
"Tidak. Kak Beni Suami yang sangat setia. Bahkan dia tidak pernah berpaling dari saya meskipun Wanita cantik silih berganti mendekatinya. Kak Beni dengan setia mendampingi meskipun kata Dokter saya sulit mengandung. Itu bukan karena mandul atau penyakit, tapi di sebabkan golongan darah kita berdua yang sama. Hal itulah yang menyebabkan saya sulit mengandung. Saya di pisahkan bukan karena perceraian tapi kita berpisah karena maut. Saat itu kita mengalami kecelakaan saat menuju rumah sakit. Di malam itu saya mengalami kontraksi dan hendak melahirkan, lalu Kak Beni membawa saya ke rumah sakit, tapi naas diperjalanan kita mengalami kecelakaan. Kak Beni tidak berhasil diselamatkan karena lukanya terlalu parah."
Lily menceritakan apa yang terjadi dengan Suami pertamanya. Cerita itu otomatis menyanggah spekulasi Maemunah yang di rasa tidak mendasar.
Terlihat kesedihan di wajah Lily yang membuat Maemunah merasa bersalah. Lika mendekat lalu menepuk bahu Lily untuk menyemangati Wanita yang terlihat sangat tangguh tapi tetap saja menyimpan kerapuhannya dengan sangat baik.
Maemunah juga ikut menghibur dan meminta maaf atas ketidak sopanannya.
Ketika situasi sudah aman dan para musuh sudah lemah tidak berdaya, ketiga Wanita itu keluar dari persembunyiannya lalu menghampiri Reynand dan teman-temannya yang sedang sibuk mengikat para Bodyguard Martin agar tidak berhasil melarikan diri.
Pletak
Saat Lika sudah ada di hadapan Reynand, Wanita itu mendapatkan hadiah jitakan dari Sang Suami.
"Aduh sakit Mas, tega banget. Ini bisa dilaporkan dengan tuduhan melakukan tindakan KDRT. Apalagi banyak saksi matanya, awas jangan mencoba melarikan diri dari hukum, Mas!" ucap Lika mengelus puncak Kepala dengan ringisan kecil.
"Oh ya? Silahkan saja, Mas rela kok di hukum nanti malam dengan hukuman yang pastinya bikin Mas melayang, jadi tidak akan melarikan diri sayang," sahut Reynand tidak sama sekali terpengaruh oleh ancaman Sang Isteri.
"Itu hukuman kamu yang keras kepala. Siapa tahu saja jitakan itu bisa membuat Kepala kamu menjadi lunak," sambungnya sembari tangannya mengelus puncak Kepala Lika dengan sayang.
Sementara yang lainnya hanya senyam senyum melihat ketegangan yang ditaburi keromantisan pasangan Suami Isteri itu.
"Suami jauh mah hanya bisa menepi dengan iri," celoteh Maemunah dengan gaya centilnya. Sementara Lily dan Lexi hanya saling pandang. Ada binar-binar cinta di mata Lexi untuk Sang Isteri, pun begitu dengan Lily yang menyayangi Lexi dalam diam tak tersebar. Mereka hanya menikmati rasa cinta itu dalam hening bersama debar jantung yang terdengar merdu. Hati mereka sudah berpadu maupun menyatu, jadi untuk apa gelisah lagi.
Lily tersenyum malu dan Lexi salah tingkah seperti orang yang baru pertama kali jatuh cinta. Dia selalu kasmaran dengan Wanita sama setiap harinya, dialah Isterinya.
Indahnya curi-curi pandang pada kekasih halal.
"Kalian romantisan saja di rumah Sada, biar kita-kita yang mengurus para bajingan ini," ucap Hamiz mengambil alih tugas. Dianggukkan oleh Adly, Juna, Rian dan Dipta.
"Sepakat, biar Lexi ikut saya bersama para Ladies sedangkan para tawanan itu diangkut menggunakan Mobil Pengawal sementara yang lainnya menggunakan Mobil Lexi," ucap Reynand menyerahkan tugas itu kepada Hamiz, teman-temannya dan Para Pengawal.
"Jun, ini kunci Mobilnya," ucap Lexi sembari melemparkan Kunci Mobilnya kepada Juna yang posisinya lumayan jauh. Lelaki itu berhasil menangkap kunci itu dengan sangat baik lalu mengacungkan jempolnya tanda siap menjalankan tugas.
Keempat Mobil itu beriringan meninggalkan tempat kejadian. Satu Mobil yang dikendarai Reynand menuju Sada, sementara tiga Mobil yang di kemudikan Juna dan dua orang Mobil Pengawal secara beriringan menuju markas membawa serta para tawanan.
"Suami mbak Lily tampan banget, matanya abu-abu bikin saya gregetan. Bang Lexi bukan asli Lomboq ya? Mungkin turunan Asia tengah atau tidak timur tengah, ya?" ucap Maemunah bertanya mengawali pembicaraan. Dia menatap Sosok Lexi yang berada di samping Reynand dengan pandangan memuja.
"Aduh mulai, dah!" sahut Lika menepuk jidatnya dengan pelan sementara Lily hanya melongo melihat kekaguman Wanita itu terhadap Suaminya.
__ADS_1
"Jadi sekarang kamu sedang berpaling hati Mae? Teganya kamu selingkuhin Abang Rey Rey. Gue masih di sini lo! Tegaaaaa!" ucap Reynand cemberut.
Hahahahaha
Lika dan Maemunah secara bersamaan tertawa melihat tampang Reynand yang cemberut dan terlihat sangat lucu. Sedangkan Lily dan Lexi hanya terdiam dengan wajah keheranan.
"Tenang saja, Abang Rey Rey tetap nomor wahid di hati Mae," sahut Maemunah setelah berhasil meredakan tawanya.
"Habisnya Abang Lexi dan para sahabatnya cakep-cakep, tidak ada produk gagal," lanjutnya.
"Berarti menurut Mae ada Produk gagalnya ya? Padahal Tuhan menciptakan Manusia dalam bentuk sebaik-sebaiknya sesuai dengan Surat At-Tin ayat 4, jadi jangan bilang gitu lah!" sahut Lika sembari menggelengkan kepala gemas melihat Maemunah yang kelewat mengagumi ketampanan para Lelaki.
"Iya, iya tidak seharusnya bilang gitu!" sahut Maemunah merasa salah berkata.
"Mbak Mae, saya ada turunan Minang. Abi saya orang Minang sementara Umi Sasak tulen, bahkan bermarga Baiq sama seperti Mbak Lika dan juga Lily. Jadi saya asli indonesia, mungkin saja ada buyut yang keturunan asia tengah ataupun timur tengah, saya belum cek silsilah keluarga, tapi mata abu-abu ini dari Abi sedangkan adik saya bermata hitam seperti Umi." Lexi menjawab pertanyaan Maemunah. Jawaban itu berhasil mengalihkan perhatian Maemunah dengan rasa bersalahnya atas perkataannya. Bisa-bisanya dia meragukan Manusia yang diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya.
"Oh ya, apa mbak Mae ada kenalan cewek jomblo? Dua orang teman saya belum memiliki pasangan, Juna dan Dipta," lanjutnya mencoba mencarikan jodoh dua orang sahabatnya yang betah melajang.
"Jadi di antara mereka ada yang kesulitan mencari jodoh? Padahal menurut saya mereka cakep-cakep, lo! Kok bisa?" tanya Maemunah mulai tertarik dengan pembahasan yang diutarakan Lexi.
"Mereka terlalu asyik dengan pekerjaan sehingga tidak sempat menemukan pasangannya. Juna itu bangsawan Pencity, Mbak Mae pasti tahu adat Desa itu, kan? sama, Dipta juga Menak dari gumi Bun ken. Mungkin karena itu keduanya kesulitan menentukan jodohnya."
"Susah kalau begitu, mah!" sahut Maemunah sembari berpikir. Semenit kemudian matanya berbinar-binar cerah.
"Bang Rey Rey, di rumah sakit banyakkan Dokter-Dokter muda yang masih lajang terus di Hotel juga pasti banyak juga Pegawainya yang belum menikah. Kita data saja terus kita kenalin ke temannya Abang Lexi, bagaimana?" ucap Maemunah mengutarakan apa yang dipikirkan.
"Bagus itu, nanti saya minta Fitri mendata Pegawai yang belum menikah terus minta Dokter Rasyid yang mendata di Rumah Sakit, biar dia juga ikut mencari jodoh," sahut Reynand terdengar antusias. Tumben, entah mimpi apa dia semalam?
"Mas Reynand serius membuka biro jodoh?" tanya Lika merasa heran dengan Suaminya yang mendadak peduli mengurusi sesuatu yang bukanlah gayanya.
"Ada yang salah? Mas hanya ingin membantu. Biasanya kamu yang gerak cepat menjadi mak combang jika mendengar ada yang jomblo, terus kok sekarang malah bengong tidak ada suaranya? Mas hanya mengambil alih saja," jawab Reynand panjang lebar.
"Oh iya, hehehe."
"Alhamdulillah ada jalan untuk Juna dan Dipta menemukan jodohnya," ucap Lexi menanggapi.
"Semoga ya? Saya khawatir juga sama mereka berdua," ucap Lily menimpali.
Terjadilah membicaraan yang serius mengenai rencana mereka untuk Juna dan Dipta menemukan jodoh masing-masing.
__ADS_1
***
Braaaaak
Meja berbahan kayu super anti rayap itu di gebrak hingga patah menjadi dua. Martin meluapkan kekesalan kepada anak buahnya yang gagal menangkap Penyusup di kediamannya.
Amarahnya kian bergemuruh begitu mengetahui Penyusup itu merupakan lima orang Wanita.
"Mereka berhasil melarikan diri karena adanya bantuan dari beberapa orang tidak di kenal?" ucap salah satu Bodyguard yang berhasil melarikan diri. Bodyguard tersebut tidak mengenali Reynand dan teman-temannya.
"Siapa mereka? Apa mereka suruhan Reynand?" tanya Martin dengan mata tajam dan tangannya masih terkepal.
"Tidak mungkin, Reynand terluka dan sekarang sedang di rawat, khabarnya kondisinya kritis. Sementara Bodyguard dari Rizqy banyak juga yang mengalami luka-luka. Markas mereka sudah hancur lebur," sahut Evelyn meragukan yang dicurigakan oleh Martin. Dia lebih mencurigai lawan bisnisnya yang hendak bermain-main dengannya.
Martin berpikir serius dan setelahnya membenarkan apa yang diucapkan oleh Evelyn. Sepupunya itu tidak tahu kalau dirinya bebas setelah sempat mendekam di Penjara. Itu semua ulah Keynand dan Lika yang telah berani menangkap dan menjebloskannya ke Penjara. Untung saja dia berhasil kabur dari Penjara dan memimpin kembali bisnis hitamnya.
***
Sementara di rumah sakit Keynand menatap Bidadari di hadapannya yang kian menunduk. Jantungnya kian berdebar tak karuan. Dia terus saja memperhatikan Gadis itu dan tidak menghiraukan sekitarnya. Rasanya dia berada di tempat yang sangat indah penuh dengan bunga dan Kupu-kupu yang berterbangan. Terdengar gemericik air seolah mendendangkan melodi alam dan suara kicauan burung menambah semaraknya nyanyian indah memanjakan telinga. Hanya berdua dengannya, Gadis pualam yang menghiasi dirinya dengan malu. Lihatlah dia tertunduk menyembunyikan rona merah dan mata indah yang bercahaya.
"Bidadari, kita nikah yok! Agar Abang puas memandang. ...!"
pluk
"Awwwww sakiiiiiit."
Keynand tersadar saat Marisa menjewer telinganya.
"Oh sadar juga, Mom pikir tadi kesambet soalnya bengong melihat ke arah depan terus matanya tidak berkedip lagi, Mom jadi takut," ucap Marisa dengan diiringi senyum jenakanya.
"Iya, Daddy juga sudah bersiap-siap baca tahlilal," sahut David Ardiaz serius.
"Dad, saya belum almarhum, tegaaa banget," ucap Keynand dengan wajah cemberut.
"Salah ya? Berarti yang benar ayat kursi ya?" sahutnya dengan tetap berwajah serius.
"Tahu ah gelap." Keynand merajuk, dia merebahkan diri lalu menaikkan selimutnya hingga menutupi seluruh badannya. Dia menyembunyikan diri di balik selimut. Tidak lama kemudian dia kembali membuka selimut lalu menampakkan wajahnya.
"Qia, Abang nikahi hari ini ya? Abang sudah sehat dan siap mengajak kamu berpetualangan ke lembah syurga dunia. Mau ya? Iya iya iya?"
__ADS_1
Bersambung.