
"Hahahaha."
Tawa itu membahana di sebuah ruangan saat menyaksikan tontonan yang sangat menghibur mereka. Di layar itu terpampang sangat jelas perkelahian antara pasukan Reynand dan pasukan yang dikirim oleh Rizqy. Para Bodyguard Rizqy berhasil masuk ke dalam Markas Reynand yang dipercaya oleh mereka tempat menyekap Qia, Enah dan Wanita paruh baya yang merupakan ART yang dikirim oleh Rizqy sebagai mata-mata.
Sejauh yang terlihat, para Bodyguard Reynand sebagian sudah tumbang dan Hacker yang di kirim oleh Rizqy berhasil membuka pengamanan markas yang kesemuanya berteknologi tinggi.
"Julaekha memang sangat bisa di andalkan. Lihatlah Reynand dan Rizqy berhasil kita adu domba sementara Keynand hanya tinggal nama," ucap seorang Laki-laki melirik Wanita cantik di sampingnya. Dia menatap nakal Wanita sensual yang sedang meneguk minuman beralkohol.
"Aku memang licikkan?" sahut Wanita cantik itu diakhiri dengan kekehan kemenangan. Dia kembali meneguk minumannya hingga tandas lalu pandangannya beralih pada layar lebar yang menampilkan kejadian di Markas Reynand.
"Jika Julaekha berhasil menjerat Reynand dan menikahinya maka aku akan aman. Setelah bosan mungkin aku akan mencari mangsa lain yang jelas lebih segalanya dari Reynand Putra Ardiaz," lanjutnya setelah puas melihat kekacauan yang terjadi di Markas.
"Ada kandidat lain?" tanya Sang Lelaki kepada Wanita cantik dengan pakaian kurang bahan di sampingnya. Dia adalah Evelyn Sanjaya. Wanita cantik yang menguasai bisnis hitam. Perdagangan Manusia, Minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang merupakan bisnis yang berada dalam kendalinya. Dia bersama seorang Laki-laki yang tidak kalah dengan dirinya, seorang Penguasa dunia bawah tanah Martin Marcelino Ardiaz.
Wanita itu menjadi buronan Polisi, namun hingga sekarang jejaknya sama sekali tidak terdeteksi. Dia bersembunyi dengan menggunakan identitas Wanita lain dan wajah Wanita yang sudah meninggal. Kini Wanita itu menjadikan Julaekha Syarifah sebagai busur panahnya untuk membidik laki-laki yang dia inginkan sebagai tempat untuk menaungi hidupnya. Setelah bosan, dia akan tinggalkan dengan menghilangkan jejaknya.
"Ada, Lexi Aditama dan Riandra Hermawan. Tinggal aku pilih salah satu di antara keduanya," jawab Evelyn dengan senyum jahatnya.
"Kamu yakin, cantik?" tanya Martin ragu.
"Kenapa tidak?"
"Lexi Aditama itu teman dari Rizqy, saya yakin Rizqy akan berusaha menyelamatkan temannya apalagi sekarang dia sudah mengetahui identitas kamu. Sedangkan Riandra Hermawan, mantan Cassanova yang sangat sulit di taklukan. Dia sudah bosan bermain Wanita, aku rasa Andra tidak lagi tertarik dengan kecantikan yang kamu miliki," sahut Martin terlihat semakin ragu.
"Kamu meragukan kelicikanku? Aku punya seribu cara untuk menghancurkan kepercayaan Lexi kepada Rizqy dan satu hal lagi aku memiliki seribu wajah yang bisa aku gunakan untuk mendekati Lexi maupun Andra. Mereka pasti tidak menyadari yang ada di sisinya adalah Evelyn Sanjaya seperti Reynand dan Keynand yang tidak mengetahui siapa Julaekha Syarifah sebenarnya."
Evelyn tersenyum jumawa lalu terdengarlah suara tawa bahagia yang terdengar sangat mengerikan.
Martin tersenyum dengan sangat yakin bahwa Evelyn akan berhasil dengan rencana-rencananya. Sejauh ini Wanita itu juga selalu sukses dengan bisnis-bisnisnya tanpa terlacak dan juga keberadaannya di tengah-tengah Masyarakat terlihat sangat aman tanpa di ketahui oleh siapapun bahwa dia merupakan seorang buronan.
"Kita nikmatilah hiburan di layar itu sebelum kita bergerak nanti malam untuk melakukan transaksi besar-besaran," ucap Martin tidak lagi mendebat rencana Evelyn di saat dia bosan.
Hening sesaat di sana, ada kedipan yang di lancarkan oleh Martin. Tak butuh lama, mereka berdua menikmati kehangatan dalam lumpur dosa yang memabukkan kedua insan itu.
***
Sementara di tempat yang berbeda, Bodyguard dari Rizqy berhasil masuk ke dalam Markas Reynand. Mereka terlibat perkelahian dengan para Bodyguard yang berjaga-jaga di Markas tersebut.
Evan, Sang Hacker sekaligus cracker berhadapan dengan Rudi yang berada di pihak Reynand melalui benda teknologi. Keduanya tidak terlibat dalam adu fisik melainkan berperang dalam dunia teknologi. Evan dan Rudi saling serang dengan kemampuan yang sama, yakni meretas.
__ADS_1
Brak
Plak
Bug
Terdengar suara pukulan dan tendangan dari masing-masing Bodyguard. Lexi Aditama terlihat di sana ikut dalam misi penyelamatan Adik dari Rizqy Anggara. Tidak ketinggalan Juna, Dipta dan Rian yang merupakan sahabat Evan. Demi Evan, tujuh sahabat itu bersatu untuk membebaskan Rizqia Anggeraini yang merupakan adik kandung dari Rizqy Anggara, sahabat mereka.
"Juna dan Dipta, kalian masuk ke ruangan tempat Qia di sekap sementara saya dan Rian yang akan menghadapi mereka," ucap Lexi memberi arahan. Kedua Pemuda yang disebut namanya menganggukkan Kepala lalu bergerak menuju ruang tempat Qia di sekap sembari melumpuhkan para Bodyguard yang menghalangi mereka berdua.
Sementara Lexi dan Rian masih berjibaku melawan beberapa bodyguard yang ternyata sangat tangguh.
"Tuan Reynand benar-benar mempersiapkan semua ini? Apa di sini ada jebakan?" tanya Rian yang kini berada di samping Lexi.
"Ada, tapi Evan berusaha menjinakkannya. Terpenting hati-hati, kamu harus ingat arahan Evan?" jawab Lexi sembari menghindar dari serangan. Dia menangkis, lalu mulai menyerang hingga lawannya tidak sanggup menangkis serangan dari Lexi yang ternyata menguasai beberapa ilmu bela diri.
Aaaaaarg
Terdengar suara mengerang kesakitan saat pukulan dari Lexi tidak bisa di hindari oleh anak buah Reynand.
"Ane takut juga, tapi untung saja Fiza tadi ngasih saya Sus* kuda liar. Apa ante mau?" ucap Rian tetap fokus melihat gerakan-gerakan lawan yang berusaha melumpuhkannya.
Saat keduanya fokus berbicara dan melumpuhkan para Bodyguard Reynand, terdengar suara kaki mendekat. Tanpa di perintah, Lexi dan Rian secara bersamaan melihat ke sumber suara. Di sana ada Reynand, Adly dan Hamiz datang mendekat dengan raut wajah tidak bersahabat.
"Saya tidak menyangka, yang dikirim oleh Rizqy ternyata tangguh juga?" ucap Reynand dengan senyum sinis.
"Selamat datang Tuan Reynand?" ucap Rian menyahuti. Lexi memandang sahabatnya itu dengan kening mengkerut begitupun Adly dan Hamiz.
"Astaghfirullah, kok kebalik. Tuan Reynand kan Pemilik Markas, kok malah ane yang menyambut, sih? Apa efek Sus* kuda liar jadi semangat gini, ya?" lanjut Rian saat tersadar. Dia menerbitkan senyum sumringahnya lalu menggaruk Kepalanya salah tingkah.
Reynand tidak menyahuti, dia memilih menyerang Lexi yang tepat berada di hadapannya. Berkelahian pun tidak terelakkan lagi. Reynand yang menguasai ilmu bela diri karate harus berhadapan dengan Lexi yang terkenal tangguh. Reynand mendapatkan lawan yang seimbang. Kini mata hitam milik Reynand menatap tajam mata abu-abu milik Lexi Aditama. Keduanya sama-sama tampan pemilik tubuh tinggi tegap dan berkulit putih bersih.
"Lexi Aditama, Pemilik Bengkel yang sangat sukses dan memiliki cabang hampir di setiap kota. Lexi Aditama, Direktur dari salah satu Perusahaan terbesar di Negeri ini, Hardian otomotif. Lexi Aditama baru-baru ini diangkat sebagai Direktur utama menggantikan Beni Hardian Adha yang sudah berpulang, bukan begitu? Wow sangat keren, tidak menyangka Rizqy mengirimkan orang-orang hebat untuk menyerbu Markas saya," ucap Reynand panjang lebar. Bahasanya terdengar sangat mengejek, meskipun berupa sanjungan.
"Saya juga tidak menyangka bertemu langsung dengan Reynand Putra Ardiaz, Sang Penguasa Sektor perhotelan, Kesehatan dan Pendidikan tapi sayangnya kita berseberangan. Kedatangan saya saat ini ingin membebaskan Qia bukan dalam rangka mengajukan proposal kerja sama," sahut Lexi dengan senyum tipis penuh arti.
Reynand menyambut senyuman Lexi dengan serangan membabi buta, tapi sayangnya Lexi berhasil menangkis serangan itu. Keduanya sama-sama kuat, tidak ada yang terkena pukulan sebaliknya saling bertahan dengan kemampuan masing-masing.
Rian tidak membantu, hanya sibuk menyaksikan begitu juga dengan Adly dan Hamiz. Mereka bertiga hanya berjaga sembari menyaksikan Reynand dan Lexi berkelahi layaknya pertandingan.
__ADS_1
"Ternyata elu kuat juga? Tapi tidak dengan ini," ucap Reynand dengan penuh kelicikan.
puk
Moncong sebuah pistol menempel pada pelipis milik Lexi yang siap di tarik.
"Astaghfirulllah." Rian terkaget sementara Adly dan Hamiz menyunggingkan senyum penuh kemenangan.
"Wah, Tuan Reynand ternyata curang," lanjut Rian terlihat panik. Dia melirik ke arah Lexi yang terlihat amat sangat tenang.
"Apa anda yakin? Lihatlah, perut anda tidak aman, Belati ini sangat mudah merobeknya lalu mengeluarkan isinya," sahut Lexi dengan seringaian mengerikan.
Gerakan Lexi sangat cepat, dia melihat Reynand mengambil Pistol yang hampir tidak terbaca oleh lawannya, namun Lexi menyadari itu. Dia mendekat ke arah Reynand lalu menempelkan belati di perut Reynand bersamaan dengan Reynand menodongkan Pistol di pelipisnya.
Beberapa detik mereka saling pandang dengan aura mencekam. Lalu terbitlah senyum mengerikan dari bibir masing-masing dengan sorot mata tajam. Mata hitam milik Reynand menatap tajam mata abu-abu milik Lexi yang menyimpan kemarahan di sana.
Setelahnya
Dooooor
Sreeeeet
"Abang Reynaaaaand!"
"Abang Lexiiiii."
Adly, Hamiz dan Rian berteriak dalam waktu bersamaan memanggil sahabat masing-masing.
Tidak menunggu waktu lama terdengar ledakan yang membuat orang-orang yang ada di sana terkaget dan berusaha menyelamatkan diri.
Bersambung.
Assalamu'alaikum teman-teman.
Jadi gini, dalam part-part selanjutnya saya akan masukkan tokoh-tokoh yang ada di novel Sahabat, Only You hanya Beni saja yang tidak terlibat sebab dalam kisah selanjutnya di novel Mengingat Dengan Hati, Beni dinyatakan meninggal sementara Isterinya dinikahi oleh Lexi Aditama dan Perusahà an milik Beni di kelola oleh Lexi Aditama sebagai Wali dari anak Kandung Beni.
Teman-teman bisa membaca novel Sahabat, Only You bagi yang belum membaca dan kisah Lexi dan Lily di novel Mengingat dengan hati pada aplikasi yang berbeda.
Terima kasih.
__ADS_1