
Hari berganti dengan cepat. Pada hari inilah yang ditunggu-tunggu oleh Julaekha dengan perasaan yang membucah bahagia. Sebab dari kebahagiaan itu tidak lain karena obat yang dipesannya akan segera mendarat dalam genggamannya. Tinggal hitungan menit obat itu akan dia terima dan tentu saja akan diberikan kepada Keynand dengan segera. Setelah obat tersebut akan dikonsumsi oleh Keynand secara terus menerus akan mematikan sarafnya dan membuat kesadaran yang mengomsumsi akan menurun. Dengan itu Julaekha akan mudah mengendalikannya dan menjadikan Keynand tameng jika sewaktu-waktu kedoknya terbongkar.
Julaekha tersenyum bahagia membayangkan hasil yang akan dipetiknya nanti dengan rencana cerdasnya ini.
(Saya sudah mengirimkan barangnya. Agar tidak ketahuan, kamu campurkan saja pada minuman yang dia konsumsi. Lihat apa yang akan terjadi padanya beberapa hari ke depan. Tunggu dan nikmatilah hasilnya)
Julaekha membaca pesan itu, setelah dimengerti dia dengan cepat menghapusnya.
Tok Tok Tok
Saat Julaekha sibuk dengan rencana, terdengar Pintu diketuk membuat Wanita itu tersadar. Dia berguman kesal, karena ketukan itu membuyarkan kesenangan. Dia gegas ke arah Pintu lalu membukanya.
"Ada apa?" tanyanya dengan mimik datar.
"Maaf Nyonya, saya mengganggu. Ada tamu, katanya dari profesi Tenaga Satpam," ucap Wanita paruh baya yang merupakan Asisten Rumah Tangga yang dipekerjakan di bagian Dapur.
Julaekha hanya mengangguk lalu meminta Wanita paruh baya itu meninggalkannya. Dia sempat mengernyitkan dahinya karena merasa tidak pernah memesan Tenaga keamanan yang menjaga rumahnya. Dia memang tahu Keynand akan memperkerjakan seorang Babby Sitter dan Babby Sitter itu akan tinggal bersamanya di rumah ini untuk menjaga Raski. Dia mendengar dari Suaminya bahwa Sore nanti Raski akan resmi tinggal bersamanya.
"Apa mungkin Satpam juga atas perintah Keynand. Apa-apaan sih Keynand itu? Kehadiran mereka akan menghambat rencanaku saja atau bisa saja malah mengacaukannya," guman Julaekha tak suka.
Dia keluar dari kamar kemudian menemui Satpam yang dimaksudkan oleh ART.
"Selamat pagi Ibu Julaekha, kenalkan saya Andi Satpam yang akan mulai bekerja hari ini," ucap Laki-laki muda berparas hitam manis dengar tubuh tinggi tegap, nampak gagah dalam balutan seragam Satpam.
Julaekha hanya mengangguk dengan sorot mata tak bersahabat. Dia memperlihatkan keangkuhannya sebagai Pemilik rumah tempat laki-laki itu akan mengais rezeki.
"Panggil aku Nyonya bukan Ibu?" ucap Julaekha tegas.
"Siap Nyonya," ucap Andi bersemangat. Sebelumnya dia sempat kesulitan menelan saliva yang terasa pahit. Dia tidak menyangka mendapatkan Majikan yang sombong dan tidak bersahabat dalam pandangannya.
Julaekha menguraikan tugas-tugas Satpam itu dengan menekankan sanksi yang tegas jika dia melakukan kesalahan kerja. Lagi-lagi Andi kesulitan menghirup udara mendengarkan semua penjelasan dari Julaekha yang sudah resmi menjadi Majikannya.
"Ingat kamu harus berpihak sama saya dan patuh dengan apa yang saya ucapkan. Kalau kamu berani melawan, saya tidak segan-segan akan membuat hidup kamu dan keluarga kamu sengsara hingga tak ingin hidup lagi."
Julaekha mengancam Andi. Wanita itu menggunakan kekuasaan Suaminya untuk menekan orang biasa seperti Andi dan ART lainnya agar patuh pada setiap kemauannya.
Setelah di tatar oleh Nyonya Julaekha, Satpam tersebut meninggalkan ruang tamu menuju Post Satpam yang menjadi tempat untuk melaksanakan tugasnya.
(Nyonya rumah sangat sombong. Ingin rasanya aku bungkam bibir cerewetnya dengan ******* ganas dariku)
Andi melaporkan kesan pertamanya bertemu dengan Nyonya besar di Istana megah milik Keynand.
__ADS_1
(Hahahaha. Abaikan saja dan biarkan dia bahagia dengan kesombongannya itu, nanti juga kalau kekuasaannya runtuh, mengangkat wajahnya saja dia tidak akan sanggup. Jalankan saja tugasmu dengan baik. Aku tidak ingin kamu gagal melenyapkan Keynand)
(Siap Tuan)
Andi memutuskan sambungan. Dia takut pembicaraannya akan terdengar oleh orang lain yang bisa saja mengacaukan misinya.
Setelah sambungannya terputus, Satpam yang baru saja di rekrut itu berkeliling mengamati lingkungan di kediaman Keynand.
Beberapa jam melihat situasi, Andi kembali ke Post Satpam dengan senyum jahat yang tercetak di sana.
"Pakeeet."
Baru saja Andi mendudukkan diri pada kursi yang tersedia di sana, dia dikejutkan oleh suara teriakan dari luar gerbang.
Andi bergegas membuka gerbang. Saat membuka dia bertemu dengan Kurir. Tanpa bertanya apapun Satpam itu langsung menerima barang pesanan Nyonyanya lalu secara langsung memberikan kepada Julaekha sesuai pesan Wanita itu.
"Mencurigakan," batin Andi saat dia bergegas kembali ke Pusat Penjagaan.
***
Sore harinya terlihat Mobil Sport warna Silver memasuki pelataran kediaman Keynand. Andi yang tidak mengenal Suami dari Julaekha bergegas menghampiri untuk menanyakan maksud kedatangan mereka.
Keynand yang baru saja keluar dan hendak membuka Pintu bagian belakang seketika urung mendengarkan pertanyaan itu.
"Anda Satpam baru ya? Perkenalkan saya Keynand," jawab Keynand sembari mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Iya saya Andi. Jadi anda Tuan Keynand?" jawab Andi memperkenalkan diri sekaligus bertanya. Seketika tangan Andi gemetaran menerima tangan halus milik Laki-laki tampan di hadapannya.
"Maaf Tuan saya tidak tahu," sambung Andi dengan tenang setelah berhasil menguasai keterkejutannya.
"Tidak apa-apa. Kalau tidak sibuk boleh saya minta tolong untuk membawakan Koper Enah dan anak saya," pintanya meminta tolong membantu membawa Koper milik Raski dan juga Babby Sitter bernama Enah.
Baby Sitter yang di maksud seketika keluar dari mobil bersama Raski yang berada dalam gendongannya. Dia sempat menganggukkan kepala dengan membentuk senyum tipis saat Keynand memperkenalkannya kepada Andi, salah satu Rekan kerjanya di kediaman Keynand.
"Biar saya saja yang menggendong Dadek Raski," ucap Keynand mengambil alih Raski dalam gendongan Enah.
Enah Gadis berkaca mata itu dengan hati-hati menyerahkan Raski yang tertidur dalam Mobil.
Deg
Saat tangan itu menggapai tubuh Raski, tanpa sengaja kulit tangan mereka bertemu yang menciptakan sengatan di kedua kulit yang bersentuhan itu. Penciuman Keynand sempat menikmati aroma wangi yang menguar dari tubuh Gadis itu dan rasanya wangi itu sangat familiar seakan mengingatkannya pada seseorang.
__ADS_1
"Wangi seperti Qia," batin Keynand. Lalu dia bergegas masuk di buntuti oleh Enah dan juga Andi yang ikut serta memasuki rumah megah milik Keynand.
"Enah, ini kamar Raski sedangkan kamar kamu nanti akan di tunjukkan oleh Bik Narsih. Sebentar saya akan memanggil beliau," ucap Keynand ramah. Dia meletakkan tubuh Raski pada ranjang yang lumayan besar dengan sprei berwarna cokelat.
"Baik Tuan," jawab Enah dengan sopan.
"Jangan panggil saya Tuan panggil saya Pak Keynand saja," ucap Keynand memberitahu.
Enah mengangguk mengerti dengan wajah sedikit menunduk.
"Tuan ini koper milik Enah dan Den Raski," ucap Andi yang sedari tadi hanya diam menyimak.
"Terima kasih, taruh saja di dalam, nanti Enah yang akan merapikannya. Oh ya panggil saya Pak Keynand jangan panggil saya Tuan." Sekali lagi Keynand meminta. Dia kemudian keluar dari kamar Raski yang berada di Lantai satu. Keynand melangkah ke kamar utama yang berada di Lantai dua. Sesampainya di kamar, Keynand langsung menanggalkan baju kebesarannya lalu melangkah masuk ke kamar mandi.
"Kenapa Enah mirip sekali dengan Qia. Mulai dari cara berpakaian dan juga tingkah lakunya. Saat berbicara Enah sedikit menunduk seperti halnya Qia juga seperti itu," guman Keynand saat dia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Dia menatap dirinya dalam pantulan kaca bersama lamunan yang seketika menguasai kesadaran. Melihat Enah, mengapa rasa rindu ingin melihat wajah Qia bergejolak di pelupuk mata. Keynand seakan melihat Qia pada diri Enah. Babby Sitter yang direkrut oleh Reynand dengan serangkaian Tes untuk menguji kelayakannya. Dari sekian orang yang datang untuk melamar menjadi Babby Sitter Raski, Gadis berkaca mata itulah satu-satunya yang layak menjadi pengasuk Putra tunggalnya itu. Selain itu Raski sangat menyukai Enah dan langsung menempel pada Gadis itu. Mereka berdua langsung akrab seperti pasangan yang sudah lama saling mengenal. Kepribadian Enah yang tulus penuh kasih sayang dan ceria membuat Raski merasa nyaman.
Namun pada kenyataannya Enah bukanlah Qia. Mereka berdua orang berbeda yang memiliki beberapa kesamaan. Salah satu yang terlihat sangat jelas yakni sepasang mata bulat besar. Enah memiliki mata yang persis seperti mata milik Qia. Hal itulah yang membuat Keynand dirundung rindu kepada Qia tatkala melihat Enah.
Lama dalam lamunannya, Keynand tersentak kaget saat nada dari Handphonenya terdengar.
(Mas bisakah kamu menjemput aku di Mentaram, Mobil mogok dan masuk Bengkel)
Suara Julaekha menggema di Telinga Keynand. Mendengar itu raut bahagia itu seketika berubah menjadi malas
(Iya)
Keynand hanya menjawab singkat. Dia segera memutuskan panggilan. Ingin rasanya mengirim Sopir untuk menjemput Sang Isteri, tapi dia bukanlah Laki-laki yang tidak bertanggung jawab apalagi kepada Wanita yang menjadi Isterinya.
"Enah minta tolong jaga Raski ya? Saya ke Mentaram mau jemput Ibu Julaekha," ucap Keynand berpamitan.
"Nggih Pak," jawab Enah singkat sembari memberikan senyum manisnya.
Keynand memperhatikan sejenak Babby Sitter itu lalu melangkah pergi dengan degub Jantung yang tak karuan.
Bersambung.
Mohon maaf baru bisa up lagi karena kesibukan di dunia nyata sehingga baru sempat menulis.
Bersama ini pula saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum.
Mohon maaf atas lahir dan bathin.
__ADS_1