Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
88


__ADS_3

Keynand kembali lagi pada Kursi kepemimpinan. Dia kini tengah fokus dengan tugas yang diberikan oleh Pemilik Perusahaan ini. Sementara Pemiliknya kembali ke Yayasan untuk mengabdikan hidupnya sebagai pendidik.


Pria itu terlihat serius setelah semalan dia mendapatkan serangan bullyan bertubi-tubi dari keluarga Reynand. Selain Renia yang mengatakan dia kurang tampan. Tak ketinggalan Sang Ibu juga ikut meledeknya. Jadilah dia bahan candaan mereka. Tentu gelak tawa tercipta saat melihat wajah kelabu Keynand.


Namun Keynand merasa tak tersinggung sama sekali. Justru kebersamaan itulah yang membuat hari-harinya berarti. Mendengarkan tawa dan melihat senyum dari orang-orang yang di sayangi merupakan nikmat yang tak bisa di gantikan dengan apapun.


"Sudah siap Pak Bos? Sebentar lagi kita akan Meeting bersama Pak Andra di Kantornya," ucap Adly mengingatkan Direkturnya itu. Kini Koki itu menjabat sebagai Sekretaris dadakan karena Keynand belum menemukan Sekretaris yang berkompeten menggantikan Fitri untuk sementara waktu. Terpaksa Adly melakoni profesi itu yang jauh dari keahliannya.


Keynand menghentikan gerakan jarinya, kemudian melihat Jam yang melingkari pergelangan tangannya.


"Ah sampai lupa," sahut Keynand. Dengan cepat dia merapikan Dokumen-dokumen yang tak beraturan itu.


"Kamu yang nyetir," ucap Keynand setelah selesai merapikan dokumen itu lalu mengambil Kunci Mobil di Laci kemudian memberikan kepada Adly.


Adly menerimanya dengan keikhlasan hati. Karena memang tidak bisa menolak.


"Gajinya double ya Pak Bos. Saya, kan merangkap," sahut Adly berkelakar. Pria itu kemudian bangkit mengikuti langkah Keynand yang keluar terlebih dahulu.


"Nanti kita mampir dulu untuk makan siang. Terus lanjut ke Kantor Pak Andra," ucap Keynand saat Mobil sudah bergerak meninggalkan Hotel Ardiaz.


"Bagaimana kalau kita makan siang di Restaurant Bening. Di sana kita bisa memetik sendiri sayur yang kita inginkan lalu di masakkan. Restaurant itu berkonsep perkebunan, jadi suasananya pasti menyegarkan," ucap Adly memberitahu tempat yang enak mengisi perut mereka siang ini.


"Boleh juga," sahut Keynand singkat.


Setelah beberapa menit berkendara, Mobil pada akhirnya masuk ke Kota Mentaram. Mobil melaju menuju Restaurant yang sedang viral saat ini. Meskipun Restaurant itu konon katanya sudah berdiri sudah lama. Namun baru akhir-akhir ini Restaurant itu viral berkat Vidio unggahan seseorang.


Mobil yang di kemudikan Adly terlihat memasuki Pelataran Restaurant yang luas.


Baru saja menginjakkan Kaki, para pengunjung di sambut oleh beberapa Jenis bunga yang tumbuh pada sebuah taman mini.


"Keren juga nih tempat?" ucap Keynand memendarkan pandangan di sekeling area itu.


Adly hanya tersenyum menyetujui pendapat Bosnya itu.


Mereka berdua melangkah menuju ke dalam restaurant. Di sana mereka di sambut senyum ramah oleh Pelayan dan menuntunnya ke arah Kebun.


"Pemiliknya seorang Wanita dan dia suka berkebun. Terus khabar yang saya dengar Pemilik Restaurant ini juga berstatus ASN," ucap Adly memberitahu.


"Luar biasa, apa dia sudah menikah?" tanya Keynand penasaran dengan Wanita hebat yang kini sedang di bicarakan.


Adly menatap Keynand dengan penuh kecurigaan. Sementara Keynand menanggapi dengan santai lirikan tak biasa itu.

__ADS_1


"Jangan bilang Pak Bos tertarik?" tanya Adly ingin mengartikan isyarat pertanyaan yang di lontarkan Keynand.


"Iya, hanya ingin tahu saja. Siapa tahu saya bisa bekerja sama dengannya," sahut Keynand tak mengalihkan perhatiannya dari sayur-sayuran yang tumbuh subur pada sebuah lahan yang tidak terlalu luas.


"Syukurlah, dia sudah menikah. Jangan sampai Pak Boss melakukan kesalahan yang berulang-ulang." Perkataan Adly seakan menyindirnya. Keynand menatap wajah Sekretarisnya dengan tatapan menghujam Jantung. Adly meringis dengan mengangkat jarinya membentuk huruf V.


"Oh ya, sekedar informasi. Pak Bos pasti bakalan terkejut siapa Suami dari Pemilik Restaurant ini. Dia salah satu Pengusaha sukses, tapi itu dia, pasangan Suami Isteri ini lebih di kenal sebagai orang yang tidak memiliki apa-apa. Namun ternyata bukan orang sembarangan. Keduanya sangat suka membantu orang-orang yang tidak beruntung. Pasangan ini mendirikan rumah singgah bagi mereka yang terlantar, menampung kemudian memberikan kehidupan yang layak untuk mereka." Adly bercerita tentang Pemilik Restaurant yang kini sedang mereka kunjungi.


"Memangnya siapa?" tanya Keynand penasaran.


"Beni Hardian Adha," jawab Adly serius. Tangannya mulai memetik sayuran yang hendak di jadikan lauk untuk makan siangnya.


Keynand mencoba mengingat nama yang disebutkan oleh Adly. Seketika ingatannya tertuju kepada seorang Laki-laki yang pernah bertemu dengannya di sebuah Showroom Mobil. Kala itu dia hendak membeli Mobil. Dan Pria bernama Beni-lah yang melayaninya.


"Iya saya ingat, bukankah Beni Hardian Adha adalah CEO dari Perusahaan Hardian Otomotif?" ucap Keynand mengingatnya. Pria bersahaja itu tidak mungkin di lupakannya.


Adly mengangguk membenarkannya. Dia kemudian melanjutkan memetik sayur mangkok yang akan menjadi menu makan siang kali ini. Sedangkan Keynand memilih sayur Bayam dan kacang panjang. Dia juga mengambil beberapa Mentimun.


Setelah memberikan sayuran yang di petiknya kepada Pelayan, kedua Pria tampan itu lalu mencari tempat duduk.


Selang beberapa menit menunggu datanglah seorang Pelayan menghidangkan makanan yang mereka pesan. Tidak ketinggalan Sayur Bening beserta Sambal mentahnya.


Tanpa berbicara lagi, Keynand dan Adly langsung menikmati apa yang tersaji di hadapannya. Terlihat mereka sangat lahap menikmati hidangan yang di sajikan oleh Restaurant Bening.


Di perjalanan, terdengar suara Azan berkumandang. Keynand memerintahkan kepada Adly untuk mampir di Masjid dan melaksanakan Shalat Dzuhur terlebih dahulu sebelum mereka melakukan Meeting.


Adly memarkirkan Mobil di ruas jalan raya sedikit berjarak dengan gerbang masuk Masjid agar tidak mengganggu arus lalu lintas.


Setelah aman, barulah mereka keluar dari Mobil dan berjalan menuju tempat Wudhu Laki-laki. Selesai berwudhu keduanya masuk ke dalam Masjid.


"Pak Keynand, Masya Allah tidak menyangka kita bertemu di sini?" Sapa seseorang begitu menaiki anak tangga Masjid.


Keynand dan Adly secara serempak menoleh ke arah suara yang menyapa. Keynand menatap wajah yang tak asing baginya dengan senyum yang sangat ramah.


"Pak Andra, anda di sini juga?" tanya Keynand berbasa-basi. Dia tidak menyangka bertemu CEO Hermawan Group di tempat yang sangat suci ini. Pasalnya, gosip yang mampir di Telinganya sangat tidak mengenakkan mengenai kehidupan seorang Riandra Hermawan. Dia seorang Casanova yang tujuan hidupnya hanya untuk bersenang-senang. Langkah Kakinya senantiasa menuju Club malam bukan ke Masjid seperti pertemuan saat ini.


Mungkin itu hanya gosip, nyatanya Keynand bertemu dengan Andra di Masjid hendak melaksanakan kewajibannya. Keynand menepis pikiran negatif mengenai Pria yang sebentar lagi akan menjadi rekan bisnisnya.


"Kita lupakan sejenak dunia dan berusaha khusuk dalam ibadah kita siang ini," ucap Keynand berjalan beriringan menuju Shaf. Terlihat Andra mengangguk dengan menyunggingkan senyum sumringahnya. Wajahnya terlihat teduh dengan air Wudhu yang masih menempel di sana.


Beberapa menit mereka melaksanakan Shalat. Setelah usai terlihat satu persatu jamaah meninggalkan Masjid untuk melanjutkan aktivitas masing-masing tidak terkecuali Keynand, Adly dan Andra.

__ADS_1


Ketiga Pria itu dengan kendaraan masing-masing menuju ke Gedung Kantor Hermawan Group yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Masjid yang mereka singgahi.


***


"Terima kasih Pak Keynand telah bersedia untuk mampir ke Kantor kami yang biasa ini," ucap Andra beramah tamah dengan tamu kehormatannya.


"Sama-sama Pak Andra, ini merupakan suatu kehormatan karena mendapatkan undangan dari anda. Seorang Riandra Hermawan, Pengusaha sukses yang berhasil mengubah potensi di Daerah ini menjadi Produk unggulan. Kini semua Produk dari Perusahaan anda telah melalang buana di berbagai Negara. Tidak ada kata lagi selain kata hebat," sahut Keynand membalas ucapan Andra dengan menyanjung Pengusaha di depannya.


"Alhamdulillah, itu semua karunia dari Tuhan. Saya juga tidak ada apa-apanya di bandingkan dari kedua Pangeran keluarga Ardiaz," balas Andra dengan rendah hatinya.


Keynand tidak menyangka Riandra Hermawan ternyata orang yang rendah hati dan bersahaja.


Usai berbasa basi mereka melanjutkan dengan Meeting di sebuah ruangan yang mewah dan nyaman.


Saat Meeting, Keynand merasa tidak nyaman dengan Sekretaris Andra yang berusaha menarik perhatiannya. Bukan hanya kepadanya saja, tapi Adly dan Andra tidak luput dari sasarannya.


Keynand menendang Kaki Adly pelan, seketika Pria itu menoleh kepadanya. Dia mengisyaratkan melalui ujung mata akan kelakuan Perempuan satu-satunya di ruangan ini.


Adly melirik sekilas ke arah Wanita di hadapan Keynand. Dia mendapatkan seulas senyum dan kedipan mata. Melihat itu Adly ingin tertawa, namun di tahannya. Pria itu menunjukkan raut wajah yang sama dengan Keynand. Bergidik ngeri.


"Mentang-mentang dia sendirian cewek di tengah tiga cowok kece, lantas ingin di embat semuanya, oh tidak ferguso! Tidak bakalan berhasil Bestie." Adly bermonolog dalam hati dengan di iringi gelengan kepala seakan menunjukkan kejengahannya.


Keynand dan Adly kemudian kembali fokus mendengarkan pemaparan dari Andra. Keduanya tidak peduli dengan kelakuan Wanita di hadapannya yang berusaha menggoda para Pria di ruang Meeting ini.


Saat Andra serius menjelaskan, dia menyadari ketidak nyamanan yang di rasakan Keynand dan Adly oleh ulah Sekretarisnya.


Dia menghentikan penjelasan lalu menegur Pegawainya tersebut.


"Tunjukkan profesionalisme kamu sebagai Sekretaris Perusahaan Hermawan Group. Bukan wajah yang di tonjolkan tapi Otak cerdas kamu. Apa kamu ngerasa diri sudah okay?"


Bersambung.


hai teman-teman apa khabar? maaf ya part kali ini mungkin saja membosankan. Sesuai alur yang ada di benak, ceritanya di seputaran aktivitas Keynand sebagai Direktur dan Qia sebagai Mahasiswi, hingga akhirnya di pertemukan kembali di masa depan. Terus apa yang akan terjadi di perjalanan hidup mereka? apakah Keynand setia? terus apakah Rizqy memberikan restu?


Nah di tunggu saja, ya? lagi mikir kalimat-kalimatnya, ini hehehe


oh ya, sengaja saya menyelipkan tokoh Andra dan Beni. Mungkin saja ada yang berkenan untuk membaca kisah mereka jika belum membacanya.


Riandra Hermawan dalam novel Keteguhan hati di aplikasi lain. Sedangkan Beni Hardian Adha dalam Novel Sahabat, Only You di aplikasi noveltoon.


Oh ya di antara semua tokoh Laki-laki, saya paling suka dengan tokoh Beni Hardian Adha. hehehe

__ADS_1


Selamat membaca dan jangan lupa meluangkan waktu untuk membaca Alquran.


__ADS_2