
"Satu lagi jangan panggil saya Calon Kakak Ipar. Saya memaafkan kamu bukan berarti mau menjadi Calon Kakak Ipar apalagi Kakak Ipar. Tak di sangka ternyata Direktur Hotel Ardiaz langsung di tolak," ucap Rizqy. Dia sengaja memancing Keynand seperti apa reaksinya.
"Iya saya tahu," ucap Keynand pasrah. Dia memilih mengalah saja dari pada restu itu sulit di dapatkan. Mengalah untuk meraih kemenangan di akhir, bukan? Jadi apa masalahnya.
"Nampaknya kamu keberatan."
"Iya, keberatan pun tidak ada gunanya karena anda yang memegang kendali atas ingin saya, jadi saya mengalah saja-lah," sahut Keynand pasrah.
"Baguslah, jadi jangan sampai kamu menggunakan siasat untuk bertemu dengan Qia di belakang saya. Ini peringatan."
"Dengan senang hati akan saya lakukan siasat itu." Dengan cepat Keynand menyahuti Rizqy yang seakan memberikannya peluang. Semakin di larang semakin cerdik untuk bertindak bukan. Tentu ada celah yang sangat longgar untuk bisa bertemu dengan Gadis itu. Keynand tersenyum cerah memikirkan apa yang akan dilakukannya.
"Kamu menjebak saya?"
"Tidak. Memangnya kamu merasa terjebak dengan perkataan sendiri. Calon Kakak Ipar sendiri yang memberikan petunjuk bagaimana caranya bertemu Qia dengan menggunakan siasat. Jujur, tak terpikirkan oleh saya." Usai berkata ia tersenyum menang.
"Terserahlah, terpenting restu itu akan sulit kamu dapatkan," sahut Rizqy menegaskan.
"Yes, ingatlah kalimat yang kamu ucapkan sekarang. Itu berarti bukan tidak ada restu, kan? Itu bermakna saya pasti akan dapatkan restu itu, hanya saja sulit. Sesulit apapun akan saya taklukkan hati kamu Calon Kakak Ipar." Keynand kegirangan. Dia tahu Rizqy orang yang bijaksana. Mungkin saja Pria itu sangat berat memberikan tanggung jawabnya terhadap Qia kepada orang yang mungkin saja dianggapnya tidak tepat. Nampaknya dia masih ragu terhadap dirinya. Keynand akan berusaha agar Rizqy mempercayainya, bahwa dia sanggup memikul tanggung jawab atas kebahagiaan adiknya itu.
"Kamu terlalu percaya diri ternyata. Lebih baik kamu taklukkan saja dulu bukit dan hutan di sana baru kamu menunjukkan kesanggupan menaklukkan kerasnya keputusan saya," ucap Rizqy amat panjang membuat Keynand tersenyum kecut.
Pikirnya, Rizqy hanya bercanda untuk menyuruhnya menaklukkan bukit dan hutan. Ternyata, nampaknya Rizqy serius.
"Ah yang benar saja, bisa-bisanya Rizqy meminta saya mencari sabar di sana," batin Keynand kesal.
"Jangan loyo duluan. Rupanya kamu telah kalah sebelum berperang," ucap Rizqy dengan senyum mengejeknya. Dari rautnya saja sudah terbaca bahwa Keynand tidak suka dengan apa yang akan di lakukannya esok hari.
"Kamu meremehkan saya?"
Hahahahaha
__ADS_1
Rizqy tertawa renyah.
"Untuk apa? Toh wajahmu sendiri yang menunjukkan ketidak sanggupan itu. Ekspresi kamu sangat jujur ternyata," sahut Rizqy bersemangat.
Keynand mendengus kesal. Sepertinya dia akan kalah berdebat dengan Suami Habibah ini.
Pria itu lebih memilih diam ketimbang dia kecelek dengan kata-katanya sendiri.
Rizqy kini mengalihkan perhatiannya pada gelang yang di pegangnya. Hal itu membuat Keynand ikut memusatkan perhatian pada benda itu.
"Apa yang terjadi dengan Kiano?" Tanya Keynand mengalihkan pembicaraan setelah keheningan menguasai kebersamaan mereka berdua.
"Kiano sudah lama pergi dan kepergiannya meninggalkan misteri yang hingga sekarang saya belum berhasil memecahkannya. Mungkin saja Gelang ini sebuah petunjuk yang ditinggalkan olehnya. Entah petunjuk apa?" Jawab Rizqy. Ada kegeraman dari nada bicaranya. Mungkin saja dia marah pada dirinya sendiri karena hingga sekarang belum berhasil mempersembahkan keadilan untuk saudara kembar Rizqia itu.
"Misteri?"
Pertanyaan Keynand membuat Rizqy menarik nafas panjang, seakan setiap tarikan terkandung beban yang ingin di lepaskannya.
"Kiano meninggal karena over dosis obat-obatan terlarang. Saya tidak menyangka ini semua. Mana mungkin Kiano menerjunkan diri pada kumbangan dosa itu. Saat itu saya merasa gagal melindungi Kiano dari pergaulan bebas. Ada rasa tidak mempercayai ini semua. Karena saya tahu seperti apa Kiano. Dia Pemuda yang baik dan sehari-harinya bergaul dengan Pemuda-pemuda yang haus akan ilmu agama. Kiano orang yang sangat faham agama dan dia sangat relegius. Tidak pernah dia tinggalkan ibadahnya. Tapi kenyataannya dia tewas karena obat terkutvk itu. Ingin mengingkari, akan tetapi hasil dari kedokteran menunjukkan fakta itu."
Keynand menggelengkan Kepala seakan membantah kebenaran ini. Dia tidak yakin Kiano seorang Pemakai. Sekilas melihat Pemuda itu waktu pertama kali bertemu dia bisa menilai Kiano Pemuda yang baik dan hidupnya berada di jalan yang lurus sesuai petunjuk agama yang di anutnya. Jadi mana mungkin ini? Keynand menyangsikan ini semua.
"Apa kamu yakin Kiano seorang Pemakai?" tanya Keynand memastikan. Menurutnya sangat aneh dan janggal.
"Tidak." Dengan tegas membantah fakta itu. Rizqy tahu pergaulan Kiano seperti apa.
"Kamu punya hasil otopsi yang menyatakan Kiano overdosis obat-obatan terlarang?"
"Iya, saya diam-diam meminta Dokter untuk melakukan otopsi kepada Jenazah Kiano meskipun di tentang oleh Mamiq. Pihak keluarga sudah merelakan kepergiannya. Saya pun begitu, hanya saja saya tetap melakukannya mengingat Kiano tidak mungkin tersentuh barang haram itu. Saya yakin."
Rizqy menjawab dengan tegas. Dia meyakini Kiano tidak akan pernah merusak hidupnya dan menghancurkan masa depannya. Kepribadiannya sangat baik dan dia Pemuda ambius bersama mimpi-mimpi yang sangat luar biasa dan mulia.
__ADS_1
Keynand mendukung pernyataan Rizqy. Meskipun tidak mengenal Kiano dengan akrab, akan tetapi dia yakin Kiano tidak seburuk itu.
Keynand meminta hasil riwayat kesehatan Kiano dan hasil otopsi yang di lakukan oleh Rizqy.
Rizqy menyetujui itu. Dia mempercayai Keynand bahwa Keynand pasti mampu menganalisis hasil dari pemeriksa itu karena Keynand mantan Pec*ndu.
Keynand menerima kertas yang tercetak hasil dari otopsi yang menyatakan Kiano tewas karena over dosis obat terlarang.
Dia membaca dengan teliti, tak lama kemudian Keynand mengernyitkan dahinya tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Apa Kiano sengaja bunuh diri?" tanya Keynand dengan menampakkan raut keheranan.
"Apa?!" Rizqy terkejut dengan pertanyaan Keynand yang menuduh Kiano bunuh diri.
"Iya, saya dulunya pemakai dan pernah over dosis karena obat-obat terlarang. Tapi dosisnya tidak sebanyak yang di gunakan Kiano. Sedikit saja sudah membuat saya koit. Dan ini dosisnya sangat besar. Terus terang ini sangat janggal, bisa jadi Kiano baru pertama kali memakainya, tapi tidak mungkin Kiano berani memakai obat ini dengan kadar sebesar ini kecuali dia dicekokin." Keynand menjelaskan apa yang di ketahuinya dan berdasarkan pengalamannya yang pernah ketergantungan dengan barang haram itu.
"Itu artinya Kiano sebenarnya tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang itu, tapi dia dibunuh menggunakan itu." Keynand menduga seperti itu berdasarkan hasil dari otopsi itu. Rizqy memerintahkan kepada pihak medis untuk memeriksa obat yang di gunakan oleh Kiano dan besarnya kadar yang di gunakannya. Ternyata dosisnya terlampau besar sehingga Kiano tentu saja tidak bisa di selamatkan.
Rizqy lagi-lagi terkejut. Dia nampak sock dengan keterangan Keynand. Kini terbukti feelingnya benar kalau adiknya itu bukan seorang pemakai.
"Di bunuh?" tanya Rizqy dengan nada bergetar tak percaya. Sebenarnya dia telah mencurigai itu, hanya saja dia tidak bisa membuktikan pikirannya sendiri. Orang-orang di luaran sana apalagi keluarga telah terlanjur mempercayai kalau kematian Kiano adalah ulahnya sendiri yang berani menggunakan obat mematikan itu.
Kini, mengetahui kebenaran ini, Rizqy akan membongkar kebenaran ini untuk membersihkan nama baik Kiano. Dia akan mencari tahu siapa yang telah tega melakukannya.
"Ini hanya praduga saya saja berdasarkan hasil otopsinya. Antara dua kemungkinan Kiano bunuh diri dengan obat ini atau dia di bunuh dengan obat ini dalam dosis besar." Keynand berpendapat. Akan tetapi dia membantah opsi pertama dan sangat yakin kalau Kiano sebenarnya di bunuh karena suatu sebab.
"Biad*b, mereka sengaja menggunakan obat terlarang untuk mengeksekusi Kiano agar tidak meninggalkan jejak. Entah apa yang menjadi motifnya. Mereka telah berhasil membuat Kiano seakan-akan dia yang mengakhiri hidupnya." Rizqy berkata dengan frustasi. Dia membayangkan penderitaan Kiano. Seperti apa kesakitannya saat racun itu menjalari darah yang mengalir pada tubuhnya dan seketika menghentikan detak jantungnya.
Rizqy di kuasai amarah dan kesedihan yang bersamaan.
Mendengarkan teriakan frustasi Rizqy membuat Habibah terjaga. Dia bergegas keluar dari rumah menghampiri dua Laki-laki yang sedang serius mengobrol.
__ADS_1
"Mas apa yang terjadi?"
Bersambung