Heartless 2

Heartless 2
Chapter 163


__ADS_3

🍁Jika kamu ingin hidup bahagia maka lihatlah pada tujuan bukan pada orang tua atau benda🍁


.


.


.


.


Clarisa tak menyangka akan melihat Damon menyiram kopi panas ke wajah pramugari itu dan ia yakin wajahnya akan cacat seumur hidup apa lagi kopinya itu sangat panas.


“Baby jangan ikut campur dengan apa yang dilakukan oleh Damon” ucap Mikhail dengan suara tegas dari dalam yang menonton semuanya dari tadi.


“Hubby kamu suruh aku jangan ikut campur dan hanya diam saja melihat tangan kananmu menyiram seorang perempuan dengan kopi panas di wajahnya” hardik Clarisa dengan mata melotot tajam menatap suaminya dengan emosi.


“Karena dia itu pantas dihukum baby!” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“MIKHAIL!” bentak Clarisa dengan suara tinggi.


Mata coklat Mikhail seketika berkilat tajam menatap istrinya yang menyebut namanya.


Aura didalam sana seketika terasa sangat mencekam membuat Clarisa bergidik ngeri, apa lagi ia merasa seperti sedang di tatap oleh monster kejam didepannya dan tiba-tiba tenggorokannya seperti dicekik oleh tangan yang sangat besar.


Brugh……………….


Clarisa terjatuh dilantai sambil memegang tenggorokannya yang terasa sangat sakit membuat Mikhail menutup mata mengontrol emosi karena tidak ingin sampai kelepasan dan menyakiti istrinya sendiri.


“Damon” panggil Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King” ucap Damon yang berbalik dan mengerti isyarat Mikhail.


Ia segera menarik pramugari tadi di rambutnya dengan kuat membawa dia pergi dari sana meninggalkan Mikhail dan Clarisa disana. Melihat tatapan suaminya yang sangat menakutkan dengan cepat Clarisa bangun dan ingin pergi dari sana.


Grep……………..


Tangan Clarisa di tarik dengan kuat hingga menabrak dada kekar suaminya yang entah sejak kapan ia sudah berada di belakangnya.


“Hu……….bby” ucap Clarisa dengan terbata-bata dengan tubuh gemetar merasa takut dengan aura suaminya.


“Kamu harus dihukum baby karena sudah berani memanggil suamimu dengan namanya” bisik Mikhail dengan suara berat.


Deg……………deg……………deg…………….


Jantung Clarisa berdetak dengan cepat mendengar bisikan suaminya barusan dan entah kenapa ia merasa jika ia tidak akan dilepaskan suaminya.


Dengan sekali hentakan Mikhail mengendong istrinya menuju kamar mereka dan sepanjang jalan Clarisa bungkam tidak ingin membuat suaminya kembali emosi.


Arrggghhh………..


Teriakan Clarisa bergema didalam sana merasa kesakitan dan sesak saat tiba-tiba in**nya dimasuki oleh Mikhail dengan sekali hentakan, tanpa pemanasan membuat ia menangis mengerti hukuman yang dimaksud oleh suaminya.


“Hubby…………..hiks hiks hiks…………….maafkan aku…………hiks hiks hiks” pinta Clarisa sambil menangis menatap Mikhail yang berada diatasnya.


Sret……………..


Tak membalas ucapan istrinya ia malah merobek gaun milik Clarisa beserta ********** dan hari itu pertama kali ia memberi hukuman kepada istrinya agar tidak mengulanginya ke depan nanti.


Ahh………..

__ADS_1


******* keduanya bergema saat mencapai pelepasan bersama dan Clarisa hanya bisa pasrah dihukum suaminya selama 3 jam tanpa henti. Matanya sayu menatap Mikhail meminta untuk berhenti karena ia sudah tidak sanggup lagi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Aku tidak suka kamu memanggil namaku seperti itu baby. Semarah apapun kamu ke aku tetap panggil aku hubby seperti biasa jangan menyebut namaku seperti itu baby” ucap Mikhail dengan suara lembut sambil mengelus keringat di kening istrinya.


“Maafkan aku hubby” lirih Clarisa sambil memeluk leher Mikhail membenamkan kepalanya disana.


“Jangan diulangi lagi baby” bisik Mikhail dengan suara lembut.


“Iya hubby” jawab Clarisa.


Mikhail membalas pelukan istrinya dengan erat sambil mengelus punggung telanjang Clarisa dengan lembut membuat Clarisa tertidur, karena sangat nyaman dan masih lelah dengan pertempuran mereka barusa.


Melihat istrinya sudah tertidur pulas ia lalu mengelus perut Clarisa berharap benihnya cepat tumbuh didalam sana.


Sedangkan di luar sana semuanya dibuat kaget oleh apa yang dilakukan oleh Damon yang memberi hukuman kepada pramugari itu dengan cara yang sangat kejam membuat mereka bergidik takut.


Bagaimana tidak tubuh pramugari itu sudah tidak bisa dikenali lagi karena seluruh kul**nya dilepaskan dari tubuhnya oleh Damon.


Tuan Damon sangat mengerikan, batin semuanya.


~ Mansion Utama Wesly ~


Saat ini semua keluarga besar Wesly sedang berkumpul di mansion utama Wesly untuk membahas masalah Victor, pelayan, dan beberapa penjaga yang muntah darah kemarin.


“Apa hasil lab Victor dan mereka bos?” tanya Albert dengan cepat.


“Tidak ada penyakit, racun, atau virus yang di temukan didalam tubuh mereka semua” jawab Xavier dengan suara tegas.


“Apa! Bagaimana bisa?” tanya Kevin dengan kaget.


“Heeemmm” deham Xavier sambil mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan Lili.


“Tidak mungkin mereka baik-baik saja bos! Mungkin hasil labnya salah” ucap Thomas yang tidak percaya.


“Uncle bisa membaca hasil lab mereka semua” ucap Xander dengan suara dingin sambil menyodorkan hasil lab Victor, pelayan, dan penjaga di mansion.


Thomas menerima hasil lab tersebut dan membacanya dengan teliti, meski ia dibuat bingung dengan tulisan yang tidak ia pahami soal dunia kesehatan dan hanya membaca result mereka saja.


“Aku tidak paham dengan bahasanya honey” keluh Thomas memberikan hasil tersebut ke istrinya.


“Ckk!! Uncle itu ternyata sok keren saja barusan” ketus Victor sambil tersenyum mengejek.


“Biarin. Kamu iri” balas Thomas tak mau kalah.


“Lili kamu baca hasil lab mereka” ucap Valeria menyodorkan hasil lab itu.


“Iya aunty” jawab Lili dengan sopan.


Lili lalu mengambil hasil lab tersebut dan membacanya dan sesuai ucapan uncle Xavier tadi, kalau di tubuh ka Victor dan lainnya tidak ditemukan penyakit serius atau virus apapun.


“Semua yang dikatakan uncle Xavier benar adanya” ucap Lili setelah membaca hasil lab tersebut.


“Kamu yakin sayang?” tanya Kevin.


“Daddy aku ini seorang dokter jadi daddy jangan pernah ragu apa yang aku lihat di hasil lab itu” jawab Lili dengan suara tegas.


Semuanya diam memikirkan apa yang sebenarnya terjadi kepada Victor karena mereka tidak menemukan penyebab kenapa Victor dan lainnya bisa muntah darah seperti itu.

__ADS_1


“Jangan-jangan ka Victor terkena wabah penyakit berbahaya” ucap Henry membuat semuanya langsung menatap ke arahnya.


“Hey bocah lebih baik kamu diam saja!” hardik Victor dengan emosi karena dibilang terkena wabah.


“Tapi ucapan Henry ada benarnya juga Vic. Kalau di tubuh kamu tidak ada penyakit serius atau virus apapun bisa jadi kamu terkena wabah penyakit yang belum ada di dunia ini Vic” tambah Leon.


“Daddy” adu Victor dengan wajah panik.


“You will be fine son. Trust me” (kamu akan baik-baik saja nak. Percaya sama papa) ucap Xavier dengan suara tegas.


“Iya daddy” jawab Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Natasha yang sedari tadi diam memikirkan sesuatu yang tidak masuk akal dan kenapa hanya Victor saja terkena wabah penyakit dan jika wabah itu menular bukannya mereka juga akan terpapar karena mereka yang paling dekat dengan Victor.


“Bagaimana dengan makanan yang dimakan Victor?” tanya Valeria dengan suara dingin.


“Uncle Mike sudah meneliti ke lab tapi tidak ditemukan kandungan racun didalam makanan Victor aunty” jawab Xander.


“Jadi untuk saat ini kita hanya tahu kalau mereka semua terpapar wabah penyakit” tebak Albert.


Semuanya diam tidak mengatakan satu kata pun atau mengangguk kepala menjawab tebakan Albert barusan karena semuanya belum bisa dipastikan.


“Apa aku akan mati?” tanya Victor dengan cemas.


“Mungkin saja ka Victor. Setidaknya kakak mati di tengah-tengah kami” jawab Henry dengan santai.


Brugh……………


“Ka Victor” pekik Henry dengan suara melengking karena terkena sendal milik Victor yang barusan dilempar oleh Victor saking kesalnya.


“Aku yakin Victor tidak terkena wabah penyakit” ucap Natasha.


“Ah! Kamu memang kakak ipar aku yang paling terbaik Nata” pekik Victor dengan senang.


“Cih!” decih Vincent dengan sinis menatap kembarannya.


“Apa maksudmu baby?” tanya Thomas dengan penasaran.


“Jika Victor memang terkena semacam wabah penyakit atau sejenisnya pasti kami semua juga akan mengalami hal itu karena kami paling dekat dengan Victor selama ini daddy. Coba daddy pikir bukannya ini semua sangat ganjil” jawab Natasha menjelaskan apa yang dipikirkannya sedari tadi.


“Aku setuju dengan ucapan menantuku” tambah Chloe yang berpikir ucapan Natasha ada benarnya juga.


“Jika memang yang diucapkan Natasha benar bukannya kita harus memeriksa ulang semuanya dari awal” ucap David.


“Aku akan melakukan tes darah lagi dan mengecek ulang makanan yang dimakan ka Victor waktu itu” ucap Lili dengan cepat.


“Kalau begitu, Lili besok kamu ke rumah sakit dan teliti ulang darah Victor di lab. Nanti David yang akan menemanimu” titah Xander dengan suara dingin.


“Baik ka” jawab Lili.


Tanpa semua orang sadari disana ternyata ada seorang pelayan yang sedang tersenyum menyeringai mendengar ucapan mereka barusan saat mengantar cemilan dan minuman ke ruang keluarga.


Kalian tidak akan menemukan penyebabnya, batin pelayan itu dengan tatapan meremehkan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………

__ADS_1


__ADS_2