Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
Chapter 15


__ADS_3

Habibah tersadar dari ingatan masa lalu. Dia masih setia menatap langit sembari meraba hatinya. Lima tahun berlalu, nyata, masih terasa cinta pada hatinya untuk Rizqy. Dia tidak mampu melupakan Pria itu sekuat apapun dia berjuang. Sejujurnya sekarang dia sedang merindukannya. Entah mengapa itu bisa terjadi. Tidak mungkin bunyi tepukan itu ada jika kedua tangan itu tak bersambut. Seperti itu mungkin yang sedang terjadi kini?.


Apa mungkin Rizqy juga merasakan hal yang sama? Habibah berusaha merasai rindu yang tiba-tiba menyusup dalam relung hatinya.


"Mas Rizqy?" panggil Habibah lirih.


"Iya, Kekasihku, aku disini."


Entah mengapa suara itu menggema dalam angannya. Apakah perasaan itu sekarang sedang terhubung dengannya? mengapa dia seolah mendengar kata hati Prianya itu. Apa mungkin saat ini mereka berdua merasakan hal yang sama yaitu rindu.


Tanya yang tak bertujuan mencari jawaban. Itulah yang terjadi.


Habibah merasa tubuhnya tidak sanggup menikmati angin malam yang dingin. Dia bangun dari rebahan lalu masuk ke dalam Gubuknya yang sederhana.


Gadis itu menuju kamarnya lalu merebahkan diri pada kasur kapuk yang di buat oleh mendiang Ibunya. Dia memejamkan mata namun belum benar-benar terlelap. Dia tersenyum jika mengingat perjuangannya melarikan diri dari kecewa. Saat meninggalkan Rizqy dulu, dia melarikan diri ke wilayah para Raden dan Denda (dibaca Dende) berasal.


Bayan, Desa itulah yang menjadi tujuannya melabuhkan kecewa. Nama Bayan mungkin saja berasal dari kata Al-bayan yang berarti Penerang.


Ke sanalah Habibah melarikan diri dan menetap beberapa pekan pada Pondok Pesantren yang ada di wilayah itu. Dia merasa seperti Sunan Pengging atau lebih dikenal dengan nama Pangeran Mangkubumi yang melarikan diri dari kekecewaan Raja Goa karena ia menikah dengan Putri dari Kerajaan Parwa. Dia melarikan diri menuju Daerah Bayan. Dan di sanalah Pangeran Pengging menyiarkan Agama Islam dengan bukti sejarah Masjid Kuno Bayan Beleq. Masjid Kuno merupakan Masjid tertua di Provinsi yang memiliki dua Pulau yaitu Lombok dan Sumbawa.


Mungkin sama dengan redaksi MELARIKAN DIRI. Jika Sunan Pengging melarikan diri dan menyebarkan agama islam. Berbeda dengan Habibah yang melarikan diri karena kecewa dengan Rizqy dan disanalah dia memperdalam ilmu agama islam.


Dia memantapkan hati untuk berhijab dan berusaha menjauhkan diri dari apa yang di larang oleh agama yang di yakininya. Larangan yang pernah dilakukannya dulu.


Beberapa pekan memperdalam ilmu agama. Habibah baru memutuskan kembali ke Desa. Di sana dia memulai hidupnya dengan menggarap Kebun Kangkung yang ditinggalkan kedua orang tuanya. Selain itu dia menanam beberapa jenis buah, Padi, Jagung dan sayur-sayuran lainnya.


Habibah sangat menikmati hidup barunya sebagai Petani saat itu. Dia tak menyerah meskipun rasa letih itu menyergapnya. Dia tak peduli meskipun matahari menggosongkan kulitnya. Hidup itu penuh perjuangan bukan? karena itulah Habibah memperjuangkan hidup yang layak dan cerah untuk hari esoknya.


Dia tetap berjuang, pada saat ajaran baru Habibah memutuskan untuk melanjutkan pendidikan pada sebuah Perguruan tinggi Swasta yang berada di Wilayah Kabupaten. Dia sebagai Petani, seorang Mahasiswi dan juga dia mendirikan kelompok usaha bersama Ibu-ibu yang keseharian menggarap sawah dan ladang. Dua tahun kemudian dia lulus bergelar Sarjana Ekonomi dengan jurusan Akuntansi.


Habibah melihat peluang besar yang ada disana. Desanya adalah penghasil Kacang mete dan juga berada di daerah Pantai. Hal itu yang menggerakkan hatinya untuk mengelola hasil laut dan juga pertanian.


Kini mereka menghasilkan produk berupa Abon Ikan laut, Terasi, Nugget dan juga olahan Kacang mete dengan berbagai varian rasa.


Habibah sangat bersyukur, mereka berhasil membangun kehidupan yang lebih baik berkat kegigihan Habibah yang terus berjuang di tengah kegagalan yang kerap kali melanda. Namun kegagalan itu tak menjadikan dia dan para Ibu-ibu terhenti langkah mereka.


Kini Habibah dan Para Ibu disana menikmati hasil dari kegigihan mereka. Hidup yang layak meskipun tak mewah. Namun syukur itu menjadikan semuanya terasa mewah.


Habibah memejamkan mata dalam kesendirian. Dia berharap rasa trauma lekas hilang dari dirinya. Dan cinta tulus akan segera menghampirinya.


***


Di Sekolah, sedang melaksanakan Upacara Bendera setiap hari Senin. Saat ini Para Guru dan juga Para murid sedang menyimak Sambutan yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Madrasah Tsanawiyah. Pada Sekolah itulah Habibah mengajar dan mengamalkan ilmunya.


"Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta anak-anakku sekalian. Saat ini kita kedatangan Guru baru bernama Adrian Rafeeq. Pak Guru Adrian dulu pernah bersekolah di Madrasah tempat saat ini kita semua menimba ilmu. Pak Guru Adrian merupakan Putra Desa ini dan kini akan mengabdikan diri sebagai Pendidik di Sekolah kita. Pak Adrian, silahkan anda memperkenalkan diri."


Kepala Sekolah mempersilahkan Adrian Rafeeq untuk memperkenalkan diri. Adrian Rafeeq maju ke podium dan mulai memperkenalkan diri serta menceritakan perjuangannya sehingga sampai di titik ini.

__ADS_1


"Kalian semua pasti bisa seperti Kepala Sekolah, Ibu Guru dan Bapak Guru yang ada di depan. Kalian bisa menjadi apa yang kalian mimpikan dan inginkan. Kuncinya adalah berikhtiar dan berdoa. Ikhtiar tanpa doa, maka hal itu mustahil terjadi. Bagaimana pun, Tuhan-lah yang punya kuasa untuk mengabulkan segala hajat kita. Dan sebaliknya, Doa tanpa usaha itu merupakan kemustahilan juga karena tanpa ikhtiar kita tidak akan pernah mencapai maksud yang ingin kita capai. Ikhtiar dan doa, dua kata yang tak terpisah. Dua kata itu sejalan, saling beriringan dan selalu bersamaan untuk mewujudkan maksud itu. Tidak ada seorang Pemalas menjadi seorang Milyarder."


Adrian mengucapkan kata-kata motivasi dan dia mengakhiri perkenalan dengan mengutip kalimat Umar bin khattab. "Belajarlah Alquran, niscaya kamu tertuntun ke jalan yang benar, dan berbuatlah kebajikan sesuai dengan Alquran, niscaya kamu menjadi ahlinya."


prok prok prok


Tepuk tangan pun menggema di halaman Sekolah. Guru muda itu tersenyum lalu meninggalkan podium setelah salam terucap.


Beberapa menit kemudian, upacara harian itu telah selesai dilaksanakan. Para murid kembali ke kelas sedangkan Para Guru saat ini sedang berkenalan dengan Adrian Rafeeq. Guru muda yang baru saja lulus seleksi penerimaan ASN dan beruntungnya dia di tempatkan di Desa kelahirannya sendiri.


Di ruang Guru, para guru berkenalan dengan Adrian. Pun begitu dengan Habibah. Ketika Adrian melihat Habibah, Adrian sedikit terkejut. Dia tidak mengira Gadis Kangkung yang pernah diejeknya ternyata salah satu Guru disini.


"Habibah ternyata ngajar disini juga?" tanya Adrian.


Habibah hanya menggangguk sembari tersenyum tipis. Dia kemudian berkata, "Selamat Adri, akhirnya kamu berhasil mewujudkan mimpimu menjadi Guru."


"Adri? siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu memanggil saya seperti Kak Oci memanggil saya sewaktu masih kanak-kanak?" tanya Adrian terkejut.


"Saya Habibah Rosy, sudah waktunya kita mengajar. Anak didik kita sedang menunggu kehadiran kita. Hari ini hari pertama Pak Adrian mengajar, berikan kesan terbaik bagi mereka," sahut Habibah memilih tak menanggapi pertanyaan teman masa kecilnya itu. Jika Pemuda itu ingat, dia pasti mengenalinya. Hal itulah yang dipikirkan Habibah.


Habibah melangkah meninggalkan Guru muda itu yang terbengong. Adrian menatap punggung Habibah yang familiar dalam ingatannya. Dia seakan melihat punggung Gadis kecil yang sangat di kenalnya. Setelah punggung itu menghilang, barulah Adrian melangkah menuju kelasnya.


***


Di ruang Kelas, Habibah memulai dengan mengabsen terlebih dahulu anak didiknya. Setelah nama terakhir dipanggil, Gadis itu tersenyum karena peserta didiknya tidak ada yang berhalangan hadir.


"Baik anak-anak, hari ini kita akan mulai belajar Ilmu Akuntansi. Sebelum itu kita akan membahas Kisah Nabi Yusuf AS. Apa kalian sudah membaca kisahnya?" ucap Habibah memulai pembelajarannya.


"Sudah Bu Guru," ucap mereka serempak.


"Ibu Guru Habibah, kita belajar Akuntansi tapi kenapa diminta untuk membaca kisah Nabi Yusuf AS. Itu tidak nyambung dengan mata pelajaran yang kita bahas," ucap seorang murid yang sangat kritis. Dia bingung, kenapa Gurunya tersebut meminta mereka membaca Kisah Nabi Yusuf AS.


Habibah tersenyum, lalu dia berdiri selanjutnya menulis sesuatu di White board "Sejarah Ekonomi Islam"


"Benar apa yang di tanyakan oleh teman kalian. Apa hubungannya Kisah Nabi Yusuf A.S dengan Ilmu Akuntansi?"


Habibah menjeda, dia memandang anak-anak didiknya satu persatu.


"Ilmu itu ada asal muasalnya, ada sejarahnya dan ada penelitian lebih lanjut. Begitu pun dengan Ilmu Akuntansi dan Kisah Nabi Yusuf A.S. Kita akan membahasnya. Sekarang Ibu ingin tahu, apa yang dapat kalian petik ilmu dari Kisah Nabi Yusuf A.S?" tanya Habibah.


"Nabi Yusuf A.S tampan, Ibu," jawab seorang murid perempuan yang membuat yang lain bersorak.


"Benar itu, Nabi dan Rasul yang paling tampan yang di kisahkan dalam Alquran. Tapi bukan ketampanan dan kecantikan Zulaekha yang kita bahas sekarang. Apa kalian mengetahui peristiwa lainnya yang berhubungan dengan Ilmu yang kita sedang bahas sekarang?" tanya Habibah menanggapi pernyataan Anak didiknya itu.


"Pangan, Ibu," jawab seorang murid Laki-laki yang mengerti maksud dari Gurunya tersebut.


"Betul, nah itu yang Ibu maksudkan. Ada yang lain? ayo di ingat-ingat?" tanya Habibah membenarkan. Dia menulis kata pangan di White board.

__ADS_1


"Persediaan."


"Lumbung."


"Penyaluran."


"Rencana."


"Menyimpan."


"Dagang."


"Barter."


"Pintar, anak-anak Ibu. Kalian ternyata mengerti apa yang ibu maksudkan. Kenapa Ibu meminta kalian membaca Kisah Nabi Yusuf AS? ayo ada yang bisa jawab?" tanya Habibah. Sembari menunggu jawaban dari anak didiknya, dia menulis kata Catat di White Board.


Para muridnya terdiam karena mereka belum mampu menyimpulkan dari apa yang mereka sebut tadi.


Habibah tersenyum, dia mulai menjelaskan hubungan Kisah Nabi Yusuf A.S dengan Ilmu Akuntansi yang mereka pelajari.


"Jadi begini, pertama yang kita ambil ilmu dari kisah itu adalah perencanaan atau bahasa kerennya adalah Planning. Perencanaan adalah tahap awal dalam pengelolaan keuangan. Dimana dalam perencanaan itu tertuang apa yang akan kita kerjakan. Nah pada Kisah Nabi Yusuf AS, Beliau memerintahkan seluruh Rakyat mesir untuk menyimpan hasil panennya. Itu merupakan perencanaan untuk menghadapi krisis yang mungkin akan terjadi dan ini berhubungan dengan ketahanan pangan. Kedua pengelolaan persediaan yang sangat baik. Dengan proses penyimpanan yang sangat baik sehingga bertahan hingga beberapa tahun kedepan. Ketiga, penyaluran atau istilahnya distribusi. Pendistribusian pada saat itu sangat merata sehingga dapat memenuhi kebutuhan rakyat Mesir kala itu. Keempat transaksi tukar menukar antara barang dengan uang atau antara barang dengan barang yang di sebut barter. Dan yang terpenting adalah pecatatan dari segala aktivitas tersebut. Tentunya pada Zaman itu telah dipergunakan sistem mencatat. Mereka mencatat persediaan, keluar dan masuknya barang yang disalurkan untuk seluruh rakyat mesir. Jadi ilmu Akuntansi sebenarnya sudah di kenal pada Zaman Nabi Yusuf A.S. Sedangkan menurut para ahli, ilmu akuntansi itu muncul pertama kali pada tahun 1494. Dimana Ilmu pencatatan keuangan dengan model perpasangan di temukan oleh seorang matematikawan bernama Luca Paciolo. Dan kini ilmu itu di kenal dengan nama Akuntansi atau bahasa englishnya Accounting."


Habibah pada akhirnya mengakhiri penjelasannya. Dan selanjutnya dia memberikan tugas kepada anak didiknya untuk mencatat apa saja yang mereka beli beserta nominalnya dalam satu bulan.


Setelah itu Habibah mengakhiri proses belajar mengajarnya hari ini dengan lantunan doa.


***


Sore menjelang, sepulang dari Sekolah. Gadis itu menyempatkan diri untuk mengecek usaha mereka. Dia memasuki sebuah rumah sederhana yang digunakan sebagai pusat industri rumahan mereka.


"Assalamu'alaikum," ucap Habibah memberikan salam.


"Wa'alaikumussalam," jawab ibu-ibu yang asyik mengolah produk yang mereka hasilkan.


"Bagaimana? aman?" tanya Habibah. Dia langsung terjun membantu mereka.


"Mbak Habibah, ada surat dari Dinas Industri dan dagang Provinsi," ucap salah satu Pegawainya. Pegawai tersebut menyodorkan surat yang dimaksud.


Habibah mengambilnya lalu membaca surat yang dikirim oleh Dinas Dagang dan Industri Provinsi. Surat tersebut berisi pemanggilan peserta pelatihan untuk UKM dan pelaksanaan pelatihan di laksanakan pada Hotel Ardiaz Mentaram. Habibah menghela nafas panjang. Dia pernah menjadi bagian dari keluarga besar Dinas Industri dan dagang. Sekarang dia dipanggil oleh Instansi tersebut untuk mengikuti pelatihan.


"Aku kembali lagi ke Mentaram, apa Mas Rizqy saat ini masih bekerja di Kantor kita dulu? apa mungkin kita akan bertemu setelah lima tahun berlalu?" Pertanyaan itu bermunculan di benak Habibah.


Bersambung.


Kira-kira ketemu Rizqy atau ketemu Keynand? menurut kalian mana cowok yang tepat menjadi pasangan Habibah Rosy? Rizqy atau Keynand?


Silahkan Like, vote dan komentarnya, dong? biar tambah semangat.

__ADS_1


__ADS_2