
"Gadis itu?"
Keynand menyipitkan mata untuk memastikan Gadis yang dilihatnya adalah sama dengan Gadis yang mengomelinya. Dari dalam Mobil dia mengamati Gadis itu yang baru saja keluar dari Mobil. Kehadirannya di sambut oleh beberapa anak-anak seusia Sekolah Dasar yang duduk di Emperan Toko.
Rupanya beberapa anak-anak itu sedang menunggu kehadirannya. Terlihat senyum merekah di masing-masing bibir dan binar-binar bahagia pada sepasang mata jernih mereka. Rasa syukur itu tergambar jelas sebab harapan di sore terkabulkan sehingga membuat wajah mereka terlihat cerah.
Gadis itu tersenyum kemudian mengucapkan salam. Ada sapaan yang terdengar ramah dan hangat saat perjumpaan itu terjadi. Cukup singkat ramah tamah itu, dia kemudian mengambil Kantong kresek besar berisi Kotak yang dipastikan Nasi. Kantong kresek besar itu dia berikan kepada beberapa anak untuk di bawa ke Emperan pertokoan tidak jauh dari Parkiran. Ada tiga Kantong kresek besar yang kesemuanya berisi Nasi Kotak.
Setelah semua Nasi Kotak itu di tempatkan pada tempat yang aman, Gadis itu kemudian membayar ongkos Taksi Online yang dipergunakannya.
Tiiiiiin
Terdengar bunyi klakson menyadarkan Keynand dari keterpakuannya menatap Gadis itu. Dia melihat lampu merah sudah berganti hijau, dengan cepat mengemudikan Mobilnya agar tak mendapatkan omelan dari Pengemudi di belakangnya.
Urung pulang, dia memutuskan putar balik dan mencari Toko buah untuk membeli buah-buahan. Setelah buahnya di dapat Keynand melajukan kembali kendaraan menuju Lokasi Gadis itu berada.
Baru saja sampai terdengar suara Adzan berkumandang.
"Ini di bagi Nasi dan air mineralnya," ucap Gadis itu sembari mengeluarkan Kotak nasi dari Kantong kresek.
"Iya Kak Qia," ucap seorang anak yang paling besar. Dia dengan sigap membantu Gadis yang dipanggil Kak Qia untuk memberikan Nasi Kotak kepada teman-temannya yang terdiri dari lima belas orang. Dimana anak-anak tersebut merupakan Pedagang Asongan yang setiap hari mangkal di setiap APILL.
Mereka sangat bersyukur beberapa hari ini Gadis yang mereka panggil Kak Qia setiap sore datang ke Emperan Toko yang tidak jauh dari Perumahan tempat tinggalnya. Dia sengaja mengumpulkan anak-anak untuk menikmati santap malam bersamanya setelahnya mereka akan bersama-bersama melaksanakan Shalat pada Masjid terdekat.
"Sudah dapat semua?"
"Sudah Kak Qia," jawab mereka serempak setelah mendapatkan pertanyaan dari Gadis cantik itu.
"Alhamdulillah. Kalau begitu mari kita menikmati hidangan malam ini. Jangan lupa diawali dengan basmalah dan doa," ucap Qia mengingatkan. Qia meminta salah satu untuk memimpin doa.
Usai berdoa mereka memulai menikmati buka bersama dengan penuh khidmah.
"Assalamu'alaikum. Adek-adek apakah saya boleh ikut bergabung?" Tanya Keynand di sela mereka sedang menikmati makanan.
__ADS_1
Sebagian dari mereka melihat ke arah Keynand dan menghentikan suapannya. Sementara yang lainnya fokus dengan makanan yang disantapnya.
Gadis bernama Qia itu mendongakkan wajahnya tatkala mendengar suara seseorang meminta izin. Ada keterkejutan sejenak pada wajahnya, setelahnya kembali datar. Qia menatap wajah Keynand dengan kerutan pada keningnya tanda berpikir.
"Boleh Om."
"Boleh Om, boleh."
Beberapa orang menjawab dengan mata berbinar-binar melirik Kantong kresek yang di bawa oleh Keynand.
"Duduk disini Om, maaf kotor enggak ada alasnya tapi udah di sapu Kok," ucap seorang anak Laki-laki menggeser duduk. Mereka semua duduk bersila dengn barisan saling menghadap.
"Terima kasih," ucap Keynand sumringah. Dia kemudian menaruh Kantong Kresek itu di tengah-tengah mereka. Membukanya lalu memperlihatkan isi.
Isinya itu tentu saja membuat anak-anak itu bersorak bahagia. Bagaimana tidak bahagia melihat beberapa jenis buah-buahan mahal yang jarang mereka makan dan juga Kue-kue yang hanya bisa dilihat di Etalase Toko tanpa bisa di sentuh oleh Lidah.
Qia, Gadis itu hanya mengawasi apa yang dilakukan oleh Keynand tanpa berniat membantu untuk membagi-bagikan kepada anak-anak.
"Makasih Om," ucap mereka berebutan mengucapkan terima kasih.
Setelah berkenalan Keynand melanjutkan dengan membatalkan Puasanya.
Duda keren itu beberapa kali melirik ke arah Qia. Namun Gadis yang dilihat hanya diam tanpa berkata apapun. Nampaknya dia sangat menikmati makanannya sehingga tidak menghiraukan keberadaannya. Sesekali dia menanggapi pertanyaan anak-anak yang ditujukan kepadanya dengan singkat. Tetap perhatian dan kelembutan itu terlihat disana.
Tenang dan irit bicara. Hal itu yang diperlihatkan oleh Qia saat ini. Mungkin karena adanya orang asing yang tiba-tiba bergabung membuatnya membentengi diri dari keakraban.
"Kak Qia dari tadi Om Keynand lirik-lirik Kak Qia terus," ucap Seorang anak-anak membuat dua orang dewasa itu terbatuk. Tidak menyangka tingkah laku mereka diperhatikan oleh bocah-bocah yang ada di sekeliling mereka.
"Kamu ini, itu saja tidak faham. Kak Qia itu cantik pantas saja Om Keynand suka melihat Kak Qia," sahut seorang Bocah menimpali celotehan temannya.
Bocah itu cengir menanggapi sahutan salah satu temannya.
"Cepat sekali dewasanya anak-anak zaman sekarang," batin Qia.
__ADS_1
"Itu artinya Om Keynand suka sama Kak Qia," ucap salah satu Bocah menyimpulkan arti dari lirikan itu.
Mendengarkan itu membuat mereka tertawa sembari menganggukkan Kepala membenarkan perkataan temannya.
"Ya Tuhan, ini Bocah-bocah kenapa peka banget. Kok bisa menyimpulkan seperti itu," batin Keynand berusaha menyembunyikan kegugupannya.
Pria itu tidak bisa menyembunyikan kegugupan dan salah tingkahnya. Celotehan-celotehan dari setiap Bocah membuatnya ingin sekali melarikan diri. Dia seakan kehilangan jati dirinya yang penuh percaya diri, cool dan bersahaja.
Keynand hanya tersenyum menanggapi celotehan anak-anak itu. Dia tak mengiyakan dan tidak pula membantah. Satu hal yang bisa dilakukannya hanya diam membiarkan mereka berasumsi seperti apa karena dirinya juga belum tahu apa maunya hati.
"Adek-adek mana mungkin Om ini suka sama Kak Qia. Om ini sudah menikah dan punya anak." Pada akhirnya Qia bersuara dengan langsung memberitahu.
Keynand ingin menjelaskan kesalah fahaman ini agar Qia tidak menjudge bahwa dirinya Tukang selingkuh.
"Qia, nama kamu Rizqia, kan? Kamu salah faham. Izinkan saya mengklarifikasinya," ucap Keynand meminta.
"Iya, saya ingat kalau anda itu Daddynya Dadek Raski dan satu hal yang saya ingat kalau anda itu Tukang selingkuh." Qia menimpali dengan cepat.
"Adek-adek udah selesai makannya? Kita langsung shalat Magrib aja," lanjutnya mengingatkan.
Selesai menikmati berbuka mereka berpamitan kepada Keynand kemudian melangkah ke arah Masjid terdekat dengan berjalan Kaki.
Keynand ingin sekali mengklarifikasi sangkaan Qia, tapi sepertinya sangat sulit. Rizqia sepertinya tak ingin mengetahuinya. Gadis itu mengabaikannya dan tak ingin berkenalan dengannya.
Cuek dan dingin.
Itu yang terasa, pesonanya tidak mempan di hadapan Rizqia. Seakan telah luntur lalu larut dalam sikap dinginnya.
"Baru kali ini diabaikan oleh seorang Gadis. Seperti janji itu yang terlanjur terucap, aku akan mengejar untuk menikahimu meskipun cinta itu mungkin saja tidak ada di antara kita."
Keynand kembali mengucapkan janji itu. Pantang baginya untuk menyerah. Jika Habibah rela dia lepaskan itu karena dia terikat dengan hubungan halalnya. Berbeda dengan Rizqia, maka dia tidak akan melepaskannya. Dia akan memburunya hingga berakhir dalam dekapannya.
"Bersikaplah dingin sekarang, nanti akan menjadi hangat tatkala kedua tangan ini berhasil meraihmu."
__ADS_1
Keynand tersenyum sembari memandang bayangan Gadis itu dan anak-anak yang perlahan mulai mengecil lalu tak ada. Setelah tak terlihat barulah Keynand melajukan Mobilnya untuk mencari Masjid terdekat.
Bersambung.