
***
"Kenapa kamu terlambat menjemput?"
"Kok bisa pergerakan kamu selelet Siput?"
"Seharusnya ketika aku hubungi kamu langsung bergerak cepat bukannya malah berleha-leha."
"Kamu tahu sendiri aku tidak suka menunggu."
Sepanjang jalan Julaekha mengomeli Keynand. Wanita itu kesal karena Keynand datang tidak tepat waktu seperti perkiraannya. Alhasil Laki -laki tampan itu mendapatkan tatapan tajam dengan raut tak bersahabat. Julaekha langsung menumpahkan amarahnya dan tak peduli dengan orang-orang yang memandangnya dengan berbagai spekulasi.
Keynand hanya terdiam berusaha menahan malu. Dia cuek dan lebih memilih menenangkan diri dari lahar yang siap meledak karena ketidak sopanan Isterinya.
"Apa kamu bisa diam? Kalau tidak silahkan keluar dari Mobil," ucap Keynand lantang. Dia jengah juga mendengarkan omelan Julaekha apalagi Wanita itu telah mempermalukannya di hadapan banyak orang.
"Tidak mau. Kamu pantas mendapatkan omelan dariku Keynand. Siapa suruh terlambat menjemput." Julaekha tetap bertahan dengan keegoisannya. Dia merasa dirinya benar dan tidak suka dengan tindakan Keynand yang seenaknya. Dia ingin apapun yang diminta, Keynand dengan gerak cepat harus memenuhinya. Suaminya itu harus berada dalam kendalinya.
Keynand menghela nafas dengan frustasinya. Dia meraup wajah dengan kasar dan berusaha menenangkan dirinya yang diliputi amarah.
"Kenapa malah diam? Apa kita mau menginap di tepi jalan ini? Jalankan Mobilnya," perintah Julaekha seenaknya. Mobil itu tidak bergerak seiring Keynand berusaha menikmati kekesalannya.
Akhirnya Keynand kembali melajukan Mobilnya dengan berlahan. Entah kenapa dia terlalu sabar menghadapi Julaekha dan berusaha menjadi Suami yang baik untuk Wanita itu, meskipun yang dia dapatkan adalah keegoisan dan semena-menanya. Kini harga dirinya telah berada di dalam genggaman Julaekha dan semaunya dia mencabiknya.
"Ya Tuhan, apa mungkin saya terlalu banyak memiliki dosa sehingga di jodohkan dengan Julaekha, Wanita yang sangat egois." Keynand hanya mampu bersuara dalam hati.
Dia menggerakkan Mobilnya dengan cepat, sesekali melirik kaca spion. Di mana dalam kaca spion itu memperlihatkan sebuah Mobil yang sepertinya sedang membututinya. Benar saja dugaan Keynand, Mobil berjenis Jeep itu menyalipnya lalu memalangkan Mobil itu tepat di depan sehingga membuat Keynand harus menginjak rem dengan mendadak untuk menghindari tabrakan.
Ciiiiiiiit
Bruk
Terdengar dentingan keras dari Ban Mobil yang beradu dengan aspal karena terpaksa harus berhenti tanpa peringatan terlebih dahulu. Akibat itu Julaekha yang tidak siap harus merelakan Kepalanya terantuk kaca Mobil sehingga menimbulkan pekikan kesakitan.
"Sakiiit, apa kamu tidak bisa bawa Mobil? Kenapa pula ngerem mendadak. Sengaja mau bikin Kening saya benjol." Tidak terima Julaekha mengomeli Keynand tanpa memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa kamu buta Julaekha? Masih mending saya bisa ngerem kalau tidak bukan hanya Kening itu yang benjol tapi Otak kamu ikut geser agar bisa berpikir dengan benar," sahut Keynand ketus.
"Whaaat!"
Julaekha melihat ke arah depan dimana beberapa orang keluar dari dalam Mobil yang menghadangnya. Belum saja dia berhasil menguasai keterkejutan, kaca Mobil di gedor dengan keras isyarat meminta untuk keluar.
__ADS_1
"Mau kalian apa, hah?" Teriaknya marah.
Praaang
Baru saja dia berteriak, teriakan itu di sambut oleh suara kaca yang pecah. Keynand segera keluar dan diikuti oleh Julaekha yang langsung menempel di sisi Keynand.
"Mau apa kalian?"
"Serahkan harta bendanya, kalau tidak jangan salahkan Senjata tajam ini mencabik-cabik tubuh kalian."
Dengan lantang seseorang dari mereka mewakili tujuan mereka menghadang Mobil Keynand.
"Enak saja, apa kalian tidak tahu kalau Tas ini harganya mahal. Tas ini barang brandad asli dan harganya bisa sampai ratusan juta. Kalau mau iya kerja jangan malah minta." Julaekha menyahuti dengan berang. Dia malah mengumunkan harga tas yang dengan erat dipeluknya.
Sementara Keynand menggelengkan Kepalanya dengan ekspresi jengah. Dia hanya diam sembari membaca situasi yang kini sedang di hadapi. Ada empat orang begal dan masing-masing membawa Senjata tajam. Akan berbahaya jika dia bertindak gegabah.
"Kalau begitu sini Anting-anting yang kamu pakai," ucap Begal lainnya sembari mencoba menarik benda itu dari Telinga Julaekha.
Julaekha menghindar kemudian semakin merapatkan diri pada tubuh Keynand.
"Enak saja, Anting yang aku pakai ini berlian asli dan harganya hingga setengah milyar. Aku rasa kalian semua tidak pernah melihat uang sebanyak itu. Dasar miskin enggak ada guna, bisanya hanya merampas milik orang. Kerja sono, dasar pemalas." Julaekha masih saja menyahuti dari balik tubuh Keynand tempat dia melindungi tubuhnya.
Tanpa berkata-kata lagi keempat preman itu menyerang Keynand dan Julaekha. Julaekha melawan dengan berusaha menghindari sabitan senjata tajam yang mengincar bagian tubuhnya. Wanita itu berhasil membuka Pintu Mobil kemudi, tapi naas lengannya berhasil di sabet oleh Senjata tajam milik salah satu begal itu. Julaekha menendang salah satu begal hingga terjunggal. Dia berhasil masuk ke dalam Mobil lalu tancap gas mengemudikan kendaraan tersebut meninggalkan Keynand yang masih berjibaku berusaha untuk melumpuhkan para Begal.
"Wanita itu melarikan diri, cepat kejar dia," ucap salah satu Begal memerintahkan rekannya untuk mengejar Julaekha yang sudah melesat meninggalkan mereka.
Bugh
Bugh
Bugh
Keynand berusaha untuk menghajar para Begal itu dan tidak membiarkan mereka mencapai tujuan.
Namun sayangnya karena lengah Keynand mendapatkan goresan Senjata tajam pada bahunya sehingga Kaos berkerah yang di gunakan seketika berubah warna mencari merah karena darah yang mulai berembes.
"Astaghfirullah."
Keynand berusaha menahan rasa sakit dan dengan tenaga yang tersisa dia bertekad melumpuhkan dua orang yang menyerangnya dengan penuh semangat. Sedangkan dua orang lainnya melangkah ke Mobil Jeep untuk mengejar Julaekha. Baru saja salah satu membuka Pintu Mobil, tanpa terduga ada seseorang melempar batu dan batu itu tepat mengenai wajahnya.
"Kurang ajar siapa yang berani melemparkan batu, apa mau cari mati?" umpatnya marah.
__ADS_1
"Aku, kalian mau kemana? Mau kabur ya? Dasar pengecut."
Dari arah Belakang Mobil berjalan seorang Gadis bergamis hitam dengan jilbab lebar berwarna hijau Sage menutupi tubuh semampainya. Wajahnya tidak terlihat karena tertutupi oleh Masker. Hanya terlihat mata bulat besar yang terlihat nampak indah.
"Rupanya ada seorang Gadis yang menyetor dirinya," ucap Sang Begal sambil memandang Gadis cantik itu dengan pandangan lapar.
"Saat ini kamu beruntung karena Wanita berlian itu lebih menggairahkan dari pada kamu yang segar di pandang. Jika tidak ingin celaka, minggirlah," sambungnya diiringi tawa mengejek.
"Tidak ada yang melarang, tapi sebelumnya aku akan melakukan sesuatu pada Ban Mobil ini." Usai berkata dengan gerakan cepat dia menancapkan Belati pada Ban Mobil itu lalu menariknya sekuat tenaga membentuk garis memanjang.
"Ups sorry anginnya terbebas deh dari sekapan Ban ini. Gembos, deh! Oh ya silahkan lanjutkan perjalanan kalian dan saya tidak akan ikut-ikutan, janji deh!" Gadis bermasker itu tersenyum mengejek setelah memancing kemarahan dari dua Laki-laki itu.
"Kurang ajar." Dengan ucapan lantang diiringi gerakan cepat keduanya menyerang Gadis itu dengan garang. Kemarahan telah menguasai mereka sehingga sangat bernafsu ingin menghajar Gadis bermasker itu hingga babak belur. Dengan lincah dan tenang gadis itu menghindar dan menangkis serangan yang bertubi-tubi.
Bugh
Bugh
Bugh.
Gadis itu berhasil meninju dan sesekali menendang membuat keduanya kian marah.
Sementara Keynand, setelah berhasil melumpuhkan dua Begal itu, dia mendekat ke arah Gadis itu dan mulai membantunya.
Kini mereka seimbang, satu lawan satu. Dengan gerakan terlatih Keynand berhasil melumpuhkan salah satu Begal itu yang menjadi lawannya. Pun begitu dengan Gadis bermasker itu, dia berhasil melumpuhkan lawannya.
Usai melumpuhkan lawannya Keynand tanpa sengaja bersitatap dengan Gadis bermasker yang menolongnya. Dia terpaku dan tentu saja kagum dengan kemampuan bela diri yang di miliki Gadis itu. Bukan hanya itu saja yang membuat Keynand dipukau, manik mata Gadis itu sangat jernih seakan dia larut dalam buaian ketenangan.
"Terima kasih."
Gadis bermasker untuk mengangguk dengan diiringi senyum di balik Masker yang digunakannya.
Keynand memperhatikan mata yang nampak ikut tersenyum. Dari sanalah dia tahu bahwa Gadis yang menolongnya sedang menampilkan senyum manisnya.
"Qia." Keynand berguman dan pandangannya tak teralihkan dari sosok Gadis bermasker di hadapannya.
"Siapa kamu? Kamu Qia, kan?" Tanya Keynand merasa sangat mengenal dua bola mata jernih itu. Gadis itu tertunduk dengan cepat membalikkan badannya lalu pergi.
Keynand tak diam. Dia meraih lengan Gadis itu lalu dengan gerakan cepat dia membalikkan tubuh itu menghadapnya.
Bersambung.
__ADS_1