
Keharuan menyelimuti pasangan Suami Isteri itu. Hubungan mereka sangat hangat dan erat. Pastinya ada cinta yang mengikat dua hati itu menjadi satu. Meskipun terlihat berbeda tapi saling mengerti dan memahami membuat mereka bisa berjalan bersama.
Keynand mengakui iri, tapi dia sadar rasanya akan berbeda jika Wanita bernama Habibah akan bersamanya. Mungkin saja tak semanis saat bersama Rizqy.
Mereka berdua memang jodoh dan kebersamaan mereka adalah takdir. Sekeras apapun usaha orang lain untuk memisahkan mereka berdua tetap saja tak akan bisa.
Keynand kembali sadar dari termenung saat dia melihat pasangan Suami Isteri itu mengurai keharuan dan menggantikannya dengan senyum bahkan candaan.
"Mas ini bisa saja, tega banget ngerjain temannya," ucap Habibah berusaha menahan tawa mendengar cerita lucu Rizqy.
Bagaimana tidak lucu eh salah maksudnya sebenarnya menyebalkan.
Ceritanya, saat pemeriksaan kesehatan untuk melengkapi persyaratan CPNS. Rizqy yang kala itu sedang melaksanakan pemeriksaan kesehatan di minta sedikit membuka Kancing Baju. Rupanya dia salah faham dengan patuhnya membuka bajunya yang hanya meninggalkan singlet. Hasilnya membuat seorang Dokter wanita marah. Tentu saja membuatnya salah tingkah karena bukan itu maksud dari Sang Dokter. Tak ingin hanya dia merasakan rasa malu. Dengan kejahilan yang melekat pada dirinya sehingga dia berpikiran untuk mengerjain temannya agar merasakan hal yang sama dengan dirinya.
Setelah selesai pemeriksaan dia keluar dengan mimik serius kemudian membisikkan ke salah satu teman yang bergiliran selanjutnya agar langsung membuka baju karena itu memang harus dilakukan. Teman itu mengerti kemudian masuk dengan penuh percaya diri. Sesampainya di dalam tanpa basa basi lagi Temannya itu langsung membuka baju dengan menampilkan tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun.
Melihat kelakuan Pasiennya membuat Sang Dokter kembali marah.
"Memangnya tidak di kasik tahu sama temannya jangan dibuka bajunya."
"Hah!" Terkejut dan malu itu yang dirasakan oleh Pria polos itu.
"Rizqy keduuuuuuuuul." Jeritan itu menggema dalam hatinya.
Sementara Rizqy melarikan diri dengan memperdengarkan tawa bahagianya karena berhasil mengerjain teman-temannya.
Hahahahaha
Rizqy kembali tertawa jika mengingat itu. Dia melupakan rasa sakitnya. Berada di Rumah sakit membuat dia ingat pengalamannya saat berjuang untuk mendapatkan NIP.
"Inget Mamiq Ayib, kan? Masak dia tidak bisa menyebut angka pada pusat titik saat tes buta warna. Itu artinya dia buta warna dan kita semua langsung menertawakannya." Rizqy melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
"Terus?" tanya Habibah penasaran.
"Nah saat pemberkasan, waktu itu kita ngumpul di Kantor hingga malam hari. Ruang yang kita pilih di Lantai dua untuk mengumpulkan dan menyortir berkas-berkas persyaratan CPNS. Saat kita mau mengambil salah satu berkas yang berada di ruang Sekretariat terus kita saling tunjuk agar ada yang mau mengambilnya. Tidak ada satupun yang berani ke sana hingga akhirnya kita rame-rame naik ke Lantai dua. Begitu ketemu kita langsung kabur meninggalkan salah satu teman kita Si Minna sendirian di pojokan. Minna saat itu sedang ngeprint. Mendengar langkah Kaki kita yang sudah menjauh membuatnya tersadar kalau dia ditinggal. Dia ketakutan sampai meninggalkan hasil print dan Komputer yang masih menyala. Dengan langkah seribu dia langsung ikut kabur." Rizqy melanjutkan cerita. Dia termenung kala mengingat itu ada kesakitan di ulu hati dan lebih sakit dari Peluru yang sempat bersarang di tubuhnya. Sebabnya karena Habibah tidak ada saat itu ikut berjuang bersama mereka. Nyeri semakin terasa namun berusaha di tahannya. Dia menatap wajah Isterinya yang sedang menunggu cerita selanjutnya.
"Iya kaburlah, mana berani kita jika tiba-tiba Gadis berkemben muncul bersama Kucing merokok," ucap Rizqy mengakhiri ceritanya.
Habibah tidak bertanya lebih lanjut mengenai Gadis berkemben yang tiba-tiba terlihat melintas dari balik cermin. Orang yang melihat Gadis berkemben itu adalah salah satu teman Kantor. Dia waktu itu sedang kacaan di lorong Lantai dua dan sekilas melihat dari cermin bahwa di belakangnya ada Gadis berkemben sedang melintas dengan cepat. Sontak saja membuatnya kaget dan seketika itu bulu kuduk langsung tegak berdiri. Saat membalikkan badan tak ada siapapun di belakang. Saat itu dalam keadaan hening dan sepi karena waktu pegawai istirahat.
Terus mengenai Kucing merokok itu pengalaman Atasan Langsungnya, seorang Ibu-ibu. Saat itu ada rapat yang dilaksanakan malam hari dan Habibah juga ikut membantu untuk menyiapkan Snack. Saat rapat berlangsung dia tinggal di luar sendirian dan semua peserta rapat ada di dalam ruang rapat.
Ada perasaan takut hinggap di hati Habibah kala itu, namun berusaha menenangkan dirinya yang sudah berdebar karena takut. Bayangkan, dia berada sendirian di lorong perkantoran dengan cerita mistis dari para Pegawai yang kebetulan pernah mengalami pengalaman tak lazim itu. Siapa yang tidak akan takut dan merinding jika sendirian meskipun di dalam ruang rapat banyak orang.
Untung ada dua teman satu kantornya datang dan menemaninya sebentar. Karena dua temannya terlebih dahulu meninggalkan Kantor dan juga sudah terlalu malam terus di tambah dia takut diluar sendirian membuat Habibah akhirnya meminta izin untuk duluan pulang. Nah saat Habibah sudah meninggalkan Kantor barulah Kucing merokok itu terlihat di lorong pojok dekat Toilet Wanita.
Auto kaget dan histeris karena melihat sesuatu yang mustahil itu. Bersamaan itu pula rapat di bubarkan dan cerita itu masih santer terdengar hingga sekarang.
Keynand di balik Pintu ikut mendengar cerita itu. Dia ikut tersenyum saat mendengar kisah lucu dan ikut merinding saat mendengar kisah dunia lain.
Saat keheningan terasa barulah Keynand mengetuk Pintu dan membukanya lalu mengucapkan salam. Cukup lama juga dia berdiri membuat Kakinya terasa pegal. Dia tidak enak menganggu keseriusan mereka sehingga bertahan di luaran sana dalam waktu yang tidak pendek.
Rizqy cukup terkaget melihat kehadiran Keynand. Dalam hatinya bertanya dari mana dia tahu kalau dia sedang di rawat.
Sementara Habibah memutar kepalanya ke arah Pintu untuk mengetahui siapa yang datang.
"Pak Keynand?" panggil Habibah tak percaya dengan penglihatannya. Dia mengkerutkan dahinya bertanda dia berpikir dari mana Keynand tahu.
"Silahkan Pak Keynand, rupanya telik sandi anda sangat cepat mengetahui keadaan saya," ucap Rizqy mempersilahkan Keynand untuk duduk di Kursi yang tersedia.
Keynand menggangguk kemudian seulas senyum dia terbitkan pada bibirnya. Dia lalu melangkah ke arah Kursi yang tersedia kemudian mendudukkan diri.
"Saya hendak menjenguk teman yang sakit yang sedang di rawat di sini. Tanpa sengaja melihat ke arah kamar ini dan mengetahui keberadaan orang yang saya kenal dirawat disini. Akhirnya saya memutuskan untuk menjenguk Pak Rizqy. Mohon maaf atas ketidak sopanan saya," ucap Keynand berbohong. Mana mungkin mengaku kalau dia mengetahui ini dari Habibah sendiri. Dia tidak mau Rizqy dan Habibah sampai tahu bahwa yang membayar Mobil itu adalah dirinya.
__ADS_1
Rizqy hanya menggangguk. Dia cukup lelah saat ini sehingga tidak mempermalahkan kehadiran Keynand.
"Bagaimana keadaan Pak Rizqy?" tanya Keynand.
"Alhamdulillah baik-baik saja," sahut Rizqy. Dia tersenyum ramah. Nampak ketegaran yang berusaha di tunjukkan oleh Rizqy tapi pada kenyataan dia sangat rapuh oleh kesakitannya.
"Terima kasih karena sudah bersedia menjenguk saya," ucap Rizqy selanjutnya.
"Sama-sama, saya yang seharusnya berterima kasih. Jika tidak ada Pak Rizqy tadi malam, entah apa yang terjadi dengan saya. Mungkin saja saat ini saya tidak duduk disini. Terima kasih karena Pak Rizqy mau menolong saya dan melepaskan amarahnya. Sulit bagi kita untuk berbesar hati dan melupakan orang lain yang pernah menjahati dan berbuat curang pada kita. Pak Rizqy mau melakukan itu padahal saya pernah berlaku buruk kepada Pak Rizqy. Maafkan saya." Keynand diakhir kalimat dia meminta maaf dengan tulus. Dia kini berjanji untuk tidak mengejar Habibah lagi. Tatkala melihat Habibah bahagia bersama Rizqy ia tidak ingin menjadi orang ketiga dan orang yang akan merusak hubungan halal mereka.
Bukankah sangat berdosa bagi seseorang yang berusaha untuk merusak hubungan rumah tangga orang lain. Sayangnya, hal itu sangat dilupakan oleh Pelaku baik Laki-laki maupun Perempuam. Dia tidak peduli jika nafsu merajai hati. Sehingga Pelakor dan pembinor semakin marak terdengar.
Kita lupa bahwasannya dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad dijelaskan bahwa jangankan merebut Suami atau Isteri orang lain, meminang pinangan orang lain saja tidak dibolehkan.
"Rasulullah melarang seorang laki-laki meminang pinangan orang lain, kecuali kalau sudah jelas laki-laki tersebut sudah memutuskan pinangannya." (HR: Ahmad).
Namun kenyataannya banyak kita dengar seorang Gadis atau Wanita menjadi orang ketiga dalam hubungan rumah tangga orang lain. Sang Gadis dengan bangga memamerkan kemesraan bersama Suami Wanita lain dan sangat bahagia menjadi perusak ikatan halal mereka yang semula harmonis. Satu hal lagi Sang Gadis masa bodoh dengan status yang di sandang yaitu Pelakor.
Miris!
Keynand tak mau seperti itu. Dia ingin mengejar seorang Gadis Sholeha dan memutuskan untuk melupakan Habibah meskipun rasa itu tidak hilang dan tetap membekas.
Cukup lama mereka berbincang-bincang, pada akhirnya Keynand berpamitan.
Ada kelegaan dalam hatinya saat meninggalkan ruang rawat inap sebab Habibah tidak mengetahui bahwa dia pernah merendahkan dirinya. Sedangkan Rizqy bersikap sangat dingin, tak lagi seramah dulu.
Keynand memaklumi, jika Rizqy kini bersikap seperti itu. Rasa sakit yang pernah di torehkan oleh Keynand tidak semudah itu bisa dia lupakan. Mungkin saja maaf itu ada tapi maaf itu tidak bisa mengembalikan keadaan seperti dulu lagi. Ada titik kesalahan yang pernah terjadi dan itulah kenyataannya.
***
Keynand membawa Mobilnya menuju Desa Sada. Hari ini sudah menjelang sore beranjak menuju ke waktu Magrib. Saat di APILL menunggu merah berganti Hijau dia melihat seseorang.
__ADS_1
"Gadis itu?"
Bersambung.