
"Kayun?" tanya Keynand kembali menatap Sang Gadis dengan wajah memohon.
Qia hanya tertunduk malu dengan rona merah yang semakin kentara. Keynand kembali meminta, padahal jawaban telah dia berikan di Danau Gumbang saat itu.
Bukankah mereka sudah terikat, bahkan jari sudah tersemat cincin akar maupun Berlian, namun kenyataan tidak kunjung ijab kabul itu terucap atas namanya. Kini takdir mempertemukan mereka kembali dalam keadaan sendiri. Benarkah , jika jodoh tidak akan kemana? Meskipun Sang Gadis berusaha menjauh dan Sang Lelaki kembali menjadi duda lagi. Betulkah Qia memang untuk Keynand, yang menyandang status duda untuk kedua kalinya? Ataukah sebenarnya mereka berdua tidak di takdirkan untuk bersama? Keynand akan mengupayakan itu melalui jalur langit agar ia berhasil mengucapkan ijab kabul atas nama Qia kali ini.
"Kayun, kayun? Jangan mau nak Qia. Anak Mommy ini Duda ngenes memilukan. Terus apalagi Nak Qia sudah di tinggal nikah saat sayang-sayangnya, kalau Mommy jadi nak Qia ogah mau menerima lagi."
Marisa menimpali permohonan Keynand dengan memprovokasi Qia. Terlihat cebikan di bibir Marisa seolah mengejek anak bungsunya itu.
"Mommy kok kagak ngedukung anaknya, sih? Bukannya di beri penilaian bagus malah langsung dikasik satu bikin anaknya langsung failed aja," sahut Keynand semakin cemberut.
Qia tidak berkata apapun. Dia hanya diam menyimak perdebatan anak dan Ibu. Pun begitu dengan David Ardiaz yang terlihat serius memperhatikan Handphone.
"Masih untung berkata jujur dari pada menyanjung, tapi bikin anak orang menyesal di kemudian hari. Cocoknya kamu jadi Duda ngenes, dah! Apalagi tadi ngajak anak orang ke lembah syurga dunia, bikin kesucian pikiran anak orang jadi tercemar saja. Emang ya Duda mes*n."
Marisa kembali mematahkan semangat anaknya.
"Pikiran Mom ngeres ya?" tanya Keynand menggoda Wanita yang telah melahirkannya itu. Dia tidak sama sekali terpengaruh dengan perkataan Marisa yang terkesan menjelekkannya di hadapan Qia.
"Daddy, Mommy kayaknya ngeres deh! Terus pikirannya sudah berkiaran kemana-mana tuh! Tolong dikondisikan?" sambungnya mengarahkan pembicaraannya kepada Sang Daddy.
"Daddy percaya kok! Wong benar kan? Anak bungsu kami otaknya udah mulai geser ke kiri, ke kiri, ke kiri. Apa ini gara-gara pesona Julaekha Syarifah yang kecantikannya mengalahkan kecantikan Dewi Aphrodite, itu sih katanya dia," sahut David Ardiaz sehati dengan pikiran Sang Isteri dalam menjahati Putra bungsunya.
"Ke kiri, ke kiri, ke kiri manise, kayak senam saja." Keynand kembali memperlihatkan wajah cemberutnya. Sementara pandangannya tidak dia alihkan dari wajah Qia yang masih saja menunduk.
Gadis itu hanya diam tanpa berkata apapun, sebab bingung harus berbicara apa. Dia hanya diam menyimak apa yang mereka obrolkan, tanpa berani menyela. Ia pun belum bisa menjawab pertanyaan Keynand yang memintanya kembali menjadi Isterinya. Sejujurnya jawaban itu tidak sulit, hanya saja keadaannya telah berbeda, itu yang membuatnya tidak langsung bisa mengatakan ia, meskipun cinta itu masih ada.
__ADS_1
Ada keraguan dalam hati Qia, mengingat Keynand berpisah karena perceraian. Ada hati yang harus di jaga, yaitu mantan Isteri dan bisa saja sewaktu-waktu Sang mantan akan hadir untuk mengacaukan hubungan mereka. Itu yang ditakutkan oleh Gadis itu.
Mana mungkin Keynand tidak memiliki secuil rasa kepada Julaekha Syarifah, apalagi mereka berdua sudah pernah menyatukan diri sebagai sepasang Suami Isteri yang seutuhnya. Membayangkan itu, Qia di rundung bimbang.
"Qia, Mommy salah faham. Maksud Abang Lembah Syurga dunia itu tempat wisata yang ingin Abang kunjungi bersama kamu. Setelah kita halal, Abang ingin mengajak kamu jalan-jalan. Kamu mau kemana? Ke lembah yang ada di Sumatera barat atau ke Swis? Abang ikut kemana pun kamu mau? Kamu mau kan?"
Keynand mengutarakan keinginannya yang sudah lama direncanakannya. Bersama Qia angan itu ingin dia wujudkan. Namun pada kenyataannya hingga sekarang rencana itu belum berhasil dia realisasikan. Keynand saat ini ingin mewujudkan kembali angannya itu bersama Gadis yang selalu ada di hatinya.
"Alasan saja, bilang saja modus. Ajak anak orang berwisata, tapi entar di apa-apain anak Gadis orang. Jangan mau Qia?" sahut Marisa kembali mempengaruhi pikiran Qia agar tidak tertarik dengan segala apa yang di katakan Keynand.
"Iya di apa-apainlah Mom, udah halal kan? Jadi boleh, dong!" sahut Keynand dengan menampilkan senyum menawannya. Dalam otaknya berisi momen-momen romantis dan penuh dengan canda tawa yang di sisipi sentuhan-sentuhan mesra. Sentuhan itu membuat kebersamaannya terasa lebih indah dan manis.
"Kamu boleh saja modus dan berkhayal, tapi harus kuat jika ternyata segala yang di khayalkan itu tidak tercapai menjadi nyata. Daddy denger Nak Rizqy sudah menemukan seorang Pemuda baik dan Soleha yang akan dia jodohkan dengan Nak Qia. Katanya, Pemuda itu seorang Hafizh terus sedang menempuh S2nya di Madinah. Keturunannya sudah jelas sangat berkualitas, bermarga LALU. Nak Rizqy pasti akan memilih yang sama dengannya untuk tetap mempertahankan marga keluarga dari adiknya. Jika Qia menikah dengan kamu, maka Qia tidak akan bisa memberikan marganya kepada anak-anaknya. Daddy rasa Nak Rizqy dan keluarga tidak ingin seperti itu, iya kan?"
David Ardiaz panjang lebar menjelaskan apa yang terjadi jika Keynand dan Qia akan tetap bersama. Sedari awal Keynand harus tahu itu agar dia berlapang dada, jika ternyata Rizqy memilih Pemuda lain mendampingi Qia.
Inginnya Rizqy sudah berubah, tidak lagi tertuju kepadanya, meskipun Qia mungkin saja masih ada setitik rasa atau bisa saja sepenuhnya. Namun itu semua tidak bisa menyatukan hati mereka, sebab terhalang keinginan yang berbeda dari Sang Wali akad nikah.
"Benarkah itu Qia?" Keynand pada akhirnya mampu bertanya untuk memastikan apa yang didengarkannya. Dia masih berharap itu hanyalah khabar burung yang dipastikan tidak benar.
"Maaf Bang, saya hanya seorang adik yang akan mengikuti apapun keinginan Kak Rizqy. Dia satu-satunya keluarga yang saya miliki di dunia ini, jadi apapun keinginannya akan berusaha saya iyakan tanpa membantah. Kak Rizqy melakukan semua ini pasti demi kebahagiaan saya."
Qia menjawab dengan jelas tanpa keraguan disetiap nadanya. Wajahnya tetap menunduk menyembunyikan rasa tak lega di hatinya.
huft
Keynand menarik nafas panjang. Sebenarnya tidak rela, tapi apa mau dikata. Dia sudah bukan menjadi satu-satunya yang diinginkan oleh Rizqy. Ada orang lain yang telah berhasil mengambil tahtanya.
__ADS_1
"Siapapun Pemuda itu, akan saya tikung di persetiga malam. Tuhanlah yang mempunyai kuasa untuk membolak balikkan hati Manusia," batin Keynand tidak ingin pupus harapan. Selama akad nikah belum terucap, dia masih memiliki kesempatan. Akan dia langitkan doa, agar berkenan Tuhan mengabulkan harapannya.
Dalam lamunan yang panjang, Keynand tidak menyadari Qia sudah pergi dari kamar itu. Ia hanya berpamitan dengan kedua orang dua Keynand.
Marisa mendekat ke arah Brangkar Keynand lalu mengelus pucuk kepala itu dengan sangat lembut.
"Qia Gadis yang baik, dia selalu datang menemani kamu saat kamu tidak sadarkan diri. Bahkan dia rela menempatkan diri dalam bahaya saat Mantan Isteri kamu berusaha menfitnahnya. Kamu tahu sendiri apa yang dilakukan oleh Qia, kan?" ucap Marisa sembari tetap saja mengelus pucuk Kepala Keynand.
"Key, buktikan kepada Nak Rizqy kamu benar-benar pantas untuk adik kesayangannya. Perjuangkan kembali Qia. Mommy dan Daddy sangat setuju Qia menjadi Menantu kami. Tidak berubah sedari awal kita merestui kalian berdua," lanjut Marisa kini memberikan semangat untuk Keynand.
"Tapi jika Qia bukan jodoh kamu, maka ikhlaskan dia bahagia bersama orang lain. Meskipun sulit tetaplah menerima kenyataan. Sebab itulah yang terbaik bagi kamu dan Qia. Kita tidak tahu, apa yang menyebabkan orang yang kita inginkan ternyata tidak menjadi jodoh kita. Hanya Tuhanlah yang tahu itu dan memberikan jodoh yang terbaik bagi masing-masing."
Marisa tidak henti menyemangati Keynand agar senyum itu kembali tampil pada wajahnya.
Tadi dia dan Sang Suami berpura-pura menjahati Keynand hanya untuk menggoda pasangan itu, tapi pada kenyataannya dia dan Suami telah mengetahui bahwa Rizqy telah menjatuhkan pilihannya kepada Pemuda lain untuk Sang Adik.
"Tuan Bodak, saya pergi. Tugas saya sudah selesai, Tuan Bodak sudah sehat dan tidak ada orang yang akan menjahati Tuan Bodak lagi. Nanti malam Martin, Evelyn maupun Julaekha Syarifah dipastikan akan tertangkap, semoga."
Qia membatin di balik Pintu. Dia menenangkan hatinya yang berdebar-debar rindu, tapi harus di halaunya dengan sekuat tenaga.
Rindu, bukan saatnya dan juga bukan haknya. Biarlah rasa itu dia pasrahkan kepada Pemilik kehidupan. Jika boleh meminta, dia ingin dianugerahkan jodoh terbaik, bukan lagi meminta dengan menyelipkan namanya. Siapa dia, itulah takdirnya.
Langkah kakinya terasa ringan kini. Keynand telah baik-baik saja dan siap menjalani hidup dan menyongsong masa depan yang indah, entah bersama siapa.
Qia melangkah dengan pasti bersiap melaksanakan tugas selanjutnya yang masih menjadi tanggung jawabnya.
Bersambung.
__ADS_1