
Plaaaak
Tanpa basa-basi Julaekha menampar Wanita tersebut kemudian memaki-makinya.
"Dasar Wanita murah*n berani sekali mendekati Suami saya dan merayunya, siapa yang mengundang kamu, hah?"
Wanita yang bersama Keynand sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Julaekha. Dia mengelus pipi mulusnya yang terkena tamparan yang cukup keras. Ada rasa kebas terasa di Pipinya bahkan Kepalanya terasa pusing akibat dari tamparan itu.
Seketika semua yang ada di sana menghentikan segala aktivitas dan masing-masing mata mengalihkan perhatiannya ke arah Julaekha, Keynand dan Wanita yang mendapatkan perlakuan kasar itu.
Keynand mencekal tangan Julaekha dengan sekuat tenaga. Ada kemarahan yang terlihat sangat jelas di pelupuk mata Julaekha saat bersitatap dengan Keynand.
"Ada apa ini?"
Marisa yang baru saja keluar dari kamar segera mempertanyakan apa yang membuat orang-orang seketika terdiam.
Julaekha berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Keynand. Kemudian mengalihkan kemarahan kepada Wanita paruh baya yang baru saja hadir di tengah-tengah mereka.
"Oh, ternyata Nenek genit juga ada sini?" ucap Julaekha tersenyum sinis.
"Bagus, dengan ini aku bisa melabrak kalian berdua yang telah berani-beraninya datang sebagai seorang Wanita murah*an. Kalian berdua benar-benar Wanita parasit, rubah dan Pelac*ur."
Julaekha kalap karena melihat dua Wanita yang sangat di bencinya di dunia sosial itu, kini menampakkan diri di hadapannya.
Dengan sekuat tenaga dia meraih tangan Marisa lalu menyeretnya menuju arah Pintu keluar lalu hendak menghempaskannya dengan sekuat tenaga.
Alisa dan Keynand yang tidak menyangka dengan apa yang di lakukan oleh Julaekha, sontak terkejut dan dengan cepat berusaha menolong Marisa.
"Mommy."
"Mommy."
__ADS_1
Alisa dan Keynand berteriak dan berusaha meraih tubuh Marisa. Keynand menarik tangan Julaekha sedangkan Alisa mencoba menahan tubuh Marisa agar tidak terhempas ke Lantai.
"Mommy Marisa. Mbak Alisa."
Saat bersamaan Qia yang baru saja datang sekuat tenaga mendekap tubuh Marisa agar benar-benar tidak terjatuh. Dia melihat Julaekha menarik tubuh tua itu lalu mendorongnya. Untung saja dia berhasil menyelamatkan Ibu Kandung dari Keynand Putra Ardiaz tersebut sehingga tubuh ringkihnya urung menyentuh lantai.
"Oh rupanya ada pahlawan kesiangan datang. Kamu, kamu dan kamu sama-sama samp*h, sebaiknya enyah dari rumah Suami saya," ucap Julaekha menggelegar.
"Julaekhaaaa."
Teriak Keynand dengan emosi yang sudah berada di ubun-ubun.
Plaak
Dengan sekuat tenaga dia memberikan tamparan Kepada Julaekha. Tamparan itu berhasil membuat Wanita itu mundur selangkah, lalu merasakan perih di pipi dan bibirnya.
"Keynand."
Marisa memanggil Sang Putra dengan wajah terkejut, karena baru pertama kali melihat kemarahan Keynand dan menampar seorang Wanita. Keynand selama ini tidak pernah melakukan kekerasan kepada Wanita, tapi ini adalah pengecualian karena Wanita itu telah berani menghina Marisa, Wanita yang telah melahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya.
Julaekha terlihat marah dan tidak terima dengan tamparan yang di layangkan oleh Keynand. Dia mengomeli Keynand seperti biasa dengan sorot mata marah penuh kekecewaan.
"Kamu bilang apa? Kamu tahu, Wanita cantik ini adalah Ibu kandung saya, Marisa Ardiaz dan Wanita yang kamu tampar tadi adalah Kakak kandung saya, Alisa Putri Ardiaz. Dan kamu, apa hak kamu memperlakukan mereka dengan kasar dan tidak terhormat," ucap Keynand menggelegar penuh dengan emosional.
Reynand yang tidak mengetahui apa yang terjadi karena sedang Zoom dengan Clientnya, ketika mendapatkan khabar dari Lika langsung menghampiri kerumunan. Dia dan Lika meraih tubuh Marisa yang terlihat syock lalu menuntunnya hendak meninggalkan tempat itu.
"Selesaikan urusan kamu dengannya Keynand," ucap Reynand dengan nada dingin. Dia sebenarnya marah tapi tidak bisa ikut campur dengan urusan rumah tangga adiknya tersebut. Biarlah Keynand yang akan memberikan pelajaran kepada Wanita itu karena telah berani berbuat kasar kepada Ibu dan Kakaknya.
Sementara Qia menuntun Alisa yang terlihat hanya diam. Dia masih syock dan tidak percaya dengan kekasaran adik iparnya tersebut.
Sementara itu Julaekha terbungkam dengan apa yang diucapkan oleh Sang Suami. Dia menggelengkan Kepala tidak percaya bahwa Wanita paruh baya yang terlihat sederhana itu adalah Ibu Kandung Suaminya dan Wanita bernama Alisa itu merupakan Kakak kandung Keynand.
__ADS_1
"Mommy, Kak dan Abang, diam di sini," ucap Keynand dengan nada tegas. Apa yang diucapkan Keynand seketika menghentikan langkah mereka.
Tidak ada yang mengetahui ada masalah di balik gelak tawa anak-anak di halaman belakang. Sebab saat tamparan itu terdengar, Lika di bantu oleh Hamiz, Adly dan Fitri berusaha mengalihkan perhatian anak-anak dan mengarahkan mereka ke Lomba-lomba yang sedang berlangsung.
Di ruang tamu hanya ada keluarga Ardiaz dan Qia. Gadis itu mau tidak mau harus ikut terlibat meskipun itu bukanlah ranahnya. Dia hendak menyingkir, tapi Alisa menahannya agar tetap berada di sampingnya.
"Julaekha Syarifah saya talak kamu dengan talak satu. Mulai detik ini kamu haram untuk saya dan saya pun haram untuk kamu. Saya memberikan kesempatan kepada kamu untuk tinggal di rumah Kota Raya selama masa iddah dengan segala kewajiban saya selama masa iddah tersebut kamu jalani."
Dengan lancar Keynand mengucapkan talak. Sedangkan Julaekha sejenak terdiam mencerna apa yang baru saja di dengarkannya. Dia menggelengkan Kepala tidak terima, karena keinginannya belumlah terlaksana.
"Tidak Keynand, aku tidak mauuuu." Julaekha berteriak histeris. Dia berusaha meraih tangan Keynand agar membatalkan apa yang terlanjur terucap dari bibir Pria itu.
"Pikirkan Keynand, bukankah hubungan kita sudah membaik dan sekarang kamu malah mentalak aku. Saat ini kamu sedang marah, jadi ucapan talak itu aku yakin tidak sah, please jangan seperti ini," mohon Julaekha bersimpuh di hadapan Keynand. Julaekha memohon dengan tulus dan memperlihatkan penyesalannya.
"Mommy tolong nasehati Keynand agar tidak segampang itu mengucapkan talak, apalagi perceraian itu tidak di sukai oleh Tuhan. Kalian semua mengerti agama, tapi kenapa malah mendukung apa yang dilakukan oleh Keynand. Apa kalian tidak ingin di katakan munafik, kan? Jadi nasehati Keynand, Mommy."
Julaekha berusaha mempengaruhi Marisa agar mau membantunya untuk menasehati Keynand agar mengurungkan apa yang sudah terucap dari lisannya.
Marisa tidak bergeming, dia memilih mengajak Lika untuk meninggalkan ruang tamu itu bersama Alisa dan Qia yang mengiringi.
"Baik aku akan terima perceraian ini dengan syarat," ucap Julaekha serius. Dia menghapus air mata yang tidak diinginkannya, namun merembes begitu saja dari kedua mata.
"Apa syaratnya?" tanya Keynand tidak sabaran.
"Sebelum aku mengutarakan syarat yang akan aku inginkan, sebaiknya suruh anggota keluarga kamu duduk kembali," ucap Julaekha tegas. Dia tersenyum tipis saat semuanya urung meninggalkannya dan memilih untuk duduk kembali dan siap mendengarkan apa keinginan Julaekha.
"Aku harap kamu mau mengabulkannya Keynand. Kalau tidak sanggup, talak yang kamu ucapkan tetap aku nyatakan batal," ucap Julaekha dengan yakin.
"Jangan berbelit-belit, katakan apa syaratnya?" tanya Keynand.
Julaekha tidak langsung menjawab. Dia sengaja hanya ingin menikmati rasa penasaran dari orang-orang yang ada di ruangan itu. Senyum culasnya seketika terpatri pada wajah angkuhnya.
__ADS_1
"Aku senang melihat wajah-wajah memprihatinkan ini, akan lebih senang lagi melihat wajah syock kalian sebentar lagi," batin Julaekha masih bertahan dengan senyum tipisnya.
Bersambung.