Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
97


__ADS_3

Tanpa di sadari olehnya, Qia melihat keberadaan Keynand dari balik kaca Mobil yang terbuka. Gadis itu menatap Keynand yang nampak asyik mengobrol dengan tatapan sendu.


"Qia, sadarlah mana mungkin Keynand mencarimu. Ternyata dia mencari Ibu Julaeha Syarifah. Ingat, bukan kamu ataupun Pak Hamiz tapi Ibu Julaeha Syarifah. Sekarang kebenaran itu sudah kamu buktikan jadi berhenti berharap jika di hari esok Keynand akan mengingat ucapannya." Batin itu panjang lebar menasehati Gadis itu.


Ternyata khabar yang berhembus terbukti benar. Dosen cantik itu tengah dekat dengan seorang Laki-laki yang diyakini Direktur Hotel Ardiaz. Pasalnya beberapa kali Sang Direktur terlihat menyambangi Kampus di mana tempat Julaeha Syarifah mengajar.


Hati terasa merana tatkala kini mengetahui kenyataan itu. Pupus sudah impian yang diam-diam di rajutnya. Qia menyimpan harapan akan bersama Keynand di masa depan jika kelak setelah dia berhasil meraih impiannya dan saat mereka berdua di pertemukan kembali ternyata Keynand masih memiliki ingin yang sama.


Gadis itu hanya tersenyum mengaburkan kedukaannya bersama Mobil berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


"Ada apa, dek? Sedari tadi kok diam? Biasanya rame gitu dengan ceritanya?" tanya Rizqy melihat adiknya mendadak diam.


"Tidak ada apa-apa, kok!" Jawab Rizqia berusaha setenang mungkin. Dia berkali-kali menarik nafas panjang untuk menenangkan hatinya yang di rundung gelisah. Entah kenapa melihat kebersamaan Keynand dengan Dosennya itu membuat hatinya menjadi tidak baik. Ada rasa tidak enak di sana, nyeri.


"Okay baiklah. Kakak harap kamu tidak lagi menutupi sesuatu. Apapun masalah yang mungkin saja terjadi, kamu harus ingat masih ada Kak Rizqy dan Kak Bibah. Berbagilah saat kamu tak sanggup untuk memikul dan menyelesaikannya," ucap Rizqy. Dia mengelus pucuk Kepala Rizqia yang di tutupi jilbab berwarna gelap dengan tangan kirinya, sementara tangan kanannya tetap memegang kemudi.


Rizqia mengangguk sembari menyunggingkan senyum manisnya. Dia berusaha setenang mungkin agar Kakaknya itu tidak menaruh curiga kepadanya.


"Kak, kita mampir sebentar ke rumah untuk mengambil Tas Ransel dan oleh-oleh untuk Kak Bibah."


Rizqy mengikuti arahan Rizqia dengan memutar arah kemudi. Semula dia ingin langsung menelusuri jalan menuju pusuk, namun urung saat mengingat Adiknya belum membawa apapun.


Selang beberapa menit berkendara pada akhirnya mereka berdua sampai di rumah yang di tempati Gadis itu. Dia bergegas masuk rumah diikuti oleh Rizqy. Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dengan bawaan masing-masing.


"Hati-hati Mas Ki, kalau ngebut itu pelan-pelan," ucap Sang Bibik berpesan kepada Rizqy.


"Pasti dong, kalau ngebut itu di Sirkuit bukan jalan raya," sahut Rizqy diakhiri dengan kekehan ringan.


"Iya, Bik pasti Kak Rizqy akan mengendarai Mobil dengan anggun layaknya Putri Keraton," timpal Rizqia. Tawanya seketika meledak saat Sang Bibik mempraktekkan.


"Kalau gitu caranya kapan sampainya. Yo wis pake gaya X-Fuera saja."


Ucapan Sang Bibik membuat Rizqy dan Qia saling pandang. Dia tak mengangka ART yang satu ini amat sangat gaul.


"Wualaaah, Bibik ternyata gaul juga. Tak kira tahunya bersih-bersih tapi ternyata julukan untuk Para Rider tahu juga. Pokoknya Bibi the best dah," Celoteh Rizqia memuji Wanita paruh baya itu.


"Iya iyalah, boleh jadi Asisten rumah tangga tapi mengenai gosip cowok cakep jangan diabaikan, dong! Kudu up to date," sahut Sang Bibik dengan senyum cerah. Dia menempatkan diri sebagai Wanita berkelas dengan wawasan yang sangat luas. Tingkahnya itu membuat Rizqy dan Rizqia kembali tergelak.

__ADS_1


"Siap, perintahnya pasti akan dilaksanakan. Kalau begitu Bi, kami jalan ya biar cepet ketemu pujaan hati." Rizqy kembali berpamitan.


Sang Bibik mengangguk. Kali ini Wanita paruh baya itu tidak mengatakan apapun karena khawatir akan terjadi pembicaraan yang panjang.


Usai berpamitan, Mobil itu berlahan meninggalkan rumah Rizqia di iringi lambaian tangan dari Sang Bibik.


***


"Qia, jadi seperti ini? Kamu menolak saya hanya demi ingin jadi Pelakor."


Keynand langsung saja menumpahkan kekesalan saat bertemu dengan Gadis itu. Alih-alih meminta penjelasan, malah tuduhan itu langsung saja di tancapkan pada hati Gadis itu.


Sakit terasa, terbukti jelas dari raut wajah Rizqia yang terkejut lalu berubah menjadi sangat sedih.


Saat ini mereka bertemu di Coffe shop. Rizqy memutuskan singgah sebentar untuk membeli Kopi.


Saat mereka menunggu pesanan, Keynand yang baru saja masuk langsung menghampiri kemudian menyerang Rizqia dengan tuduhan itu.


"Alasan yang membuat saya bangga ternyata semua itu hanyalah bulshit. Saya tidak menyangka kamu lebih memilih menjadi Gadis gampangan seperti ini. Memangnya apa yang diberikan oleh Laki-laki ini sehingga membuat kamu silau? Apa kamu kira saya tidak sanggup memenuhi keinginanmu? Katakan, seberapa mahal yang harus saya keluarkan."


Kalimat panjang Keynand seakan kembali menampar hati Gadis itu. Perih terasa saat seseorang yang mulai di pikiran menghujani dengan kata-kata menyakitkan seperti ini.


"Mas Keynand sudah, tidak enak di dengar orang lain. Lihatlah orang-orang mulai memperhatikan kita," ucap Julaekha Syarifah berusaha menenangkan Keynand. Wanita itu tidak menyangka Keynand sanggup mengatakan kalimat menyakitkan seperti ini kepada orang lain, di depan umum pula.


Rizqy yang mendengarkan tuduhan itu seketika menjadi berang. Dia berusaha mengendalikan diri dengan kepalan tangan yang telah terbentuk di atas Meja.


Dia ingin melayangkan pukulan ke arah wajah Keynand, namun tertahan oleh tangan lembut Rizqia.


"Maaf Ris."


Julaekha meminta maaf kepada Rizqy terlebih dahulu sebelum mengajak Keynand untuk duduk di salah satu Kursi tidak jauh dari tempat Rizqia berada.


"Mas Keynand, ada apa? Kenapa semarah ini?" tanya Julaekha. Wanita itu menelisik wajah Keynand yang tak enak di pandang. Tidak seperti biasa yang selalu menampilkan wajah ramahnya.


Dosennya itu terlihat sangat akrab dalam pandangan Rizqia yang melirik kebersamaan itu dari ujung matanya.


"Jangan kamu bilang cemburu? Jadi benar tadinya kamu ada hubungan dengan Gadis itu?" Lanjut Julaekha bertanya karena tak sepatah kata pun ada jawaban dari Keynand.

__ADS_1


Keynand diam seperti berusaha menenangkan pikirannya dan berusaha mengoreksi tindakan yang terasa keterlaluan. Bukannya mengkonfirmasi apa yang dilihat dan diketahuinya dengan cara baik. Dia malah gegabah langsung melontarkan tuduhan tanpa bukti yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Entah kenapa dia tidak mampu memendung rasa tidak suka melihat Rizqia bersama Laki-laki lain.


Inikah yang di namakan posesif? Ataukah sebenarnya ingin memenangkan harga dirinya yang sanggup mendapatkan apapun yang diinginkannya. Penolakan darinya, itu membuat Keynand seperti tidak terima. Meskipun berusaha berlapang dada, namun tak berhasil saat hatinya di landa cemburu.


"Maaf Qia, mungkinkah aku sedang cemburu sehingga berprasangka tidak baik seperti ini?" batin Keynand bertanya. Seketika dia menghela nafas menenangkan diri.


Terlihat Rizqy dan Rizqia bangkit dari duduknya saat pesanan mereka sudah di berikan. Rizqy dengan penuh kasih menuntun Rizqia dengan merangkul bahunya.


Saat melewati Keynand dan Julaekha, Rizqy meminta adiknya terlebih dahulu meninggalkan Coffe Shop dan menunggu di Mobil. Tak membantah Rizqia berlalu dengan perasaan sakit. Sekilas memandang Keynand dengan tatapan sendu memendarkan kekecewaan. Tak berkata apa-apa Rizqia benar-benar pergi.


"Adik saya bukan Gadis gampangan seperti kamu yang sangat gampang menuduhnya buruk. Tadinya saya berpikir untuk merestui keinginan kamu jika Qia mau membuka hatinya. Kini restu itu benar-benar tidak ada untuk Laki-laki seperti kamu, Keynand."


Ucapan Rizqy membuat Keynand mematung seketika. Terkejut dengan kenyataan yang baru saja di ketahuinya.


Pun begitu dengan Julaekha Syarifah yang nampak terkejut dengan kebenaran ini. Pertanyaan yang terpendam di dalam hati terjawab sudah.


Setelah berucap Rizqy pergi begitu saja membiarkan keduanya diliputi oleh keterkejutan. Pria itu juga tidak menyapa Julaekha yang akrab dengannya. Rasanya Rizqy malas bergurau dengan Wanita itu seperti biasa tatkala mereka bertemu.


Rizqy melajukan Mobilnya menuju jalan rasa Pusuk. Tidak ada pembicaraan terjadi. Hanya suara Mobil yang terdengar bersama pikiran masing-masing.


Mungkin saja di Desa nanti hati Rizqia menjadi tenang dan sanggup melupakan apa yang terjadi, termasuk tak mengingat Keynand lagi. Hal itu yang di harapkannya sebagai seorang Kakak.


Tidak menyangka inilah yang ditemui saat mereka berdua urung ke Desa kemaren sore. Rizqy tiba-tiba mendapatkan panggilan dari Mantan Bosnya. Pembicaraan pun terjadi dengan memerlukan waktu yang lama. Mau tidak mau Rizqy menunda di saat waktu tidak memungkinkan untuk tetap memaksakan diri.


Rizqia juga mengatakan jadwal ujiannya yang padat membuatnya sangat lelah.


***


"Apa benar Qia itu adik dari Rizqy? Tidak mungkin ini?" Tanya Julaekha tak percaya. Entah kepada siapa bertanyaan itu di lontarkan. Tidak mungkin kepada Keynand. Dia saja beranggapan kalau Rizqy bukan siapa-siapa Gadis itu dan mengira mereka menjalin hubungan asmara.


"Jadi menurutmu Rizqy berbohong untuk menutupi hubungan mereka yang sebenarnya?" Tanya Keynand. Ia keheranan dengan pertanyaan Julaeha yang terkesan tidak mempercayai pernyataan Rizqy.


"Iya mungkin saja Rizqy berbohong. Gadis itu sebenarnya bukan adiknya bisa jadi orang lain yang tak ada hubungan darah tapi di anggap adik. Pengakuan itu lumrah terjadi, saat seorang Laki-laki menganggap seseorang dengan umur jauh di bawahnya di anggap adik. Adik ketemu gede gitu!" Jawab Julaeha dengan menduga-duga. Dia berpikir sebentar lalu kepalanya menggeleng mengekspresikan ketidak percayaan itu.


"Kayaknya Rizqia bukan Adik kandung Rizqy, deh! Mereka berdua sepertinya tidak memiliki ikatan darah apalagi hubungan kekeluargaan. Saya tahu persis bahwa Rizqy tidak punya adik cewek. Dia memang mempunyai adik kandung tapi adiknya Laki-laki, terus adiknya itu sudah meninggal. Rizqy hanya dua bersaudara, Laki-laki semua," tutur Julaekha. Dia yakin dengan ini sesuai dengan apa yang di ketahuinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2