Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
Chapter 8


__ADS_3

"Honey?" panggil Keynand lirih. Dia sekarang agak tenang. Entah kenapa, keadaan Jantungnya lebih membaik setelah beristighfar dan mendengarkan Ega membaca ayat-ayat suci Alquran.


"Iya Honey, aku masih tetap disini. Aku akan selalu menemani Mas Keynand. Aku tidak akan meninggalkan Mas Keynand dalam kondisi apapun," ucap Ega tulus.


"Mengapa?"


"Karena aku cinta Mas Keynand dan percaya Mas akan sembuh. Mas Keynand tidak akan sudi lagi menyentuhnya. Mas Keynand janji, kan?" jawab Ega tulus. Saat ini pandangan mereka bertemu menyelami perasaan cinta masing-masing.


"Iya, aku akan berusaha. Tetaplah di sisiku. Aku mencintaimu dengan sangat." Keynand meminta pada Gadisnya itu agar selalu setia dan tak menyerah. Saat ini dia merasa tubuhnya tak sehat. Itu semua karena barang sialan itu. Keynand menyadari bahwa dirinya sakaw dan menginginkan barang itu lagi. Dia tak ingin terus-terusan seperti ini, dia ingin sembuh dan sehat. Dia ingin merajut kebahagian bersama Gadis cantik di hadapannya.


"Terima kasih. Kita akan terus bersama-sama, Mas Keynand. Seperti apapun keadaannya, kita akan menghadapinya bersama," ucap Ega meyakinkan Calon Suaminya.


Gadis itu tahu tentang masa lalu Keynand yang seorang Pecandu. Keynand bahkan pernah di Penjara karena hal itu. Keynand juga pernah menjalani rehabilitasi. Setelah itu Keynand di kirim ke Pulau Putri Mandalika untuk menggantikan Reynand Putra Ardiaz yang dinyatakan meninggal karena kecelakaan Pesawat.


Karena cinta membuat Gadis itu menerima Keynand sebagai pendamping hidupnya. Meskipun saat ini dia kecewa namun tak terbersit dalam pikiran untuk meninggalkan Keynand. Dia ingin selalu berada di sisi Keynand dan mendampingi seperti apapun keadaannya.


"Mbak Ega, Abang Keynand. Bagaimana keadaan kalian?" tanya Lika dengan khawatir. Saat ini dia sudah datang bersama Adly dan Fitri. Mereka menemukan Keynand terduduk dengan tubuh lemah sedangkan Ega berusaha menopang tubuh itu.


"Mbak Lika, Alhamdulillah mbak sudah datang." Ega berucap. Dia sangat bersyukur Wanita itu segera datang setelah menghubunginya.


"Iya Mbak Ega, maaf saya terlambat. Sebaiknya kita langsung membawa Abang Keynand. Jangan sampai ada yang mengetahui keadaan Abang Keynand yang sebenarnya. Kalian mengerti?" ucap Lika meminta. Dia tidak ingin publik mengetahui bahwa Direktur Hotel Ardiaz terlibat dalam penggunaan Obat terlarang.


Fitri selaku Sekretaris dan Adly sebagai Chef Hotel Ardiaz mengangguk mengerti. Adly segera membantu memapah Keynand dan membawa keluar dari Room yang ditempati Lelaki itu.


Keynand di bawa ke Pondok Pesantren tempat Rasya, Adik bungsu Lika mondok. Pada Pondok Pesantren itu tersedia seorang Dokter yang khusus menangani Korban penyalahgunaan Obat terlarang. Selain sebagai tempat menimba ilmu, Pesantren juga menerima mereka yang ingin rehabilitasi sekaligus belajar ilmu agama.


Keynand pada akhirnya memutuskan untuk tinggal di Pesantren untuk sementara waktu. Dia ingin menjalani rehabilitasi sekaligus belajar agama sebagai Santri hingga dia benar-benar sehat dan juga memiliki pengetahuan tentang agama yang dianutnya.


Karena hal itulah Pernikahan Keynand dan Ega dilangsungkan di Pesantren sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.


Dan hari ini prosesi akad nikah akan dilaksanakan di Masjid yang berada di Pesantren. Prosesi akad nikah Keynand dan Ega dilaksanakan dengan sangat sederhana. Dimana yang menghadiri hanya ada pihak keluarga dari Pengantin Perempuan, Keluarga Ardiaz dan Keluarga Akhmad Ali Hasan.


"Nak, Mommy mohon berhentilah menyentuh barang haram itu. Mommy tidak mau kehilangan anak lagi setelah kehilangan Abang kamu. Dengarlah Mommy, Wanita tua ini. Entah sampai kapan Mommy dan Daddy mendampingi kamu. Umur tidak ada yang tahu pastinya." Ibu Marisa memohon kepada Putranya dengan berurai air mata. Dia shock mendengar apa yang terjadi dengan Keynand. Dia sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami serangan jantung.


Menantunya Lika berusaha menutupi apa yang terjadi. Ini demi kebaikan Ibu Mertuanya. Hanya saja informasi tentang kambuhnya Keynand terdengar juga olehnya.


"Keynand minta maaf Mom, Keynand janji tidak akan memakainya lagi. Keynand janji Mom," ucap Keynand berurai air mata. Dia menangis dipangkuan Wanita Paruh Baya yang melahirkannya.


"Mom pegang janji kamu Nak. Sebentar lagi kamu menjadi seorang Suami dan nantinya juga menjadi seorang Ayah. Kamu adalah teladan bagi mereka. Apa jadinya jika panutan mereka buruk. Mereka tentunya akan terombang-ambing dalam badai sementara Nahkhodanya telah mematahkan kendali." Marisa menasehati Putra Bungsunya. Dia mengelus kepala Keynand dengan lembut. Sementara Keynand masih menangis dipangkuan Ibunya. Dia sangat menyesal sekaligus kecewa pada dirinya sendiri. Dia tidak berhasil membahagiakan mereka dan menjadi anak yang dibanggakan.


"Nak, sekarang persiapkan diri sebentar lagi kamu akan mengucapkan Ijab Kabul. Jangan mewek lagi, masak Pengantin matanya bengkak gitu?" ucap Marisa menyeka air mata Putranya. Dia menepuk bahu Keynand memberikan semangat.


"Iya Mom, terima kasih sudah menjadi Ibu yang baik buat Keynand, Abang Reynand dan Mbak Alisa. Mom dengan sangat sabar menghadapi Keynand yang bandel dan selalu menyusahkan keluarga. Keynand janji akan menjadi pribadi yang baik dan menjadi seorang muslim yang taat." Keynand berucap, setelah itu memeluk Ibunya dengan erat.

__ADS_1


"Iya sayang, kalian bertiga adalah anugerah dari Tuhan untuk Mommy dan Daddy. Sudah sepatutnya Mommy dan Daddy melakukan yang terbaik untuk kalian. Sekarang kita siap-siap, Penghulu sudah datang," ucap Marisa mengingatkan kembali anaknya.


Setelah mencurahkan perasaan. Ibu dan anak itu keluar dari kamar menuju ruang tamu. Pada ruang tamu sudah ada keluarga Mamiq Ali Hasan yang merupakan Besannya.


"Mommy, kok lama banget. apa sih yang dibicarakan? Qiqi kebelet nih!" sambut Rizqy. Lelaki Bujang itu tersenyum tipis seolah menyembunyikan rencana kejutan untuk Pengantin.


"Kamu tuh Qi, Abangnya yang nikah kok kamu yang kebelet? roman-romannya kamu sedang menyembunyikan suatu aksi. Jangan ngerjain Abang kamu Qi," Sahut Marisa mewanti-wanti Lelaki Bujang itu.


"Tenang Mom, ngerjain dikit aja enggak banyak-banyak kok!" sahut Rizqy dengan senyum dikulum.


"Awas lo!"


Keynand mengancam Adik dari Lika itu. Sementara Rizqy hanya menanggapi dengan kekehan.


"Sudah, sudah. Kita langsung ke Masjid saja, nanti Penghulu ngambek karena kelamaan kita disini." Mamiq Ali Hasan menengahi kedua Lelaki itu.


Mereka kemudian berjalan menuju Masjid yang ada di area Pesantren. Disana sudah ada Kiai Hasyim yang merupakan Pengurus Pesantren dan beberapa Ustadz, Penghulu, Keluarga besar kedua Pengantin serta Para Tamu undangan. Pada saat prosesi akad nikah, mereka dipisahkan antara Lelaki dan Perempuan sehingga tidak ada yang bercampur. Keynand di dampingi oleh David Ardiaz dan Akhmad Ali Hasan, Adly, Rizqy dan Rasya sedangkan Mega Fajrina di dampingi oleh kaum hawa.


Prosesi akad nikah pada akhirnya dilaksanakan. Saat ini Keynand sudah berhadapan dengan Bapak dari Calon Pengantin yang sebentar lagi menjadi Bapak Mertuanya.


Setelah mengucapkan Ijab yang diucapkan oleh Bapak dari Mega Fajrina kemudian Keynand mengucapkan Kabul dengan sekali tarikan nafas.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mega Fajrina binti Junaedi dengan Maskawin seperangkat alat Shalat dan Emas 10 gram dibayar tunai."


"Sah."


***


Malam harinya, kedua Pengantin di boyong ke Hotel Ardiaz. Mereka berkumpul antara keluarga Ardiaz, keluarga Lika dan keluarga Ega. Mereka berkumpul untuk menjalin keakraban satu sama lain.


Keynand saat ini menghampiri kamar Pengantin setelah di kerjain habis-habisan oleh tiga Lelaki bersaudara itu.


"Mas Keynand," panggil Ega begitu melihat Suaminya sudah berada di ambang Pintu.


"Iya Honey, maaf aku terlambat menemuimu. Itu Tiga Laki-laki tengil ngerjain aku habis-habisan. Masak Pengantin diajak begadang. Mereka sengaja menghalangi Mas untuk menemui kamu," ucap Keynand mengadukan apa yang dilakukan Adly, Rizqy dan Rasya, tiga bersaudara itu.


"Hahahahaha," Ega terkekeh melihat wajah Keynand yang lucu.


"Kok malah diketawain, memangnya itu suatu hal yang lucu ya? aku ngambek nih!" ucap Keynand cemberut.


"Hahahaha, muka Mas lucu banget itu yang membuat aku ketawa," ucap Ega berusaha menahan perutnya yang terasa sakit.


"Apa? apa kamu kira saya badut? wajah handsome gini kok diketawain, sih?" Keynand cemberut mendapati kenyataan kalau Isterinya itu menertawakannya.

__ADS_1


"Maaf Mas, makanya jangan cemberut gitu? bikin aku enggak bisa menahan diri. Lucu tahu Mas," sahut Ega kembali terkekeh.


"Jadi gitu, kamu ingin bermain-main ya? sini, aku kerjain biar kapok," ucap Keynand. Dia menggelitik pinggang Ega yang membuat Wanita itu menjerit kegelian. Dia berusaha menghindar dan mengambil bantal sebagai Senjata.


"Ayo, kalau Mas berani lawan aku," ucap Ega mengangkat Bantal siap untuk menyerang.


"Siapa takut, Mas juga bisa." Keynand mengambil satu bantal guling kemudian menyerang lawannya. Terjadi perang bantal di antara mereka. Terdengar suara bantal beradu bercampur baur dengan suara kekehan.


"Kalah, kalah, kalah. Kamu nyerah saja Honey, buktinya aku berhasil meraih pinggangmu. Tinggal kamu pilih mau dipeluk atau mau digelitik," sahut Keynand berhasil meraih tubuh Ega yang berusaha untuk menghindar.


"Mas Keynand curang, sih? ada pilihan ketiga enggak?"


"Pinter sekali, mau mencoba ngeles ya? Sorry Nona, pilihan ketiganya adalah ini."


Keynand mendudukkan Isteri di Ranjang lalu dia duduk di Sampingnya. Dia meletakkan tangan pada Kepala Isterinya lalu mengucapkan doa Pengantin.


"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha 'alaih. Wa a'udzubika min syarriha wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."


"Aamiin."


Ega mengamini doa yang dilantunkan oleh Lelaki yang kini sah menjadi Suaminya.


"Honey, apa aku boleh mengecupmu?" tanya Keynand meminta izin. Ini pertama kali bagi Gadisnya dan selama ini Keynand tidak pernah menyentuhnya. Mungkin hal ini membuat mereka merasakan rasa canggung. Ega mengangguk tanda menerima apapun yang diinginkan Suaminya.


Keynand lantas mengecup pucuk Kepala Isterinya dengan lembut. Tak terasa Lelaki itu menitikkan air mata jika mengingat dirinya Lelaki buruk, seorang mantan pecandu dan juga Lelaki yang suka mempermainkan Wanita. Hanya satu yang tidak pernah dia lakukan yaitu hubungan Suami Isteri diluar nikah. Seberandalnya Keynand, dia tetaplah seorang Perjaka yang menjaga kesuciannya.


Ega, merasakan kemesraan itu mulai tercipta. Jantungnya berdegub hebat. Ini adalah sentuhan pertama tentu saja rasanya sangat meremang mengaliri sendi-sendi tubuhnya.


"Terima kasih, kamu mau menerima Lelaki tidak baik ini. Terima kasih kamu mau menjadi Isteriku. Aku bahagia karena mendapatkan Isteri sebaik kamu, sesabar kamu dan sesoleha kamu. Aku mencintai kamu Isteriku." Keynand mengungkapkan perasaannya. Kata itu sangat tulus tanpa terselip kebohongan apalagi penipuan.


"Iya Mas, aku juga mengucapkan terima kasih karena Mas mau mencintaiku. Aku akan berusaha menjadi Isteri yang baik untuk Mas Keynand, Suamiku. Aku mencintaimu juga Suamiku," jawab Ega tidak kalah tulus.


Keynand tersenyum, dia mengelus Pipi mulus Isterinya yang memiliki lesung pipit. Setelah puas beralih ke Hidung, Alis dan berakhir di bibir. Elusan itu sangat lembut membuat mereka berdua merasakan desiran cinta yang tak terbantahkan.


Keynand masih asyik memanjakan Isterinya itu dengan elusan tangannya yang lembut. Dia memandang Isterinya penuh cinta. Setelah puas baru mengecup bibir berwarna merah itu dengan lembut. Lama kelamaan mereka terhanyut. Keynand mulai menyelipkan Lidah dan menuntun Gadisnya untuk mengikuti permainan.


Malam Pengantin itu mereka lewati dengan penuh cinta dan pengharapan. Keynand tidak lupa melantunkan doa disaat mengawali, menempatkan calon keturunan dan juga mengakhiri penyatuan cinta mereka.


Plash back end


Zaaashhh


Suara ombak yang berdebur menyadarkan Keynand dari ingatan masa lalunya. Dia tidak sadar terlalu lama dia menghabiskan waktu di tepi Pantai. Lelaki itu berada dalam kenangan masa lalunya malam ini. Dia beranjak meninggalkan tepi Pantai menuju Hotel Ardiaz.

__ADS_1


"Honey, aku ingin mencari seorang Gadis untuk bersanding denganmu di hati ini. Kau bahagia di sana ya? semoga Tuhan berkenan mengumpulkan kita kelak di Syurga-Nya. Aamiin."


Bersambung.


__ADS_2