kita mencarinya sekali lagi di tempat Kak Rizqy kecelakaan. Aku yakin Kalung dan Gelang itu ada di sana. Meskipun kita sudah menyisirkan sedetail mungkin, tapi mungkin saja ada yang terlewatkan," ucap Lika dengan sangat yakin.
Lelah tentu saja menghinggapi mereka, namun tekad itu membuat semuanya tetap bersemangat mencari Kalung dan Gelang itu.
"Apa kamu yakin?" tanya Reynand ragu.
"Tidak salahnya kita mencoba lagi.
"Baiklah, Mas juga yakin. Bukankah insting kamu sangat dipercaya."
Lika tersenyum manis. Dielusnya wajah Reynand dengan lembut penuh rasa. Tangan mungil itu diraihnya lalu mengecupnya begitu lama seakan menyalurkan segala gundah, gelisah dan rasa di sana.
"Kita akan berangkat malam ini," ucap Reynand.
"Iya."
Reynand bangkit dari rebahan lalu merengkuh tubuh Sang Isteri dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Ka. Kamu selalu di samping Mas, menguatkan hati Mas dan selalu berhasil menenangkan Mas. Entah apa yang terjadi pada hidup mas jika tidak ada kamu. Mungkin Mas tidak akan sanggup menjalani hidup ini dengan baik. Mas akan terpuruk dan tidak akan berhasil untuk bangkit lagi."
Reynand mengungkapkan perasaan yang ditanggapi elusan di punggungnya oleh Sang Isteri.
"Terima kasih juga untuk Mas. Aku merasa diri ini sangat berharga untuk seorang Reynand Putra Ardiaz. Aku akan mengabdikan hidup ini kepada Mas selama Mas mencintai diri ini dan tidak pernah berpaling dariku apalagi menduakan dengan Wanita lain," sahut Lika dengan segala harapannya.
__ADS_1
"Tidak akan, Insyaa Allah. Mas sudah menemukan teman hidup yang terbaik. Kamu adalah tulang rusuk milik mas, jika Mas mencari Wanita lain tentu saja tidak akan cocok. Apa yang akan didapatkan jika mas khilaf, tentu saja kesengsaraan dan penyesalan. Kamu tahu kan sayang? Mas tidak suka kerugian."
Manis sekali membuat hati Lika meleleh. Dikecupnya lembut bibir Sang Suami, lalu mereka larut dalam buaian hasrat keromantisan yang indah.
***
Hari ini sangat cerah. Sidang sebentar lagi akan di mulai. Semua yang mengikuti sidang sudah menempati posisi masing-masing.
Tuk
Tuk
Tuk
Palu di ketuk sebanyak tiga kali menandakan Sidang di mulai.
Pengacara Keynand mulai beraksi. Tidak banyak bicara dia memberikan bukti-bukti yang didapatkan dari Reynand kepada Hakim. Bersama itu pula Pengacara kondang yang terkenal tak goyah pendiriannya itu juga menghadirkan saksi.
Enah, Baby Sitter Raski Putra Ardiaz mengajukan diri sebagai saksi dan diam-diam juga dia akan membeberkan bukti yang di dapatkannya. Setelah mengambil sumpah dan menerangkan hubungannya dengan Keynand, Enah mulai bersaksi.
"Pak Keynand merupakan Daddy yang sangat baik, Penyayang dan sangat memperhatikan tumbuh kembang Putra semata wayangnya. Selain itu beliau terkenal ramah dan selalu membantu mereka yang membutuhkan bantuan."
Enah menarik napas panjang, berhenti sejenak lalu melanjutkan keterangannya.
"Pak Keynand orang yang sangat menjaga pergaulannya. Tidak pernah menginjakkan kakinya ke club malam apalagi ke tempat maksiat lainnya. Setelah pulang bekerja dia menghabiskan waktunya di rumah bermain dengan Putranya. Jika beliau memiliki waktu luang maka dia akan berkumpul dengan para Bapak-bapak yang ada di komplek atau berkumpul dengan saudara ataupun sahabatnya. Sedangkan mengenai kesehatannya, beliau tidak pernah sakit. Jika benar-benar beliau seorang Pemakai pastinya Pak Keynand akan sering sakit ataupun tiba-tiba anfal, tapi selama ini tidak pernah itu terjadi. Kita sudah membuktikan hasilnya negatif, iya kan? Oh ya perkara bukti yang ditemukan saat Keynand sakit yang dijadikan acuan oleh mantan Isteri bahwa pada saat itu Keynand sedang over dosis itu merupakan bohong belaka. Pak Keynand saat itu sedang keracunan Kopi yang saya buat dan racun itu dimasukkan oleh Mantan Isteri, Julaekha Syarifah."
"Wanita ini berbohong, itu merupakan fitnah. Saya akan melaporkan keterangan palsu ini."
Tanpa di minta Julaekha Syarifah menyela membuat ruang sidang seketika gaduh.
Hakim ketua berusaha menenangkan, sehingga keterangan Enah bisa di lanjutkan lagi.
"Saya tidak berbohong. Saya bersaksi bersama bukti yang membenarkan segala ucapan saya. Pak Keynand sudah kaya raya dari lahir dan orang baik, jadi untuk apa beliau menjual barang haram yang untungnya berupa bara api, yang benar saja," balas Enah sarkas.
Enah meraih sesuatu dari sakunya lalu meminta Pengacara Keynand mendekat. Dia memberikan bukti yang selama ini di pegangnya. Pengacara Keynand memberikan sebuah plash disk lalu menyerahkan kepada Hakim.
Mereka kini menyaksikan Vidio saat Julaekha membubuhkan racun ke Kopi yang dibuat Enah lalu mengaduk dengan dibarengi dengan senyum mengembang.
"Dengan ini kamu akan tunduk dan patuh kepadaku."
Pada vidio itu pula terlihat Julaekha menaruh sebuah paket ke dalam lemari baju milik Keynand.
"Jika aku tidak berhasil membunuhmu dengan racun, maka aku akan menjebakmu dengan obat-obat terlarang ini. Barang haram ini akan menjadi milikmu dan setelah itu kamu akan dijatuhi hukuman mati. Kamu tidak akan bisa mengelak lagi dan akan aku pastikan tidak ada satupun yang berhasil membebaskanmu."
Bukti yang diberikan oleh Enah mengejutkan Reynand. Tidak di sangka Enah memiliki bukti rekaman apa yang dilakukan oleh Julaekha di kamar Reynand, padahal di sana tidak terpasang CCTV karena itu merupakan kamar Pribadi Keynand. Bukti itu menguatkan bukti yang didapatkan oleh Hamiz, Adly dan Maemunah.
Setelah Enah bersaksi dan dilanjutkan saksi lainnya, kini Pengacara Keynand memberikan bukti yang di bawa oleh Rian dan Dipta.
Reynand berterima kasih kepada Rian dan Dipta atas kehadiran mereka berdua. Reynand awalnya sangat gelisah, baik Rian dan Dipta tidak nampak kehadirannya di ruang sidang. Reynand takut baik Rian dan Dipta menghianatinya atau mungkin terjadi sesuatu kepada mereka berdua. Wanita itu berhasil mengetahui bahwa Rian dan Dipta membawa bukti-bukti kejahatannya sehingga mencelakai mereka berdua seperti mencelakai Rizqy. Rupanya ketakutannya tidak terbukti, Rian dan Dipta ada di sana.
"Yang mulia, saya memiliki satu saksi terakhir bersama bukti lengkap yang di bawanya. Saksi itu akan membeberkan semua kejahatan Wanita itu yang kita ketahui bernama Julaekha Syarifah."
__ADS_1
Tanpa banyak kata pengacara Keynand mempersilahkan seseorang yang selama ini ditunggu oleh Reynand. Dialah saksi terakhir yang dijadikan penentu akan kebebasan Keynand.
Bersambung.