
"Anda hanya melepaskan ikatan pernikahan Habibah Rosy," jawab Keynand serius.
Rizqy terkaget dengan apa yang di dengarnya. Dia tidak menyangka kalimat tidak mengenakan itu keluar dari bibir Keynand Putra Ardiaz. Keynand ingin dirinya menceraikan Habibah Rosy, Isterinya. Kurang lebih itulah makna yang terkandung dalam kalimat itu. Rizqy sangat faham maksud itu.
Seketika itu rahangnya mengeras. Keynand melihat amarah yang berusaha di kendalikan oleh Pria yang ada di hadapannya.
"Maksudnya apa?" tanya Rizqy setenang mungkin.
"Jujur saya menyukai Habibah semenjak bertemu dengannya. Rasa suka itu semakin nyata setelah mengetahui bahwa dialah yang menyelamatkan anak saya. Waktu itu saya belum mengetahui kalau dia sudah menikah. Padahal saya ingin menjadikannya Isteri." Keynand menjawab pertanyaan Rizqy dengan berkata jujur.
"Saya tidak menyangka Direktur Hotel Ardiaz menginginkan Isteri orang. Apa Pak Keynand tidak paham? seorang Gadis yang sudah di lamar tidak boleh dilamar oleh Pria lain. Apalagi yang sudah sah menjadi Isteri Pria lain," ucap Rizqy berusaha setenang mungkin. Namun dalam hati menyimpan gemuruh yang siap menghantam Pria di hadapannya.
"Saya hanya ingin membebaskan Habibah dalam penderitaan dan terluka jika dia mengetahui kalau Suaminya tidak setia dan mencari Wanita lain di luaran sana," ucap Keynand serius. Dia langsung menyerang Rizqy dengan tuduhan bahwa dia tidak setia dengan pasangannya. Selain malam itu, telik sandinya beberapa kali mengirimkan bukti bahwa Rizqy kepergok bersama seorang Wanita.
Rizqy mengernyitkan dahinya. Dia keheranan dengan tuduhan Keynand yang dialamatkan kepada dirinya.
"Selain itu anda juga bisa menyelamatkan Event Organizer LRA dari kebangkrutan. Berapapun dana yang anda butuhkan akan langsung saya kucurkan," lanjut Keynand. Dia merasa tindakannya ini akan membuat Rizqy mau tidak mau akan menerimanya jika dia tidak ingin kehilangan perusahaannya.
Braaaak
Tidak tahan dengan perkataan Keynand, Rizqy menggebrak Meja membuat Keynand terkejut. Pun begitu juga dengan pengunjung lainnya seketika itu mengarahkan perhatiannya kepada dua pria beda ras itu.
"Keynand Putra Ardiaz, saya tidak menyangka anda sepicik ini. Saya tegaskan saya tidak akan menggantikan Wanita bernama Habibah Rosy Isteri saya dengan harta berapapun nilainya. Saya lebih baik kehilangan EO saya dari pada harus menukar Isteri saya dengan bantuan anda." Rizqy berucap tegas. Dia menatap Keynand dengan tatapan tajam siap merobek mulut itu.
"Jangan anda menjadi mentang-mentang sehingga tidak tahu bagaimana caranya menghargai orang lain. Saya jadi kasian dengan mendiang Mega Fajrina, dia mendapatkan Suami seangkuh ini. Untung saja alam gaib hanya Tuhan yang mengetahuinya. Jika diketahui oleh Manusia mungkin saja saat ini Isteri anda sedang menangis dan kecewa."
Rizqy membabi buta menyerang Keynand dengan kata-kata tajamnya. Dia tidak menggunakan Ototnya untuk menghajar Keynand. Walaupun saat ini tangan Rizqy sudah terkepal.
"Satu hal lagi, tidak semua keinginan anda bisa anda dapatkan. Sekalipun dengan seluruh harta anda. Permisi, Assalamu'alaikum," ucap Rizqy berlalu begitu saja setelah menghantam Keynand dengan kalimat-kalimat kerasnya.
Keynand tergugu, dia tidak menyangka reaksi Rizqy segitu kerasnya. Dia menyesali tindakannya dan merutuk perkataan yang tidak dipikirkannya.
Ternyata dia tersesat dengan segala informasi tentang Rizqy. Keynand mengira dengan menawarkan bantuan kepada Rizqy disertai syarat harus melepaskan Habibah akan membuatnya silau. Rupanya dia salah besar, Rizqy bukan orang haus akan harta dan kekuasaan.
"Astaghfirullah, apa yang telah saya perbuat?"
Keynand beristighfar dan menyadari kekeliruannya. Dia telah salah menduga kalau Rizqy bisa di taklukkan dengan harta.
__ADS_1
("Pak Rizqy saya minta maaf, bukan maksud saya untuk merendahkan dan menghina anda bersama Isteri anda. Saya hanya ingin memastikan apakah Habibah Rosy berada pada Pria yang tepat. Mohon maaf jika saya mencampuri rumah tangga dan berburuk sangka kepada anda. Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya khilaf".)
Keynand menulis kalimat permintaan maaf lalu mengirimnya di nomor Rizqy melalui aplikasi hijau. Dia sangat menyesal dengan kebodohannya. Perasaannya kepada Habibah membuatnya lupa bagaimana harus berpikir jernih.
Pria itu beristighfar dalam hati dan ternyata dirinya masih seangkuh dulu, menganggap orang lain tak mampu dan meremehkannya. Keynand mengira, dirinya paling hebat dalam hal mencintai dan membahagiakan pasangannya.
Bertanya? apakah dia sudah mengetahui pasti kalau Wanita itu menderita dan terluka bersama Suaminya. Bisa jadi dia bahagia hidup bersama Rizqy dan menerima segala apa yang dilakukan oleh Suaminya diluaran sana.
Centang hijau dan terbaca tapi seketika lenyap. Rizqy memblokir nomor Keynand. Mungkin saja Rizqy tidak ingin berhubungan lagi dengan Direktur Hotel Ardiaz itu.
Gelisah dengan kesalahannya, apakah dia mendapatkan maaf dari Rizqy. Tak jelas dan suram.
Keynand melangkah dengan lunglai. Dia memaki dirinya yang jahat dan tak punya perasaan. Tega-teganya menginginkan dan meminta Isteri orang lain dengan imbalan uang.
Apa dia mengira hidupnya seperti Novel yang bisa mengatur semua dengan uang jika menginginkan sesuatu.
Keynand benar-benar frustasi.
***
Rizqy melangkahkan kaki meninggalkan Coffe Shop diiringi dengan kemarahannya. Aura itu sangat dingin mencekam dengan sorot mata menyiksa orang yang berani menatapnya. Rahangnya mengeras dengan warna merah padam pada wajah putihnya.
Sesampainya di rumah, Rizqy langsung menuju kamarnya kemudian merebahkan diri. Dia meraih Handphone hendak menghubungi Isterinya.
Barulah dia tahu pesan dari Keynand. Rizqy membuka dan membaca pesan itu.
Rizqy memilih tidak menjawab. Dia memutuskan untuk memblokir Nomor Keynand dan tak ingin berhubungan lagi dengannya.
Dia lebih memilih menentramkan hatinya dengan melihat wajah manis Isterinya.
("Sayang, Mas kangen.")
Terucap kalimat itu setelah salam terbalas. Habibah tersenyum dalam layar membuat Rizqy bahagia.
("Iya, Bibah juga sangat merindukan Suamiku. Oh ya, Mas kenapa? kelihatan wajahnya kusut gitu?")
Rizqy tersenyum memberikan jawaban kalau dia baik-baik saja.
__ADS_1
("Tidak apa-apa sayang, Mas hanya kecapekan dan banyak pikiran. Jauh darimu membuat rasa ingin itu kian mengembang.")
Habibah tertawa mendengarkan kalimat terakhir Suaminya.
("Serius, Mas? tidak ada masalah yang membuat Mas jadi lelah dan banyak pikiran, kan?")
Pertanyaan Habibah membuat Rizqy terdiam. Tidak seharusnya menyembunyikan apa yang terjadi dengan EO-nya kepada Habibah. Dia Isterinya, kepada siapa lagi tempat berbagi dan berkeluh kesah kalau bukan Isterinya.
("Bibah, EO LRA mengalami krisis keuangan. Event Organizer Mas di ambang kebangkrutan. Mas butuh banyak dana untuk menyelamatkannya."). Rizqy pada akhirnya berterus terang.
("Mas, Bibah punya tabungan dan beberapa batang Emas. Mas Rizqy bisa menggunakannya untuk menambah dana.")
Habibah menawarkan aset yang dimiliki agar bisa dipergunakan oleh Suaminya.
("Tidak sayang, itu milikmu dan Mas tidak akan mempergunakan apa yang kamu miliki. Bukankah kamu memiliki Mas yang beratnya berapa karat? tenang saja Mas kamu ini bisa menyelamatkan EO LRA.")
("hahahaha, Mas ini bisa saja.")
Rizqy dan Habibah memperdengarkan tawa di tempat yang berbeda.
("Mas akan menjual Mobil dan mengganti dengan Mobil Kijang yang harganya jauh lebih murah. Sisa dari penjualan Mobil itu lumayan besar. Jika tabungan dan Hasil penjualannya di gabung, Mas rasa cukup untuk menyelamatkan Perusahaan.")
Habibah tidak keberatan dengan keputusan Rizqy. Mungkin itu cara satu-satunya yang bisa dilakukan oleh Suaminya.
Rizqy tidak ingin meminjam di Bank. Jika dia melakukan itu, maka dia akan terlilit hutang. Selamanya tidak akan terlepas dan terbebas dari ikatannya.
("Sudah larut malam, sebaiknya Bibah istirahat.")
Seperti biasa Rizqy memandang wajah Isterinya melalui vidio call. Rindu itu kian membelenggunya. Terbebas akan terjadi jika bersua dengannya. Tak sabaran menunggu waktu itu agar rasa tak renggang.
"Mas berharap tak ada halangan atau apapun yang memisahkan kita. Karena tak bersamamu bagiku sangat menyakitkan apalagi jika kamu dimiliki oleh orang lain."
Untaian kata-kata berhasil disatukan dalam kalimat harapan. Sama seperti doa yang terucap dan berharap dikabulkan Tuhan.
Lelaki itu melihat senyum yang indah pada raut yang manis. Hatinya bergetar ingin segera membelai. Namun Hanya sanggup menikmati tidur lelapnya disini.
"Jarak itu begitu angkuhnya saat ini, sayang!"
__ADS_1
Bersambung.