Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
S2. 60


__ADS_3

"Jadi gini, Abang Keynand pernah di racuni oleh Isterinya dan untungnya Enah Babysitter anaknya Abang Keynand mengetahui itu. Dia berusaha mengobati Bang Keynand menggunakan penawar yang diberikan oleh Kak Rizqy. Kembali Bang Keynand di racuni saat kita mengadakan syukuran Ultah anaknya Abang Keynand yang bernama Raski. Saat kejadian itu Abang Keynand di larikan ke rumah sakit dan sempat kritis. Situasi saat itu sangat darurat sehingga kita meminta bantuan Kak Rizqy untuk membuat penawar karena dia tahu tumbuh-tumbuhan obat. Singkat cerita pengobatan Keynand berhasil dengan penawar yang dibuat oleh mbak Habibah. Baru awal pengobatan, Mas Reynand mendapatkan informasi siapa dibalik penyerangan terhadap Keynand. Dia adalah Bang Martin Marcelino Ardiaz, sepupu kandung dari Mas Reynand. Dua orang yang berbeda mencoba meracuni Abang Keynand, Isterinya sendiri dan Sepupunya sendiri."


Lika menceritakan kenapa tiba-tiba Markas di serang hanya bertujuan untuk mengelabui Julaekha Syarifah, Wanita bernama Evelyn Sanjaya dan juga Martin Marcelino Ardiaz.


Reynand sengaja mempercayai Julaekha dan mengikuti arahan Wanita itu yang sangat pandai berkelit. Dia menimpakan kesalahannya kepada Enah dan akan menjebak Qia. Qia akan di jadikan kambing hitam dalam rencana B mereka, jika gagal mencuri penawar itu. Reynand mengetahui itu berkat bantuan Evan yang selalu berkomunikasi dengan Rizqy. Apalagi setelah Rizqy mengirim sketsa wajah seseorang yang diduga meninggal dengan nama Evelyn membuat Reynand menjadi orang yang lebih licik dari Wanita itu.


Reynand sengaja membuat skenario bahwa pengobatan Keynand gagal menggunakan penawar yang dibuat Habibah, sehingga mereka tidak berusaha mencuri penawar itu lagi dan memperkarakan Habibah ke ranah hukum. Malam itu Habibah sengaja di tangkap oleh Polisi hanya untuk mengamankan Wanita itu dari bahaya. Rizqy sangat mengkhawatirkan keselamatan Isterinya sehingga meminta bantuan Reynand untuk menyembunyikan Habibah. Mereka mengira Habibah di Penjara padahal sejatinya berada di rumah Sada bersama Enah dan ART Rizqy.


Sedangkan saat penyerangan di Markas, mereka benar-benar berkelahi tapi untuk mengasah kemampuan para Bodyguard, bukan untuk saling membunuh.


"Berarti Abang Reynand dan Uda Lexi serius adu jotosnya? Bukan berpura-pura seperti syuting film laga, ya?" tanya Lily serius.


"Sepertinya iya, biar terlihat meyakinkan terus rencananya Abang Lexi tertembak dan Mas Reynand terluka terus Markas porak poranda. Informasi itu akan langsung di dengar oleh Abang Martin, Julaekha maupun Evelyn. Padahal sebenarnya tidak terjadi apa-apa, karena Bang Rudi dan temannya Kak Rizqy yang bernama Evan mengsetting di CCTV seolah memperlihatkan sesuatu yang mengerikan. Mas Reynand tahu, Markas sudah di susupi anak buah Bang Martin dan Evelyn, makanya melaksanakan rencana adu jotos itu."


Lika melanjutkan cerita tentang apa yang terjadi di Markas yang merupakan hanya sebuah skenario. Mereka membiarkan Martin, Evelyn maupun Julaekha di atas angin dan menertawakan kehancuran dua orang yang berhasil mereka adu domba. Padahal sejatinya merekalah yang dikelabui. Mereka tidak sadar Isteri dari Reynand dan Rizqy masuk ke dalam istana Martin dengan membawa misi yang akan menghancurkan keduanya.


"Terus kecelakaan yang menimpa mbak Lika dan diberita Isteri dari Pengusaha Reynand Putra Ardiaz dinyatakan meninggal itu juga bagian dari rencana, ya? buktinya Mbak Lika masih hidup." Lily melanjutkan pertanyaan untuk menuntaskan rasa penasarannya.


"Kecelakaan itu bukan bagian dari skenario. Itu benar-benar terjadi dan Mas Reynand tidak tahu rencana mereka seperti itu. Mas Reynand tidak mengira saya dan anak-anak menjadi sasaran mereka. Untungnya saat itu para Pengawal yang diam-diam diperintahkan mengawasi saya menyadari itu. Alhamdulillah saya selamat, hanya mengalami luka-luka ringan dan anak-anak juga selamat. Waktu itu tanpa mereka ketahui, salah satu Bodyguard berhasil memindahkan Renia dan Raski ke Mobil para Pengawal sedangkan saya belum sempat bertukar posisi Mobil itu keburu di tabrak dari arah belakang, sebelumnya mereka berhasil membuat ban mobil saya pecah."


Lika melanjutkan cerita mengenai kecelakaan yang menimpanya. Dia sangat bersyukur para pengawal saat itu dengan cepat menyelamatkannya dan anak-anak sehingga tidak mengalami kejadian yang mengerikan. Pada saat itu Lika dan anak-anak dilarikan ke rumah sakit kota raya untuk memastikan keadaan mereka. Mereka bersyukur, Lika mengalami luka ringan sementara anak-anak hanya shock.


"Lihat, ada dua orang hendak melepaskan tembakan," ucap Maemunah tiba-tiba menghentikan cerita Lika.


Secara spontan Lika mengambil pisau kecil yang selalu di bawanya lalu melemparkannya ke salah satu orang yang sedang membidikkan Senjata Apinya ke arah Reynand dan teman-temannya yang sedang berkelahi. Pisau itu tepat sasaran mengenai bahu dari orang tersebut.

__ADS_1


Dor


Dalam waktu bersamaan terdengar tembakan dan mengenai tangan seseorang yang sedang membidikkan Senjata Api ke arah Reynand maupun Lexi. Senjata api yang ada di tangan Lelaki itu terpental sehingga tidak berhasil mengenai sasarannya, kalah cepat dari tembakan yang berasal dari Senjata Api entah milik siapa. Tidak hanya sekali terdengar lagi tembakan yang kini mengarah ke kaki orang yang sempat mendapatkan serangan dari Lika.


Dor


Tembakan ketiga terdengar lagi mengenai kaki dari orang yang terkena tembakan pertama. Kedua Lelaki itu mengerang kesakitan dan teman-temannya berusaha untuk menyelamatkan keduanya.


Mereka memilih mundur dan membawa dua orang yang tertembak menuju Mobil lalu dengan segera Mobil itu melesat meninggalkan lokasi.


Sedangkan yang lainnya berusaha untuk melawan Reynand dan teman-temannya meskipun kemenangan itu mustahil di gapai.


"Siapa yang melepaskan tembakan?" tanya Reynand kepada Lexi yang tepat berada di dekatnya.


"Apa mungkin ini perbuatan Isteri elu? Mengingat ada Pisau yang menancap di bahu salah satunya membuat keyakinan saya benar. Pisau itu saya pastikan milik Lika dan tembakan itu pasti dari Isteri elu. Lika benar-benar keras kepala, di suruh pulang malah ikut-ikutan berkelahi. Dipikirnya kita lagi syuting film laga, ini beneran kita berkelahinya, lo!"


Cukup panjang Reynand menyampaikan curahan hatinya kepada Lexi, teman yang baru dikenalnya meskipun dia sudah mengetahui Pria itu karena sama-sama pembisnis.


Lexi menanggapi ocehan Reynand dengan tawa renyah.


"Itu artinya Mbak Lika sangat cinta sama Suaminya dan takut kehilangan. Pun begitu juga dengan Isteri saya. Lily memang suka tantangan dan anggota tujuh sahabat tahu akan ketangguhannya."


Lexi ikut menceritakan tentang Sang Isteri.


***

__ADS_1


Sementara itu, Lika dan Maemunah terkejut mendengar tembakan yang tiba-tiba terjadi dan belum mengetahui tembakan itu berasal dari mana. Mereka terlalu fokus melihat ke arah musuh dan tidak memperhatikan seseorang dengan gesit mengambil Pistol yang tersimpan lalu melepaskan tembakannya.


"Itu siapa yang nembak?" tanya Maemunah keheranan.


"Enggak tahu," jawab Lika tidak memperhatikan Wanita di sampingnya dengan Pistol di tangannya.


"Astaghfirullah." Maemunah terjungkal sangat terkejut saat melihat benda mematikan itu berada di tangan Lily. Lika yang mendengarkan pekikan Maemunah ikut terkejut dan mengikuti arah pandang Sahabatnya itu.


"Astaghfirullah. Jadi tembakan itu dari Mbak Lily?" tanya Lika.


"Maaf mengagetkan kalian, tadi reflek kalau enggak duluan menembak mungkin saja salah satu teman kita yang terkena tembakan," ucap Lily sembari nyengir memamerkan senyum jenakanya.


"Ini senjata ilegal kan?" tanya Maemunah dengan wajah tidak percaya bahwa Isteri dari Lexi memiliki Senjata Api dan mahir menggunakannya.


"Sembarangan, ini legal kali dan saya mengantongi izin penggunaannya," jawab Lily dengan santainya.


"Bang Lexi juga punya?" tanya Lika. Dia yakin Lexi juga pasti memiliki Senjata itu guna melindungi dirinya dari bahaya seperti Reynand yang juga memiliki senjata api.


"Tidak, Bang Lexi malah belum mahir menggunakannya. Saya dulu belajar bersama Suami pertama saya, dia mantan atlet menembak," jawab Lily tanpa sengaja membuka jati dirinya.


"Suami pertama? jadi Bang Lexi Suami kedua mbak Lily? Terus Suami pertamanya kemana? Apa dia selingkuh lalu mbak Lily menceraikannya kemudian menikah dengan Bang Lexi?" pertanyaan bertubi-tubi terlontar dari bibir Maemunah berdasarkan spekulasi yang mungkin saja menyesatkannya.


Lika berusaha memberikan isyarat untuk mencegah Maemunah agar tidak mempertanyakan hal di rasa tidak sopan. Dia menyenggol tubuh Maemunah tapi Wanita itu tidak mengubrisnya. Pertanyaan sensitif itu meluncur begitu saja dari Bibir Maemunah tanpa bisa di tarik lagi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2