Heartless 2

Heartless 2
Chapter 99


__ADS_3

🍁Tidak peduli seberapa lambat kamu pergi asal kamu tidak berhenti🍁


.


.


.


.


Saat berada didalam mobil Zelena terus menangis dalam pelukan Ares karena tak menyangka kekasihnya akan seperti itu. Ia baru kali ini melihat sosok Ares yang sebenarnya dan entah kenapa ia merasa takut dan aman sekaligus.


Kenapa gue takut didekat Ares tapi di satu sisi gue juga ngerasa aman berada didekatnya, batin Zelena dengan bingung.


Ares yang melihat kekasihnya menangis seperti itu merasa kalau Zelena saat ini sangat takut berada didekatnya dan ia berpikir jika Zelena pasti akan meninggalkannya.


Meskipun begitu Ares tidak akan membiarkan Zelena pergi dari hidupnya karena sisi Ares yang baru saja Zelena tahu.


Maaf mi amor sekalipun gue harus egois gue tetap ngak akan lepas loe dari hidup gue hanya karena sosok gue yang sebenarnya, batin Ares dengan yakin.


~ Mansion Ares Rahardian ~


Setibanya di mansion Zelena bergegas turun dari dalam mobil tidak menunggu anak buah Ares membuka pintu untuknya. Ares yang melihat hal itu hanya bisa membuang napas dengan kasar tak bisa marah dengan kelakuan kekasihnya itu.


Sampainya didalam kamar Zelena bergegas masuk ke dalam kamar ingin menjauh dari Ares sebentar saja, entah kenapa ia merasa takut jika harus bertatapan dengan Ares saat ini.


Maafin gue querido, batin Zelena sambil menutup mulut tak ingin suara tangisannya terdengar oleh Ares.


Tanpa Zelena tahu ternyata Ares sempat mendengar suara tangisan Zelena saat hendak mengetok pintu kamar mandi dan ingin mengajak kekasihnya untuk membicarakan hal ini. Tangannya mengepal dengan erat hingga buku-bukunya terlihat menandakan saat ini Ares sedang menahan emosinya.


Karena tak ingin Zelena terkena imbas emosinya yang meledak-ledak ia memilih pergi dari mansion menuju markas.


Ares ingin melampiaskan semua perasaan gundah dan emosi dalam hatinya kepada tawanannya yang ia siksa setelah penculikan Zelena waktu itu.


~ Markas Ares ~


Sampainya di markas Ares masuk dengan aura dingin yang sangat mengerikan membuat anak buahnya menelan saliva mereka dengan susah.


Gery yang memang berada di markas menatap Ares dengan kening berkerut karena baru kali ini Ares datang tanpa ada pemberitahuan sama sekali.


Sepertinya ada sesuatu yang terjadi sama tuan, batin Gery menebak.


"Bawa berengsek itu ke ruang eksekusi" hardik Ares dengan suara menggelegar.


"Baik tuan" balas Gery dengan sopan.


Gery lalu memberi isyarat kepada anak buahnya untuk membawa Steven Lim ke ruang eksekusi sesuai perintah Ares barusan. Ares membuka jas dan menggulung lengan kemejanya ke atas lalu berdiri didepan meja tempat berbagai macam alat yang biasa ia pakai untuk menyiksa korbannya.


Hehehehe..............


Ares terkekeh saat mengambil pisau lipat berukuran kecil sambil melihat Steven yang sudah berdiri didepannya dengan kedua tangan dan kakinya diikat di rantai sehingga berbentuk huruf X.


"Apa kamu menikmati waktumu disini pak tua?" tanya Ares sambil tersenyum menyeringai.


"B......unus saja aku" lirih Steven Lim dengan suara lemah.


"Belum waktunya kamu buat mati pak tua. Kamu itu masih harus membayar dosa-dosamu di masa lalu hingga saat ini" ucap Ares sambil mengoreskan pipi Steven dengan pi**u.

__ADS_1


Aarrgghhhh............


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Jeritan kesakitan Steven Lim bergema didalam sana saat Ares memainkan pi**u lipat di tubuh Steven. Darah seger bercucuran di sana membuat Steven Lim semakin lemah dengan pandangan mulai kabur karena kehilangan banyak sekali darah.


Ares terus mengukir tubuh Steven tidak perduli jika saat ini Steven Lim sudah pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat perbuatan Ares barusan.


Gery dan anak buah Ares sudah biasa melihat pemandangan seperti ini dan menurut mereka ini belum seberapa.


"Rawat dia jangan sampai dia mati" titah Ares sambil melempar pisau lipat tadi.


"Baik tuan" ucap Gery sambil memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa Steven ke selnya dan menyuruh dokter untuk merawat lukanya.


Inilah sosok Ares yang tidak banyak diketahui oleh orang, hanya Seanlah yang mengetahui sosoknya yang sebenarnya dan identitasnya di dunia bawah. Ares sangat suka bermain bersama korbannya sebelum membuat mereka tidak bernyawa lagi.


1 Minggu kemudian


Hari ini tepatnya hari keberangkatan Zelena dan Ares yang akan pergi ke Amerika dengan tujuan yang berbeda.


Zelena akan pulang ke tanah kelahirannya di California sedangkan Ares akan pergi New York selama 4 hari untuk menghadiri meeting bersama kliennya karena ia sedang membuka sayap perusahaannya ke Eropa.


Sudah seminggu pula Zelena masih mendiamkan Ares karena ia masih sibuk menata hatinya untuk menerima kekurangan Ares seperti Ares menerima semua kekurangan dalam dirinya.


"Mi amor" ucap Ares dengan suara lembut saat keduanya sudah duduk di dalam jet pribadi Ares.


Zelena memilih pergi ke dalam kamar milik Ares disana menghindar dari kekasihnya. Melihat hal itu dengan cepat Ares menyusulnya dan masuk ke dalam kamar.


Grep............


"Jangan mendiamiku seperti ini mi amor" ucap Ares dengan suara lemah sambil memeluk Zelena dari belakang.


Air mata Zelena jatuh tak sanggup mendiami kekasihnya seperti ini. Dengan cepat ia melepas pelukan Ares membuat Ares kaget bukan main tapi sedetik kemudian ia tersenyum karena Zelena malah berbalik memeluknya dengan sangat erat.


"Mi amor" panggil Ares dengan suara lembut.


"Berikan aku waktu untuk menerima semua yang ada dalam diri kamu querido........hiks hiks hiks.........aku tidak sanggup harus menjauhimu terus........hiks hiks hiks" tangis Zelena pecah dalam dekapan hangat Ares.


"Aku akan menunggumu mi amor tapi aku tidak bisa melepaskanmu mi amor" ucap Ares dengan suara tegas.


Zelena mengangguk kepalanya menjawab ucapan Ares barusan, sedangkan Ares ia sudah lebih tenang setelah mendengar ucapan kekasihnya yang tidak akan menjauhinya tapi hanya butuh waktu untuk menerima semua yang ada dalam dirinya.


~ California, Los Angeles ~


Akhirnya setelah balasan jam diatas pesawat Clarisa dan rombongannya tiba di California, Los Angeles. Saat keluar dari dalam pesawat Clarisa berdecak kagum melihat betapa mewah dan besarnya bandara LAX California disana.


"Kita akan segera ke hotel jadi pastikan semua barang bawaan kalian lengkap" ucap pak Darius kepala tim anak magang.


"Baik pak" ucap Clarisa dan Riana dengan serentak


Ketiganya segera bergegas menuju mobil jemputan yang sudah disiapkan oleh kantor pusat untuk menjemput semua peserta pameran yang akan mengikuti pameran kali ini di Galaxy Company sebagai penyelenggaranya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


~ VT Hotel ~


Ketiganya bergegas menuju kamar mereka masing-masing di lantai 19 hotel VT milik Mikhail, salah satu anak hotel dari VA Corp yang Mikhail bangun khusus untuk hadiah pernikahan kedua orang tuanya sebulan lalu yang mereka resmikan.

__ADS_1


"Khail" ucap Clarisa melihat wajah kekasihnya di hpnya sambil melihat pemandangan kota California saat sore hari.


Tok.........tok............tok.........


Clarisa tersadar dari pemikirannya saat pintu kamarnya diketok, ia bergegas ke arah pintu dan membukanya. Saat pintu terbuka Riana tertawa memamerkan giginya melihat Clarisa.


"Ka kita makan yuk. Aku lapar bangat" ajak Riana.


"Tunggu aku ambil tas dulu" ucap Clarisa sambil menunduk.


"Iya ka"


Sampainya di restoran hotel keduanya segera mengambil makanan sesuai keinginan mereka karena sudah sangat lapar. Dengan lahap keduanya makan dalam diam karena sejak dari pesawat mereka belum makan sama sekali.


Tiba-tiba terdengar suara riuh bergema didalam restoran membuat Riana yang penasaran segera melihat ke arah riuh tadi.


Ia kaget melihat ada sosok yang sangat tampan seperti dewa Yunani dan seorang perempuan yang sangat cantik masuk ke dalam restoran dengan pengawalan ketat.


"Oh my God ka Clarisa! Apa kedua orang itu manusia ka?" tanya Riana dengan histeris.


"Mungkin" jawab Clarisa dengan acuh tak perduli sama sekali.


"Kak ayok coba lihat ka mereka sangat serasi ya ka" paksa Riana menggoyang bahu Clarisa untuk melihat ke orang yang ia sebutkan barusan.


Mau tak mau Clarisa mengikuti keinginan Riana untuk melihat ke arah yang orang yang sedang ia bicarakan. Seketika mata Clarisa hampir copot dari tempatnya melihat sosok yang sangat ia kenali dan sosok yang sudah hilang kabar selama sebulan.


Khail, batin Clarisa dengan perasaan hancur dan tak bisa berkata apa-apa.


Clarisa reflek berbalik ke depan saat melihat Mikhail dan seorang perempuan cantik berjalan menuju ke arah mereka. Mikhail yang sangat mengenali sosok kekasihnya mengerutkan keningnya melihat keberadaan Clarisa di California.


Aku harus mengecek laporan mengenai kekasihku pulang nanti, batin Mikhail.


"Ka kita duduk disana ya" ucap Natasha sosok perempuan yang bersama Mikhail saat ini.


"Iya sweety" balas Mikhail dengan suara lembut.


Deg..............


Jantung Clarisa berdetak dengan cepat mendengar ucapan Mikhail yang memanggil perempuan tadi dengan sangat lembut saat melewati mejanya. Hatinya bagai diiris-iris mendengar panggilan Mikhail kepada perempuan itu yang terdengar sangat intim.


Clarisa ingat posisi loe. Loe itu hanya mainan dia aja karena ngak mungkin dia mau sama perempuan kayak loe, batin Clarisa menyadarkan dirinya sendiri.


Mikhail yang baru saja duduk di kursi dengan pandangan langsung tertuju ke Clarisa mengerutkan keningnya membaca isi pikiran dari kekasihnya yang berpikir dengan bahasa Indonesia.


Sial, umpat Mikhail dengan kesal.


"Gue udah kenyang. Gue balik duluan ya" ucap Clarisa bergegas pergi dari sana.


"Ka loe baru makan 5 sendok aja masa udah kenyang" pekik Riana dengan kaget melihat makanan Clarisa yang masih utuh di atas meja.


Mata Mikhail berkilat tajam melihat kepergian Clarisa dari restoran apa lagi melihat piring Clarisa yang masih terlihat utuh menandakan orang itu baru makan beberapa sendok saja.


"узнай приезд моего любовника сюда" (cari tahu kedatangan kekasihku disini) ucap Mikhail dengan bahasa Rusia agar Natasha tidak tahu apa yang mereka bicarakan.


"хорошо, король" (baik King) balas Damon dengan suara dingin.


Kakak ngomong apa sih sama ka Damon, batin Natasha dengan bingung sambil menatap keduanya.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue............


__ADS_2