Heartless 2

Heartless 2
Chapter 78


__ADS_3

🍁Kalau ada orang yang kamu caci maki dan ia tak membalasmu, jangan langsung berpikir kalau dia itu takut padamu🍁


.


.


.


.


Clarisa membuka pintu kamar mandi bertepatan dengan Mikhail yang keluar mengambil kotak P3K.


Matanya menatap sekeliling mencari apa yang bisa dia pakai karena bajunya sudah dirobek Mikhail semalam.


Ia lalu masuk ke dalam walk in closet mencari baju yang bisa ia pakai tapi hanya ada kemeja milik Mikhail. Clarisa lalu mengambil kemeja hitam milik Mikhail yang sangat kebesaran di tubuhnya hingga paha.


Clarisa berlalu keluar dan mengeringkan rambutnya di depan meja rias yang sudah disiapkan Mikhail untuknya.


Glek............


Mikhail menelan salivanya dengan susah saat membuka pintu kamar dan langsung disuguhi pemandangan indah yang membuat bagian bawahnya sesak.


****, maki Mikhail dalam hati saat matanya menatap ke arah dada milik Clarisa.


Ia yakin jika dibalik kemeja itu Clarisa tidak memakai dalaman. Jakunnya naik turun menatap Clarisa dengan tatapan lapar membuat Clarisa menjadi merinding.


"Kha......il" panggil Clarisa dengan gugup tiba-tiba Mikhail sudah berdiri di depannya.


Grep.............Cup................


Mikhail memeluk pinggang Clarisa dengan sangat intim dan mencium bibirnya dengan rakus. Mata Clarisa terbelak saat merasakan ada yang menyentuh perutnya di bawah.


Ia memang berpenampilan cupu tapi ia bukan gadis polos yang tak tahu apa yang Mikhail rasakan saat ini karena sering mendengar cerita teman kerjanya saat mereka sedang beristirahat.


"Kamu milikku baby" ucap Mikhail menyatukan kening keduanya setelah ciuman mereka terlepas.


"Kh....ail" panggil Clarisa dengan napas satu-satu.


"Heemmm"


"Lepas Khail. Aku sesak napas" pinta Clarisa karena pelukannya sangat kencang.


Mikhail mengendurkan pelukannya sambil mengecup bibir Clarisa berulang kali. Melihat perlakuan kekasihnya ia hanya membiarkan saja karena percuma dilarang.


"Kita buka perbanmu baby" ajak Mikhail menuntun Clarisa ke sofa.


"Uhm! Biar aku sendiri Khail" ucap Clarisa dengan malu karena harus membuka baju di depan Mikhail.


"Jangan membantah baby" tegas Mikhail dengan suara dingin.


Clarisa tak protes lagi membiarkan Mikhail berbuat apa yang ia mau. Ia tidak mau mendapat kembali hukuman dari Mikhail seperti semalam.


Deg.............


Tubuh Clarisa menegang merasakan dingin di tulang belikatnya saat Mikhail mengoles antibiotik di bekas tatto Clarisa.


"Aku suka tatto kamu baby" ucap Mikhail sambil tersenyum puas menatap hasil karyanya.


Mikhail menuntun Clarisa ke cermin agar ia bisa melihat tatto yang dibuat Mikhail semalam. Matanya melotot kaget melihat nama Mikhail yang tertulis dengan indah disana.


"Mikhail Zeno Parker" gumam Clarisa dengan suara pelan.


"That is mine! And this is yours" (itu milikku! Dan ini milikmu) ucap Mikhail sambil membuka tali bathrobe dan menunjukkan tatto nama Clarisa di dada kirinya.


Clarisa melotot kaget melihat namanya yang terukir di dada kiri Mikhail dan ia tak menyangka jika Mikhail sudah lebih dulu membuat tatto namanya itu ditubuhnya.


"Itu" tunjuk Clarisa ke bayangan Mikhail di cermin.


"Karena aku milikmu seorang baby" bisik Mikhail sambil mengecup tatto Clarisa.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Dada Clarisa membusung ke depan saat mendapat perlakuan seperti itu dari Mikhail apa lagi darahnya berdesir dengan jantung yang seperti ingin meledak.


Ah..........


Clarisa mendesah saat lehernya di cium Mikhail hingga berbekas. Mendengar ******* itu Mikhail mengendong Clarisa dan membawanya ke atas ranjang.


"Khail jangan" tolak Clarisa saat menatap mata Mikhail yang sudah berkabut gairah.


"Aku tidak akan melakukannya baby hanya menyicil saja"


"Menyicil?" tanya Clarisa dengan bingung.


Cup.............

__ADS_1


Clarisa menutup mulut menahan suaranya yang akan keluar saat Mikhail mengulum dadanya seperti bayi.


Darahnya berdesir mendapat perlakuan seperti itu yang baru pertama kali ia alami. Mulutnya terus berkata tidak tapi tubuhnya tidak bisa berbohong menikmati apa yang Mikhail lakukan.


Ahh............


Jerit Clarisa saat tiba-tiba ada yang keluar dari in*inya membuat Mikhail tersenyum kemenangan. Tangannya lalu di tuntun Mikhail menuju gundukan keras di bawah sana yang minta di puaskan.


"Khail" pekik Clarisa dengan mata melotot.


"Puaskan dia dengan tanganmu baby" lirih Mikhail dengan suara serak.


"No Khail! Aku tidak mau!" tolak Clarisa dengan cepat.


Cup..........


Mikhail mencium bibir Clarisa tak membiarkannya berbicara sambil menuntun tangan kecil Clarisa memanjakan rudalnya dibawah sana.


Mikhail menggertak gigi merasakan kepuasan yang tak pernah ia rasa dari perempuan mana pun padahal Clarisa hanya menggunakan tangannya saja.


Kamu milikku baby, batin Mikhail dengan posesif.


Setelah kejadian itu Mikhail menemani Clarisa sarapan dan menyuruhnya tetap di apartemen hingga dia pulang.


Mikhail akan menghadiri acara ulang tahun Candra sepupunya itu di Solo mewakili keluarganya yang tak bisa hadir.


~ Mansion Walts ~


"DADDY" teriak Henry menggelegar melihat Kevin yang terjatuh dari kursi makan sambil mengeluarkan busa dari mulutnya.


"Kenapa kamu berteriak Henry?" tanya Rahel yang baru saja datang dari dapur membuatkan susu untuk putranya.


Prang...........


Gelas susu itu pecah di lantai saat melihat suaminya sudah terkapar di lantai dengan mulut berbusa. Rahel berteriak histeris melihat suaminya dan berjalan mendekatinya.


"Apa yang terjadi.......hiks hiks hiks.........kenapa daddy kamu Henry?" tanya Rahel sambil menangis histeris.


"SIAPKAN MOBIL" teriak Henry menggelegar.


Ia lalu dibantu pelayan memapah Kevin menuju mobil di ikuti Rahel dan Ana yang menginap semalam di mansion Kevin.


Apa uncle keracunan karena cairan itu, batin Ana dengan takut mengingat cairan yang ditaruhnya di kopi uncle Kevin tadi pagi.


Masih dengan jelas ingatannya saat Marco memberinya sebotol kecil cairan saat pulang dari club. Ia melakukan itu karena di paksa Marco jika tidak video percintaan mereka di club semalam akan diberikan ke keluarga besarnya.


Di dalam mobil Rahel terus menangis sambil memegang tangan suaminya dengan gemetar apa lagi melihat wajah sang suami yang semakin pucat.


"Daddy bertahan ya.......hiks hiks hiks" ucap Rahel sambil menangis.


"Mommy tenang ya. Aku yakin daddy akan baik-baik saja" ucap Henry menenangkan mommynya di balik kemudi.


Karena panik Rahel tak sadar jika sedari tadi putranya yang menyetir padahal ia baru berumur 15 tahun dan belum mempunyai SIM mengemudi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Henry memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi tidak perduli dengan pengguna jalan yang memakinya karena menyerobot jalan mereka.


~ Wesly hospital ~


Ckkiiitttt...............


Bunyi decitan ban terdengar jelas di depan lobby rumah sakit. Saat melihat Henry yang keluar dari mobil satpam dan suster segera menyapanya karena tahu dia siapa.


"Bawa brankar kesini" hardik Henry dengan suara tinggi.


"Baik tuan muda" ucap salah satu suster sambil mendorong brankar.


Mereka segera membawa Kevin menuju UGD untuk segera ditangani.


"Suruh dokter selamatkan daddyku" hardik Henry membuat keributan disana.


Lili yang saat itu sedang berbicara dengan salah satu dokter disana mengerutkan keningnya mendengar suara sang adik.


Matanya seketika melotot kaget melihat siapa yang terbaring diatas brankar dengan wajah pucat dan mulut berbusa.


"DADDY" pekik Lili dengan suara tinggi.


"Ka.......hiks hiks hiks......selamatkan daddy" ucap Henry tak kuasa menahan tangisnya.


"Siapkan ruang operasi" titah Lili dengan suara tegas.


"Baik dok"


Lili segera berlalu menuju ruang operasi sambil menatap mommy dan adiknya untuk tidak mencemaskan daddy mereka.

__ADS_1


"Henry..........hiks hiks hiks hiks" tangis Rahel pecah di depan ruang operasi.


"Mommy" lirih Henry menatap sang mommy yang berdiri dengan tubuh gemetar.


Henry memeluk sang mommy erat dan menenangkannya. Ia lupa jika saat ini bukan hanya dia saja yang sedih tapi ada sang mommy yang butuh sandaran.


"Tante. Om pasti baik-baik saja karena aku yakin Lili akan menyelamatkan om" ucap Ana sambil mengelus punggung tantenya.


Ckk!! Perempuan ular, batin Henry dengan tatapan tidak suka menatap Ana.


Ana tahu Henry sedang menatapnya dengan sinis tapi ia biarkan saja toh Henry hanya anak remaja yang lemah dan bodoh.


Tring............tring............tring........


Hp Henry berbunyi ada panggilan masuk, ia mendudukkan sang mommy di kursi depan ruang operasi dan mengambil hpnya yang berbunyi.


"Ka Natasha" ucap Henry melihat nama penelpon di layar hpnya.


Baut apa perempuan sialan itu nelpon Henry, batin Ana sambil mengepal kedua tangannya dengan emosi.


^^^"Halo ka" ucap Henry.^^^


"Kamu dimana? Ini udah jam buat latihan Ry?" tanya Natasha dari seberang.


^^^"Hiks hiks hiks.......ka" ucap Henry sambil menangis.^^^


"Ada apa Ry? Kamu kenapa beritahu kakak?" tanya Natasha dengan cemas dari seberang.


^^^"Daddy ka! Daddy sekarang sedang dioperasi ka"^^^


"Apa" teriak Natasha dengan suara tinggi membuat Henry menjauhkan hpnya dari telinganya karena sakit.


^^^"Ka telinga aku bisa tuli" ketus Henry.^^^


"Kamu di rumah sakit mana?" tanya Natasha dengan cepat.


^^^"Wesly Hospital ka"^^^


Henry berdecak kesal melihat panggilannya yang dimatikan sepihak oleh Natasha, rasanya ia ingin memaki Natasha saat ini.


~ OliveTech ~


Natasha berlari keluar dari ruangannya diikuti asistennya yang bernama Mila. Rasa cemas di hatinya membuat pikirannya tak tenang memikirkan apa yang terjadi dengan uncle Kevin.


"Nona muda kita kemana?" tanya Mila setelah duduk di sebelah sopir.


"Wesly Hospital" tegas Natasha.


Sopir lalu melajukan mobil Natasha menuju Wesly Hospital. Natasha yang ingat belum memberitahu keluarganya segera menelpon mereka.


"Halo kesayangan daddy" ucap Thomas dari seberang.


^^^"Daddy segera ke rumah sakit sekarang"^^^


"Buat apa baby? Apa kamu sedang sakit?" tanya Thomas dengan panik dari sana.


^^^"Bukan aku daddy. Barusan Henry mengabari aku kalau uncle Kevin sedang dioperasi dad"^^^


"Apa" teriak Thomas dengan suara menggelegar.


^^^"Daddy" hardik Natasha dengan kesal karena kupingnya sakit mendengar teriakan Thomas dari sana.^^^


Ia mengumpat kesal karena lagi-lagi panggilannya dimatikan sepihak oleh daddynya. Natasha juga tak lupa memberitahu Xander dan lainnya mengenai uncle Kevin.


Marco tersenyum smirk melihat kedatangan keluarga Wesly, Parker serta anak-anak mereka dari parkiran rumah sakit.


^^^"Halo bos" ucap Marco menerima panggilan private saat ini.^^^


"Bagaimana"


^^^"Berhasil bos. Mereka saat ini sedang berada di rumah sakit Wesly bos karena Kevin Wlats sedang di operasi"^^^


Hahahahaha................


Terdengar tawa dari seberang membuat Marco bergidik ngeri karena tawa itu tidak seperti tawa biasanya.


"Kerja bagus Marco"


^^^"Terima kasih bos"^^^


Panggilannya lalu dimatikan sepihak oleh orang yang di panggil bos dari seberang. Marco menatap pesan notifikasi berisi bayarannya atas kerjanya barusan.


"Aku kaya mendadak" ucap Marco sambil tertawa bahagia.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue.................


__ADS_2