Gadis Untuk Sang Duda

Gadis Untuk Sang Duda
87


__ADS_3

Keynand menatap rembulan dari balik Jendela. Sendiri memandang langit yang lagi cerah. Namun hatinya tak secerah malam ini. Hatinya di selimuti kelam.


Dia menghela nafas sangat panjang, menandakan betapa sesaknya yang di rasakan. Baru kali ini dia merasa seperti apa yang sebenarnya patah hati. Seharusnya tak seperti ini. Dia tak mencintai Rizqia, jadi tidak ada alasan hatinya merasakan kesakitan. Dia memang tidak memiliki rasa itu, tapi entah kenapa keputusan Gadis itu membuat rasa tak nyaman di hatinya. Nyeri!


Seharusnya dia tidak terburu-buru mengajaknya menikah. Dekati secara perlahan-lahan sehingga menjadi akrab. Ada kenyamanan dulu yang semestinya diberikan agar Sang Gadis enggan menjauh darinya. Ternyata dia salah langkah. Kini di waktu ini tidak mungkin lagi di rubah sesuatu yang gagal menjadi seharusnya.


Hanya bisa di lakukan adalah menerimanya. Keynand menghargai keputusan Rizqia. Dia bangga terhadap Gadis itu. Sebab komitmennya sebagai pencari ilmu tak tergoyahkan. Itu seharusnya di lakukan oleh seorang Gadis yang masih berstatus Pelajar. Dia harus fokus mengejar cita-cita agar semuanya tak menyulitkannya. Perkara jodoh, tentu akan datang pada waktu yang tepat.


Keputusan Rizqia sudah benar. Dia tidak ingin fokusnya terpecah jika memutuskan untuk menikah. Karena menikah itu bukan perkara mudah. Itu merupakan ibadah terpanjang yang harus di lewati dengan berbagai macam rintangan. Bukan hanya kebahagiaan yang di teguk, melainkan derita juga ikut serta. Tidak mungkin hidup itu tidak ada cobaannya. Karena itulah harus di persiapkan dengan matang agar bisa menghadapinya.


Gadis itu sadar, berumah tangga butuh mental yang kuat sedangkan sekarang dia masih rapuh dan labil. Dia benar-benar belum siap untuk itu.


Apa jadinya nanti setelah hidup bersama ternyata kebiasaan masing-masing muncul di permukaan. Tak menjadi masalah bila kebiasaan itu dapat di pahami. Lantas apa jadinya bila kebiasaan masing-masing ternyata tak di sukai. Yang ada hanya membuat hati sakit, apa itu tidak akan memunculkan pertengkaran.


Hal sepele dalam berubah tangga, berubah menjadi besar tatkala memegang keegoisan masing-masing.


Keynand menghirup udara malam yang terasa dingin. Dia masih asyik menatap langit yang kini rembulan bersembunyi di balik awan. Seperti halnya dia yang menyembunyikan hatinya yang ternyata menginginkan gadis itu.


Mungkin kini dia sadar? Terasa sesak terasa kala Rizqia menolaknya. Apa itu di sebabkan oleh adanya rasa atau mungkin karena keangkuhannya yang tak terima di abaikan? Entahlah? Keynand tak memahami apa yang terjadi kini. Seharusnya tidak masalah di tolak oleh seorang Wanita. Tinggal mencari Gadis lain, apa susahnya.


Dreeet dreeet dreeeet


Suara Handphone menyadarkan Pria itu dari lamunannya.


(Jessi di balik semua ini. Dia yang meminta Gadis itu untuk mengusik Rizqia)


Pesan itu membuat Keynand mengepalkan tangannya. Bukankah dia sudah menghukum Wanita itu karena kelalaiannya terhadap Raski. Rupanya dia tidak kapok, kini dia kembali mengusik Rizqia yang tengah dekat dengannya.


(Dari mana dia dapat informasi kalau Rizqia pernah di rawat?)


Keynand membalas pesan dari orang suruhannya.

__ADS_1


(Siapa lagi kalau bukan mantan Suaminya. Dia setali tiga uang. Sama-sama suka ikut campur urusan orang lain)


(Oh ya, saya dapat informasi kalau Laki-laki bernama Rizqy Anggara itu tengah mendekati Gadis bernama Rizqia. Bukankah Gadis itu milik Pak Keynand? berarti Pak Keynand harus hati-hati dengan orang yang bernama Rizqy Anggara)


(Jessi dan Rizqy Anggara bersengkokol untuk menghancurkan Pak Keynand. Saya belum mengetahui rencana mereka berdua)


Terdengar notifikasi masuk berurutan.


Keynand membacanya, selesai membacanya dia menahan gemuruh di dadanya. Apa maksudnya ini? tangannya terkepal sebagai tanda dia berusaha menahan emosi yang ingin meledak.


Keynand mendengus kesal. Kenapa harus berurusan lagi dengan Pria bernama Rizqy Anggara itu? Jika tidak mengingat kebaikannya, mungkin saja saat ini Keynand sudah memakinya.


Apa dia sengaja mengincar Rizqia? Untuk apa? Apa untuk membalas dendam karena sudah merendahkan harga dirinya. Jika Rizqy mendekati Qia, terus nasib Habibah Rosy bagaimana? Dia tidak akan terima kalau Habibah Rosy di sakiti oleh siapa pun.


Keynand bingung harus berbuat apa? Rizqy telah menyelamatkannya. Di sisi lain dia harus melindungi Rizqia agar tak ada yang berani mengganggu hidupnya.


Aaaaaargh


***


"Bagaimana misinya? Apakah berhasil?" tanya Reynand.


Mereka saat ini sedang menikmati secangkir Kopi dan sepiring Pisang Goreng buatan Lika. Wanita hamil itu tidak tahan rasanya bila tidak mengolah Pisang Kepok hasil panen di Kebun miliknya. Kini mereka sedang menikmati Pisang Goreng, Jajanan favorit semua kalangan.


"Gagal," jawab Keynand singkat. Dia meraih Pisang Goreng lalu menggigitnya penuh semangat. Ah seandainya dia berhasil mempersunting Rizqia tentu rasanya senikmat Pisang goreng ini. Khayalnya.


"Payah!" Ucap Reynand terdengar meremehkan adiknya itu.


Keynand mendengus kesal. Tak menyangka mendapatkan satu kata yang sangat menyakiti dirinya sebagai seorang Keynand.


"Ada kalanya apa yang diinginkan itu tidak bisa di gapai. Mungkin saja Tuhan ingin kita berlapang dada menerimanya dan tidak boleh menyerah."

__ADS_1


Reynand setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Adik satu-satunya itu. Dia menepuk bahunya untuk memberikan kekuatan sekaligus ketenangan. Ada dirinya yang senantiasa mendukung Keynand jika itu sesuatu yang baik.


"Kamu benar. Selama ini apa pun yang kita ingin kan selalu Tuhan berikan. Jangan hanya karena satu keinginan yang tidak bisa kita raih lantas mengeluh. Memang, kita sebagai Manusia benar-benar angkuh dan tamak." Reynand menanggapi dengan kalimat penuh makna.


"Kita harus bersyukur apapun yang diberikan oleh Tuhan, sekecil apapun itu. Sebagai Insan yang tak tahu diri ini, terkadang tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan yang di dapatkannya, karena hati terlalu angkuh," lanjutnya dengan suara lirih. Terdengar suara helaan nafas Reynand yang sepertinya berat. Selanjutnya terdengar lantunan istighfar yang mampu mendamaikan hati keduanya.


"Abang benar, saya lupa untuk memasrahkan hasil yang sedang di perjuangkan. Terus terang saja saya tidak terima ini. Tapi kini setelah mendengarkan kata-kata Kakak, hati terasa lapang," ucap Keynand. Ada senyum dia tampilkan seakan menegaskan bahwa dia baik-baik saja.


"Apa alasan Gadis itu menolakmu? Siapa tadi namanya?"


"Qia, dia ingin fokus dengan mimpinya," jawab Keynand memberitahu.


Reynand mangut-mangut. Reynand menepuk bahu itu kembali memberikan kekuatan. Reynand mengerti bahwa Gadis itu mungkin saja belum siap menjalani peran sebagai Isteri. Itu memang harus di lakukan apabila belum siap.


"Apa kamu akan menunggunya?" Tanya Reynand selanjutnya. Dia menebak pasti mereka sudah membicarakan ini dan mencari solusi bagaimana baiknya untuk mereka berdua.


"Jujur saya ingin menunggu Qia, tapi tidak bisa memastikan apakah saya bisa. Sebagai Manusia tentu saja terkadang keraguan itu bertandang. Di saat itulah kesetiaan itu di pertaruhkan. Semoga saja saya sanggup memegang teguh ingin yang sama seperti saat ini, jika kelak bertemu dengan Qia di masa depan," jawab Keynand serius. Ada harapan yang tersemat di dalam setiap kata-kata yang diucapkannya.


"Kebersamaan yang tertunda. Berarti gagal, dong! memberikan Mommy untuk Raski. Iyaaaah!" Ucap Reynand terdengar lesu.


"Daddy di tolak? Sama siapa Daddy? Kok bisa? Apa Daddy kurang tampan?" Celoteh seorang anak perempuan yang tiba-tiba ikut bergabung di tengah-tengah mereka. Ada Raski yang ikut berceloteh karena rasa penasarannya.


Reynand tertawa mendengarkan kejujuran dari Putrinya. Sementara Keynand menampilkan wajah cemberut. Tidak menyangka Putri kecilnya itu meragukan ketampanannya. Sepertinya iya? Di tolak oleh Qia sebagai petanda pudarnya pesona seorang Keynand.


"Mana kaca, mana kaca?" Tanya Keynand dengan mimik memprihatinkan.


Bersambung.


Terima kasih bagi teman-teman yang bersedia meluangkan waktunya untuk membaca karya ini. Semoga saja suka.


Oh ya, jangan lupa juga meluangkan waktu untuk membaca Alquran.

__ADS_1


Semoga tetap menunggu kelanjutannya.


__ADS_2