Heartless 2

Heartless 2
Chapter 32


__ADS_3

🍁Jika kamu bisa bermimpi maka kamu pasti akan mencapainya🍁


.


.


.


.


Sampainya di California Mikhail segera turun dari jet pribadinya setelah Damon dan Teivel keluar lebih dulu. Langkah kakinya menuruni satu persatu anak tangga membuat semua anak buahnya gemetar ketakutan.


Entah kenapa mood Mikhail sedari masih di dalam jet berubah saat Damon memberitahu perihal mengenai adiknya.


"Selamat datang King" ucap anggota Black Shadow serentak.


Mikhail tak menjawab sambutan mereka dan segera masuk ke mobil mewahnya jenis Bentley Bentayga 6.0 L yang di bandrol seharga 9.2 Miliar, harga yang sangat murah untuk orang sekelas Mikhail Zeno Parker.


Teivel yang menjadi sopir disampingnya ada Damon, ketiganya seperti biasa akan memakai satu mobil yang bisa memudahkan mereka jika ingin membahas suatu pekerjaan di dalam mobil.


"Dimana sweety?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Di apartemen King" ucap Damon tak kalah dingin.


"Kirim paket itu ke si bodoh Wesly"


"Baik King"


Glek..............


Teivel menelan salivanya dengan susah merasa aura di dalam mobil terasa sangat mencekam. Ia melirik Damon yang duduk dengan santai seakan tidak terpengaruh dengan aura dari kursi belakang.


"Perhatikan jalan Teivel jangan melirikku terus" ucap Damon dengan suara singkat sambil memeriksa laporan masuk di iPad.


"Heemmm" deham Teivel.


Mikhail tak memperdulikan keduanya dan terus berkutat dengan laptop di pangkuannya. Entah apa yang ia kerjakan disana hanya ia saja yang tahu.


"у тебя есть личность мистер s" (apa kamu sudah mendapat identitas Mr. S) ucap Mikhail dalam bahasa Rusia.


"еще не король, есть еще некоторые странные вещи, которые я должен исследовать снова, король" (belum King, masih ada beberapa hal ganjil yang harus saya periksa lagi) balas Damon.


"сделай это как можно скорее Дэймон" (lakukan secepatnya Damon)


"хорошо, король" (baik King)


Teivel seperti patung disana mendengar ucapan keduanya yang berbicara menggunakan bahasa Rusia. Ia akui Damon memang sangat layak jadi tangan kanan seorang King Mikhail secara ia hampir menguasai bahasa asing apa saja.


Kamu memang pantas jadi tangan kanan King dude, batin Teivel.


Mikhail tersenyum smirk membaca pikiran Teivel di depannya menurutnya memang hanya Damon yang pantas jadi tangan kanannya sejak masa sang mommy.


Hanya dia dan kedua orang tuanya saja yang mengetahui siapa sebenarnya Damon yang tak lain adalah Ares sendiri. Masih dengan jelas di ingatannya saat ia pertama kali mengetahui Ares yang seorang robot AI buatan sang mommy saat mereka di culik.


Waktu itu tubuh Ares hancur berkeping-keping karena ledakan. Dimana saat itu Ares mengorbankan tubuhnya untuk melindungi dia dan sang mommy.


Saat kepingan tubuh Ares dikumpulkan ia disimpan di salah satu kamar rahasia yang hanya diketahui oleh mereka bertiga.


Sampai umur Mikhail 12 tahun ia mencoba membuat Ares kembali dan akhirnya berhasil. Tubuh Ares di program kembali oleh Mikhail sendiri dan saat itu nama Ares berubah menjadi Damon yang adalah anak dari Ares.


Phew.............


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Teivel dan Damon melirik ke belakang saat mendengar hembusan napas Mikhail dari kursi belakang.


~ Kingdom Apartment ~


Natasha baru saja pulang dari kampus kebetulan hari ini adalah hari terakhir ia ujian semester. Dengan langkah cepat ia berjalan menuju lift tak mau ada yang mengikutinya seperti dua hari yang lalu.


"Apa sih mau tuan muda kedua itu" gumam Natasha dengan kesal.


Sudah 2 hari Vincent terus menemuinya dan bertanya tentang luka cambuknya. Entah dari mana ia mendapat kabar soal hukum cambuk yang diberi oleh kakak tercintanya.


Ah! Kakak tercinta sekaligus kakak terkejam, batin Natasha saat masuk ke dalam apartemen.


"Aku memang kejam sweety" ucap suara baritone di depannya.


Deg.............


Jantung Natasha berdetak dengan cepat seperti habis lari maraton saat melihat sosok yang duduk di sofa dengan angkuh ditemani dua dayang setianya yang berwajah datar dan dingin.


"Ka....k...ak" cicit Natasha dengan takut.


Entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang akan terjadi kepadanya. Jika harus dicambuk ia akan menolak karena luka bekas cambukannya belum kering.


"Duduk" ucap Mikhail dengan suara dingin sambil memberi isyarat lewat matanya ke arah sofa di sampingnya.


Dengan langkah pelan Natasha duduk di sofa sambil meremas kedua tangannya seperti biasa saat ia ketakutan atau gugup.


"Damon" ucap Mikhail dengan singkat.


Damon lalu menunjukkan video saat Natasha semalam masuk ke club Heaven menghadiri pesta ulang tahun temannya yang diadakan disana.


"Aku disana selama 15 menit dan tidak menyentuh minuman apapun ka" ucap Natasha dengan cepat.


"Kamu tahu aku memang kejam tapi aku tidak suka kesayanganku berada di tempat seperti itu" ucap Mikhail dengan suara dingin dan tatapan tajam bak elang.

__ADS_1


"Maaf kak itu pertama dan terakhir kali aku ke sana ka" cicit Natasha sambil menunduk.


"Tatap lawan bicaramu saat berbicara!" bentak Mikhail.


Natasha seketika menatap kakaknya meski tubuhnya gemetar ketakutan melihat tatapan seperti iblis di depannya.


Plak....................


Wajah Natasha seketika menoleh ke samping saat tiba-tiba kakaknya sudah berada di depannya dan menampar pipinya dengan kuat.


Air matanya mengalir merasakan kebas dan sakit di pipinya akibat tamparan sang kakak. Baru kali ini kakaknya menampar dirinya karena ia sudah berani pergi ke club.


"Lebih baik kamu kuliah di Dubai" ucap Mikhail dengan suara dingin.


Brugh...............


Natasha dengan cepat berlutut di depan kakaknya agar tak memindahkan kuliahnya. Air matanya mengalir dengan deras dan tidak tahu harus berkata apa.


"Maa.....fkan aku ka....k! Ini kesala....hanku" ucap Natasha dengan terbata-bata.


"Heemmm"


"Aku mohon jang....an pindahkan kuli.....ahku kak" pinta Natasha.


"This is your last chance" (ini kesempatan terakhirmu)


"Terima kasih kak"


"Bangun" perintah Mikhail dengan suara tegas.


Natasha langsung bangun tak ingin membuat kakaknya marah lagi. Tubuhnya rampingnya langsung di peluk oleh sang kakak.


Natasha menangis dalam pelukan sang kakak saat Mikhail mengelus kepalanya dengan lembut, ia tahu semua yang di larang oleh kakaknya itu semata-mata untuk dirinya sendiri.


"Jangan buat kakak harus memukulmu lagi sweety" bisik Mikhail.


"Maaf kak......hiks hiks hiks"


"Heemmmm"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Teivel yang berdiri di tempatnya sedari tadi melihat kakak beradik di depannya yang sedang berpelukan merasa bahagia.


Ia tahu didikan Kingnya memang sangat keras untuk adiknya sendiri. Ia tidak ingin adik satu-satunya harus lemah seperti dulu dan ia membentuk pribadi Natasha seperti sekarang untuk menjadi wanita yang tangguh.


"Jangan menangis lagi wajahmu semakin pucat seperti vampir" ketus Mikhail.


"Kakak" teriak Natasha dengan kesal.


"Terima kenyataan sweety"


"No sweety! Wajah mommy memang putih pucat tapi berseri bukan seperti punyamu" ucap Mikhail dengan tegas.


"Isshh! Kakak menyebalkan" dengus Natasha dengan bibir mengerucut.


"Bibirmu persis bebek sweety" ejek Mikhail.


"Terserah kakak mau ngomong apa" ketus Natasha beranjak pergi.


Hehehehe.................


Mikhail terkekeh melihat wajah merajuk sang adik, tapi seketika wajahnya kembali menjadi datar dan dingin tak ada ekspresi apapun.


~ Markas Devil Dragon ~


Saat ini Xander dan David sedang menatap anak buah mereka yang sedang membuka paket yang dikirim oleh Mikhail.


Saat paket tersebut terbuka Xander berdecak kesal melihat tubuh laki-laki yang penuh dengan lebam dan sayatan.


"Raja iblis sialan!" bentak Xander dengan kesal.


Bagaimana tidak ia meminta Mikhail untuk membawa We Xio kesini dengan utuh tapi malah ia diberi We Xio yang napasnya sudah di ambang batas.


"Periksa dia" ucap David.


"Dia masih bernapas bos" ucap Christian.


"Bawa dia keruang kesehatan dan suruh dokter untuk merawatnya jangan sampai dia mati"


"Baik bos"


Xander berlalu pergi dengan emosi bercampur kesal. Ia pikir hari ini bisa mendapat informasi dari We Xio tapi ternyata tidak karena tubuh We Xio yang lemah jika dipaksa atau di beri hukuman otomatis detik itu juga ia akan mati.


^^^"Apa maumu berengsek" ucap Xander dengan rahang mengeras saat menelpon Mikhail.^^^


"Seharusnya kamu berterima kasih karena aku sudah membawa orang itu ke hadapanmu"


^^^"Dengan menyayat tubuhnya tanpa diobati" sindir Xander.^^^


"Kamu tahu cara kerjaku kan"


^^^"Mikhail!" bentak Xander dengan emosi.^^^


"Dia tidak akan buka mulut karena tubuhnya sudah dipasang chip"


^^^"F**k" maki Xander yang tahu maksud Xander.^^^

__ADS_1


"Aku anjurkan bakar dia sekarang sebelum musuhmu mengetahui lokasi markasmu"


^^^"MIKHAIL ZENO PARKER" teriak Xander bergema di markas.^^^


Hanya satu orang saja yang bisa membuat wajah datar dan dingin Xander berekspresi. Dia adalah Mikhail yang selalu membuat Xander emosi dan tak bisa mengontrolnya.


"Bakar sialan itu sekarang" hardik Xander.


"Baik bos" ucap David.


Xander memilih pergi melihat hewan peliharaannya di bagian belakang markas sekaligus menangkan emosinya saat ini.


~ Mansion Utama Wesly ~


Victor terus mengumpat karena dihukum sang mommy tidak boleh keluar selama seminggu dari mansion. Sejak kepulangan mereka dari Madrid ia selalu dipukul oleh mommynya karena mengaku berc***a dengan wanita itu.


"Aarrgghhh! Sial" teriak Victor.


Pak Max dan beberapa pelayan kaget saat mendengar teriakan tuan muda ketiga mereka. Saat ini Victor hanya sendiri saja di mansion dan ia selalu di awasi oleh uncle Mike pengawal pribadi mommynya itu.


"Vic kamu disini" ucap Rio yang baru saja datang.


"Tidak aku di bulan" ketus Victor.


"Hahahaha! Kamu bisa aja Vic. Emang di bulan ada manusia apa" ucap Rio sambil tertawa.


"Adalah! Manusia itu persis simpanse yang bernama Rio Smith"


"Oh"


"Berengsek kamu Vic samain aku sama simpanse" hardik Rio dengan kesal karena baru paham ucapan Victor.


"Ckk!! Dasar lambat" cibir Victor.


"Vic kapan hukumanmu selesai Vic?" tanya Rio tak mau meladeninya.


"4 hari lagi" jawab Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Jadwalmu berantakan Vic karena tiba-tiba kamu cuti seminggu" adu Rio saat tadi berkunjung ke agensi mereka.


"Biarin aja biar pak tua itu kerepotan" sinis Victor.


"Benar kata kamu Vic pak tua itu seperti kebakaran jenggot tadi di agensi" tawa Rio mengingat direktur Cole yang marah-marah tadi di agensi.


Hehehehe..........


Victor hanya terkekeh mendengar ucapan Rio yang sudah mengikutinya menyebut direktur mereka dengan sebutan pak tua.


"Siapa yang kamu bilang pak tua! Hah" hardik suara melengking di belakang keduanya.


Mata Rio melotot hampir keluar dari tempatnya melihat direktur Cole yang sudah berdiri di belakangnya dengan wajah garang.


Glek............


Alak ma mampus nih aku, batin Rio dengan takut.


"Hay pak tua ada mimpi apa kamu kesini" ucap Victor dengan santai.


"Kenapa kamu tidak angkat panggilanku Vic?" tanya direktur Cole.


"Malas"


"VICTOR" pekik direktur Cole dengan emosi.


Rio menutup telinganya mendengar teriakan direktur Cole yang membuat telinganya sakit. Vincent yang baru pulang dari base camp sempat kaget mendengar teriakan itu.


"Apa kalian pikir ini hutan! Hah" bentak Vincent berdiri di ambang pintu penghubung.


"Tuan muda kedua" ucap direktur Cole dengan gugup.


Victor terkekeh melihat wajah direktur Cole yang mendadak pucat melihat kehadiran Vincent. Ia sangat tahu jika saudara kembarnya itu tidak suka ada orang lain berkeliaran di mansion.


"Rileks twin kita ada bahas kerjaan! Kebetulan mereka datang karena aku sedang dihukum" ucap Victor.


"Heemmm" deham Vincent segera berlalu pergi.


Direktur Cole dan Rio akhirnya bisa bernapas dengan lega setelah Vincent pergi.


"Gitu aja takut" ejek Victor.


"Diam kamu artis gila! Ini semua karena kamu" hardik direktur Cole.


"Ya ya ya ya suka-suka pak tua aja"


"Direktur tumben kesini?" tanya Rio.


"Kamu tunggu saja hukumanmu" tunjuk direktur Cole dengan kesal.


"Jangan berani macam-macam dengan orang aku pak tua" ancam Victor dengan suara dingin.


Rio tersenyum mengejek direktur Cole karena ia dibela oleh Victor. Direktur Cole hanya bisa mengumpat dalam hati karena ia tahu hanya Victor yang bisa memarahi asisten dan orang-orangnya sendiri.


"Terserah kalian berdua saja" pasrah direktur Cole.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue................


__ADS_2